Masuk"Maksud Prof. Alena siapa ya? Saya malas menebak-nebak, lagi pula kenapa kalau saya semobil bareng mahasiswi kampus ini sesekali?" kelit Josh berusaha melindungi Candy dari tuduhan yang tidak-tidak.
Prof. Alena bangkit berdiri dari sofa karena melihat Josh enggan duduk bersamanya. Dia melangkah perlahan bagaikan predator mengincar mangsanya. "Maria Candini Wijaya, itu tuh putri pengacara terkenal!" jawab dosen wanita tersebut sinis.
"Ohh ... Candy. Iya, saya kebetulan tadi ada urusan di firma hukum Pak Hans lalu bertemu dia di sana juga. Karena sejalan mau balik ke kampus jadinya kami bareng, Prof. Apa salah?" balas Josh tanpa terlihat gugup. Dia sudah terbiasa menghadapi lawan kuat di persidangan termasuk jaksa yang terkadang memberi pertanyaan tajam menusuk menelisik sesuatu hal yang disembunyikan.
"Huhh ... kebetulan sekali ya, saya rasa kalian terlalu sering bersama. Apa Prof. Joseph memang berpacaran dengan mahasisw
"Paul dan teman-temannya sudah berangkat sejak dini hari tadi, Josh lewat jalan tol menuju ke Yogyakarta. Mungkin pas sampainya bareng pesawat kita landing nanti," ujar Candy sambil menunggu proses boarding penumpang Batik Air tujuan YIA.(YIA: Yogyakarta International Airport)Josh pun berkata, "Baguslah, jadi bisa sekalian pindahan barang hari ini. Unit kost exclusive ini cuma sementara juga karena periode dinas kamu tiga bulan 'kan, Sayang?""Iya, kalau kata senior hakim yang dekat sama aku, tergantung kebutuhan tenaga profesional di tempat kita dinas nanti. Bisa diperpanjang, mungkin juga nggak!" jawab Candy."Itu sih bisa jadi melihat performa kamu nanti di sana. Ada hakim yang bagus pekerjaannya dan ada pula yang lambat menangani kasus terutama yang pelik!" sahut Josh yang lebih berpengalaman di bidang penegakan hukum.Candy pun mengangguk paham. "Hubby, kalau nanti ada kasus yang membuat aku bingung dan kewalahan, tolong bantu aku ya, please!" pintanya seraya memeluk lengan Jos
Pada angkatan pendidikan calon hakim tahun ini ada total seratus dua puluh orang peserta didik yang mendaftar ke Sekolah Tinggi Hukum jurusan Kehakiman yang berpusat di Jakarta. Candy menjadi salah satu peserta termuda sekaligus paling cantik. Banyak teman-teman seangkatannya yang laki-laki berusaha mendekati Candy di hari pertama masuk sekolah berprestise tinggi tersebut. Namun, Candy hanya menanggapinya dengan santai dan ramah. Beberapa kali dia memamerkan cincin berlian yang berkilau di jari manisnya, pertanda dia memang sudah ada pawangnya.Josh juga berusaha menampakkan diri menjemput Candy setiap ada kesempatan. Dia tahu bahwa istrinya berpenampilan menarik, pastilah banyak lebah-lebah jantan mengerumuni ingin mengganggu Candy."Bagaimana sekolah barumu, Candy? Apa ada kesulitan mengikuti materi yang diajarkan?" tanya Josh sembari mengemudikan mobil untuk mengantarkan Candy ke sekolah sekaligus berangkat mengajar di kampus."Banyak yang harus dicatat dan dihapalkan. Aku belajar
"Ckk ... maafkan aku, Rani. Ternyata anakku sakit keras dan diopname di rumah sakit. Tidurlah di hotel, aku pergi sebentar lagi!" ujar Donny setelah membaca pesan dari Kelly yang nampak kesal kepadanya.Maharani Shinta, aktris sinetron itu pun menahan lengan Donny agar tetap di ranjangnya. "Mas, kamu masa sih mau begadang di rumah sakit sih? Mendingan malam ini bobo bareng aku aja!" rayunya enggan kalah dari istri sah Donny."Maunya sih begitu, tapi istriku itu orangnya rewel dan bawel. Aku malas dengerin omelannya sepanjang hari kalau nggak nyusul ke rumah sakit!" kilah Donny yang membuat Rani merasa di atas angin."Ohh ... aku ada ide, Mas. Gimana kalau kamu jenguk anakmu di rumah sakit lalu pamit buat balik ke rumah padahal kembali ke mari?" usul Rani. Dia membelai-belai jagoan Donny yang lesu sehabis bertarung empat ronde bersamanya tadi.Donny terkekeh lalu mengecup pipi selingkuhan barunya itu.
