Home / Romansa / Perempuan Kedua / Bab 47. Kemarahan Haikal

Share

Bab 47. Kemarahan Haikal

Author: Sulistiani
last update publish date: 2026-09-10 06:04:26

"Ada apa, Pak?" tanya Kevin yang ternyata masih ada di ruangan Haikal.

"Tidak ada apa-apa, kamu boleh kembali ke ruangan mu, terima kasih sudah memberikan berkas ini," jawab Haikal.

"Baik, Pak. Saya permisi."

Haikal mengangguk dan Kevin pun pergi dari ruangan Haikal, lalu lelaki berwajah tampan itu meraih gawainya dan menelpon Ronald. Tiga kali panggilan tidak di jawab oleh Ronald hingga akhirnya panggilan ke empat Ronald menjawabnya.

"Hallo, Pak Haikal ada apa?" tanya Ronald saat sudah mengang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Perempuan Kedua   Bab 47. Tentang Yuda

    "Nama kekasih ku adalah Yudha."Yumna dan Haikal terkejut mendengar ucapan Arini, karena Yumna juga memiliki kakak tiri yang bernama Yudha dan kakak tirinya Yumna itu sejak dulu selalu mengacaukan kehidupan Yumna dan ibunya."Yudha? Bagaimana kamu bisa kenal dengan lelaki itu?" tanya Yumna."Pada saat aku pertama kali merantau di Jakarta, aku bekerja sebagai pelayan toko. Namun, aku dipecat karena toko itu sepi dan mereka mengurangi karyawan. Lalu aku bertemu dengan Mas Yudha saat berbelanja di pasar tradisional, dia mengenalkan aku kepada pemilik rumah makan dan akhirnya aku bekerja di Rumah makan tersebut." Arini menjelaskan pertemuannya dengan Yudha sebelum mereka akhirnya menjalin hubungan yang lebih jauh."Lalu?""Kami semakin dekat karena Mas Yudha awalnya sangat baik dan selalu memberi perhatian kepada ku, setelah kami pacaran Mas yudha meminta aku tinggal bersama di kosnya. Awalnya dia yang bayar kos tersebut tapi lama-kelamaan aku yang membayar, bahkan Mas Yudha seringkali me

  • Perempuan Kedua   Bab 46. Pengakuan Arini

    "Apa yang sebenarnya ingin kamu katakan, Arini?" tanya Yumna."Aku tahu saat ini Mas Haikal pasti sedang melakukan tes DNA terhadap Anakku," ucap Arini.Yumna terdiam memandang Arini, mencoba membaca ke arah mana pembicaraan mereka akan tertuju."Sebenarnya tanpa melakukan tes DNA pun aku ingin mengakui jika anak ini memang bukan anak Mas Haikal."Yumna menatap dalam manik hitam wanita cantik di hadapannya, ia mencari kebohongan di sana. Namun, yang Yumna dapat hanya kejujuran. Kata-kata itu sesungguhnya yang selalu Yumna tunggu dan harapkan, tetapi Yumna masih ragu dan tidak bisa percaya pada Arini seratus persen."Kamu serius dengan perkataanmu? Mengapa baru sekarang kamu mengatakan hal ini, padahal selama 8 bulan kamu tinggal bersama kami, kamu selalu mengakui jika anak dalam kandunganmu adalah anak suamiku!"Arini menunduk mendengar pertanyaan dari Yumna, ia menghapus air mata yang tiba-tiba menetes hingga membasahi pipinya."Maafkan aku, Mbak Yumna. Kedatanganku memang berniat un

  • Perempuan Kedua   Bab 45. Jujur Pada Ibu

    "Jadi sebenarnya siapa Arini?" tanya Ratna."Ibu, sejak kapan ibu ada di situ?" tanya Yumna terkejut mendengar pertanyaan sang ibu."Cukup lama sampai bisa mendengar obrolanmu dengan Salsa, siapa sebenarnya Arini, apa hubungannya dengan Haikal? Apakah Haikal berselingkuh dengan Arini?" tanya Ratna.Yumna menghela nafas melihat tatapan sang ibu, ia tahu ada kekhawatiran dalam tatapan tersebut. Ibu mana yang tak sedih mengetahui anaknya di duakan sang suami, ibu mana yang tak sedih mengetahui anaknya di sakiti sang suami. Pasti itu yang ada dalam pikiran dan Hati Ratna saat mendengar obrolan singkat Yumna dan Salsa tadi."Mas Haikal gak pernah berselingkuh, Bu." Yumna mencoba menjelaskan agar sang ibu tidak berpikir lebih jauh."Jika tidak berselingkuh mengapa kamu takut jika anak dalam kandungan Arini adalah anak suamimu? Lalu siapa suami Arini?" tanya Ratna yang terlihat emosinya mulai naik."Ibu tenang dulu ya! Jangan emosi, Yumna akan menjelaskan semuanya kepada Ibu," ucap Yumna.Yu

