Share

Adu Mulut

Author: Stary Dream
last update Last Updated: 2026-01-11 17:52:26

"Kita pulang sekarang." Tegas Zayn tanpa mau memandang pria di depannya.

Shireen mengangguk. Ia lalu berbalik menyusul Zayn yang lebih dulu.

"Tunggu, Shireen." Kata Malik mencegah kepergian mantan istrinya.

Mau tak mau langkah Zayn juga terhenti.

"Ada hubungan apa kamu dengan Zayn?"

"Memang apa urusanmu?"

"Sebelum terlambat, menjauhlah darinya." Malik berucap serius hingga Zayn meradang.

Zayn lalu mendorong bahu Malik.

"Apa maksudmu bicara seperti itu?"

"Mas Zayn!"

"Kuperingatkan padamu, Zayn. Berhenti mendekati Shireen."

"Apa hakmu mengaturku?" Zayn marah. "Kau dan Shireen tidak punya hubungan apa-apa lagi."

"Tapi, aku masih mencintainya." Malik memandang Zayn tajam.

Zayn tertawa sinis.

"Sadar tidak apa yang barusan kamu katakan? Harusnya aku yang memperingatkanmu. Jangan pernah mendekati Shireen lagi."

"Oh, apa sekarang kau merasa lebih baik dariku? Shireen, percaya padaku. Pria ini bahkan tidak lebih baik dariku."

"Setelah berselingkuh dengan istri orang lain sampai hamil lalu menc
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Permainan Pernikahan : Bertukar Istri   Adu Mulut

    "Kita pulang sekarang." Tegas Zayn tanpa mau memandang pria di depannya.Shireen mengangguk. Ia lalu berbalik menyusul Zayn yang lebih dulu."Tunggu, Shireen." Kata Malik mencegah kepergian mantan istrinya.Mau tak mau langkah Zayn juga terhenti."Ada hubungan apa kamu dengan Zayn?""Memang apa urusanmu?""Sebelum terlambat, menjauhlah darinya." Malik berucap serius hingga Zayn meradang.Zayn lalu mendorong bahu Malik."Apa maksudmu bicara seperti itu?""Mas Zayn!""Kuperingatkan padamu, Zayn. Berhenti mendekati Shireen.""Apa hakmu mengaturku?" Zayn marah. "Kau dan Shireen tidak punya hubungan apa-apa lagi.""Tapi, aku masih mencintainya." Malik memandang Zayn tajam.Zayn tertawa sinis."Sadar tidak apa yang barusan kamu katakan? Harusnya aku yang memperingatkanmu. Jangan pernah mendekati Shireen lagi.""Oh, apa sekarang kau merasa lebih baik dariku? Shireen, percaya padaku. Pria ini bahkan tidak lebih baik dariku.""Setelah berselingkuh dengan istri orang lain sampai hamil lalu menc

  • Permainan Pernikahan : Bertukar Istri   Bertemu Mantan

    Setelah makan malam, senyum tak henti berkembang dari wajah tampan Zayn. Bram menjanjikan jabatan baru untuknya, yaitu menjadi manajer.Walau ia tak tahu akan menjadi manager sungguhan atau tidak? Yang pasti dia sudah bersuka hati. Oleh karena itu pula ia memberi tahu pujaan hatinya mengenai kabar baik ini. Lagipula sudah tiga hari tak bertemu, Zayn merindukan Shireen."Apa kamu sudah tidur?" Karena Zayn menelpon pukul 10 malam."Belum. Baru saja selesai mencuci. Mas juga belum tidur?" Sahut Shireen di ujung telpon."Kami baru saja makan malam. Kamu tahu, Shireen! Para investor setuju untuk bekerja sama dengan perusahaan kami.""Wah.. itu luar biasa. Selamat untuk kalian." Terdengar dari suara senang Zayn, Shireen yakin Zayn tengah bahagia saat ini."Dan kamu tahu.. ada lagi yang membuatmu lebih terkejut.""Apa itu?""Aku dipromosikan menjadi manajer.""Apa??" Shireen sampai menutup mulutnya karena terkejut. "Mas serius?""Serius!" Zayn lalu menceritakan saat dia menjadi jubir perusah

