Inicio / Romansa / Perjanjian Terlarang / Seharusnya Mengaku

Compartir

Seharusnya Mengaku

Autor: Susi_miu
last update Fecha de publicación: 2025-01-13 12:59:43

Namun, pada akhirnya ... selalu bukan hal yang akan mengejutkan lagi di sana. Barbara menghela napas kasar mendapati Abihirt sedang duduk di pinggir ranjang. Hanya mengulik ponsel, seakan pria itu tidak memiliki minat menyiapkan diri terlebih dahulu.

Ya, suaminya masih dengan pakaian yang sama; kekacauan tampak membuat setiap helai teracak – acak di rambut gelap Abihirt. Ada beberapa bagian berjatuhan di sekitar kening, menambah nilai estetika dari penampilan yang bisa disebut liar dan
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (1)
goodnovel comment avatar
Indra Feb
dah penasaran kapan terbongkarkan
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Perjanjian Terlarang   Bajingan Kejam

    Meski tidak berusaha memberi tahu Moreau secara gamblang, tetapi Robby cukup yakin pengetahuannya tidak pernah salah. Sehingga, memutuskan untuk menemui Mansilo Hubber langsung di kediaman pria paruh baya itu setelah meninggalkan rumah sakit. Ayahnya sedang menikmati masa pensiunan dengan gila; demikian hal pertama yang Robby dapati ketika melangkah masuk ke ruang pribadi pria paruh baya itu.Aroma alkohol beradu pekat dengan kepulan asap rokok di mana – mana.“Apa yang kau lakukan, Ayah?” dia cukup geram dan akhirnya mengajukan pertanyaan.“Sedang menikmati masa – masa kemenanganku.”Jari – jari tangan Robby tanpa sadar membentuk kepalan mantap. Secara tidak langsung Mansilo Hubber memberinya petunjuk tentang apa yang sebenarnya terjadi belakangan ini.Dia menggeleng samar dan memutuskan untuk bicara, “Aku memang tidak menyukai Rowan karena dia sering kali menunjukkan sikap benci kepadaku, tapi aku tidak pernah ingin sesuatu yang buruk terjadi kepadanya. Ba

  • Perjanjian Terlarang   Bertemu Robby

    “Aku dan Lore akan tunggu kalian di sini.” Mereka sepakat untuk mendatangi rumah sakit setelah anak – anak pulang dari kegiatan di sekolah. Tidak perlu lagi menunggu besok untuk melakukannya. Moreau tersenyum ketika Abihirt segera membawa Arias masuk ke dalam ruangan, sementara dia dan putri kecil mereka di sini. Duduk tenang; dengan Lore sibuk memainkan puzzle geser yang Abihirt berikan sesaat lalu. Moreau mungkin hanya akan memperhatikan bagaimana gadis kecil itu berusaha memecahkan masalah di sini. Barangkali karena terlalu serius, hingga nyaris tidak menyadari bahwa tiba – tiba ... seseorang menjatuhkan bokong begitu dekat dengan posisinya. Robby .... Moreau masih berusaha memahami situasi di sekitar, tetapi juga mengerti bahwa rumah sakit juga menjadi bagian dari kemungkinan terbesar mengapa senyum awalnya menjadi sapaan hangat pria itu. “Lama tidak bertemu, Moreau.” Sejak kehadiran Abihirt. Moreau tidak tahu mengapa perasaan tak nyaman yang dia m

  • Perjanjian Terlarang   Keluarga Kecil

    Melihat kondisi Abihirt yang terlihat jauh lebih buruk dari biasanya. Moreau tidak bisa setuju begitu saja. Mengangkat tubuh Lore dan Arias di waktu bersamaan jelas akan memberi pria itu beban yang berat.“Kemarilah, Lore, biar Mommy yang menggendongmu.” Dia sudah mengulurkan tangan; berharap peran mereka akan impas, tetapi ternyata ... Abihirt menunjukkan sikap sanksi. “Kau sedang hamil. Aku tidak ingin kau melakukan sesuatu yang berat,” ucap pria itu. Secara langsung—pelan ... menyingkirkan lengannya. Kemudian mengangkat tubuh si kembar, meski sempat terlihat kesulitan.“Sekarang di mana kameranya?”Lagi. Moreau buru – buru mengerjap begitu Abihirt memberi petunjuk agar mereka segera mengambil gambar bersama. Insting menuntun sekadar mengarahkan kamera depan seraya menyerahkan senyum. Begitu pula respons anak – anak; sudut bibir mereka melekuk sangat lebar.Namun, hal berulang kali di tengah situasi seperti ini sering kali membuat Moreau merasa sedikit kesal.