  • Perempuan Kedua   Bab 44. Arini Melahirkan

    "Ronald tolong, perutku sakit!" Mendengar teriakan Arini, Ronald yang tadinya ingin memukul Yudha akhirnya melepaskan tangannya dan berlari ke arah Arini. "Kau masih sanggup berjalan?" tanya Ronald melihat ekspresi wajah Arini yang nampak kesakitan. Arini menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Ronald, melihat Arini menggelengkan kepala tanpa pikir panjang Ronald pun langsung mengangkat tubuh Arini dan menggendongnya berjalan cepat menuju rumah Yumna dan Haikal.Yuda segera melarikan diri saat melihat keadaan Arini tidak baik-baik saja. Sesampainya di rumah Yumna, Ronald langsung berteriak. "Bi Sarti, tolong ambilkan kunci mobil. Saya mau membawa Arini ke rumah sakit!"Bukan hanya Bi Sarti yang mendengar teriakan Ronald, tapi semua orang yang ada di rumah itu termasuk Yumna Haikal, dan Ratna."Ada apa Ronald?" tanya Haikal yang keluar dari rumah seraya menggendong Mazaya."Arini sakit perut dan sepertinya akan segera melahirkan, Saya mau membawanya ke rumah sakit, Pak!""Iya, ay

  • Perempuan Kedua   Bab 43. Yuda

    "Arini, nama kamu Arini kan?" tanya Ratna."I-iya, Bu. Ada apa?" tanya Arini dengan tergagap."Gak apa-apa, kamu cantik aura kamu sangat bersinar sepertinya anak dalam kandungan kamu perempuan. Sama seperti Yumna saat hamil Mazaya auranya sangat cantik ketika lahir benar perempuan," ucap Ratna.Arini menghela nafas panjang, ia sudah takut jika ibu dari Yumna itu bertanya macam-macam. Namun, ternyata hanya membahas masalah aura ibu hamil yang di nilai cantik dan anak yang akan melahirkan perempuan.Mereka pun makan bersama tanpa membahas apapun, setelah itu Arini membawa piring kotor ke wastafel agar terlihat seperti orang kerja di hadapan Ratna. Namun, tak di sangka-sangka Ratna malah menghampirinya di dapur dan mengajaknya mengobrol."Berapa usia kandungan kamu sekarang, Arini?" tanya Ratna."Tujuh bulan, Bu," jawab Arini dengan suara pelan, tapi masih bisa di dengar Ratna."Ini anak pertama?"Arini mengangguk menjawab pertanyaan Ratna lalu mengelus perutnya yang terasa gerakan dari

  • Perempuan Kedua   Bab 42. Membawa Ibu

    "Bagaimana jika Ibu bertanya, siapa Arini dan mengapa dia yang sedang hamil tinggal di rumah kita?" tanya Yumna. "Kita bilang saja kalau Arini itu keponakan atau saudaranya Bi Sarti," ucap Haikal. "Kalau tiba-tiba Arini bilang sama ibu siapa dia sebenarnya, bagaimana?" "Kita minta Arini ikut dalam permainan kita, jika dia tidak mau mengikuti maka aku akan mengusir dia dari rumah ini dengan memperlihatkan bukti-bukti yang aku sudah dapatkan meski belum lengkap." Yumna menghela nafas lalu menatap manik hitam sang suami dalam-dalam, ia akhirnya setuju dengan apa yang dikatakan sang suami berharap ibunya bahagia tinggal bersama dengan ia dan keluarganya dan tidak mengetahui masalah rumah tangganya sampai semua kebenaran terungkap. "Kamu mandi dulu, Mas. Setelah itu kita makan malam dan bicarakan ini sama Arini." Haikal mengangguk, Yumna sudah mempersiapkan air hangat untuk Haikal mandi hingga lelaki berwajah tampan itu pun langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status