Share

Bab 013

last update Last Updated: 2026-01-24 10:14:32

Vanessa mengambil tisu dari dashboard. Tangannya bergerak cepat, membersihkan wajahnya. Mengusap dahi, pipi, dagu. Memastikan tidak ada cairan yang tersisa.

Dia tidak mungkin tampil seperti ini di depan ibunya.

Walaupun dia tahu, ibunya tahu apa saja yang dia lakukan di luar. Tapi tetap saja, ada batas-batas yang harus dijaga.

Vanessa keluar lebih dulu. Langkahnya sedikit tidak stabil. Napasnya masih sedikit cepat.

David keluar setelahnya. Tenang, santai, seolah tidak ada yang terjadi.

Dan pada
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Permainan Gila Kakak dan Ibu Tiriku   Bab 016

    Orgasme menghantam Rylie seperti petir. Tubuhnya gemetar hebat. Kakinya hampir tidak bisa menopang. Punggung melengkung. Jari-jarinya masih bergerak di dalam tubuhnya, memperpanjang orgasme.Cairan menyembur keluar. Membasahi jari-jarinya. Membasahi celana dalamnya yang sudah basah. Bahkan menetes ke paha dalamnya."Ahh... ahh... ahh..."Desahan terus keluar. Tubuhnya masih gemetar.Tapi matanya tidak berpaling dari David.Pria itu luar biasa.Stamina yang tidak pernah dia lihat sebelumnya. Kekuatan yang membuat Vanessa berteriak. Batang yang... sempurna.Rylie menginginkan David, lebih dari yang pernah dia inginkan pria manapun dalam hidupnya.---Di dalam kamar, David terus bergerak. Lebih keras, lebih cepat, lebih brutal.Tubuh Vanessa sudah tidak bisa lagi melakukan apa-apa selain menerima. Tangan mencengkeram seprai dengan putus asa. Mata terbalik ke belakang kepala. Mulut terbuka dalam jeritan yang tidak ada habisnya."AHHH! DAVID! AHHH! A-AKU... AKU AKAN—"Lalu tubuh Vanessa me

  • Permainan Gila Kakak dan Ibu Tiriku   Bab 015

    David tersenyum, lalu dia menarik batangnya keluar. Perlahan, sampai hanya kepala yang tersisa.Dan menghujam kembali. Keras, cepat."AHHH!"Vanessa menjerit. Tangannya langsung kembali menutup mulutnya.David memulai ritme. Keluar, masuk. Keluar, masuk.Lambat di awal, lalu semakin cepat. Semakin keras.Kasur mulai berderit. Headboard menabrak dinding dengan bunyi yang berirama.THUMP. THUMP. THUMP."Mmph... ahh... mmph... ahh..."Desahan Vanessa tertahan oleh tangannya. Tapi tetap terdengar, tertekan, putus asa.David mencengkeram pinggul Vanessa. Keras, pasti akan meninggalkan bekas, lalu dia bergerak lebih cepat.Lebih keras, lebih dalam, menghujam dengan kekuatan penuh.Tubuh Vanessa terhentak di kasur setiap kali David menghujam. Payudaranya memantul liar. Kepalanya terlempar ke belakang."MMMMPH! AHHH! MMMMPH!"Tangannya tidak cukup lagi untuk meredam jeritan. Terlalu nikmat, terlalu besar, terlalu keras.Dan di tengah semua itu, David menyadari sesuatu.Matanya melirik ke arah

  • Permainan Gila Kakak dan Ibu Tiriku   Bab 014

    Pintu kamar tertutup dengan bunyi klik yang pelan.Vanessa tidak membuang waktu. Tangannya langsung bergerak ke kancing blusnya. Satu per satu dibuka dengan gerakan cepat yang hampir putus asa.Blus terbuka. Dilepas. Dibuang ke lantai.Dan tubuh Vanessa terekspos.Payudara besar berukuran 36D yang dibungkus bra hitam tipis. Bentuknya bulat dan penuh, kencang. Pinggangnya yang ramping menciptakan lekukan sempurna. Bokong besar yang bulat dan kencang, dibungkus celana dalam hitam yang matching dengan bra, menonjol jelas bahkan dari depan.David merasakan sesuatu yang panas meledak di dadanya. Ia hampir kehilangan kendali. Ingin segera melahap jalang ini. Menyobek pakaian dalam yang tersisa. Mendorongnya ke kasur. Dan menghujamkan batangnya yang sudah keras maksimal.Tapi dia menahan diri. Masih ada permainan yang harus dimainkan.Vanessa melangkah maju. Mata penuh nafsu, napas cepat yang membuat payudaranya naik turun dengan ritme yang menggoda.Dia berlutut di depan David.Tangannya be

