แชร์

03. Kematian dan harapan mereka

ผู้เขียน: kirito
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2025-01-20 09:48:33

Kata-kata kutukan dari manusia dan makhluk hidup yang bahkan dulu tidak punya akal membuat kehendak surgawi merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhnya. Meskipun dia tidak tahu apa itu, tapi jelas kalau hal tersebut adalah sesuatu yang membuatnya menjadi aneh dan tidak dapat menolak.

Sampai pada akhirnya, kehendak surga dapat merasakan kalau perlahan semua makhluk benar-benar mengutuk kehendak surgawi secara langsung sebelum mereka semua mati. Dan kata dia membuatnya sangat serius memikirkan hal tersebut, Xiao Tianhai bisa merasakan energi perlahan menghilang dari dunia kelahirannya.

Dia berbalik lalu berjalan mendekati ayah, kakak, dan ibunya yang tersenyum memandang ke arahnya meski pada saat terakhir mereka semua. Xiao Tianhai entah kenapa merasa puas dengan kehidupannya yang sekarang dibandingkan dulu, dimana semuanya hanya perang, pembunuhan, kematian dan ketidakbahagiaan. Tapi disini semuanya tidak pernah dia rasakan, kasih sayang orangtuanya dan keluarganya adalah hal yang sangat dia dambakan dari dulu.

“Ayah, ibu, kakak, terima kasih telah menjadikan aku keluarga kalian!” Kata Xiao Tianhai memeluk mereka semua dengan bahagia.

“Apa yang kau katakan nak? Kamu itu anak kami yang paling kecil, kamu juga adik kesayangan dari kakakmu. Kenapa mengatakan hal yang bukan seperti keluarga pada kami? Ayo, mari saling memeluk dan pandang ke atas, biar kakak kalian bisa melihat kalau kita tidak menyesal pernah hidup bersama dengannya!” Perkataan sang ayah yang tampak tegar membuat mereka menahan sedih.

Mereka semua yang mendengarnya menatap ke langit sambil tersenyum memandang ke atas, tentu mereka sadar kalau sosok itu sekarang sedang dalam situasi dimana dia panik dan menggila. Gila melihat kehancuran dan kematian semua orang-orang yang dia sayangi, sakit karena tidak dapat berbuat apapun untuk mereka semua.

“Haaaa… haaaaa… Pada akhirnya kita harus menyerahkan semua kepada adik, kakak Meiyin tidak masalah kah?” Tanya Xiao Chao dengan santai dan tidak terlihat takut dengan kematiannya sendiri.

“Bagaimana lagi, dia satu-satunya harapan kita jadi mari berharap dia bisa menjadi pria yang kuat!” Untuk pertama kalinya dalam hidup Xiao Meiyin tersenyum di depan semua orang sambil memandangi langit. Dia seolah dapat melihat betapa hancurnya pria yang sedang mencoba segala cara untuk kembali meskipun ia tahu tidak akan berhasil itu.

“Aku yakin di masa depan kamu akan bertemu dengan yang baru, jadi tenanglah! Kamu akan selalu bersama dan mengawasimu dari dekat, berjalanlah dengan langkah yang tegas dan jadilah sosok terkuat yang bahkan surga takut padamu!” Katanya Xue Qiuyue dengan senyum manis memandangi ke langit.

“Benar-benar, mereka semua adalah orang gila yang tidak takut akan kematian!”

kehendak surgawi menggelengkan kepala seolah tidak paham kenapa manusia akan begitu gigih pada jalan surgawi sendiri. Padahal jelas mereka tidak bisa melawannya tapi tetap saja bahkan meski tidak berhasil mereka tetap berusaha untuk melakukan yang terbaik hingga akhir hidup mereka. Ini terasa geli bagi kehendak surga yang melihatnya, bahkan jika dia hanya klon dari utusan asli tapi tetap dia memiliki perasaan yang membingungkan tentang kehidupan Makhluk tingkat rendah disini.

