LOGINKeheningan kembali membentang di dalam mobil mewah itu. Tak lama kemudian, mobil mulai mamasuki gerbang tinggi dan kokoh vila yang ditempati Hailey dan Mathias selama ada di Meksiko. Tampak di sana deretan para penjaga sudah menunduk hormat di kala mobil masuk ke dalam vila.Sopir dengan sigap turun dan membukakan pintu untuk Mathias di sisi kanan, sementara pengawal lain membukakan pintu untuk Hailey di sisi kiri. Tampak Mathias turun tanpa sepatah kata. Jas abu-abunya yang sempat sedikit kusut kini disampirkan begitu saja di salah satu lengannya, memperlihatkan kemeja putih yang lengannya sudah dilipat hingga bawah siku.Pria itu masuk lebih dulu. Langkah kakinya lebar dan penuh penekanan saat melintasi foyer luas berlantai marmer krem. Hailey menyusul melangkah masuk, jemarinya meremas pelan tas genggam kecil yang dibawanya. Rasa bersalah, bingung, dan cemas beradu rumit di dadanya. Wanita itu memandangi punggung tegap Mathias yang berjalan tanpa menoleh se
Mesin delapan silinder dari konvoi SUV berwarna gelap yang berisikan Mathias dan Hailey meraung halus, membelah koridor aspal mulus kawasan Los Cabos dengan kecepatan tinggi. Tampak di balik kaca jendela ber-film tebal yang menyerap teriknya sinar matahari pesisir Meksiko, interior kendaraan itu diselimuti oleh keheningan yang begitu membentang, dan menyesakkan. Suara detak jarum jam tangan bernilai fantastis di pergelangan tangan Mathias terdengar seperti ketukan palu hakim yang sedang menghujat keheningan di antara mereka.Hailey menyandarkan punggungnya rapat-rapat ke jok kulit. Napasnya masih tersengal pendek-pendek, naik-turun secara tidak beraturan. Kedua tangannya yang saling bertautan di atas pangkuan masih gemetar hebat—bukan hanya karena rasa jijik dan terkejut atas tindakan pria asing di koridor restoran tadi, melainkan juga karena trauma seketika menyaksikan kebuasan yang baru saja dilepaskan oleh suaminya sendiri.Tampak di sampingnya, Mathias duduk
Sebelum pria itu sempat menyelesaikan umpatannya atau bahkan mengangkat kepalanya lebih tinggi, Mathias sudah bergerak jauh lebih cepat dari kilat. Kilatan amarah yang membakar di dalam iris matanya seolah memberi tenaga destruktif yang mengerikan pada setiap ototnya. Tanpa peringatan, pria itu mencengkeram erat kerah kemeja linen putih korban di hadapannya, mengangkat tubuh jangkung itu dengan satu tangan saja seolah makhluk malang tersebut tidak memiliki bobot sama sekali. Suara kain yang merenggang terdengar di antara ketegangan udara, sebelum akhirnya Mathias menghantamkan kepalan tangan kanannya sekali lagi secara telak, brutal, dan tanpa ampun ke arah wajah pria itu.Bugh!Darah segar langsung muncrat menyembur dari sudut bibir dan hidung pria tersebut, meninggalkan noda merah pekat yang kontras di lantai marmer putih yang mengilap. J
Ya, seorang pria asing bertubuh jangkung dengan kulit kecokelatan berdiri santai di dekat ambang pintu keluar. Dia mengenakan kemeja linen putih dari merek desainer ternama, dengan beberapa kancing bagian atas yang sengaja dibiarkan terbuka hingga memperlihatkan dadanya yang bidang. Tatapan matanya yang tajam dan penuh keberanian langsung menyapu tubuh Hailey dari atas ke bawah, seolah tak merasa perlu menyembunyikan ketertarikannya yang vulgar. Dari caranya bersandar dengan santai hingga senyum miring yang tersungging di bibirnya, pria itu memancarkan kepercayaan diri seseorang yang terbiasa mendapatkan apa pun yang diinginkannya.“Kau sangat cantik,” sapa pria itu dengan nada rendah yang terdengar merendahkan sekaligus menggoda, berbicara dalam bahasa Inggris dengan aksen asing yang kental. “Aku melihatmu berjalan sendirian sejak tadi masuk ke lorong ini. Tempat seperti ini terlalu membosankan untuk wanita secantik dirimu yang berjalan dengan wajah muram.
