Home / Fantasi / Pengendali Sistem Terkuat / 671. Portal dimensi

Share

671. Portal dimensi

Author: Rendi OP
last update publish date: 2024-03-13 14:56:51

Karena melihat anaknya yang sangat bersemangat, Martis pun dengan senang hati langsung mengajarkan anaknya tentang sistem secara mendalam. Sedangkan Mia, ia duduk termenung. Ia hanya memperhatikan kedua pahlawannya itu dari kejauhan.

Tanpa sadar, Mia yang sedang duduk pun ia ketiduran. Namun ketika ia tertidur ia mendapatkan sebuah mimpi aneh. Dalam mimpi itu seolah-olah ia sedang melihat Martis dan Lancelot dalam bahaya.

"Tidak...!" Mia berteriak.

Alhasil, teriakan Mia itu menarik perhatian Ma
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pengendali Sistem Terkuat   1050. MATA AIR CAHAYA

    Pusaran kilat perak membelah angkasa Benua Utama dengan kecepatan yang melampaui batas angin. Lancelot memacu seluruh daya batinnya, memeluk tubuh Martis dengan satu tangan seraya menopang pusaran sihir pelindung yang membawa raga raksasa Estias dan Brakas. Di belakang mereka, kejaran sisa-sisa armada Klan Pemburu Jiwa perlahan menghilang ditelan jarak. "Tahan sebentar, Ayah... Uncle Estias, Uncle Brakas..." bisik Lancelot seraya menatap cemas raut wajah ketiga orang di dekatnya yang kian memucat akibat Racun Pemusnah Jiwa Purba. Lancelot mengarahkan laju terbangnya menuju ke arah pegunungan tersembunyi di perbatasan Sektor Barat, sebuah wilayah yang baru saja ia jelajahi selama pengembaraannya. Di tengah himpitan bukit-bukit batu purba yang tertutup kabut tebal, terdapat sebuah lembah terisolasi yang menyimpan Mata Air Cahaya Abadi, suaka penyembuhan purba yang tak sengaja ditemukan Lancelot beberapa minggu lalu. BOOM! Lancelot mendarat cepat di dasar lembah. Suhu udara di

  • Pengendali Sistem Terkuat   1049. KILATAN PERAK DI PERBATASAN

    Sisa-sisa armada kayu hitam Klan Pemburu Jiwa yang melayang di angkasa Sektor Perbatasan Alam Bahtera mulai bergerak mengepung. Ratusan kapal perang yang tadinya terhenti kini meluncur perlahan mendekati puing-puing geladak kapal induk tempat Martis, Estias, dan Brakas terbaring tak berdaya. Ribuan prajurit Pemburu Jiwa dengan zirah kelabu dan sabit-sabit beracun melompat turun dari atas geladak kapal. Mereka menyeringai kejam saat melihat sang Penguasa Api dan dua raksasa Dominion terkulai lemas di bawah pengaruh Racun Pemusnah Jiwa Purba. "Hahaha! Panglima Morvath telah mengorbankan dirinya dengan racun purba!" raung salah seorang komandan Pemburu Jiwa seraya mengacungkan pedang beracunnya. "Tangkap pria berambut keemasan itu! Ambil kepala Pahlawan Api dan persembahkan esensi jiwanya kepada Tetua Purba kita!" "Serbu mereka!" jerit puluhan ribu prajurit musuh yang berlarian menembus asap hitam, mengarahkan tombak dan racun ke arah Martis yang masih terhenyak berlutut dengan p

  • Pengendali Sistem Terkuat   1048. RACUN MEMATIKAN

    Panglima Morvath terbaring lemah di atas puing-puing geladak kapal induknya yang telah hancur. Zirah kelabunya retak-retak, dan dua lengan belakangnya terkulai tak bernyawa. Namun, saat menatap Martis, Estias, dan Brakas yang berdiri gagah di hadapannya, sudut bibir Morvath yang bersimbah darah kelabu mendadak tertarik membentuk sebuah senyuman sinis yang teramat mengerikan. "Hahaha... Kalian pikir... kalian sudah menang, hah?!" kekeh Morvath dengan suara parau yang membara oleh kegilaan mutlak. "Apa yang kau tertawakan, Cumi-cumi?" gertak Estias seraya melangkah maju, hendak mencengkeram leher sang panglima. Namun, sebelum jemari raksasa Estias menyentuhnya, Morvath dengan cepat menggerakkan salah satu telapak tangannya yang tersisa ke balik zirahnya. Ia menarik sebuah kristal pil berwarna hitam pekat yang dipenuhi ukiran garis-garis merah menyala—Pil Racun Pemusnah Jiwa Purba. "Jika Klan Pemburu Jiwa tidak bisa mendapatkan benua ini... maka kalian semua harus hancur bersam

