Share

111. Semangat bertarung!

Penulis: kirito
last update Tanggal publikasi: 2026-05-02 08:12:30

BOOOOMMM …..

“Siapa kamu? Berani sekali kamu datang membuat masalah di sekte ini!” Kata sosok wanita yang sedang mengelilingi Xiao Chen.

Baru saja sampai di sekte Shengjian melalui portal, dia bukan mendapatkan sambutan yang hangat tapi malah mendapatkan serangan yang mendadak dari para murid sekte Shengjian. Ini membuat Xiao Chen kesal, apalagi dia tidak tahu kalau tidak ada yang mengabari sekte soal kedatangannya ke sekte Shengjian. Ini malah menjadi lelucon di depan orang-orang yang sekara
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (7)
goodnovel comment avatar
nissan leaf
Thor Monitor Ketua
goodnovel comment avatar
ikhsan agusniwar
makin seru thor, kalau bisa update 1 bulan sx aja
goodnovel comment avatar
irvan wahyudi
makin seru makin sedikit abdet nya hanya bisa sabar
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   219. Kota bintang dan penginapan angsa

    “Kamu jangan terlalu nakal, meski kamu juga sama kuat dengan si hitam tapi tetap saja kita tidak bisa terlalu menonjol. Mengerti?” Xiao Chen mengelus kepala anjing putih itu sambil mengingatkan untuk menjaga tingkah. Seolah mengerti, anjing putih itu mengangguk dan seolah dia percaya diri untuk menahan diri nanti saat bersama Xiao Chen. Melihat tingkah anjing putih, Xiao Chen tidak merasakan apapun yang salah dan menurutnya lebih patuh anjing putih daripada si hitam yang biasanya bertingkah lebih nakal. Malam lewat dengan tenang tapi di hari berikutnya Xiao Chen mulai berangkat menuju kota mengambang. Perjalanan mereka tidak terlalu lama karena selama dalam perjalan Xiao Chen selalu membantu yang akhirnya membuat masalah tidak ada datang pada kereta mereka. Tentu saja dengan cara menggunakan aura anjing putih untuk menekan apapun yang ingin mengancam kereta tersebut. Saat sampai di sore menjelang malam, Xiao Chen melihat tembok kota yang cukup besar dan di pusat kota ada sebuah rumah

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   218. Keamanan

    “Baiklah, aku akan pergi tapi bukan untuk pergi mencari pasangan jadi ingat paman!” Dia menegaskan kalau dia pergi bukan karena mencari pasangan tapi dia penasaran bagaimana keadaan pria tersebut yang pergi setelah keluar dari keluarga Xiao.Dan karena ini juga membuat Nona Su merasa akan menarik jika dia bisa mengetahui jalan mana yang dipilih oleh Xiao Chen. Jika memang Xiao Chen nanti ada disana, maka dia akan jauh lebih menyenangkan untuk melihat tindakan Xiao chen saat bertemu dengan para jenius dari akademi kerajaan. Meski tempat itu adalah kota yang tidak terlalu besar tapi kota mengambang itu memang kota yang paling cocok untuk acara-acara seperti itu dan perkumpulan generasi muda bukanlah perkumpulan biasa saja. karena tempat itu juga ajang untuk menunjukan semua bakat mereka dan menjadi ajang untuk mencari kenalan dari keluarga bangsawan lain. Tapi bagi Nona Su, tempat seperti itu benar-benar tidak terlalu cocok untuknya yang tidak terlalu mengerti dengan seni, hanya karena

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   217. Pergi ke acara

    “Apa yang telah terjadi di tempat itu? Bukankah kamu bilang seharusnya tempat itu aman?” Tanya sosok berpakaian mewah yang berwarna merah. Tampak dia bicara dengan sosok berjanggut yang sedang kebingungan mendengar berita soal ketua bandit yang menghilang.Kali ini bukan hanya masalah kecil yang terjadi pada mereka, ini sudah masalah besar yang pasti akan mengganggu rencana mereka. Tatapan pria berjanggut itu sedikit berubah, dia tidak menyangka kalau hal ini bisa sampai menjadi berbahaya seperti bayangannya. Padahal dia selama ini tidak berpikir kalau tempatnya akan ketahuan oleh orang lain tapi meskipun tidak ketahuan, kehilangan ketua bandit itu adalah masalah terbesarnya. Jika ketua itu mati maka dia pun akan merasa tenang tapi kalau sampai ada sepatah kata dari mulut bandit itu menyebut dirinya maka dia bisa saja berakhir dengan sangat buruk. Dia sangat berharap kalau ketua bandit itu mati dengan tidak mengatakan apapun soal dia. Kali ini dia benar-benar memindahkan semua orang

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   216. Sesuatu yang lebih dari perampokan

