“Sekarang, kamu bukan buangan, Shakira. Kamu adalah aset berhargaku. Senjataku untuk jatuhin Ben Danardjanto.”Kalimat itu membuat Shakira terdiam. Kata-kata Luis meluncur begitu dingin, seolah-olah semua kebaikan yang ia terima hanyalah bagian dari permainan besar yang disusun oleh pria itu. Namun, jauh di lubuk hatinya, Shakira tahu ia memang tidak punya banyak pilihan selain mengikuti arus.Terlebih dia ingin melihat putri semata wayangnya hidup secara layak dan mendapatkan apa yang seharusnya didapatkan balita mungil dan lucu itu. Shakira rela melakukan apapun untuk menebus rasa bersalahnya.“Oke,” lanjut Luis tenang, “Besok, kita ketemu. Ada hal yang perlu kita bicarain. Jangan tanya kita ketemu dimana, karena semua udah kuatur. Aku nggak mau ada risiko sekecil apa pun.”“Ya, Luis.”“Apa kartu tanda pegawai sebagai karyawan sales and marketing Hartadi Group udah kamu terima?”Shakira menatap name tag yang tergeletak di meja apartemennya, lalu kembali melayangkan pertanyaan.“Boleh
Last Updated : 2025-08-29 Read more