“Kau tidak akan pernah mengerti itu wahai kehendak surgawi. Hanya di saat kamu benar-benar akan matilah baru kamu bisa paham apa yang aku maksud! Jadi tungguluh, tunggu karma datang padamu dan di saat itu kamu bahkan tidak akan dapat berbuat apapun melawan dia!”

BOOOOOM…… BOOOOOMMM…..

……

Aku yang tidak tahu apapun tiba-tiba merasa ada hal aneh dari belakangku. Saat itu aku merasa hatiku terasa sakit, jadi aku berbalik dan melihat ke arah duniaku tinggal berada. Apa kamu tahu apa yang aku lihat? Kehancuran, aku melihat kalau semua makhluk perlahan mulai jatuh dan mati tanpa darah ataupun luka di tubuhnya. Aku melihat manusia mati tapi mereka tersenyum sambil mengutuk seseorang, aku melihat semuanya dengan mata kepalaku sendiri.

Lalu….

Aku melihat keluargaku tersenyum memandang ke arahku, meski mereka tidak dapat melihatku tapi jelas mereka memandangku sambil memberikan pesan yang menyayat hatiku. Aku yang terlahir kembali ke dunia ini merasakan bagaimana indahnya sebuah keluarga, lalu berjuang untuk menjadi yang terkuat agar keluargaku aman. Tapi apa? Apa yang aku dapatkan adalah kematian semua keluarga, tidak! Semua kehidupan yang ada di dunia ku sendiri.

Apakah itu adil? Apakah adil bagiku yang baru saja merasakan kebahagian harus kehilangan semua keluargaku? Ah… kenapa? Kenapa langit tidak adil padaku? Kenapa?

‘hiduplah dengan baik!’ ‘jadilah yang terkuat!’ ‘kamu selalu bersamamu!’ aku dapat dengan jelas memahami apa yang mereka ingin katakan dari gerak mulut mereka. Bagaimana dengan kalian? Apa kalian dapat menerima semuanya?

Tidak bukan? Aku…. Aku…. Aku benar-benar tidak ingin kehilangan mereka, jika harus mati pun aku ingin ikut bersama dengan mereka meski ke dalam neraka sekalipun. Saat-saat terakhir mereka masih membekas dalam bayanganku meskipun aku terlempar oleh ledakan dari duniaku sendiri.

BOOOOOMMM….

Ledakan besar yang langsung menghilangkan duniaku masih membekas dalam kepalaku saat itu, tapi saat aku perlahan kehilangan kesadaran. Banyak bayangan tiba-tiba mengelilingi diriku dan aku hanya dapat mendengar beberapa dari mereka bicara soal diriku sebelum akhirnya mataku tertutup.

Dan pada saat aku tidak sadar serta tidak tahu apa yang terjadi, semua keluargaku yang ternyata menyisakan sedikit roh mereka membentuk segel bersama-sama lalu menyegel semua kenangan dirimu tentang mereka semua. Yang digantikan dengan beberapa ingatan palsu dan nantinya ingatan asli akan terbuka dengan perlahan-lahan.

“Aku tidak mau….! Aku tidak mau hidup sendirian lagi, ayah, ibu, Qiuyue, tolong…. Tolong jangan tinggalkan aku sendirian lagi! aku tidak mau sendirian lagi, tidak mau, tolong...”

…….

Saat semua roh itu melihat Xiao Chen yang tidak sadar, mereka menghela nafas sedih tapi juga lega karena tidak ada yang terjadi padanya. Empat wanita cantik juga melihat suami mereka sudah dalam keadaan baik mengangguk kepada yang lain lalu masuk ke keningnya Xiao Chen. Mereka satu persatu masuk untuk menunggu, menunggu waktu yang tepat sampai segel ingatan Xiao Chen bisa di buka pada saat waktunya.

Tentu ada beberapa yang bertugas mempertahankan segel dan ada yang sengaja memasukan roh mereka sedikit ke dalam tubuh Xiao Chen karena beberapa alasan. Seperti keempat wanita tersebut, yang memang punya hal lain sehingga memisahkan jiwa mereka secara paksa masuk ke dalam tubuh Xiao Chen.

