LOGIN“Abi, keluarlah.”
Moreu tidak ingin menunggu lebih lama. Sudah cukup rasa muak mengadili ketakutan di dalam dirinya. Seseorang berusaha tidak mendengar apa pun, sementara dia sendirian—mati – matian, mendambakan akan ada hasil dari sesuatu yang telah membentuk sebongkah reaksi lelah. Persetan! Moreau tidak peduli. Tindakan yang dia lakukan tidak lagi menyentuh pergelangan tangan Abihirt, tetapi beralih mendorong tubuh pria itu dari belakang. Perlu usaha sangat keras hingga ...“Aku dan Mommy pernah ke rumah sakit. Di salah satu gedung di rumah sakit itu pernah terjadi kebakaran. Ada begitu banyak mobil pemadam. Aku melihat para pemadam kebakaran itu bekerja dengan sigap. Mereka hebat, Daddy. Aku ingin seperti mereka. Aku ingin membantu banyak orang yang berada dalam musibah.”Ketika Abihirt memberi respons dengan baik; mendukung apa pun keinginan bocah kecil mereka. Moreau diam – diam tersenyum. Tidak pernah menyangka bahwa sikap takjub Arias terhadap peristiwa yang baru saja diceritakan itu, ternyata memiliki dampak besar. Memang sempat terjadi kebakaran di rumah sakit; kejadian yang sudah cukup lama, dan hal tersebut menjadi alasan mengapa Moreau seolah dikejutkan oleh ingatan Arias yang begitu tajam.“Sekarang bagaimana denganmu, Princess. Apa cita-citamu?”Lore mungkin termenung mengamati percakapan antara saudara kembar dan ayahnya.Moreau tidak bisa menahan reaksi yang segera muncul ke permukaan setelah gadis kecil itu mengerjap. Dia
“Kau tidak berencana memasukkan Lore ke pelatihan khusus?”Suara serak dan dalam Abihirt tiba – tiba mencuak ke permukaan setelah mereka terlalu lama hanyut ke dalam permainan anak – anak. Memang secara tidak langsung terlibat, tetapi menyaksikan mereka tenang, menyusun banyak boneka di atas lantai, sudah menjadi bagian dari prospek membuat Moreau termenung.Dia mengerjap cepat sambil menatap Abihirt dengan kernyitan dalam. “Pelatihan khusus? Maksudmu?” dan bertanya. Beberapa kesimpulan sudah bersarang serius di puncak kepala, tetapi Moreau ingin memastikan kembali tujuan pria itu ketika membawa mereka ke dalam percakapan seperti ini.“Latihan ice skating mungkin?”Pertanyaan Abihirt terdengar ragu – ragu. Barangkali karena pria itu tahu pembicaraan ini terlalu mendadak. Memang sangat mendadak. Moreau sendiri tak pernah memikirkan bahwa salah satu dari si kembar akan mengikuti jejaknya. Dia hanya ingin mereka menikmati hidup seperti biasa. Tidak harus diikuti dengan latihan keras atau
Tidak tahu harus seperti apa menjelaskan suasana yang sedang dia hadapi saat ini. Di tengah keramaian ... beberapa bagian mengingatkan bagaimana dulu; begitu banyak pasang mata memandang rendah ke arahnya.Moreau juga tak bisa memungkiri ... terkadang, gemuruh bentuk dukungan penonton seakan menyeretnya ke dalam arus ketika dulu; Barbara berhasil menyeret masa untuk berada di pihak wanita itu. Dia tidak mengerti mengapa akhirnya seperti ini. Mengapa masih harus terjebak pada saat – saat, yang seharusnya tidak lagi menjadi masalah besar setelah lima tahun berlalu.Ya, semua orang memeriahkan kemenangan. Sementara, dia duduk nyaris terlalu kaku di antara kerumunan. Sulit sekali menggambarkan perasaan ekspresif, meski akan terdengar lebih adil jika Moreau berusaha berdamai dengan situasi yang pernah begitu membekas.Dia nyaris tanpa sadar mendekap tubuh Arias. Bocah kembar memang ... masing – masing berada di pangkuannya dan Abihirt. “Kau baik – baik saja?” pria itu segera berbisik, se
