INICIAR SESIÓN“Ha, kemana mereka? Kenapa tidak ada?” Tanya salah satu anggota itu yang melihat kalau tempat mereka telah kosong. Tidak ada jejak siapapun di sana dan mereka hanya melihat beberapa mayat rekan mereka yang telah mati tanpa alasan jelas. Dan saat mereka memeriksa mayat itu, jelas kalau mereka mati tanpa dapat menyadari situasi mereka. Karena tidak ada satupun yang mencoba untuk memanggil mereka kembali, tidak ada kesempatan untuk mereka melakukan itu.Musuh seperti ini benar-benar gila, karena yang mati semua adalah anggota di tingkat kaisar langit semua. Meski tidak sekuat beberapa dari mereka tapi jelas bukan hal yang dapat dengan mudah di bunuh. Memikirkan apa yang terjadi di sana, membuat mereka sangat marah dan hari mereka sontak sangar sakit. Tanpa mereka sadari rekan serta tahanan tepau kabur bahkan mereka tidak tahu bagaimana semaunya bisa kabur dalam satu waktu tanpa ada jejak sama sekali. pemimpin tim itu tiba-tiba ingat soal Xiao Chen, bocah itu yang datang tiba-tiba dan me
BOOOOMMM ….. BOOOOMMM ….. BOOOOMMM …. “Bajingan, jangan kabur kalau kau berani!” Teriak salah satu pengejar marah saat melihat Xiao Chen benar-benar mempermainkannya. Mereka mengejar dengan puluhan orang tapi tidak ada satupun yang benar-benar berhasil menangkap Xiao Chen. Ini seolah mereka telah bermain kejar-kejaran selama waktu ini, bahkan posisi mereka sudah cukup jauh dari posisi penangkapan dari anggota sekte alam dewa. BOOOOMMM…“Benar-benar sangat menyenangkan melihat kalian menjadi gila, yah … memang dari awal kalian juga sudah gila!” Kata Xiao Chen berhenti dan menatap puluhan ahli dari pihak musuh.“Bajingan, tidak lari lagi? Apa kamu sudah tidak punya jalan lagi?” Mereka mengepung Xiao Chen dan membuat tidak ada jalan untuk Xiao Chen kabur lagi. Tapi yang mereka tidak tahu, meski sudah terkepung Xiao Chen sangat tenang dan ekspresinya seolah menunjukan kalau rasa takut tidak ada di wajahnya. Xiao Chen mengangkat pedangnya, bayangan dewa perang muncul di langit. Pedang b
Serigala hitam menganggukan kepalanya tapi dia tidak bisa membantu Xiao Chen nanti selama membawa semua orang itu pergi. Xiao Chen juga tidak terlalu peduli apakah serigala hitam membantunya atau tidak, selama tidak ada kaisar langit tingkat menengah ke atas maka Xiao Chen masih sanggup untuk melawan semuanya. Tentu saja hal ini juga butuh persiapan, Xiao Chen benar-benar harus menyiapkan rencana di balik rencana agar semuanya bisa berjalan dengan lancar. Jadi dia memutuskan untuk mundur dan akan memulai setelah semua siap, dia juga ingin melihat kapan mereka semua berada di posisi yang hampir mustahil untuk bergerak dengan leluasa? “Mereka akan menyesal karena telah menyakiti anggota sekteku!” Ucap Xiao Chen dengan nada dingin melihat ke arah murid yang sudah sangat terluka parah itu. Luka robek pada dadanya, belum cukup menunjukan betapa berat penderitaan murid tersebut. Xiao Chen bisa merasakan kalau luka sobek itu diberi sesuatu agar rasa sakit yang diterima akan jauh sangat meny
“Huf …. Ini akan menyulitkan kita, sudahlah! Mari pergi dan tetap memasang benteng untuk memantau area ini!” Pada akhirnya mereka tidak bisa berbuat apapun, mereka hanya bisa berharap kalau tidak terjadi hal buruk disini. Kalau sampai, mungkin nasib mereka akan berakhir buruk seperti kehilangan wilayah dan jatuh ke peringkat kedua ataupun ketiga. Andai saja mereka tahu apa yang menjadi penyebab semua ini, mungkin mereka bisa menyelesaikan sendiri masalah ini. Sekarang mereka hanya berharap tidak terjadi hal buruk setelah ini. Di perbatasan, sudah banyak ahli dari berbagai kekuatan yang berkumpul untuk mengadakan diskusi mengenai masalah di wilayah barat. Mereka harus mengambil keputusan apakah harus ditinggalkan atau mereka harus mengambil tindakan untuk menyelamatkan wilayah tersebut? Semuanya sepakat untuk menyelidiki lebih dalam dan jika memang tidak bisa, mungkin mereka akan menyegel area tersebut dari dunia luar. Pada kenyataannya mereka hanya ingin mengetahui apakah disana ada
