Share

84. PDKT

Author: Rilla
last update publish date: 2026-05-30 12:26:41

Kimi masih berjalan di samping Kian menuju area parkir kampus. Meski berusaha terlihat biasa saja, sebenarnya suasana hatinya sedang sangat bersorak senang. Ia tak menyangka jika hari ini ia akan makan bersama sang pujaan hati.

Setidaknya sampai beberapa detik berikutnya.

"Kiaaan!"

Suara perempuan yang terdengar manja itu membuat langkah Kimi langsung berhenti. Ia mendadak jengah. Dalam benaknya sudah terlintas satu nama.

Dan benar saja.

Icha berjalan mendekat sambil tersenyum lebar.

"Kamu ter
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Perawat Pribadi Tuan Mafia    94. Berharap Restu

    Setelah melamar Mia, Maminya Dirga mendengar kabar itu dan ia bertengkar hebat dengan Dirga.Satu bulan berlalu sejak pertemuan terakhir yang penuh ketegangan itu. Selama satu bulan pula, Dirga tak pernah berhenti mendatangi mamanya. Lima kali pria itu datang dengan tujuan yang sama, meminta restu untuk menikahi Mia. Namun lima kali pula ia pulang dengan jawaban yang sama; penolakan.Akan tetapi, Dirga bukan lagi pria yang mudah goyah oleh penolakan. Ia sudah terlalu lama hidup mengikuti keinginan orang lain. Kali ini berbeda. Restu memang ia harapkan, tetapi bukan sesuatu yang akan menentukan langkahnya. Tujuannya sederhana, ia hanya ingin memberitahukan kepada mamanya bahwa wanita yang dicintainya akan segera menjadi istrinya.Di sisi lain, segala sesuatu berjalan jauh lebih baik dari yang ia bayangkan. Rasya berdiri di belakangnya tanpa ragu. Bahkan pria itu ikut membantu mencari keberadaan ayah Mia yang selama bertahun-tahun sulit ditemukan. Ketika akhirnya pertemuan itu terjadi,

  • Perawat Pribadi Tuan Mafia    93. Lembaran Baru

    Dirga mengecup keningnya lama.Seakan ingin menyampaikan semua perasaan yang sulit diucapkan dengan kata-kata.Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Mia merasa begitu tenang.Bukan karena hidup mereka akan selalu mudah.Bukan karena tak akan ada masalah di masa depan.Melainkan karena ia tahu, mulai hari ini dan seterusnya, mereka akan menghadapinya bersama.*****Dirga menggenggam tangan Mia saat keduanya melangkah keluar dari kamar.Setelah 'mandi' dan berganti pakaian, mereka terlihat jauh lebih segar. Aroma sabun dan parfum masih melekat kuat di tubuh masing-masing. Rambut mereka yang masih sedikit basah menjadi bukti bahwa keduanya baru saja selesai membersihkan diri.Mia bahkan masih sibuk mengeringkan ujung rambutnya dengan jemari.Namun satu hal yang sama sekali terlupakan oleh mereka berdua...Rumah kaca tepi pantai itu tidak hanya dihuni mereka. Dirga dan Mia benar-benar lupa jika di rumaah itu ada kelima sahabat mereka.Begitu mereka keluar kamar menuju ruang tenga

  • Perawat Pribadi Tuan Mafia    92. Ranjang Panas (21+++++)

    Acara lamaran itu berlangsung khidmat. Bahkan papinya Dirga juga ikut larut dalam harunya acara tersebut. Ia menyelamati Mia sebagai calon menantunya. Walaupun saat itu tidak ada maminya Dirga, namun kehadiran papinya Dirga membuat Mia benar-benar bahagia.Setelah ini ia berjanji tak butuh apa-apa lagi. Ia hanya ingin ada Dirga di sisinya. Dan malam itu acara berlalu dengan meriahnya. Acara lamaran yang Mia sendiri tak menyangka akan berakhir seindah ini.Tak terlalu banyak tamu yang ada di rumah kaca tapi Pantai itu, namun ia benar-benar bahagia.Dan malam itu acara berlangsung dengan meriah dan penuh kebahagiaan. Semua sahabat Dirga memutuskan untuk menginap di rumah kaca itu. Sementara papinya Dirga pulang ke rumah.Dirga terbangun pagi-pagi buta. Ia melirik Mia yang tidur di pelukannya. Dengan lembut ia mengecup wajah Mia mulai dari kening, pipi dan berakhir pada bibir.Saat bagian bibir, Dirga melumatnya lembur. Mia yang terbangun bukannya marah, malah membalas ciuman tersebut. S