“Anakku, ayah dan ibumu akan melindungimu sampai keluar dari ruang hampa ini. Jadi kamu bisa tenang untuk istirahat dan percayalah, masa depanmu yang indah masih menunggumu. Dan ayah harap kamu tidak pernah menyerah meskipun suatu saat kenyataan akan datang padamu!”

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   08. Mengubah masa depan?

    Mendengar wanita itu tertawa, Mu Biyu benar-benar tidak dapat memahami tujuan dari wanita itu datang padanya. Tapi dia ingin bertanya lebih lagi, “Apakah masa depannya tidak bisa diubah? Apakah tidak ada pilihan lain?” Pertanyaan yang membuat wanita cantik itu tersenyum menatap Mu Biyu. “Mengubah masa depan yah? Bisa, tapi itu tergantung apakah dia benar-benar mau kembali atau tidak. Dan juga, apapun pilihannya di masa depan aku…. Tetap menerimanya! Jadi, kamu hanya perlu percaya pada dia dan jangan pernah berpaling meskipun di masa depan semua alam semesta bermusuhan dengannya!”“Jangan berpaling meski dia menjadi musuh semua orang? Tentu, aku tidak akan pernah meninggalkannya apapun yang terjadi nanti di masa depan!” Mu Biyu dengan tegas mengatakan niat di dalam hati pada wanita yang berada di depan matanya itu. Meskipun nanti Xiao Chen benar-benar seperti yang dia lihat, Mu Biyu tidak akan pernah meninggalkan Xiao Chen. Dia akan selalu berada di sisi Xiao Chen meskipun alam dewa

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   07. Ini adalah takdir kami

    “Huaaaa! Akhirnya bangun, ini benar-benar melelahkan. Eh? Kenapa dia disini?”Xiao Chen yang baru saja bangun, melihat sosok Mu Biyu yang bersandar di sebelah kasurnya. Wanita itu terlihat sangat cantik dan manis saat dipandang seperti itu, Xiao Chen yang melihatnya pun benar-benar terpesona akan kecantikan Mu Biyu. Dia sedikit mengingat apa yang terjadi tapi tidak dapat mengingat dengan jelas, lalu Xiao Chen sadar kalau sekarang dia bukan berada di kamarnya tapi di kamar berbeda. Dari sisi kamar itu, Xiao Chen bisa mencium wewangian dari kamar seorang wanita dan dengan begitu saja Xiao Chen bisa menebak kamar siapa itu. “Huf, tampaknya ada yang terjadi padaku. Yah, gadis ini juga cukup baik, dan dia… sangat cantik!” Kata Xiao Chen mengelus pipi Mu Biyu, lalu bangun dari tempat tidurnya. Xiao Chen menggerakkan sedikit tangannya lalu mengubah posisi tidur dari Mu Biyu, tanpa disadari oleh gadis itu, sekarang Mu Biyu berada di atas kasur dengan bantuan Xiao Chen. Xiao Chen yang sudah

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   06. ingatan yang keiam

    “Anak ini benar-benar hebat, dia memiliki niat membunuh sekuat itu hanya kepadaku. Hahahahaha, menarik… sungguh menarik.. anak muda yang harusnya tidak ada di alam dewa maupun dunia itu, sekarang malah benar-benar berniat untuk melawanku hukum surga itu sendiri. Ah, sudah berapa lama ada orang seperti dia muncul? Baiklah, aku akan lihat, seberapa bisa mampu kau tumbuh. Dan aku harap kamu tidak mengecewakan aku anak yang tidak ada tapi ada!”suara dari dalam kegelapan bergema dan itu benar-benar adalah sepasang mata emas yang melihat ke arah Xiao Chen tadi. Tapi posisi sepasang mata itu berada di luar dari alam dewa, di tempat yang sangat jauh dan juga tidak terlihat oleh siapapun. Dia yang menggerakkan segalanya, mengatur aturan, membuat kehidupan ada maupun menghancurkan kehidupan. Apapun yang dia lakukan adalah hukum dan apapun yang dia terapkan adalah aturannya. Di dunia manapun tidak ada yang bisa melawan hukum serta aturan yang telah dia tetapkan. Tapi…. Semenjak Xiao Chen lahir

