Mag-log in“Apa ini makam para pendahulu clan naga? Benar-benar sangat besar!” Generasi muda yang masuk ke dalam danau langsung kagum melihat begitu banyaknya tubuh dari pendahulu mereka tapi mereka masih tidak tahu kalau tempat yang sekarang mereka lihat hanyalah gunung es kecil. Karena itu hanyalah tempat paling rendah dalam garis keturunan clan naga tapi semua yang ada disana adalah pahlawan ataupun memiliki kekuatan yang tinggi dari naga-naga lainnya.“Yo, ternyata semua plakat itu didapatkan oleh kalian. Tidak buruk, tidak mengecewakan sama sekali untuk pertama kalinya, hahahaha! Teman kecil kamu benar-benar kalah iya?” Naga putih atau roh dari penjaga makam melihat Xiao Chen yang sedang berpegangan tangan dengan putri naga. Dia bisa melihat kalau Xiao Chen mungkin kalah melawan generasi muda yang ada disini, tentu bukan karena kalah kekuatan tapi mungkin cara mereka mendapatkan plakat itu cukup membuat Xiao Chen lupa kalau tugasnya hanya melindungi plakat tersebut agar tidak diambil.“Jang
Ternyata semua plakatnya sudah di ambil oleh putri naga serta anggota clan naga yang lain pada saat dia sedang terkunci oleh rantai. Dia juga tidak menyangka kalau putri naga dan semua rekan-rekan sesama clan naga bisa membuatnya kalah. Meski dia menang dalam kekuatan tapi dalam strategi, Xiao Chen benar-benar telah kalah total. Tidak ada kekalahan yang jauh lebih menyenangkan daripada ini, pertama kali dia kalah dengan semua generasi yang sama dengannya. Dan kekalahan yang dia rasakan memang sudah patutnya di alami oleh Xiao Chen sendiri pada saat ini. Pemimpin clan naga menggelengkan kepala dan mendekati Xiao Chen dengan ekspresi sedikit menegur karena Xiao Chen terlalu keras kepada semua anggota muda clan naganya.“Nak, jelaskan kepada mereka apa yang sedang di pegang oleh mereka itu. Jika kamu tidak menjelaskan mereka mungkin kesulitan nantinya!” Kata pemimpin naga berharap Xiao Chen menjelaskan kegunaan dari plakat kayu yang ada di Xiao Chen sebelumnya. Semua generasi muda yang m
“Hahaha, ayo! Kalian harus lebih semangat lagi!” Xiao Chen benar-benar melawan anggota generasi muda clan naga sendirian. Mungkin tindakan yang dilakukan oleh Xiao Chen terlihat bodoh bagi para senior clan naga maupun petinggi clan naga. Tapi bagi mereka yang sadar kemampuan Xiao Chen, setelah diakui oleh leluhur clan naga tentu saja menjadi hal mustahil Xiao Chen hanya biasa-biasa saja. Sampai satu jam penuh, semua dari mereka tidak ada yang bisa mendapatkan plakat kayu yang ada di sekitar Xiao Chen. Dan mereka lebih fokus mengalahkan Xiao Chen daripada mendapatkan plakat yang melayang di sekitar Xiao Chen. Dengan Xiao Chen tidak menahan diri, hampir mustahil bagi yang lain untuk mengalahkannya. Bahkan jika mereka bersama-sama perlu usaha keras untuk bisa membuat Xiao Chen mundur sedikit saja. Bahkan putri naga pun kesulitan untuk melukai Xiao Chen atau pun memukul mundur meski sudah bersama dengan tiga terbaik dalam generasi muda clan naga melawan Xiao Chen. Pemimpin clan menggelen
DI saat itu, pertandingan terakhir untuk generasi muda clan naga sudah mulai berakhir dan itu adalah hari terakhir serta babak final bagi mereka, tentu final langsung adalah putri naga melawan salah satu kebanggaan clan naga juga. Meski akhirnya dimenangkan oleh putri naga, tapi hadiah yang diberikan benar-benar tidak sebesar bayangan mereka semua. Ini karena kolam naga sudah tertutup dan tidak ada yang bisa membukanya lagi, pemimpin clan hanya dapat memberikan hadiah yang sebisanya. Meski tinggi tapi itu tidak membuat semua generasi muda senang, turnamen tinggal dua bulan lagi tapi mereka benar-benar tidak punya kematangan seperti clan lain. Jika sekarang mereka ikut pun, sudah pasti sulit untuk menang tanpa garis keturunan yang ditingkatkan. Dan jumlah dari garis keturunan yang ditingkatkan dalam clan juga cuman tiga sehingga yang seratus orang ini tidak bisa meningkatkannya. Dulu, mereka diberi izin masuk ke kolam naga dan disana mereka dapat meningkatkan kekuatan. Bagi yang ada di