  • Perawat Pribadi Tuan Mafia    91. Lamaran

    Tiga hari berada di luar kota untuk urusan pekerjaan membuat Dirga nyaris tidak memiliki waktu untuk beristirahat. Namun begitu pesawat yang membawanya pulang mendarat, pria itu tidak menuju rumah utama seperti biasanya. Mobil yang dikendarainya justru melaju menuju rumah kaca tepi pantai miliknya. Tempat yang selama ini menyimpan begitu banyak kenangan bersama Mia. Tempat yang malam ini akan menjadi saksi untuk langkah terbesar dalam hidup mereka.Saat tiba di sana, suasana rumah kaca sudah jauh berbeda. Beberapa kendaraan milik wedding organizer terparkir rapi di halaman. Para pekerja hilir mudik membawa rangkaian bunga, lampu gantung, hingga berbagai dekorasi mewah yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari sesuai permintaannya. Dari kejauhan, rumah kaca yang biasanya terlihat sederhana kini perlahan berubah menjadi tempat yang begitu indah dan romantis.Dirga berjalan menyusuri area depan yang langsung menghadap ke pantai. Tatapannya menelusuri setiap sudut dekorasi yang masih dalam p

  • Perawat Pribadi Tuan Mafia    90. Simpan Nomor Saya Lagi ya (Kian-Kimi)

    Pagi itu suasana di villa tepi pantai milik Dirga terasa jauh lebih hidup dari biasanya. Angin laut yang berembus lembut membawa aroma asin yang menenangkan, sementara suara ombak menjadi latar alami bagi tawa dan obrolan mereka. Namun ada satu hal yang sejak kemarin tak luput dari perhatian semua orang—Dion dan Nisa. Keduanya seperti memiliki dunia sendiri. Ke mana pun Nisa pergi, pandangan Dion selalu mengikutinya. Begitu pula Nisa yang tanpa sadar akan mencari keberadaan Dion setiap beberapa menit sekali. Kedekatan mereka yang mendadak itu begitu mencolok hingga membuat orang-orang di sekitar mereka saling bertukar pandang penuh curiga.Alexa menjadi orang pertama yang menyerah. Awalnya pria itu masih berusaha mendekati Nisa seperti biasa, mengajak bicara atau sekadar duduk di dekat gadis itu. Namun setiap kali ia melakukannya, Dion selalu muncul entah dari mana. Bukan dengan sikap mengintimidasi, melainkan dengan cara yang jauh lebih menyebalkan—alami dan penuh perhatian. Menga

  • Perawat Pribadi Tuan Mafia    89. Pagi Yang Manis

    Pagi perlahan menyapa melalui celah gorden kamar, menghadirkan garis-garis cahaya keemasan yang jatuh tepat di atas ranjang. Hangatnya sinar matahari mengganggu tidur Nisa yang masih lelap. Gadis itu mengerjapkan mata pelan, lalu mengernyit saat tubuhnya merasakan pegal yang tak biasa. Setiap kali ia bergerak, rasa nyeri samar menjalar, terutama di bagian yang paling sensitif dari dirinya. Kenangan semalam pun kembali berputar dalam benaknya dengan begitu jelas, membuat pipinya seketika memanas. Untuk beberapa saat, Nisa hanya berbaring diam sambil menatap langit-langit kamar, mencoba menerima kenyataan bahwa hidupnya telah berubah dalam satu malam.Perlahan ia memalingkan wajah ke samping. Di sana, Dion masih tertidur dengan napas yang teratur dan wajah yang tampak jauh lebih tenang dibanding biasanya. Selimut hanya menutupi sebagian tubuh mereka, sementara pakaian yang mereka kenakan semalam masih berada di luar.Pemandangan itu seharusnya membuat Nisa merasa canggung, tetapi aneh

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status