Short
Kekasihnya Pulang, Hubungan Kita Putus

Kekasihnya Pulang, Hubungan Kita Putus

By:  AmanCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9Chapters
7views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Karena sejak kecil aku suka minum susu, tubuhku berkembang lebih matang dibandingkan gadis seusiaku. Saat usiaku menginjak delapan belas tahun, kakakku yang sangat protektif takut aku dimanfaatkan orang, jadi ia minta teman baiknya untuk jagain aku. Namun pada pertemuan pertama kami, tatapan pria itu terpaku pada lekuk tubuhku, dan sejak saat itu aku berulang kali jadi sasaran pelampiasan nafsunya. Sejak hari itu, di siang hari ia adalah atasanku, dan di malam hari aku jadi "asisten pribadinya". Empat tahun penuh kami jalin hubungan rahasia, hingga aku berubah jadi sosok yang paling ia sukai. Empat tahun kemudian, mantan tunangannya pulang ke sini, dan ia tinggalkan aku di ranjang demi jemput mantan tunangannya di bandara. Dengan tahan rasa malu dan sakit hati, aku tetap kejar dia ke bandara. Padahal satu jam sebelumnya, tangan pria yang penuh bekas gigitan itu masih nutupin bibirku. Namun kini, di depan mataku, ia belai rambut perempuan lain dengan penuh kelembutan. “Jenny, empat tahun lalu kamu sendiri yang cari kesempatan waktu aku mabuk dan tidur denganku. Ngapain sekarang ribut kayak gini? Nggak tahu malu.” Tatapannya pada wanita itu begitu lembut, sementara ejekan dalam sorot matanya saat memandangku terasa begitu nyata. Aku pun merasa semuanya nggak berarti lagi. Aku tundukkan kepala dan kirim pesan ke kakakku agar ia menyetujui perjodohan dengan Keluarga Mosana. Kemudian aku menatapnya sambil tersenyum. “Oke, kalau gitu, selamat tinggal.”

View More

Chapter 1

Bab 1

Nggak lama kemudian, HP-ku berdering, kakakku Jason Winarko telepon.

Di seberang sana, ia lega karena kira akhirnya aku bisa lupakan pria misterius yang aku cintai bertahun-tahun.

Ia nggak tahu kalau orang yang buat aku terombang-ambing dalam cinta itu adalah teman baiknya sendiri, William Tanujaya.

Setelah panggilan berakhir, aku ambil surat pengunduran diri yang sudah aku siapkan dan melangkah ke bagian HRD.

Namun prosesnya terhenti di langkah terakhir.

“Jenny, kalau kamu mau keluar dalam waktu satu minggu, kamu perlu tanda tangan presiden direktur.”

William, lagi-lagi dia.

Bahkan untuk pergi yang terakhir kali pun, aku nggak bisa lepas dari bayangannya.

Aku genggam HP-ku dan jalan ke ujung lorong sepi untuk hubungi nomor yang sudah aku hapal di luar kepala.

Nada sambung terdengar lama, dan tepat saat aku kira nggak akan diangkat, panggilan itu tersambung.

Suara perempuan asing terdengar dari seberang.

“Halo? Cari William? Dia lagi mandi .…”

William … mandi.

Dua kata itu seperti jarum beracun yang menusuk jantungku berkali-kali.

Namun suaraku tetap tenang. “Nggak jadi, makasih.”

Sebelum ia sempat berkata apa pun lagi, aku langsung tutup teleponnya.

Layar yang meredup memantulkan wajahku yang pucat.

Namun, nggak sampai dua menit berlalu, HP-ku kembali bergetar.

Aku menatap nama “William” beberapa detik sebelum jawab telepon itu.

“Kenapa cari aku?”

Nada suaranya terdengar dingin dan formal.

Padahal tadi malam, ia masih panggil namaku berulang kali ketika menindihku.

Aku cengkeram surat pengunduran diri hingga ruas jariku memutih.

“Pak William, ada dokumen yang perlu kamu tanda tangani.”

William menggumam, lalu seolah teringat sesuatu, ia berkata, “Oh yah, nanti malam pulang ke sini sebentar. Ambil semua barangmu dari vila, dia mau pindah ke sini. Apartemen di daerah barat masih kosong, kamu bisa pindah ke sana. Aku sudah janji ke Jason untuk jagain kamu.”

Empat tahun lalu, saat mabuk, ia seret aku ke ranjang dan beri aku status sebagai "teman tidur".

Empat tahun kemudian, atas nama "teman baik", ia kembali kasih aku tempat tinggal sebagai bentuk belas kasihan.

Caranya yang begitu rapi dan dingin untuk atur segalanya buat aku merasa geli dan hampa.

Aku tersenyum. “Nggak perlu, Pak William. Aku sudah dewasa dan bisa jaga diriku sendiri.”

Lagian, setelah ia tandatangani surat pengunduran diriku dan selesai serah terima urusan pekerjaanku, empat tahun yang gila ini akan berakhir. Lalu ... aku akan menikah.

Aku terjaga semalaman di hotel, namun rasanya lebih jernih dibanding setiap pagi yang pernah aku habiskan di sisi William.

Aku naik taksi kembali ke vila tempat aku tinggal selama empat tahun, dan saat buka pintu, aku hampir kira aku salah masuk.

Ruangan bernuansa hitam-putih-abu kini dipenuhi warna-warna cerah.

Selama satu bulan aku mohon ke William, tapi nggak berhasil gantungkan satu boneka pun, tapi kini sudut rumah itu telah berubah jadi dinding penuh mainan.

“Quinza suka seperti ini.”

Suara William terdengar dari belakangku.

Saat aku noleh ke dia, tampak gurat rasa bersalah di wajahnya.

“Kemarin dia datang dan nggak terlalu senang lihat barang-barangmu.”

Barulah ketika ia bawa aku ke gudang, aku benar-benar ngerti maksud ucapannya itu.
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status