Share

Pengintaian

Penulis: Rachel Bee
last update Tanggal publikasi: 2025-05-15 23:03:10

"Bibi sudah bertemu dengan tuan Damian?" tanya Rachel begitu nyonya Ferlestin masuk ke dalam rumahnya. Segera mereka menutup jendela dan pintu rapat-rapat karena merasa diikuti oleh penguntit dari belakang.

"Kau tidak apa-apa kan?" nyonya Ferlestin memastikan kondisi Rachel baik-baik saja. Rachel hanya mengangguk. Ia takut ada orang yang melukai keponakannya ini. "Dengar aku, jika ada orang ingin melukaimu tolong teriak."

"Sebenarnya, ada apa?" tanya Rachel.

Suasana hening. Tiba-tiba saja pon
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Penguasa Hati Tuan Arogan    Melangkah mundur

    Damian menghela napasnya. Beberapa hari ini ia tak bisa tidur nyenyak. Banyak sekali masalah yang terus menggelayutinya. Mulai dari perombakan manajemen sampai peretasan data yang dimulai dari pengkhianat terdekatnya. Seberapa ketat pengawasannya, tetap saja banyak yang ingin menjatuhkannya dari dalam. Carol tentunya bisa merasakannya dari jauh. Selama ini, Damian yang terkenal ramah, mulai menunjukkan tanda-tanda arogansinya kembali. Hal ini tentunya membuat Carol sedih. "Tidurlah, ini sudah malam." Carol datang menghampiri Damian yang masih diam di meja kerjanya. "Kantung matamu menebal. Kau tampak lelah." "Besok ada pertemuan dengan pemilik saham. Mereka menuntut agar Erik diturunkan dari jabatannya. Menurutmu, aku harus bagaimana?" tanya Damian dengan suara lemah. Tatapan mata yang dominan itu membuat hati Carol sedikit menciut. Antara ketakutan dan juga rasa iba. "Kau lakukan apa yang harus kau lakukan. Damian, aku percaya padamu." Carol meletakkan telapak tangannya di atas t

  • Penguasa Hati Tuan Arogan    Skandal Henry

    "Henry, kau mau ke mana? Hari ini ada pemeriksaan kehamilan. Bulan kemarin, kau berjanji akan ikut denganku." Lucy berdiri sambil merentangkan tangannya mencegah Henry pergi melangkahkan kakinya ke luar rumah. Pria dingin itu hanya diam, matanya menelisik setiap sudut tubuh Lucy. Ini baru pertama kalinya ia terlihat misterius. Lucy memang nampak berbeda, ia mengenakan pakaian rapi dengan riasan tipis namun terlihat cantik. "Aku akan pergi ke kantor. Ada rapat pemegang saham," ujarnya dingin. Henry menepis tangan Lucy dan hampir membuat wanita itu terjatuh. Beruntung Lucy berpegangan pada sisi dinding di sebelahnya. "Kau, bisa pergi sendiri." Henry pergi begitu saja tanpa menghiraukan keadaan Lucy. Wanita itu menangis tersedu-sedu melihat kepergian suaminya. Tanpa menoleh, ataupun sekedar kata maaf. 'Apa mungkin yang dikatakan oleh Hailey adalah fakta?'"Nyonya, nyonya tidak apa-apa?" tanya salah satu asisten Lucy membuyarkan lamunannya tentang Henry. Lucy menggelengkan kepalanya.

  • Penguasa Hati Tuan Arogan    Rose dan Henry berkhianat?

    Damian lengah. Setelah sibuk seharian, ia baru tersadar jika istri dan adik tirinya tak menampakkan wajah sama sekali di hadapannya. Erik sempat berdebat dengannya lalu pergi tanpa pamit entah kemana. Ponselnya ditaruh di atas meja, itu yang membuat Damian merasa curiga. Menjelang malam, Erik dan Carol pulang ke rumah dengan membawa dua tas besar pakaian dan sepatu bermerk mahal. Keduanya berjalan sambil terus tertawa. Entah apa yang tengah mereka bicarakan. Hanya saja, Damian memandang keduanya dengan tatapan tak nyaman. "Dari mana kalian berdua?" tanya Damian dengan nada dingin. Erik dan Carol terdiam menghentikan langkahnya, menatap bersamaan ke arah Damian yang tengah memainkan arloji di tangan kanannya. "Kau lupa membawa ponselmu atau—" "Ponselku ada." Carol menunjukkan ponsel di tangannya yang menyala. "Ada apa?" "Kenapa kau tak menghubungiku?" "Aku lupa. Terlalu bersemangat berjalan-jalan dengan adikku yang sedang bersedih. Be