Suara ranjang yang berderit di sela-sela bunyi napas pria yang terengah-engah dan desahan nikmat seorang wanita terdengar dari balik pintu kamar hotel bintang lima."Aakhh ... Mass ... terus genjot dong ... jangan berhenti!" racau sang wanita berambut panjang dengan cat warna cokelat keemasan. Kedua kakinya terbuka lebar di bawah tindihan ganas seorang pria muda berbadan kekar dengan kulit cokelat terang yang mengkilap karena mandi keringat."Nggak bakal berhenti, belum juga cum, Sayang!" sahut pria itu dengan devilish smirk mempesona. Rahang bawahnya yang ditumbuhi bakal cambang gelap diraba-raba oleh telapak tangan mungil nan halus pasangan bercintanya siang jelang sore itu."Ummh ... kita bisa lebih sering beginian, Mas. Aku 'kan sudah putusan cerai sama suamiku yang mokondo itu!" ucap wanita yang baru saja berstatus janda di usia 27 tahun tersebut."Rani, kamu masih muda dan sexy. Benar kep
Seusai acara wisuda, hati Candy terasa ringan dan berbunga-bunga saat dia melangkah masuk ke Restoran Frangipani bersama Josh yang berada di sebelahnya. Tangan kanannya memegang erat lengan suaminya. Cahaya matahari siang hari menerpa atap kaca restoran yang terletak di tengah kota Jakarta Pusat menerangi setiap sudut ruangan yang dihiasi dengan bunga frangipani putih dan merah muda yang segar. Meja besar berbentuk persegi panjang di tengah ruangan telah disiapkan dengan indah, ditutupi alas meja warna emas muda dan dihiasi susunan bunga segar yang sama dengan nama restoran itu sendiri.“Kita sudah tiba, Sayang,” ujar Josh dengan suara lembut, menyentuh bahu Candy yang mengenakan kebaya pink salem yang terkesan soft dengan bawahan kain jarik motif batik Parang Kusumo cokelat muda. Di wajah Candy terpampang senyum lebar yang tak bisa disembunyikan, setelah empat tahun perjuangan di fakultas hukum, akhirnya dia berhasil menyandang titel sarjana hukum dengan predikat cum laude, bahkan
Hari yang dinanti-nantikan oleh Candy pun tiba, pagi itu dia mematutkan dirinya dalam seragam toga warna hitam di hadapan cermin. Dari belakang punggungnya, sepasang lengan kokoh dalam balutan jas warna hitam legam memeluknya."Selamat atas keberhasilanmu menyelesaikan pendidikan sarjana hukum, Sayang!" ucap Josh disertai senyuman bangga sekaligus bahagia.Candy menatap balik suaminya melalui pantulan bayangan cermin, sosok pria yang selalu menghangatkan hatinya itu telah menjadi panutan, suporter terbaiknya selama beberapa semester terakhir ini."Bapak Dosen Joseph Levine, terima kasih buat segalanya. Aku berharap kita bisa melalui jalan yang terbentang di depan nanti dengan tetap kompak bergandengan tangan. Kamu sibuk, aku juga ... mungkin butuh banyak fokus!" ujar Candy mengutarakan sedikit kekuatirannya."Tentu saja, ini satu langkah yang penting hari ini. Wisuda sebelum menjalani ujian penerimaan calon hakim muda. Cita-citamu itu mulia, Candy Sayang. Saya adalah pendukung radikal







