Share

Memaksanya

Penulis: Susi_miu
last update Tanggal publikasi: 2025-01-25 12:37:40

Tarikan napas kasar merupakan setengah dari kemarahannya yang belum terlepas. “Apa Abi juga tidak makan?” dia bertanya lagi. Sesaat mengatur tubuh duduk di pinggir sofa. Menunggu Caroline mengatakan sesuatu. Biarkan wanita paruh baya itu menatap ragu – ragu.

“Saya beberapa kali membawakan makanan, Nyonya. Tuan hanya menyentuh sedikit.”

Barbara memutar mata secara naluriah. Enggan mengomentari apa pu, yang dapat memberi dampak tidak menyenangkan dalam dirinya. Keberadaan Caroline ha
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Perjanjian Terlarang   Lebih Baik

    “Aku bisa jalan sendiri, Abi.”Perubahan Abihirt nyaris tidak bisa dimengerti, tetapi Moreau tak berdaya sekadar menolak setiap detil tindakan yang pria itu lakukan. Tiba – tiba mengangkat tubuhnya setelah mereka sampai di halaman depan rumah, sementara anak – anak dititipkan kepada Emma.“Kau dengar aku bicara atau tidak, Abi?” tanya Moreau sedikit tidak sabar. Dia memang lelah. Namun, di balik semua itu ... merasa baik – baik saja. Tidak perlu menganggap kehamilan ini akan bermasalah dan tak harus menanggapi suasana di antara mereka secara berlebihan.“Aku mendengarmu, Mommy. Kau sangat cerewet saat sedang hamil.”Moreau memutar mata malas. Itu jelas tidak benar. Dia tidak cerewet. Hanya merasa tak nyaman karena sikap Abihirt yang cenderung membuat kebebasan terasa seperti ruang kecil yang makin menyempit. Kendati, dia masih belum memiliki kesempatan untuk sekadar melakukan perlawanan lebih besar.Mereka sedang dalam perjalanan melewati undakan tangga. Akan men

  • Perjanjian Terlarang   Triplets

    Mereka sudah berada di mobil setelah pembicaraan serius bersama dokter kandungan. Ntahlah, Moreau nyaris tak bisa menafsirkan mana berita bagus dan tidak saat ini. Semua masih begitu mengejutkan. Dia tahu bagaimana rasanya mengandung anak kembar, tetapi seakan yakin bahwa tubuhnya mungkin tak sanggup membawa tiga bayi sekaligus. Siapa yang perlu disalahkan terhadap situasi seperti ini? Sungguh, Moreau masih begitu buntu sekadar mencari jawaban. Mungkin butuh waktu lebih panjang untuk merenungi hasil akhir; bagaimana jika ternyata kehamilan ini bukan apa – apa? Situasi di antara mereka akan baik – baik saja? Dan dia bisa menjadi kuat terhadap apa pun? Moreau sempat tersentak merasakan seseorang menyentuh punggung tangannya. Dia menunduk; menemukan siapa pelaku terduga, lalu dengan cepat menepis lengan Abihirt. Napas pria itu terdengar berembus kasar. “Dokter bilang suasana hati ibu hamil memang akan berubah – ubah. Tapi kau tak menyalahkanku karena membuatmu ham

  • Perjanjian Terlarang   Lagi

    Pemandangan di depan sana ... seharusnya bukan kejutan besar. Moreau tidak tahu. Hanya terpaku, seolah butuh waktu lebih lama untuk mencerna situasi mendadak yang harus ditangani tanpa berusaha meledakkannya secara berlebihan. Dia hamil. Lagi. Kali ini dengan suasana berbeda. Si kembar meminta adik. Abihirt juga menginginkan bayi. Namun, terhadap hubungan rumit mereka ... apa yang bisa Moreau katakan?Semua seperti tiga dimensi yang begitu kabur. Dia berusaha tetap tenang dan akhirnya mengatur napas supaya tidak berdebar secara berlebihan.Kesalahan di masa lalu adalah menyembunyikan kehamilannya dari Abihirt. Moreau rasa, dia tidak punya hak untuk melakukan hal yang sama.Mereka perlu berbagi supaya Abihirt bisa lebih terbuka. Ingin pria itu tahu bahwa dia masih berusaha menaruh kepercayaan, meski sangat dibutuhkan pondasi yang kokoh mengenai prospek tersebut.Tidak terlalu buruk saat sudah mencobanya. Moreau tersenyum sambil memegang alat test pack sebagai tuj

  • Perjanjian Terlarang   Mungkin?