Naga kematian terpental dari posisi awal tapi itu tidak cukup untuk menjatuhkan naga kematian tersebut. Melihat serangan langsung tidak mempan, Xiao Chen membentuk segel kematian dan melepaskan aura kematian yang sama. Rambut Xiao Chen berubah menjadi hitam keunguan, matanya berubah menjadi ungu dan pakaiannya diselimuti oleh armor berwarna ungu. Xiao Chen mengeluarkan pedang empat elemen yang menguasai kekuatan kematian. Pedang yang berisi energi kematian bergerak sesuai dengan instruksi Xiao Chen, pertarungan antara Xiao Chen dengan naga kematian membuat guncangan besar di dalam danau. Tapi tidak ada satupun yang menyadari pertarungan itu, bahkan dua leluhur saja tidak menyadari pertarungan yang terjadi di dalam danau itu.BOOOOMMM!“Sialan, kekuatan bajingan ini sungguh luar biasa! Apa ini akibat dari perubahan yang terjadi karena energi kematian? Apa benar-benar bisa separah ini?” Xiao Chen tidak tahu kalau energi kematian bisa mengubah segalanya menjadi seperti itu dalam sekejap.
“Ini lebih parah dari bayanganku!” Xiao Chen tidak tahu harus berkata apa saat melihat energi kematian yang begitu melimpah di paling dasar dari danau makam naga. Meski terlihat banyak mayat naga yang utuh tapi itu semua tidak ada artinya karena energi kematian yang begitu kuat akan membuat suasana di danau berubah perlahan-lahan. Pantas saja naga putih ini datang sendirian dengan cara yang cukup ekstrim, naga putih melihat Xiao Chen yang tampak serius sadar kalau situasi di sana tidak akan begitu mudah diselesaikan. Dia hanya berharap kalau Xiao Chen bisa sedikit menghubungkan makam dengan tempat yang disebut kolam naga, dengan begitu mereka bisa mengalirkan atau memilih pewaris sesuai dengan keinginan para pendahulu disini. Ini juga kenapa mereka ingin mencoba memaksa untuk membuat danau dan kolam naga terhubung satu sama lain, dengan begitu bakat generasi muda yang akan datang pasti akan lebih baik daripada sekarang. “Aku katakan iya, ini sulit!” Sudah dipastikan jika dia ingin
“Kamu meragukan aku? Apa kamu pikir karena kakakmu selalu bersikap seperti itu aku jadi tidak mau membantunya? Iya … aku juga memang memiliki beberapa wanita tapi bukan berarti aku akan memperlakukan mereka buruk. Dasar …..!” Xiao Chen tampak sedikit kesal karena Yang Zuan berpikir kalau dia bersik
Xiao Chen benar-benar mengejek orang-orang yang menaikan harga tanpa tahu barang yang mereka beli. Dan ini cukup untuk membuat Xiao Chen menertawakan mereka, tapi memang pedang yang sedang di lelang memiliki sedikit niat pedang dari seorang dewa tingkat tinggi. Dan bagi mereka yang berada dalam jal
“Huaaaa! Akhirnya bangun, ini benar-benar melelahkan. Eh? Kenapa dia disini?”Xiao Chen yang baru saja bangun, melihat sosok Mu Biyu yang bersandar di sebelah kasurnya. Wanita itu terlihat sangat cantik dan manis saat dipandang seperti itu, Xiao Chen yang melihatnya pun benar-benar terpesona akan k
BOOOOOMMM…. BOOOOOMMM….“Apakah akhirnya datang?” Sosok pria paruh baya yang berdiri paling depan di atas tembok sebuah kota memandang langit yang tidak pernah berubah selama sepuluh tahun.Langit malam dan penuh dengan aura menakutkan itu benar-benar tidak pernah berubah, malah setiap harinya akan