  • Penguasa Hati Tuan Arogan    Keluarga Dustin

    Erik mengadu pada Carol tentang keputusan Damian yang menurunkan jabatannya hari ini. Keputusan yang diambil secara tergesa-gesa tanpa pertimbangan matang, pikirnya. Bahkan, Damian juga menyerahkan leher Erik pada Henry secara cuma-cuma dengan menjadikannya sebagai wakil direktur. Bukankah itu sama saja dengan membunuh dirinya secara langsung? Carol juga tak habis pikir dengan keputusan yang telah diambil oleh Damian. Ia tak bisa terus berpangku tangan, apalagi ini menyangkut nyawa adik tirinya yang sangat berharga. Untuk itu ia memutuskan kembali ke Dustin House, membicarakan langkah selanjutnya dengan keluarga besarnya. Selama ini, mungkin Damian akan mengira jika Carol dan Erik adalah sisa dari keruntuhan keluarga Dustin di masa lalu. Ternyata, tidak. Mereka hanya mengubur diri agar tak terlibat langsung dengan perkelahian di luar sana. Bagaimanapun juga, mereka akan mendukung Carol dan Erik diam-diam tanpa sepengetahuan Damian. "Kau menyembunyikan ini dariku, Carol?" tanya Erik

  • Penguasa Hati Tuan Arogan    Rencana Gila Damian

    Kebencian Henry pada Erik telah mencapai titik yang sulit dipadamkan. Rasa ingin membalas dendam membuatnya nekat melakukan apa saja asalkan Erik jatuh dan hancur. Tak peduli apakah itu sia-sia atau tidak, dirinya ingin sekali melihat Erik tak berdaya di depan matanya. Bukankah itu sepadan dengan kematian ayahnya yang sia-sia?Selama satu minggu ke belakang, Henry mengumpulkan para petinggi perusahaan yang sebelumnya pernah mendukungnya menaiki jabatan sebagai direktur utama di Harold Times. Mereka adalah orang-orangnya yang dahulu menentang Erik dan kini kembali menentang Erik dengan alasan yang cukup fatal. Erik dipanggil ke ruang rapat untuk mempertanggung jawabkan kepemimpinannya yang baru berusia tiga bulan. Dalam kurun waktu tersebut, Erik telah berkali-kali berbuat kesalahan yang membuat Harold Times hampir kehilangan kepercayaan publik. Menurut mereka, Erik tidak pantas duduk di atas kursi kepemimpinan karena kesalahan itu tak dapat ditoleransi. Mereka memaksa Erik untuk turu

  • Penguasa Hati Tuan Arogan    Aku Mengawasimu

    Lucy bersiap-siap menemui Carol siang ini. Setelah mengirimkan pesan pada wanita itu, ia bergegas mencari pakaian yang tak mencolok agar Henry tak menemukannya. Carol pun melakukan hal yang sama. Pengawal pribadinya yang selalu setia di sampingnya, bahkan tak sadar jika istri tuan besarnya tengah menyamar. Mereka hampir kehilangan jejak, beruntungnya nyonya mereka tak pernah menghilangkan aroma parfumnya yang khas. "Lihat dari jauh, jangan dekati. Kupikir itu adalah sebuah rahasia antar wanita," bisik salah satu pengawal. "Baiklah, aku menunggunya di sini." Carol masuk ke sebuah ruang pertemuan yang sebelumnya ia sewa khusus untuk bertemu dengan Lucy. Ini adalah ruangan khusus di salah satu hotel berbintang yang bisa kapanpun disewa tanpa khawatir akan dipakai oleh orang lain. Segala sesuatu di ruangan itu telah diatur sedemikian rupa sesuai pemilik sewanya. Begitu melihat Carol telah masuk ke dalam ruangan itu, Lucy pun ikut masuk. Ia menutup pintunya lalu duduk dengan wajah puca

  • Penguasa Hati Tuan Arogan    Tangkap Mereka

    Ken datang tengah malam. Asisten pribadi Damian itu masuk ke dalam ruang kerja rahasia di rumah mewahnya lalu menyerahkan sebuah bungkusan di tangannya. Damian menerima benda itu dengan hati-hati lalu menyeringai dingin saat melihatnya. Firasat Damian tak pernah meleset sejak tiga bulan lalu. Henr

  • Penguasa Hati Tuan Arogan    Menjebak Penguntit

    Seorang pria berdiri di tepi jembatan yang berseberangan dengan sebuah halte bus. Ia mengamati ujung jalan dekat perbatasan kota Amberfest dan Visoo. Halte itu sunyi, tak ada tanda-tanda satu orang pun mendekat. Berkali-kali ia mengubah posisi berdirinya. Kira-kira lima kali dalam satu menit. Mata

  • Penguasa Hati Tuan Arogan    Malam Pertemuan

    "Kau mau ke mana?" tanya Carol. Alisnya mengerut bingung melihat suaminya tengah mencari kemeja dan jas hitam yang biasa dipakai olehnya. "Kau mau berkencan dengan seorang wanita?" Damian menoleh. Lirikan matanya membuat jantung Carol berdetak kencang. Pesona Damian memang sulit ditepis olehnya.

  • Penguasa Hati Tuan Arogan    Pesaing Muncul

    Hari kedua rapat pemegang saham, Henry muncul sebagai pesaing dari pihak lawan Erik. Ia berdiri dengan gagah di depan layar monitor yang memunculkan namanya dan berbagai prestasi yang pernah diraihnya. Ia juga memberikan sedikit visi dan misinya jika terpilih sebagai pemimpin utama Harold Times sec

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status