MasukMungkin pria itu butuh sesuatu untuk disadarkan kembali ke permukaan. Moreau tidak ingat kapan akhirnya percakapan ini akan butuh waktu lebih lama sekadar diakhiri. Jika bukan dia yang menyelesaikan. Tidak tahu siapa. Abihirt tidak dapat diharapkan saat pria itu masih bersikap seperti seseorang yang baru saja disambar oleh ledakan hebat.
“Sup-mu sudah mulai dingin,” ucap Moreau, hingga yang ditemukan adalah Abihirt mengerjap cepat.Barangkali karena terburu – buru“Setelah apa yang terjadi kemarin malam. Kau yakin akan tetap pergi, Amiga?”Mobil Juan sedang dipanaskan, sementara semua kebutuhan sudah benar – benar siap. Moreau menghela napas kasar—merasa tidak ada yang perlu diragukan lagi ketika hari ini tiba. Anak – anak bahkan terlihat sangat siap dengan pakaian menggemaskan mereka.“Tidak ada alasan yang bisa menahanku lebih lama di sini,” ucap Moreau sambil menjatuhkan perhatian lurus ke arah kaca jendela. Sampai saat ini, dia tidak pergi menemui Abihirt, karena memang memutuskan untuk tidak melakukannya.“Bagaimana dengan Mr. Lincoln jika kau membawa anak – anak kalian pergi?”Suara Juan kembali terdengar. Itu membuat Moreau secara naluriah menghela napas kasar.“Dia bukan anak kecil lagi. Kau tahu dia akan baik – baik saja,” dan menambahkan sambil menatap Juan setengah enggan.“Mengapa kau bersikeras untuk tetap pergi, bahkan setelah melihat kondisi Mr. Lincoln, yang tidak stabil dan mengerikan seperti semalam?”
“Mommy, di mana, Daddy? Kenapa kami tidak melihatnya dari tadi?”Ini yang paling tidak Moreau harapkan ketika anak – anak mulai mengajukan pertanyaan terhadap keberadaan Abihirt. Mereka seharusnya segera tidur, maka besok bisa langsung melakukan perjalanan pulang ke Italia. Semua harus benar – benar matang. Paling tidak, Moreau bersyukur bahwa Caroline tidak berusaha mengatakan apa pun sekadar menahannya tetap di sini.Banyak orang membuat kesimpulan kalau keputusan Abihirt memang tidak biasa. Sebagian berpendapat jika ada sesuatu yang menjadi sumbu utama. Mereka hanya tidak bisa menemukan petunjuk apa pun. Moreau harap dia bisa menggali informasi lebih serius, tetapi setelah semua persiapan pernikahan ... semua memang berjalan baik – baik saja. Tidak ada hal aneh yang Abihirt perlihatkan belakangan ini.“Daddy sedang sibuk bekerja, Sayang. Besok kita akan pulang ke Italia. Sebaiknya kalian segera tidur supaya memiliki energi yang cukup untuk melakukan perjalanan.”Moreau tersenyum se
“Kau yakin akan langsung pulang ke Italia, Amiga? Tidak ingin mendengarkan penjelasan Mr. Lincoln mengapa tiba – tiba membatalkan pernikahan kalian?"Suara Juan terdengar sangat hati – hati saat mengajukan pertanyaan. Seharusnya pria itu mengerti ini akan menjadi keputusan paling tepat setelah apa yang terjadi. Moreau tidak bisa menunggu lebih lama, sementara Abihirt tidak terlihat di mana pun setelah memutuskan untuk meninggalkannya seperti orang tolol yang kebingungan.“Jika memang dia ingin memberikan penjelasan. Dia pasti sudah ada di sini, Juan. Sebaiknya kau juga membantuku supaya semua selesai lebih cepat,” ucap Moreau sambil terburu – buru memasukkan pakaian Lore ke dalam koper.Sesaat, napas Juan terdengar berembus kasar sebelum akhirnya pria itu memutuskan untuk mengambil koper milik Arias.“Jadi, besok pagi kau benar – benar akan kembali ke Italia tanpa memberi tahu Mr. Lincoln lebih dulu?”“Dia mungkin sedang sibuk dengan urusannya. Lagi pula, tiket p
