Masuk“Aku akan cari perawat untukmu,” Ucap Skylar, matanya membelalak saat menatap darah yang merembes melalui pakaian Keisha.“Aku takut aku akan mati sebelum itu, Skylar... Aku tahu kamu takut ketahuan... Tapi... Ini mungkin titik balikmu. Skylar yang... kukenal adalah pria yang baik. Aku harus pergi ke rumah sakit sekarang...” Keisha berbicara dengan susah payah, wajahnya dipenuhi keringat dingin.‘Pria baik? Aku belum pernah menjadi orang baik dalam hidupku!!’ pikir Skylar sambil mencibir, ‘Tidak ada titik balik bagiku!’“Aku yakin kamu hanya sedang menstruasi,” jawab Skylar dan meninggalkan ruang bawah tanah, menghancurkan harapan Keisha untuk meninggalkan tempat itu.Keisha menghela napas, menggigit bibir bawahnya seolah-olah itu akan meredakan rasa sakit di perutnya. Jantungnya berdebar kencang ketika ia memikirkan mengapa ia bisa merasakan begitu banyak rasa sakit dan pendarahan pada saat yang bersamaan.‘Mungkinkah aku...? Tidak... Kuharap tidak!!’ batin Keisha, mengetahui apa art
Beberapa saat kemudian, ia tiba di vilanya dan pergi ke ruang bawah tanah yang tersembunyi. Tidak ada yang bisa menemukan ruang bawah tanah ini karena pintu masuknya terletak di bawah lemari pakaiannya.Saat ia menuruni tangga, Keisha menatapnya tajam, “Lepaskan aku, dasar gila! Berapa lama kau pikir kau bisa menahanku di sini?!” teriaknya.Skylar tertawa sinis. Ia meraih remote dan menyalakan TV sebelum menghubungkannya ke kamera pengawas.Keisha tersentak ketika melihat Daffa bergegas masuk ke rumah. Ia melihat Daffa dengan panik mencari di rumah Skylar tetapi tidak dapat menemukannya. Jantungnya berdebar kencang ketika menyadari apa yang sedang dihadapinya.“Apa kau mengerti sekarang? Satu-satunya cara kau bisa meninggalkan tempat ini adalah jika aku membiarkanmu pergi. Dan aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi!!” Ujar Skylar lalu mengganti saluran, “Tonton video ini. Aku yakin mereka akan segera mengumumkan kematianmu!”Namun, apa yang dilihat Skylar membuatnya mengepalkan tang
Sementara itu, Quinn meminta izin dan pergi ke rooftop untuk menghirup udara segar. Lorong itu terasa terlalu pengap baginya. Ia tidak mengucapkan sepatah kata pun selama dua hari terakhir, tetapi ia sangat khawatir tentang sahabat satu-satunya.Keisha adalah satu-satunya teman yang ia miliki setelah lama hidup sendirian. Sulit bagi Quinn untuk mempercayai siapa pun, tetapi ketika ia bertemu Keisha yang tampak seperti orang yang tulus, ia tidak ragu untuk berteman dengannya.Mengetahui ada kemungkinan Keisha adalah mayat itu membuat hatinya terasa sakit seribu kali.“Quinn, kenapa kamu berdiri di sini sendirian?”Quinn berbalik ketika mendengar suara Satria. Ia menghela napas, “Aku tidak bisa hanya duduk di sana... Jadi aku datang ke sini berharap surga akan mendengar doaku dan membiarkan Keisha kembali hidup-hidup.” Jawabnya lesuh.Satria menghela napas berat. Ia berjalan mendekati Quinn dan berdiri di sampingnya, “Aku tahu bagaimana perasaanmu... Aku juga berharap Keisha ditemukan a
Skylar melepaskan tangannya dari dagu Keisha dan menunjuk ke tempat tidur di sudut ruangan, “Sampai kamu mau menerima untuk menjadi wanitaku, di sinilah kamu akan tidur. Kamu harus membuktikan untuk bisa tidur di tempat tidurku... Aku yakin kamu akan segera melupakan Daffa dan hanya akan ada aku dan kamu didunia ini!!” ucapnya tanpa rasa malu dan ragu.“Lepaskan aku, Skylar. Kamu masih punya kesempatan untuk menebus semua kesalahanmu. Tidakkah kamu ingin hidup lebih baik? Kamu bisa melakukannya, lepaskan aku dan serahkan dirimu baik-baik. Daffa akan membantumu, dia orang baik!!” Keisha berusaha membujuk, berharap Skylar berubah pikiran.Sekilas rasa jengkel melintas di mata Skylar. Ia menyipitkan matanya ke arah Keisha dan berkata, “Aku tidak akan pernah tunduk pada bajingan itu. Dia sudah merebut segalanya dariku. Apa gunanya menyerahkan diri padanya? Kau akan bersamanya dan dia akan memiliki teman-teman. Aku akan ditinggalkan tanpa apa-apa! Itu tidak akan pernah terjadi, jangan hara
“Di keluarga Wicaksana memang tidak. Tapi di keluarga Howard, Daffa punya saudara laki-laki!!” jawab Skylar. Senyumnya masih terukir di wajahnya, tetapi itu membuatnya terlihat semakin menyeramkan setiap detiknya bagi Keisha.Sebuah pikiran muncul di pikiran Keisha. Ia membulatkan matanya ke arah Skylar dan bertanya, “Daffa berasal dari keluarga Howard? Bagaimana ia bisa berada di panti asuhan jika ia berasal dari keluarga kaya?!”Skylar mendecakkan lidah dan berkata, “Sepertinya Daffa tidak menceritakan masa lalunya kepadamu. Ia diusir dari keluarga Howard seperti anjing!!”Mata Keisha membelalak, “A-Apa? Kenapa mereka tega melakukan itu pada seorang anak?!!” tanya Keisha, merasa sedikit marah pada Daffa. Ia pikir Daffa tidak punya siapa-siapa dan itulah mengapa ia sangat senang ketika Daffa menemukan keluarganya.“Izinkan saya memberi kamu pelajaran sejarah tentang apa yang terjadi,” tawar Skylar, lalu menceritakan versinya tentang kisah Daffa kepada Keisha.Saat ia menceritakan kis
Beberapa saat kemudian, Keisha melihat sekeliling dapur dan memutuskan untuk membeli beberapa bahan makanan sebelum ibunya kembali.Ia menatap putrinya dan bertanya, “Mau jalan-jalan dan membeli beberapa barang dari toko?”“Ayo, Mom... Boleh kita beli permen dan sisakan untuk Daddy juga??” tanya Mayra, matanya yang besar dan berbinar-binar penuh kegembiraan.Keisha tersenyum. Ia mengelus rambut Mayra dan menjawab, “Mayra senang kita akan tinggal bersama Daddy sekarang?”Mayra mengangguk berkali-kali, “Iya, Momm.. Aku sangat sangat sangat menyukainya. Aku sangat senang, Mommy...” ujarnya antusias.“Oke, Mommy akan membelikanmu permen, tapi hanya untuk hari ini, ya,” jawab Keisha lalu mengajak Mayra keluar dari apartemen.Ada toko kelontong tepat di sudut jalan dan jaraknya bisa ditempuh dengan berjalan kaki.Dari sudut matanya, Keisha bisa melihat ada sosok-sosok yang mengikuti di belakang mereka, tetapi ia tidak khawatir karena ia tahu mereka adalah pengawal yang ditinggalkan Daffa un







