Share

Hari Pertunangan Itu Tiba

Author: Juniarth
last update Last Updated: 2026-01-04 19:20:11
Malam itu, Luis terlelap dengan kelelahan setelah seharian mengurus detail pesta pertunangan dan menghadapi ego Nadine. Namun, di kegelapan kamar, mata Shakira terbuka lebar.

Rasa mual yang bergulung di perutnya bukan lagi sekadar firasat. Tubuhnya seolah memberontak, menuntut jawaban atas segala penderitaan fisik dan batin yang ia alami sejak pulang dari Bali.

Dengan gerakan yang sangat pelan agar tidak membangunkan singa yang sedang tidur itu, Shakira beringsut turun dari ranjang. Ia melangkah menuju kamar mandi, mengunci pintunya dengan suara klik yang nyaris tak terdengar.

Di bawah cahaya lampu kamar mandi, Shakira duduk di tepi bathtub. Di tangannya, ada alat tes kehamilan yang sudah dua hari ia sembunyikan di balik tumpukan handuk. Tangannya gemetar sehebat gempa kecil.

Ia melakukan prosedur itu dengan nafas yang tertahan.

Lima menit.

Dokter bilang itu waktu yang dibutuhkan.

Namun bagi Shakira, lima menit itu terasa seperti lima tahun hukuman penjara.

Ia meletakkan alat itu di at
Juniarth

:-0

| 12
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (7)
goodnovel comment avatar
Supit Yuniar
sempurna sakira, waktunya telah tiba malam ini malam pertunanangan antara luis fan nadin kamu memberikan hadiah plg ditu ggu sn luis,.. tanda kehamilan akhirnya dtg juga, dan kini saatnya sakira pergi dtg dipesta luis dan nadin utk pertemuan terakhir tk oerlu menunghu esok skrg saatnya tiba utk perg
goodnovel comment avatar
Avary
Akankah Luis sanggup mengucapkan “maukah kau menerima pinanganku?” Sementara itu didepan matanya ia memiliki istri sah yg sdg mengandung anaknya sendiri. Apalagi klo ternyata anak kembar perempua.Mau diceritakan bgm kpd anaknya mengenai ibunya yg diduakan, ibunya yg ditinggalkan? Itu sgt berat,Luis!
goodnovel comment avatar
Siti Hayatul Amalia
akhirnya Shakira bisa bernafas lega
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Perjanjian Panas untuk Istri Rahasia CEO   Ruis Tidak Butuh Luis

    Malam itu, setelah Nadine beranjak ke kamar untuk melakukan rutinitas perawatan kecantikannya, Luis berdiri di balkon ruang kerjanya. Pikirannya tidak bisa tenang. Kalimat Lewis yang dikutip Nadine terus terngiang seperti kaset rusak.Dengan rahang yang mengeras, Luis merogoh ponselnya dan mendial nomor adik kembarannya. Ia memastikan pintu ruang kerjanya terkunci rapat."Halo, Dek," sapa Luis dingin begitu sambungan tersambung."Tumben telepon jam segini, Mas. Ada apa? Kangen?" suara Lewis terdengar santai di seberang sana, kontras dengan ketegangan Luis."Berhenti bicara omong kosong di depan Bunda dan Nadine," Luis langsung ke inti masalah tanpa basa-basi. "Nadine cerita soal ucapanmu tadi siang. Apa maksudmu bilang cucu Bunda udah ada? Kamu mencoba memprovokasi keadaan?"Di seberang telepon, Lewis terkekeh pelan."Aku cuma bilang apa yang ada di kepalaku, Mas. Kenapa? Kamu merasa tersinggung? Atau ... merasa bersalah?""Dengar, Dek," suara Luis merendah, penuh ancaman. "Aku udah te

  • Perjanjian Panas untuk Istri Rahasia CEO   Pewaris Yang Ditinggalkan

    Satu bulan berlalu dengan cepat setelah kepulangan mereka dari Swiss.Harapan besar Ibunda Luis yang tadinya membumbung tinggi, perlahan mulai meredup saat Nadine kembali membawa kabar bahwa hasil tes kehamilannya tetap negatif.Di ruang tengah kediaman Hartadi, Ibunda Luis duduk tertunduk dengan raut wajah yang sulit disembunyikan kesedihannya. Ia sudah membayangkan suara tawa bayi di rumah besar ini, namun kenyataan berkata lain."Mungkin Bunda yang terlalu memaksa kalian," gumam Ibunda Luis pelan, suaranya terdengar parau.Nadine segera duduk di samping Ibu mertuanya, meraih tangan wanita itu dan menggenggamnya dengan raut wajah yang tampak sangat terpukul. Ia menunduk dalam, sesekali menyeka sudut matanya yang sebenarnya kering, namun ia berhasil menampilkan vibrasi suara yang bergetar."Maafin aku, Bun," ucap Nadine dengan nada sesenggukan yang diatur sedemikian rupa. "Aku udah berusaha. Kami udah ikutin semua saran dokter, minum vitamin, jaga pola makan ... tapi sepertinya Tuhan

