Home / Romansa / Perjanjian Terlarang / Membocorkan Kebenaran

Share

Membocorkan Kebenaran

Author: Susi_miu
last update Petsa ng paglalathala: 2025-05-06 13:58:21

“Yakin catatan-mu sudah lengkap?”

Moreau segera menoleh ke arah satu titik di sana ketika Juan bicara nyaris menyerupai gugumaman kecil. Perhatian pria itu terpaku serius pada secarik kertas berisi daftar barang belanjaan. Kali ini, dia sedang tidak diliputi minat melakukan perjalanan. Enggan bertemu banyak orang. Sehingga meminta bantuan Juan dan kebetulan pria itu tidak keberatan melakukan apa pun yang diinginkannya.

Sesuatu segera menyelinap di benak Moreau saat iris biru terangnya
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Noor
Seru seru seruuu…
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Perjanjian Terlarang   Menang

    Lengan Moreau terulur, diliputi ujung jemari yang mengangkat dagu Abihirt supaya menengadah. Sebenarnya, dia sudah kehabisan ide untuk melakukan sesuatu yang lain, tetapi tidak ingin jika mereka terlalu cepat masuk pada hidangan utama. Perlu sedikit bermain – main, meski Abihirt tampaknya sudah begitu tidak sabar.“Aku tidak tahu berapa lama lagi kau akan berdiam diri di sana, Mommy,” pria itu berkomentar dengan serius.Persis seperti apa yang sedari tadi Moreau lakukan. Tidak ada yang bermaksud menggantung suasana di antara mereka lebih lama. Setidaknya, dorongan dari Abihirt segera membuat dia bersimpuh sambil menggeser lebih dekat untuk berada di hadapan pria itu.“Kau ingin aku melucuti celanamu dan melakukan sesuatu dengan milikmu yang sudah berontak ini?” tanya Moreau. Sengaja meletakkan telapak tangan sekadar merasakan kejantanan Abihirt yang sudah membengkak.“Ya, persis seperti itu.”Suara serak dan dalam Abihirt tidak dimungkiri sudah terdengar parau. M

  • Perjanjian Terlarang   Ruang Merah—2

    Warna merah menyerupai darah masih meninggalkan sensasi merinding. Semua peralatan seks liar—nyaris mengisi seluruh sudut tempat, terlihat sangat terawat seperti terakhir kali saat dia secara tak terduga menemukan Abihirt ada di sini, meski tidak terlalu memperhatikan situasi pada momen tersebut. Namun, nyatanya Moreau tidak bisa menolak satu gambaran di mana pria itu sangat menghargai suatu ironis. Ntahlah, dia merasa getir ketika harus mengingat bahwa ada sesuatu yang berbeda dari Abihirt, karena seseorang telah melakukan hal buruk kepadanya masa lalu ... bahkan masih terasa seperti bencana besar.“Aku tidak akan melakukan apa pun. Jadi, apa rencanamu, Mommy?”Moreau sedikit tersentak. Sekarang bukan waktu yang tepat untuk melamun. Dia langsung berbalik badan; persis membuat mata mereka menggapai kontak serius.“Kulihat ada kursi di sana. Kau mungkin bisa duduk.”Lupakan beberapa hal yang pernah begitu menyakitkan. Moreau punya rencana sendiri ketika meminta A

  • Perjanjian Terlarang   Mencoba Berani

    “Emma, apa kau melihat, Abi?”Sudah mencari hampir di seluruh ruangan. Moreau akhirnya menyerah dan memutuskan untuk mendatangi wanita paruh baya yang terlihat sibuk dengan kegiatan di dapur. Hanya di sini satu – satunya tempat—membuat dia yakin bahwa akan ada sedikit petunjuk.Emma tersenyum tipis saat melihat kedatangannya, sambil berkata, “Saya tadi melihat Tuan membawa Chicao pergi, Ms.”Sebelah alis Moreau terangkat. Abihirt membawa Chicao pergi? “Ke mana?” dia bertanya skeptis.Barangkali Emma menganggap ekspresinya sebagai bentuk reaksi tak terduga, sehingga wanita paruh baya itu kembali tersenyum.“Biasanya Tuan memang membawa Chicao berjalan – jalan supaya peliharaannya tidak stress terus di rumah, Ms.”Moreau hampir lupa mengenai hal ini. Kebiasaan Abihirt setidaknya membuat dia sedikit lega. Mungkin hanya perlu menunggu pria itu kembali.“Sudah berapa lama dia pergi?”“Sudah cukup lama, Ms. Saya rasa, Tuan akan segera kembali.”Han