    Percikan air menjadi sumber suara paling keras di pagi hari. Moreau tidak tahu mengapa dia terbangun dan merasakan efek tidak nyaman di perutnya. Semua masih baik – baik saja semalam. Bukan seperti sekarang ini. Sensasi membakar yang juga sampai di ujung tenggorokan. Berulang kali Moreau membungkuk di depan wastafel. Berharap bisa memuntahkan sesuatu, meski itu nyaris terdengar percuma. “Ada apa denganmu?” Sebaliknya, suara serak dan dalam Abihirt meninggalkan sensasi mengejutkan. Moreau tidak akan mengatakan apa – apa, jika pria itu akhirnya menyadari sesuatu yang tidak biasa di antara mereka. Dia segera membasuh wajah dengan cepat, sambil memperhitungkan saat – saat ketika langkah Abihirt dibawa lebih dekat. Dari pantulan cermin, posisi mereka terlihat hampir tidak berjarak. Tidak ada penyangkalan. Lagi pula, Moreau kembali merasakan sesuatu yang membara panas di tubuhnya. Dia lagi – lagi membungkuk. Walau masih diliputi hasil yang sama. “Kau sakit, Moreau?” Kali ini sua

  • Perjanjian Terlarang   Gangguan

    Moreau mengerang saat pinggul seksi itu terus menumbuknya. Tubuh mereka sudah licin berkeringat, tetapi Abihirt tidak akan berhenti sebelum keinginan pria tersebut benar – benar tuntas.Erangan mereka beradu bebas ke udara. Moreau menyukai saat – saat Abihirt menggeram kenikmatan, sementara kedua tangan pria itu tak tinggal diam. Terus meremas payudara dan memainkan puncaknya.Wajah Abihirt begitu sempurna dengan taburan keringat mengucur dari kening. Apa lagi, saat mata kelabu itu menatap serius ke arahnya.Moreau seperti tidak memiliki pilihan selain terjebak dengan pemandangan yang begitu menakjubkan. Kejantanan Abihirt terasa penuh dan sesak. Dia menengadah begitu mulut pria itu jatuh menyesap puting yang mengeras. Sesekali Abihirt memberi gigitan kecil. Mengirim sinyal ... betapa nikmatnya penyatuan mereka di bawah sana. Seperti membiarkan paket kombo menyerang, sedangkan dia sudah cukup kewalahan. Moreau tanpa sadar memindahkan jari – jari tangan ke bahu Abihi

  • Perjanjian Terlarang   Urusan yang Belum Selesai

    Rasanya, perhatian Moreau terlalu sering teralihkan; antara menimbang bahan – bahan adonan atau sesekali memastikan anak – anak tidak melakukan sesuatu yang berlebihan. Mereka memang sedang berada di dapur. Dia terlalu sibuk dengan pelbagai aktivitas, sementara Lore dan Arias duduk manis di meja bar, menunggu kapan mendapat giliran untuk bisa menawarkan bantuan. Moreau tersenyum ketika mendapati mereka sedang menatap dengan sangat menggemaskan ke arahnya. Anak – anak tidak cukup berani membuat kekacauan di sini, meski dia lebih yakin bahwa mereka memiliki insting jahil; mungkin sedang menunggu kapan waktu itu tiba. Tidak. Moreau akan tetap mengawasi mereka. Tepung sudah ditimbang sesuai takaran. Dia menyisihkannya terlebih dahulu, kemudian beralih ke bahan adonan lainnya. “Mommy, kenapa tepungnya sangat sedikit? Bukankah nanti hasilnya juga akan sedikit? Aku mau bolu yang banyak mommy. Kita bikin banyak – banyak.” Mata kelabu Lore melotot penuh rasa penasaran ketika jari – jem

  • Perjanjian Terlarang   Olahraga

    Moreau menunggu saat – saat yang tepat setelah ibunya sudah meninggalkan rumah. Sedikit yang dia ketahui bahwa Abihirt tidak bersikap begitu mencolok ketika semalam pria itu pulang; bersikap seolah tak satu pun kenyataan disembunyikan dan mereka beranjak baik – baik saja. Sesuatu yang tak cukup a

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-24
  • Perjanjian Terlarang   Menyelinap

    Sudah terlalu larut untuk memahami situasi di sekitar ruangan, tetapi reaksi murni yang Moreau tunjukkan hampir hanya berupa respons terkejut, kemudian tetap diam saat suara pintu menutup dan derap langkah seseorang terdengar sayup – sayup mengintai di seluruh kamarnya. Tidak tahu apa yang

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-24
  • Perjanjian Terlarang   Menunggunya

    “Ibuku membelikan kalung yang bagus.” Dia bicara seraya memuji—ntahlah, sesuatu dapat dikategorikan sebagai reaksi murni. Tidak ada maksud tujuan lain. Tidak ... bahkan saat Abihirt secara naluriah menatap ke arahnya. “Kembalilah ke kamarmu.” Suara serak dan dalam pria itu bicara ny

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-24
  • Perjanjian Terlarang   Benarkah?

    Tersadar dengan situasi berbeda yang ekstrim sedikit membuat tubuh Moreau tersentak. Dia segera beranjak bangun. Memperhatikan seluruh sudut ruang di mana kamar tampak begitu hening. Tidak ada siapa pun di sini, bahkan terhadap pria yang terakhir kali bersamanya, meski memang sebaiknya seperti it

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-24
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status