    Itulah yang membuat ketua bandit itu langsung menjadi kehilangan soalnya, membuat dia menjadi orang tanpa pikiran karena pikiran normalnya hancur oleh Xiao Chen. Meski kekuatan saat menggunakan teknik ashura kuat tapi bagi Xiao Chen itu belum cukup mengancamnya. Walaupun dia juga hampir mati kalau bukan menggunakan teleportasi dan mengganti dengan kloning sebelum kapak itu menebas tubuhnya. Setelah berpikir beberapa saat, Xiao Chen ingin Menghancurkan kepala ketua bandit itu tapi suara teriakan membuat Xiao Chen seketika itu berhenti untuk melakukannya. Kusir kereta berteriak agar Xiao Chen tidak membunuh ketua bandit atau setidaknya sisakan kepala ketua bandit itu. Karena harga buronan dari ketua bandit itu adalah satu juta kristal class menengah, mendengar satu juta kristal menengah, membuat Xiao Chen langsung menghentikan niatnya untuk membunuh.“Tuan, jangan bunuh dia atau bunuh dia tapi ambil kepalanya untuk di laporkan ke kota mengambang. Orang ini sangat berharga dan pasti anda

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   215. kematian ketua bandit

    BOOOOMMM Xiao Chen menggunakan lima belati dengan energi mental menahan serangan tersebut, tapi serangan kapak itu benar-benar sangat kuat. Xiao Chen bisa melihat sendiri ada jejak retakan pada mental energinya, baru pertama kali Xiao Chen mendengar ada teknik yang dapat meningkatkan kekuatan seperti itu. Tapi jelas kalau teknik itu juga punya resiko besar, Xiao Chen merasakan kalau ketua bandit ini perlahan mulai hilang kendali akan kesadarannya. Seolah dia sekarang telah mengamuk sepenuhnya, mengayunkan kapak sekali lagi membuat mental energi Xiao Chen hancur. Itu membuat Xiao Chen mundur beberapa langkah, lalu menggunakan sisa belatinya membentuk pedang mental energi yang melesat ke arah ketua bandit.Clang!“Percuma, kamu tidak akan bisa melakukan apapun padaku. Aku punya senjata yang dapat menahan segala serangan termasuk mental energimu, hahahahaha! Matilah nak karena kamu berani melawanku, jadilah orang ke seratus yang tewas di kapakku!” Teriak bos bandit yang membentuk kapak

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   214. Ashura technique

    “Hei, kalian benar-benar menunggu seharian disini iya? Sudah berapa banyak yang kalian dapatkan?” tanya Xiao Chen dengan senyum dingin menatap ke arah para bandit yang mulai keluar karena sadar rencana mereka untuk mengepung kereta gagal.“Hehehehe, aku tidak tahu siapa kamu nak. Serahkan saja semua hartamu dan kami bisa membiarkanmu lewat dengan selamat tapi jika kamu tidak mau menyerahkannya maka kami ….” Tatapan sosok dengan satu mata itu melihat ke arah Xiao Chen seolah melihat sampah yang tidak berguna, orang yang sombong seolah dapat mengalahkan mereka semua disana. Dan dia telah melihat orang seperti Xiao Chen sejak tahun-tahun lalu dan tidak ada satupun dari orang-orang itu hidup sampai sekarang saat bertemu dengannya,“Meski kami tidak tahu bagaimana kamu bisa menyadari keberadaan kami semua, tapi nak! Ada beberapa hal yang kamu tidak bisa lakukan, jadi menyerah dengan menyerahkan hartamu adalah pilihanmu satu-satunya nak!” salah satu rekan bandit itu bicara dan menatap Xiao

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   187. lima tahun berlalu

    Di hari berikutnya, master sekte tidak punya pilihan membawa Xiao Chen kembali dalam keadaan di peti, saat sampai Xue Rong’er mencoba melihat Xiao Chen dari luar peti dan memang benar dia melihat tubuh Xiao Chen dalam keadaan yang sudah rusak. Dia merasa sangat sakit, dia bahkan bertanya apa yang h

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   186. Ketidakpercayaan

    “Hahahaha, dia benar-benar mati! Dia benar-benar mati!” Sesaat sebelum itu, langit memang berubah karena dia terus mengamati Xiao Chen dari jauh. Dan dia berharap kalau Xiao Chen benar-benar mati seperti yang dia bayangkan, sekarang hal itu ternyata terjadi dan ini membuat Xiao Chen sangat senang m

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   185. Kematian

    Xiao Chen yang tampak sekarat mulai menjadi semakin tidak bernyawa, hari demi hari pun berlalu dan tidak ada yang menyadari kalau sebenarnya Xiao Chen sudah benar-benar tidak lagi bernyawa. Perlahan tubuh yang sudah tidak ada tanda kehidupan itu dengan cepat memancarkan aura kehancuran, qi kematian

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   184. mempersiapkan perang

    “Mari buat pasukan untuk menyerang ke dalam formasi!” Kata-kata dari tetua tanah suci Yaochi sampai, dia tidak bisa lagi untuk diam saja. Jika memang perang bisa terjadi kapan saja, bukankah mereka lebih baik memulai untuk mengurangi korban? Dan mencegah musuh menjadi jauh lebih kuat? Jadi mengirim

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status