  • Perjanjian Terlarang   Mama Beruang

    Mendapati anak – anak sedang duduk dengan tumpukkan boneka yang disusun begitu penuh di atas ranjang, merupakan kelegaan tak terduga yang membuat Moreau secara naluriah tersenyum lebar.Anehnya, langkah Abihirt tiba – tiba tertahan setelah membuka pintu kamar, seolah masih tak percaya akan mendapati si kembar di sini. Moreau segera melirik pria itu dan ....Ya, ekspresi Abihirt sudah menjelaskan bagaimana pria itu tak ingin anak – anak ada di sini. Ini menjadi kesempatan besar bagi Moreau; posisi mereka benar – benar tidak layak untuk terus dipertontonkan kepada si kembar.“Kau bisa turunkan aku sekarang, Abi.”Mungkin dia bicara terlalu mendadak, sehingga hal pertama yang Abihirt lakukan adalah menunduk; menatap ke arahnya lamat seakan – akan pria itu menimang suatu keputusan. Moreau mengernyit, berusaha mendapati petunjuk dari sesuatu yang dapat disebut sebagai pemikiran rahasia.Dia sama sekali belum siap ketika Abihirt tiba – tiba berbalik badan. Bahkan hampi

  • Perjanjian Terlarang   Bercerita

    Sayangnya kenyataan selalu berbalik arah ketika Moreau harus melihat langsung betapa situasi di sekitar begitu kacau. Ada banyak pecahan kaca berserak di lantai hingga lembaran kertas berserakan nyaris bertebaran di seluruh ruangan.Kapan Abihirt melakukan semua ini?Sungguh, Moreau tidak mendengar apa pun terhadap bentuk pelampiasan yang pria itu lakukan di ruang kerja.Apakah karena tempat ini kedap suara? Atau barangkali dia terlalu menargetkan Soares sebagai fokus utama, sehingga mengabaikan beberapa hal di antara mereka.Sekarang apa yang bisa dia katakan? Sesuatu dalam dirinya menunjukkan sikap ragu sekadar melangkah masuk. Padahal dia tahu Abihirt sedang duduk termenung dengan pandangan lurus—mengabaikan suasana di sekitar. Mungkin pria itu tidak menyadari keberadaannya?“Abi?” panggil Moreau ragu – ragu. Dugaannya benar karena pria itu mengerjap; antara terkejut, kemudian tiba – tiba menjulang tinggi hanya untuk melangkah mendekatinya.“Hei,

  • Perjanjian Terlarang   Soares

    “Apa yang kau lakukan di sini? Kau tak punya hak untuk membuntutiku sampai di kediamanku sendiri!”Sayup – sayup, suara percakapan di ruang tamu seperti menarik perhatian Moreau untuk berjalan lebih dekat. Tadi, sebelum benar – benar memarkirkan mobil di halaman depan, dia disambut dengan baik oleh pegawai Abihirt. Hanya tidak menyangka akan mendengar suara serak dan dalam pria itu—yang disergap begitu banyak amarah, sementara seseorang seperti berusaha menjelaskan sesuatu. Meski Moreau tidak bisa menebak dengan pasti, selain ledakan Abihirt karena sisanya nyaris terlalu hening. Itu masalah utama yang perlu digaris bawahi. Dia tidak mendapat sedikitpun petunjuk tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi. Mungkin mencari tahu langsung akan menjadi prospek bagus. Hampir sampai di sana. Namun, di waktu bersamaan langkah Moreau sempat tertahan mendengar Abihirt kembali mengatakan sesuatu dengan ... barangkali kepulan api sedang meluap – luap di dalam diri pria itu.“Tu

  • Perjanjian Terlarang   Memulai

    “Mengapa kau jarang sekali tersenyum?” Lagi. Moreau kembali mengajukan pertanyaan. Yakin akan ada hal yang sangat disayangkan jika tak berusaha mengambil keputusan penuh tekad sekadar menggali bagian paling tersembunyi tentang ayah sambungnya. Abihirt tidak terlihat memiliki minat

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
  • Perjanjian Terlarang   Stepdaddy

    “Aku ingin kau menjilatnya.” Satu hal diucapkan terlalu gamblang, secara naluriah membuat Moreau hanya terpaku, lalu mengerjap berulang kali—berharap dia tak salah menafsirkan sesuatu di antara mereka. “Apa?” tanyanya sekadar memastikan kembali. “Giliranmu.” Satu kata di

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
  • Perjanjian Terlarang   Membujuk

    Suara serak dan dalam Abihirt tiba – tiba terdengar begitu dekat. Sesaat Moreau tersentak setelah hampir tidak ada petunjuk mengenai apa yang pria itu lakukan. Jarak di antara mereka sungguh melewati batas prediksi dan ketika mencoba untuk memahami situasi yang terasa begitu gamblang, dia baru me

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
  • Perjanjian Terlarang   Digendong

    Hampir tak terlihat apa pun selain menemukan beberapa perangkat disusun penuh di sana. Kebiasaan ibunya selalu tidak ingin terlalu peduli pada alat masak atau membuat kue yang sering kali dia gunakan. “Moreau, jika Abi mencariku, katakan kepadanya kalau aku akan pergi ke minimarket untuk b

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status