  • Pengendali Sistem Terkuat   1047. AMUKAN DUA RAKSASA

    Langit di Sektor Perbatasan Alam Bahtera kini dipenuhi asap hitam dan percikan bunga api keemasan. Puluhan kapal perang kayu milik Klan Pemburu Jiwa yang telah runtuh menjadi serpihan kayu terbakar perlahan-lahan melayang jatuh ke dalam retakan dimensi. Di tengah lautan puing tersebut, Estias dan Brakas berdiri gagah melayang di angkasa, memamerkan tinju batu mereka yang membara oleh aura Dominion. Panglima Morvath mengepalkan keempat tangannya hingga buku-buku jarinya berbunyi nyaring. Wajah kelabunya yang biasanya dingin kini memerah padam oleh kemurkaan yang tak tertahan. Pria empat lengan itu melangkah maju ke ujung geladak kapal induk raksasa, memancarkan gelombang energi kegelapan yang membekukan partikel uap di sekitarnya. "Raksasa-raksasa tidak tahu diri!" raung Morvath dengan suara melengking yang menggetarkan angkasa. "Kalian pikir bisa menghentikan invasi Klan Pemburu Jiwa hanya dengan kekuatan fisik kasar?!" Morvath menarik empat bilah pedang berkepala tengkorak da

  • Pengendali Sistem Terkuat   1046. DINDING BATU DAN GELOMBANG ANGKASA

    Angkasa di Sektor Perbatasan Alam Bahtera berguncang hebat. Retakan-retakan dimensi berwarna ungu kehitaman membentang luas di atas lautan awan, memuntahkan ribuan kapal perang layang berukuran raksasa dari Klan Pemburu Jiwa. Kapal-kapal kayu hitam purba itu dilapisi oleh ukiran-ukiran tengkorak yang menyerap partikel esensi kehidupan dari alam sekitarnya, memancarkan bau busuk dan aura kematian yang teramat pekat. Di geladak kapal induk utama, melayang sesosok pria tinggi kurus berzirah kelabu dengan empat lengan bersisik, Panglima Morvath. Dua matanya yang berwarna hijau menyala menatap dingin ke arah bentangan benua hijau di kejauhan. "Benua Utama..." bisik Morvath dengan suara yang melengking bagaikan gesekan besi berkarat. "Setelah runtuhnya Sekte Bayangan Abadi, benua kaya ini tidak lagi memiliki pelindung! Panen ratusan juta jiwa di tanah itu, dan persembahkan esensinya untuk membangkitkan Tetua Purba kita!" "Siap, Panglima!" raung puluhan ribu prajurit Pemburu Jiwa yan

  • Pengendali Sistem Terkuat   1045. ANOMALI DI PERBATASAN

    Berbulan-bulan telah berlalu sejak penumpasan Sekte Bayangan Abadi dan penetasan Burung Phoenix Api Emas yang kini diberi nama Ignis oleh Mia. Kehidupan di Desa Lembah Asri berlangsung dalam kedamaian yang tak tergoyahkan. Kehadiran Brakas, adik kandung Estias memberikan warna baru di desa tersebut. Bersama Estias, kedua raksasa itu membantu warga membangun infrastruktur benteng dan pertanian dengan kekuatan Dominion mereka yang tak terbatas. Namun, di balik kedamaian yang melingkupi Benua Utama, Martis tidak pernah melupakan tugasnya sebagai Penguasa Mutlak. Di puncak bukit tertinggi di balik desa, Martis duduk bersila dalam meditasi. Di sekeliling tubuhnya, Tujuh Api Suci Abadi Tingkat Dewa memancar tenang, menyatu secara harmonis dengan pusaran esensi alam. Ignis melayang anggun di angkasa di atas Martis, menjaga ketenangan sang majikan. [Sistem: Melakukan Pemindaian Rutin Multiverse] [Deteksi Anomali: Terjadi Fluktuasi Energi Asing di Sektor Perbatasan Alam Bahtera!] [Tingka

  • Pengendali Sistem Terkuat   837. Misi

    Martis dan Gozil melihat bahwa Edmiral Kaziru berhasil menahan serangan yang Gozil lakukan. Melihat itu, Gozil sangat frustasi. Matanya melotot dan ia mengeraskan rahangnya lalu berteriak, "Jangan remehkan kekuatan Ras Naga...!" Gozil pun kembali membuka mulutnya berniat sekali lagi menembakkan bola

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Pengendali Sistem Terkuat   849. Huruf D

    Pertemuan Martis dengan Raja Garza sangat memberikan keuntungan bagi kedua pihak. Dari Martis, ia merasa untung karena akhirnya mendapatkan tempat yang sangat cocok untuknya betlatih meningkatkan kekuatannya. Sedangkan dari Kerajaan Garza, mereka merasa untung karena sejak kabar berita tentang Marti

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Pengendali Sistem Terkuat   808. Kutukan

    Hari ini adalah hari di mana hati dan pikiran Martis dipenuhi tanda tanya. Namun, untuk saat ini Martis tidak mau terlalu pusing dengan keadaan dan situasi saat ini. Pikirnya, yang terpenting setidaknya ia dapat menghilangkan rasa rindunya pada keluarga kecil yang amat dicintainya. Setelah mereka s

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Pengendali Sistem Terkuat   827. Makhluk aneh

    Si Topi Merah sangat yakin bahwa kali ini ia berhasil menghabisi Martis. Namun keyakinannya itu runtuh setelah ia melihat bahwa yang ia hantam hanyalah lantai, tanpa ada tubuh Martis di sana. "Ke mana dia...?" Si Topeng Merah melihat ke sekelilingnya guna menemukan keberadaan Martis. Akan tetapi s

    last updateLast Updated : 2026-04-02
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status