“Kamu akan menyesal! Kamu pasti akan menyesal karena telah meremehkan kami. Kalian ingin memulai perang maka kami akan benar-benar siap meladeni kalian!” Teriak salah satu murid wanita menatap ke arah sosok berbadan besar itu dengan penuh kebencian. Dia tidak pernah takut mati tapi dia takut kalau kabar soal sembilan cincin kehancuran bersiap memulai invasi di alam dewa tidak sampai ke telinga semua kekuatan di alam dewa.Tapi tampang dari sosok berbadan besar itu tampak tidak berubah sama sekali, dia tidak peduli dengan yang dikatakan oleh orang yang kalah. Baginya mereka yang kalah hanyalah sampah, sampah yang bahkan dia sendiri harusnya buang tapi karena merasa mereka masih berguna membuatnya tidak membuang murid-murid elit itu. Mereka semua adalah murid elit masing-masing sekte besar dan dia yakin pasti akan sangat berguna nanti saat perang dengan alam dewa terjadi. Dari semua murid disana, ada beberapa orang yang tampak sangat tenang dan mereka juga tidak terlihat cemas dengan ke
“Baiklah, kalau begitu kapan aku bisa berangkat dan apa saja informasi terbaru dari sana?” Xiao Chen mendapatkan gulungan lagi, ini nanti bisa di baca oleh Xiao Chen selama perjalanan kesana. Karena meski melalui portal dari sekte tapi itu hanya sampai pada kota terdekat saja. Xiao Chen membaca gulungan itu dengan serius, sekarang dia tidak melihat apapun yang mencurigakan tapi kehilangan banyak murid. Xiao Chen merasa pasti ada sesuatu yang salah disini, kalau tidak mana mungkin bisa hilang begitu saja? Mungkin ada harta disana tapi menurut Xiao Chen ini sangat mencurigakan sekali. Xiao Chen kembali ke rumah untuk pamit dan besoknya dia juga langsung bergerak menuju portal. Di temani oleh tetua pertama, dia selalu mengingatkan Xiao Chen untuk berhati-hati dan jangan terlalu keras kepala jika nanti tidak bisa menyelesaikan masalah disana. Selama Xiao Chen bisa kembali dengan selamat maka misi itu dianggap selesai. “Tenang saja tetua, aku akan kembali secepatnya. Mungkin … akan sedik
“Haaa… Dia mungkin akan mencari tahu sendiri nantinya!” Kata tetua agung menghela nafas tidak berdaya saat melihat ke arah Xiao Chen yang sudah menghilang dari pandangannya tersebut. Mendengar ucapan dari tetua agung, ekspresi dari kedua tetua juga ikut menghela nafas. Mereka memang bisa melihat k
Suasana menjadi lebih tegang, ini karena mereka semua sekarang melihat dua sisi sangat tenang tapi jelas bisa saja terjadi sesuatu di antara kedua sisi itu. Mereka juga kagum dengan Xiao Chen yang tampak tenang tanpa terlihat ada sedikitpun merasa cemas atau takut. Ini karena Xiao Chen berdiri send
“Baik tetua…!” Mendengar suara tersebut, mereka langsung patuh dan mundur tanpa menghalangi Xiao Chen lagi. Xiao Chen yang melihat hal tersebut langsung tersenyum dingin kepada murid sekte kegelapan itu. Jelas kalau tetua di sekte kegelapan tidak ingin murid-murid terlalu menonjol, apalagi dengan b
Dia yang merasa kalau Jiang Ming'er hanya menjual mahal sangat kesal, dia punya banyak hal yang layak menjadi pendamping dari Jiang Ming'er. Jenius muda dan anak muda yang ikut dalam kompetisi besar ini, itu saja sudah menunjukan kalau dia layak untuk bersanding dengan Jiang Ming'er. Matanya seakan