“Aku akan sangat merindukanmu, Amiga.”Moreau terharu saat Juan melebarkan kedua tangan, memberinya petunjuk supaya segera masuk ke dalam dekapan pria itu. Dia tersenyum; harus mati – matian menahan mata yang telah memanas pedih. Juan baru beberapa hari di sini dan rasanya keberadaan pria itu merekat terlalu pekat. Tidak ada pilihan. Perpisahan tetap menjadi ujian utama. Jadwal latihan yang padat tidak bisa membawa Juan bertahan lebih lama di sini. Turnamen sudah dekat. Moreau yakin Juan dan Olivia telah didesak untuk mencetak skor terbaik, meski pelatih mereka bukan lagi pelatih yang sama seperti pelatihnya dulu. Moreau juga tidak ingin tahu tentang kehidupan Mrs. Voudly. Tidak cukup yakin bisa hadir andai wanita itu masih berada di federasi yang sama, meski dia juga tak bisa menjamin bisa melihat aksi panggung Juan.“Kau harus janji untuk menampilkan yang terbaik,” ucap Moreau setelah mengambil beberapa langkah ke belakang, kemudian melirik ke arah si kembar yang menatap dia dan Ju
“Kau terlihat memikirkan sesuatu. Ada yang mengganggumu?” tanya Moreau pelan setelah mengenyakkan punggung ke sandaran jok. Dia memang tidak menolak ketika Abihirt mengajukan ajakan pulang bersama. Pola yang mereka hadapi selalu sama. Gabriel akan membawa mobilnya, sementara ... mereka berdua di sini. Masih dengan kebutuhan menunggu apa yang akan Abihirt katakan. Moreau akan coba mengerti jika pria itu butuh waktu sedikit lebih lama.“Tidak apa – apa. Aku mungkin kelelahan.”Senyum tipis di sana, menyiratkan sesuatu yang berbeda. Moreau tidak tahu mengapa tiba – tiba dia merasa sangat mengerti konflik perasaan yang sedang Abihirt hadapi. Firasat memberi tahu bahwa pria itu sedang berusaha menyembunyikan sesuatu—ntahlah—sesuatu yang berharga—sebisa mungkin darinya.“Kau yakin hanya kelelahan?” dia kembali bertanya, kemudian mendapati Abihirt mengangguk samar.Mesin mobil dinyalakan, tetapi atmosfernya benar – benar berbeda. Mengapa dia mendadak sangat takut? Benak Moreau berusaha meny
Tidak ada keinginan murni untuk mengirimkan foto memalukan miliknya secara suka rela. Namun, Abihirt mengerti bagaimana Moreau akan marah jika dia tidak setuju. Gambar yang baru saja diambil sudah dikirim, dan sekarang merupakan momen paling menyenangkan untuk mengamati setiap detil tindakan yang Moreau lakukan.Satu bagian penting. Abihirt tidak pernah melewatkan kesempatan saat memperhatikan bagaimana pinggul itu bergerak seksi. Moreau benar – benar hampir membuatnya tak bisa menahan diri dan menjadi sedikit tidak waras.Tak bisa menyangkal bahwa pengaruh Moreau memang besar. Sesekali mereka akan melakukan kontak mata saat iris biru terang di sana dengan sengaja melirik ke arahnya. Tidak ada protes, tetapi Abihirt bisa melihat bagaimana Moreau sengaja melotot tajam.Sialnya, dia hanya tersenyum konyol. Berusaha melupakan bahasa isyarat yang melambung ke udara. Ironi. Tidak dibutuhkan waktu lebih lama untuk membuat Abihirt menyadari satu hal.Dia nyaris terpaku menyadari gelombang ba
Abihirt terdiam untuk waktu cukup lama dan kemudian mengerjap .... seperti baru saja memahami situasi di sekitar, lantas ... memutuskan sekadar mendorong tubuh lebih jauh. “Aku minta maaf.” Suara pria itu terdengar gemetar. Bibir Moreau terbuka tanpa sadar saat melihat Abihirt memutus
Memang, Robby masih terlihat berpikir. Waktu seakan berjalan terlalu lama, sehingga kekhawatiran Moreau segera merambat luar biasa cepat saat dia menatap ekspresi pria itu mulai berubah; sedikit dengan guratan menelusuri beberapa bentuk tanggapan yang dia berikan. “Apa yang sebenarnya terja
Mata kelabu Abihirt menatap anting kupu – kupu dengan rantai kecil menjuntai terlalu serius, yang diambil dari Lore setelah gadis kecil tersebut tertidur lelap.Sekarang dia menyadari bagaimana Lore senang memainkan benda tersebut saat Moreau sedang tidak di rumah. Kepergian yang dilakukan se
Jika Moreau tidak salah, dia mendengar sesuatu yang berbeda di balik suara serak dan dalam mantan suami Barbara. Ego dalam dirinya masih melarang, tetapi Abihirt mungkin benar; biarkan anak – anak merasakan peran seorang ayah yang tidak mereka dapatkan. “Untuk berjaga – jaga, kau harus tetap