  • Perjanjian Panas untuk Istri Rahasia CEO   Biasa Saja, Tak Ada Gairah

    Kehidupan Shakira berubah total sejak kehadiran Ruis Prince Paralio.Toko sepatu miliknya kini sementara waktu dikelola oleh Risti, Tantenya. Karena dunia Shakira kini hanya berputar di sekitar ranjang bayi yang harum aroma minyak telon dan bedak.Shakira benar-benar tidak memiliki waktu untuk sekadar mengingat nama Luis Hartadi. Ia kerap tertidur karena kelelahan yang membahagiakan setelah menyusui atau menimang Ruis. Setiap kali ia menatap wajah bayinya, ia seperti melihat keajaiban."Kamu adalah dunia Bunda, Ruis," bisik Shakira saat bayi itu menggeliat kecil dalam tidurnya.Cinta yang dulu ia berikan secara cuma-cuma pada Luis, kini telah ia tarik kembali sepenuhnya dan ia tumpahkan seluruhnya pada Ruis.Bagi Shakira, Luis hanyalah ‘pendonor biologis’ yang memungkinkan malaikat ini hadir.Tidak lebih.Ia bahkan merasa jauh lebih tenang dan berdaya sebagai seorang ibu tunggal di bawah perlindungan keluarga Paralio yang begitu memanjakannya.Sementara itu, di sebuah resort mewah di S

  • Perjanjian Panas untuk Istri Rahasia CEO   Ruis Bukan Berarti Luis

    Lewis melangkah perlahan mendekati ranjang Shakira dengan gerakan yang sangat hati-hati, seolah takut langkah kakinya akan mengusik ketenangan malaikat kecil yang baru saja terlahir.Sedang Ralin menggandeng tangan Levi dan berjalan di belakang Lewis. Ia juga sangat terharu melihat kelahiran bayi laki-laki dari pewaris tertua keluarga Hartadi akhirnya terlahir.Namun sayangnya, dia tidak akan menjadi bagian dari Hartadi. Sesuai kesepakatan Luis dan Shakira sendiri. Mata Lewis bergetar, menatap bayi laki-laki di pelukan Shakira dengan rasa haru yang tak terbendung."Boleh aku gendong Ruis bentar, Ra?" tanya Lewis dengan suara berbisik.Shakira menatap Lewis sejenak. Ia melihat ketulusan yang murni di sana, jauh berbeda dengan keangkuhan yang biasa ia lihat pada Luis.Perlahan, Shakira mengangguk dan menyerahkan bayi yang terbungkus kain bedung lembut itu ke pelukan Lewis.Begitu Ruis Prince Paralio berpindah ke tangannya, Lewis tertegun.Bayi itu terasa begitu ringan namun memiliki bo

  • Perjanjian Panas untuk Istri Rahasia CEO   Ruis Prince Paralio

    Waktu seolah melambat di lorong rumah sakit.Shakira sudah berjuang selama dua belas jam melawan gelombang kontraksi yang semakin hebat.Peluh membanjiri keningnya, dan genggaman tangannya pada pinggiran ranjang rumah sakit tak pernah mengendur. Di dalam ruangan itu, ada dukungan penuh dari keluarga Paralio, namun di luar pintu, Lewis tetap setia menunggu.Lewis tidak sendiri.Keseriusannya untuk menjadi paman yang baik ia buktikan hari ini. Di sampingnya, duduk seorang wanita cantik dengan wajah teduh bernama Ralin, istri Lewis, yang sedang memangku putra mereka, Levi.Saat mendengar Shakira menangis karena kontraksi itu makin hebat, Levi menatap ibu tirinya itu dengan wajah cemas.Lewis mengusap kepala putranya dengan sayang. Ia tahu, meski putranya belum lancar berbicara karena kekurangannya, dari sorot matanya ia seakan bertanya."Itu Tante Shakira lagi berjuang, Lev. Bentar lagi, kamu bakal punya adik sepupu. Kita di sini untuk kasih semangat, ya?"Ralin kemudian bertanya."Kamu u

  • Perjanjian Panas untuk Istri Rahasia CEO   Menutup Rahim Untuk Keturunan Hartadi

    Satu bulan berlalu dengan cepat.Perut Shakira kini sudah mencapai usia sembilan bulan, tinggal menghitung hari menuju persalinan.Sementara itu, di kediaman utama Hartadi, suasana pagi terasa sedikit berbeda. Ibunda Luis telah menyusun sebuah rencana besar yang sudah ia persiapkan bersama suaminya.Ibunda Luis duduk di ruang keluarga, menyesap teh melatinya sambil menunggu kedatangan putra bungsunya.Tak lama, Lewis melangkah masuk dengan gaya santainya.Sejak pertemuannya dengan Shakira di butik waktu itu, Lewis menjadi lebih diam jika berada di dekat Luis, namun ia tetap menjadi anak kesayangan sang Bunda karena sikapnya yang lebih hangat."Bunda manggil aku?" tanya Lewis sambil mengecup kening ibunya dan duduk di sofa seberang.Ibunda Luis tersenyum, namun ada gurat kecemasan di wajahnya."Lewis, Bunda mau minta pendapatmu. Bunda perhatiin Masmu itu makin gila kerja. Wajahnya sering pucat, dia kelihatan ... tertekan. Padahal Nadine udah berusaha jadi istri yang baik."Lewis hanya m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status