Mereka sedang berjalan menuju altar. Itu hal yang sama sekali tidak pernah Moreau pikirkan akan berjalan lancar. Dia sesekali melirik Juan, dan bagian paling penting ... adalah Abihirt yang sedang menunggu dengan wajah tampan.Saat jarak sudah semakin dekat; Moreau sedikit menyadari bahwa sang mempelai pria berusaha untuk tidak menunjukkan sikap emosional, walau sepertinya Abihirt nyaris tak bisa melakukan itu. Harus dengan Roger menyerahkan selembar tisue dan pemandangan tersebut membuat Moreau benar – benar seperti baru saja diledakan oleh sesuatu yang dipikir ... terlalu mustahil. Seharusnya, terhadap segala bentuk usaha yang pernah dilakukan. Dia tidak perlu meragukan hubungan mereka. Bukankah Abihirt baru saja menunjukkan sikap bahwa pria itu memang sangat ingin menikahinya?Ya, ini hari penting—yang seharusnya tak perlu melibatkan masa – masa kelam seperti dulu. Moreau tidak ingin mengacaukan apa pun. Sudut bibirnya melekuk lebar ketika sudah begitu dekat. Juan pe
“Damn! Aku tidak menyangka kalau ternyata tiga bayi di perutmu tidak membuatmu terlihat buruk dalam balutan gaun pernikahan.”Moreau tersenyum ketika mendengar suara Juan berkomentar dengan antusias. Pria itu sudah menyusul di sini, yang artinya ... pernikahannya akan segera dimulaiAtau mungkin tidak. Dia mengernyit sesaat ketika jam digital di atas nakas membuktikan keberadaan Juan 30 menit lebih awal dari seharusnya. Pria itu perlahan berjalan lebih dekat. Secara naluriah pula Moreau beranjak bangun sekadar membuat mereka berhadapan.“Apa upacara pernikahan akan dimulai lebih awal?” tanya Moreau sedikit dengan nada gugup. Tidak tahu mengapa momen penting terasa seperti gencatan senjata yang justru akan dengan mudah meremuk-redamkan jantungnya. Dia berdebar keras setiap kali mengingat bahwa nanti—di atas altar—bersama Abihirt ... mereka akan mengucapkan janji pernikahan. Takut ada kesalahan bicara. Padahal, dia sudah melakukan latihan serius selama beberapa h
Abihirt benar – benar membuktikan kata – katanya untuk meminta pendapat. Sekarang, Moreau sendiri hampir terlalu bingung memilih dekorasi seperti apa, yang tidak berlebihan, tetapi anak – anak juga harus menyukai setiap detil acara. Iris biru terang Moreau masih terlalu serius memperhatikan ide visual dari setiap lembar buku yang dia singkirkan. Harus diakui ... nyaris belum ada yang sanggup menarik seleranya; sampai di beberapa halaman terakhir; perhatian Moreau tertahan. Ujung jemarinya secara naluriah menyentuh bunga dalam tampilan dua dimensi di sana.Putih menggambarkan sesuatu yang murni. Akan sesuai dengan keinginan mereka. Dia segera tersenyum dan menatap Abihirt di sampingnya.“Bagaimana dengan yang ini? Sedikit bunga, tapi Lore dan Arias akan melihatnya sebagai hiasan yang indah. Mereka pasti akan sangat suka.”Tidak ada yang salah dari pernyataan tersebut. Moreau hanya tidak mengerti mengapa Abihirt memperlihatkan ekspresi diam—cenderung menyimpulkan sesu
Semua harus dilakukan dengan hati – hati. Barbara tidak ingin mengambil risiko. Dia akan mempertimbangkan andai Abihirt mau bekerja sama. “Sedang kupikirkan.” Tidak ada kepastian dari jawaban singkat suaminya. Barbara harap dia tidak mencelupkan diri ke dalam kesalahan besar ketika memu
Froy tidak merasa khawatir melangkahkan kaki menuju kantor Abihirt. Dia sudah membuat janji temu dan sekretaris pamannya telah memantapkan saat – saat seperti ini akan menjadi peluang paling bagus. Ada sesuatu yang ingin Froy bicarakan. Itu sangat murni melibatkan Abihirt. Dia tak akan mempe
Suara pintu terbuka segera menarik perhatian Moreau untuk menoleh ke satu titik di sana. Senyum tipis Caroline secara naluriah membuatnya mengatur punggung lebih tegak di sandaran sofa. Wanita itu ragu – ragu melangkah masuk—mungkin sempat berpikir bahwa Moreau akan menyelesaikan makan lebih cepa
Mungkin ... yang tersisa di antara mereka adalah sikap Abihirt ... masih berusaha hati – hati saat pria itu menghadapi keputusan serupa. Moreau menggeleng tegas. Terlalu konyol jika mereka bertengkar di sini. Di hadapan banyak orang, apalagi sampai mereka tahu tentang status hubungan yang begitu