  • Permainan Gila Kakak dan Ibu Tiriku   Bab 013

    Vanessa mengambil tisu dari dashboard. Tangannya bergerak cepat, membersihkan wajahnya. Mengusap dahi, pipi, dagu. Memastikan tidak ada cairan yang tersisa.Dia tidak mungkin tampil seperti ini di depan ibunya.Walaupun dia tahu, ibunya tahu apa saja yang dia lakukan di luar. Tapi tetap saja, ada batas-batas yang harus dijaga.Vanessa keluar lebih dulu. Langkahnya sedikit tidak stabil. Napasnya masih sedikit cepat.David keluar setelahnya. Tenang, santai, seolah tidak ada yang terjadi.Dan pada titik ini, David melihat ibu Vanessa dengan lebih jelas.Rylie Clarke. 38 tahun, tapi terlihat seperti awal tiga puluhan.Tubuhnya... sempurna. MILF dalam definisi yang paling murni. Payudara besar yang masih kencang, terlihat jelas di balik blus rumahan yang sedikit ketat. Pinggang ramping yang menciptakan lekukan berbentuk jam pasir. Pinggul lebar yang feminin. Kaki jenjang yang mulus, terekspos di bawah rok selutut yang pas di tubuhnya.Wajahnya cantik dengan cara yang matang. Rambut cokelat

  • Permainan Gila Kakak dan Ibu Tiriku   Bab 012

    Sepuluh menit kemudian, tubuh David menegang. Napasnya yang tadinya tenang mulai berubah. Sedikit lebih cepat, sedikit lebih dalam.Vanessa merasakan perubahan itu. Batang di mulutnya berdenyut lebih keras, lebih cepat.Dia tahu apa yang akan terjadi.Dan entah kenapa, dia sangat menginginkannya.Vanessa bergerak lebih cepat. Lebih dalam. Mengisap lebih keras. Lidahnya menekan. Tangannya meremas bagian batang yang tidak muat di mulutnya."Mmph... mmph... mmph..."Lalu tangan David bergerak. Menyentuh kepala Vanessa. Tidak lembut kali ini. Keras. Mencengkeram rambutnya.Dan mendorong.Mendorong kepala Vanessa ke bawah. Memaksa batangnya masuk lebih dalam. Sampai ke tenggorokan."Ggghhkkk!"Vanessa tersedak keras. Air mata mengalir lebih deras. Tapi dia tidak melawan. Membiarkan David mengendalikan.David mendorong lebih dalam. Lebih keras. Pinggulnya bergerak sedikit, menyodok ke dalam mulut Vanessa.Lalu tubuhnya menegang sepenuhnya, dan dia meledak.David menarik batangnya keluar dar

  • Permainan Gila Kakak dan Ibu Tiriku   Bab 011

    David melihat semuanya. Setiap ekspresi di wajah Vanessa. Setiap perubahan warna di pipinya. Cara matanya tidak bisa berpaling dari batangnya.Senyum puas melebar di wajahnya.Tangannya bergerak. Menyentuh wajah Vanessa, lembut, jari-jarinya menelusuri garis rahangnya. Lalu naik ke pipi, mengusap dengan gerakan yang hampir... penuh kasih sayang.Kontras yang aneh dengan situasi yang sangat tidak romantis ini.Lalu suaranya keluar. Lembut tapi tegas."Lakukan sekarang dan buat aku puas."Jeda sebentar. Jari-jarinya masih mengusap pipi Vanessa."Hanya setelahnya kau layak untuk terus berada di sisiku."Vanessa menatap mata David. Mata hitam yang tenang. Percaya diri. Dominan.Dia mengangguk perlahan. Tidak bisa berbicara. Tidak percaya dia akan melakukan ini.Tangannya bergerak, gemetar, menyentuh batang besar itu untuk pertama kali.Hangat, seperti batang besi yang baru dipanaskan.Keras, sangat keras. Tidak ada bagian yang lembut. Semuanya padat, berotot, kuat, dan besar. Astaga, bah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status