Satu jam kemudian, tepatnya setelah sarapan, konvoi SUV hitam dengan pengawalan ketat membelah jalanan kawasan resor Los Cabos sebelum akhirnya tiba di Cocina del Mar, restoran mewah yang terletak di kawasan Esperanza dan menghadap langsung ke hamparan biru Samudra Pasifik.Restoran itu memancarkan kemewahan melalui arsitektur batu yang dramatis, teras terbuka, dan panorama laut yang membentang luas. Angin pesisir berembus lembut melewati area makan, sementara para pelayan bergerak cekatan di antara meja-meja yang ditempati tamu dari berbagai negara.Atas permintaan khusus Mathias, sebuah area terbaik di restoran telah disiapkan untuk pertemuan bisnisnya. Area tersebut memiliki privasi lebih tinggi dibandingkan meja-meja lainnya, dengan penataan tempat duduk yang memungkinkan percakapan berlangsung tanpa mudah terdengar oleh tamu lain. Namun, restoran tetap beroperasi seperti biasa, sehingga suasana di sekitarnya masih dipenuhi percakapan dan aktivitas pengunjung.Kedatangan Mathias b
Matahari pagi di pesisir Meksiko memantulkan bias cahaya keemasan yang menyilaukan mata, menembus dinding-dinding kaca besar vila mewah milik Mathias. Tampak di ruang makan open-space yang menghadap langsung ke hamparan Samudra Atlantik yang biru kelam, meja makan marmer panjang telah dipenuhi oleh berbagai hidangan sarapan kelas atas, mulai dari croissant mentega hangat yang mengepulkan aroma gurih, buah-buahan segar tropis yang ditata artistik, hingga eggs Benedict dengan saus hollandaise yang menggugah selera.Mathias sudah duduk di kursi utamanya sejak sepuluh menit lalu. Pria tampan itu mengenakan setelan jas tailor-made berwarna abu-abu gelap tanpa dasi, memancarkan aura dingin, elegan, dan keangkuhan yang mendominasi ruangan. Di hadapannya, sebuah tablet transparan menampilkan grafik pergerakan saham pagi, sedangjan jemari kokohnya memegang cangkir kopi hitam pekat tanpa gula, meneguk dalam keheningan yang membentang.Beberapa saat kemudian, langkah kaki ringan terdengar mendek
Butiran pasal perjanjian yang membuat kesesakan luar biasa bagi Hailey. Otaknya seakan benar-benar buntu, dan merasa kehidupannya telah habis tak tersisa. Dia memang masih ada di dunia, tapi itu seolah jiwanya saja. Sementara raganya sudah mati tepat di kala dia mengenal sosok Mathias Cameron.Lang
Hailey duduk dalam mobil dengan kegelisahan yang membentang dalam diri. Napasnya agak berat, dan tangannya saling menaut seperti menunjukkan ada rasa cemas. Orang biasanya suka dan merasakan kenyamanan duduk di mobil mewah, tapi berbeda dengan Hailey. Mobil mewah apa pun, jika bersama Mathias seaka
Sinar matahari pagi menembus sela-sela jendela, kilauanya menyentuh wajah Hailey yang masih terlelap. Perlahan, sinar matahari makin tampak terang membuat mata wanita cantik yang tertidur pulas itu langsung mengerjap beberapa kali.Hailey mulai membuka mata sambil menguap pelan. Suara erangan lolos
Udara terasa berat oleh aroma tembakau mahal dan alkohol yang kuat. Asap mengepul, lalu perlahan hilang. Kesunyian membentang di ruang kerja megah milik Mathias Cameron. Tampak pria tampan itu duduk di balik meja kerjanya, melepaskan dasi kupu-kupu yang diletakan secara sembarang di lengan kursi ku