  • Perjanjian Terlarang   Dia Datang

    Jujur, sulit merayu anak-anak karena ayah mereka tidak dapat hadir, tetapi Moreau sangat bersyukur masih bisa memborong si kembar untuk bersiap – siap. Mereka sudah berada di sini; di taman sekolah sambil menunggu pertemuan pertama dimulai.Lore dan Arias benar tentang kekhawatiran yang menjadi poin penting mengapa saat ini mereka sangat cemberut. Bahwa banyak sepasang orang tua murid hadir menemani anak mereka. Itu sebabnya dia memilih untuk membawa si kembar menunggu di pojokan, meski keputusan tersebut tidak sepenuhnya bisa menutupi pemandangan mereka dari beberapa hal tidak diinginkan.Sesaat, Moreau tersenyum tipis, berusaha membujuk anak – anaknya agar tidak terus – terusan menekuk wajah. Mula – mula menyentuh pipi mereka secara bergantian. Tidak ada hasil. Namun, dia tidak menyerah begitu saja. Segera mengeluarkan ponsel dan berkata, “Mommy ingin mengambil gambar kalian berdua di sini. Kalian yakin akan terus menunjukkan ekspresi seperti ini?”Masih tidak ada tang

  • Perjanjian Terlarang   Video Call

    “Mommy, kenapa Daddy belum kembali juga? Besok kami sudah masuk sekolak pertama kami dan Daddy tidak di sini untuk menemani kita pergi ke sekolah bersama – sama.”Jantung Moreau seperti diremas paksa mendengar pertanyaan Lore dan bagaimana gadis kecil itu bicara dengan nada begitu sedih. Tidak ada kabar spesifik dari Abihirt. Terakhir kali mereka melakukan komunikasi adalah ... saat dia mengirimkan pesan dan pria itu membalas dengan rekaman suara.Moreau tidak tahu ada urusan apa antara Abihirt dan keyboard di ponsel pria itu. Dia merasa sangat aneh, karena—selama ini, yang dia tahu ... Abihirt nyaris tidak pernah menargetkan voice note sebagai metode instan.“Bagaimana kalau kalian masuk sekolah bersama Mommy saja?” tanyanya, sudah cukup hati – hati supaya Lore dan Arias bisa diajak berkompromi. Ekspresi wajah mereka luar biasa cemberut. Sedikit, paling tidak membuat Moreau merasa bersalah dan kasihan. Abihirt sama sekali tidak memberi petunjuk bahwa pria itu—mungkin, s

  • Perjanjian Terlarang   Memastikan

    “Kau yakin benar – benar akan pergi?”Ntah mengapa sesuatu dalam diri Moreau masih terlalu ragu harus membiarkan Abihirt meninggalkan rumahnya. Pelbagai keperluan sudah disiapkan dan barusan pria itu menarik resleting koper dengan pelbagai keperluan di dalam sana. “Gabriel sudah ada di sini, Mommy. Aku tidak bisa mengurungkan niatku begitu saja,” Abihirt bicara diliputi mata kelabu yang menatap serius ke arahnya.Yang tidak Moreau mengerti adalah ... dia sama sekali tidak diberi petunjuk tentang keberadaan Gabriel. Abihirt sama sekali tak membahas apa pun tentang pria itu.“Bagaimana bisa Gabriel sudah ada di sini?” tanyanya. Setiap apa pun tindakan Abihirt memang perlu diselidiki lebih serius. Tanpa hitungan yang tepat, semua terasa mengejutkan.“Aku memang sudah menghubunginya sejak semalam,” pria itu menambahkan. Membuat beberapa bagian terasa lebih masuk akal. Moreau tidak bisa menyangkal jika Abihirt telah memastikan kebutuhan pria itu lebih detil. Keberada

  • Perjanjian Terlarang   Tuan Putri II

    “Kenapa Paman Abi tidak mencukur?” Lore dengan cepat mengalihkan perhatian ke arah pria itu. Kekehan singkat masih terdengar samar, meski mulut Abihirt tidak sepenuh tadi. “Kau ingin aku mencukur?” pria itu bertanya, seakan telah menyiapkan saat – saat untuk menuruti keinginan tak terduga demiki

    last updateÚltima actualización : 2026-04-02
  • Perjanjian Terlarang   Permintaan Sederhana

    “Apa yang ingin kau lakukan?” Moreau bertanya sarat nada waspada. Juga menunjukkan reaksi murni dengan melangkah mundur ke belakang. Postur tubuh mereka—masih dengan perbedaan signifikan, membuat semua bertambah lebih buruk. Dia tak ingin Abihirt melakukan sesuatu di luar izin yang diberika

    last updateÚltima actualización : 2026-04-02
  • Perjanjian Terlarang   Cukup Berbahaya

    Moreau masih mempertimbangkan. Permintaan Abihirt memang cukup sederhana, tetapi dia takut ini melampaui batas. “Aku sudah memberimu hati dan kau masih akan meminta jantung, Abi?” tanya Moreau sembari melipat tangan di depan dada. Biarkan pria itu mengerti bahwa kesempatan sudah diberikan se

    last updateÚltima actualización : 2026-04-02
  • Perjanjian Terlarang   sedikit Cemburu

    Memang, Robby masih terlihat berpikir. Waktu seakan berjalan terlalu lama, sehingga kekhawatiran Moreau segera merambat luar biasa cepat saat dia menatap ekspresi pria itu mulai berubah; sedikit dengan guratan menelusuri beberapa bentuk tanggapan yang dia berikan. “Apa yang sebenarnya terja

    last updateÚltima actualización : 2026-04-02
Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status