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   05. kesadaran

    Di dalam kediaman Keluarga Mu, Xiao Chen yang beristirahat di malam itu tiba-tiba bangun dengan ekspresi yang buruk. Tubuhnya juga gemetar karena mimpi yang terasa nyata tersebut, tidak hanya itu saja tapi tubuhnya bahkan gemetar, berkeringat dan entah kenapa kebencian luar biasa muncul di dalam hatinya. Itu menyelimuti kamar Xiao Chen berada bahkan tekanan itu membuat banyak pelayan di keluarga Mu tidak dapat bertahan dan pingsan karenanya.Mu Biyu dan kakek Mu pergi ke kamar Xiao Chen segera setelah merasakan aura mengerikan tersebut. Bersama dengan tetua pertama yang sudah datang sejak kemarin untuk menyelesaikan kerajaan yang tanpa pemimpin. Swussshhhh “Apa yang terjadi? Kenapa kebencian anak ini begitu kuat?”Tanya tetua pertama dengan ekspresi serius mencoba menekan kebencian itu. Tapi dia hampir tidak bisa menahannya karena kebencian dari kamar Xiao Chen sangat besar, melebihi niat membunuh seorang prajurit di lautan musuh yang dapat membunuhnya kapan saja.Mu Biyu melihat au

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   04. Kehendak surga

    Setelah terhempas ke dalam kehampaan, Xiao Chen tidak sadar tapi semua keluarganya dengan kekuatan yang tersisa berusaha membuatnya keluar dari kehampaan tersebut. Dan sampai pada waktu yang tidak diketahui, tubuh Xiao Chen benar-benar membeku tidak berkembang selama dalam kehampaan. Itu seperti usianya benar-benar diberhentikan pada saat itu.Sampai di suatu hari Xiao Chen berhasil keluar dengan usaha keras dari jiwa keluarganya. Termasuk sang leluhur tua dan leluhur keluarga Xiao yang telah menggunakan seluruh kekuatannya. Saat melihat keturunan mereka sudah berhasil selamat, mereka bisa pergi dengan tenang pada saat itu juga. “Kami pergi dulu nak! Meskipun kami tidak akan ada lagi di masa depan, tapi kami akan tetap menyayangimu. Kami bangga padamu wahai cucu kesayanganku!” Melihat Tian Sen sudah berada dalam posisi aman, mereka menghilang satu persatu dengan perasaan bangga. Dan begitulah setelah itu, Xiao Chen tertidur lama sampai kedua kakek serta cucunya menemukan Xiao Chen d

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   03. Kematian dan harapan mereka

    Kata-kata kutukan dari manusia dan makhluk hidup yang bahkan dulu tidak punya akal membuat kehendak surgawi merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhnya. Meskipun dia tidak tahu apa itu, tapi jelas kalau hal tersebut adalah sesuatu yang membuatnya menjadi aneh dan tidak dapat menolak.Sampai pada akhirnya, kehendak surga dapat merasakan kalau perlahan semua makhluk benar-benar mengutuk kehendak surgawi secara langsung sebelum mereka semua mati. Dan kata dia membuatnya sangat serius memikirkan hal tersebut, Xiao Tianhai bisa merasakan energi perlahan menghilang dari dunia kelahirannya.Dia berbalik lalu berjalan mendekati ayah, kakak, dan ibunya yang tersenyum memandang ke arahnya meski pada saat terakhir mereka semua. Xiao Tianhai entah kenapa merasa puas dengan kehidupannya yang sekarang dibandingkan dulu, dimana semuanya hanya perang, pembunuhan, kematian dan ketidakbahagiaan. Tapi disini semuanya tidak pernah dia rasakan, kasih sayang orangtuanya dan keluarganya adalah hal yang sangat

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status