  • Permainan Pernikahan : Bertukar Istri   Tawaran Pekerjaan

    Satu pesan masuk ke ponsel Shireen, wanita ini hanya melihat sekilas karena tangannya tengah membuat adonan. Di kursus sore ini, ia akan membuat bomboloni dengan aneka toping.["Nggak jadi ya hari ini, mama lagi nggak enak badan."]ⁿShireen memicingkan mata membaca pesan dari Nani. Rencananya, Nani ingin mengajak Shireen berbelanja. Tapi rupanya ia tengah tak enak badan."Ada kesulitan, Shireen?""Oh!" Shireen jadi kaget. "Aku susah mengadonnya saja. Tapi udah selesai, sekarang tinggal menunggu adonannya mengembang."Sekitar 15 menit, Reyhan datang kembali ke meja Shireen."Bagaimana? Sudah mengembang?"Shireen menatap dengan sedih. Adonannya gagal lagi. Membuat Reyhan jadi tertawa geli."Apa yang salah? Rasanya aku sudah membuat takarannya sesuai resep? Apa aku nggak kuat ngadonnya?"Reyhan terkekeh. "Kalau begitu, ulang saja dari awal. Biar aku yang lihat."Wanita ini menurut dan membuat kembali adonan, ternyata Shireen membuat adonan dengan memasukan banyak air. Pantas saja jika ti

  • Permainan Pernikahan : Bertukar Istri   Rapat Yang Gagal

    Bangun dini hari lalu berangkat pagi menuju bandara dan terbang kemari selama 2 jam. Rasa lelah itu memang ada, tapi gairah harus dituntaskan.Elena lebih bersemangat siang ini. Bahkan, ia membiarkan dirinya bekerja sendiri. Biarlah Malik menikmati tariannya dari bawah.Setelah sampai ke puncak, ia memeluk Malik dengan kuat. Tubuhnya jatuh, ia terengah-engah."Aku capek!""Kamu terlalu bersemangat!" Malik mengecup bahu polos istrinya dan membaringkan tubuh ini ke sebelahnya."Aku ngantuk." Elena menarik selimut sampai ke batas leher. Matanya terpejam.Melihat itu, Malik hanya menggeleng lalu tersenyum. Membayangkan permainan Elena tadi membuatnya geli. Pikirannya sedang kalut karena rapat nanti malam, tapi istrinya malah menyerangnya tiba-tiba. Ya, dia akui sedikit kesal tadi. Tapi juga menginginkannya.Ponsel Malik berdering, ternyata Mia sang sekretaris menelpon. Memintanya untuk bertemu dengan Bram sekarang."Elena," Malik menggoncang tubuh istrinya."Hmm?" Mata Elena berat sekali.

  • Permainan Pernikahan : Bertukar Istri   Ego Yang Sama

    Pagi ini, Nani mendapatkan tiga tamu tak terduga. Tiga orang yang sudah lama tak mengunjunginya."Mama pikir kamu lupa kalau masih punya mama." Nani menyambut pelukan Malik.Malik berdeham. "Sekalian kami jalan-jalan, jadi mampir kemari.""Oh, jadi cuma karena sekalian? Bukan memang niat?""Sudahlah, ma.."Malik lalu memberikan Lay ke dalam pelukan omanya."Cucu oma yang tampan." Nani tersenyum senang. Walau ia tak menyukai ibunya Lay, tapi dalam darah anak ini mengalir darahnya juga."Mama apa kabar?" Elena menyalimi."Baik."Elena memilih diam karena dari awal sudah mendapatkan sambutan yang tak mengenakkan."Itu siapa diluar?" Tanya Nani karena ia melihat ada seorang wanita muda duduk di teras."Pengasuhnya Lay.""Kalian membawa pengasuh?"Nani jadi tak habis pikir. Padahal Lay masih berusia 3 bulan, tapi pengasuh bayi ini sudah diajak kemana-mana. Tapi, terserah. Nani tak mau ikut campur."Tiga hari lagi, aku harus keluar kota. Mungkin satu minggu disana." Ucap Malik."Tumben lama

  • Permainan Pernikahan : Bertukar Istri   Tertolak Cinta

    Pukul 7 pagi, Shireen sampai merengut karena ada yang mengetuk pintu rumahnya. Padahal, dia baru saja bangun. Kebetulan hari ini tanggal merah, jadi dia tidak perlu repot menyiapkan diri untuk pergi kursus."Ya, sebentar!" Ucap Shireen sambil menguap. Ia berjalan santai menuju pintu rumah. Nasib ketika menjadi janda, tak ada yang mau diurus jadi dia bisa sesantainya.Ketika membuka pintu, mata Shireen mengerjap. Apa dia tak salah lihat?"Mas Zayn??" Sepagi ini!Zayn tersenyum. "Selamat pagi, Shireen. Apa aku menganggu?""Oh, nggak. Ada apa mas?" Heran sekali pagi-pagi pria ini malah muncul di depan rumahnya."Aku mau ajak kamu olahraga sebentar. Kita jogging ke taman dekat rumahku."Shireen tampak berpikir."Kalau kamu sibuk nggak apa-apa.. aku bisa pergi.""Aku belum mandi, mas." Shireen merutuki dirinya yang hanya memakai daster dan juga hijab instan."Aku bisa menunggu kalau kamu mau." Kata Zayn tanpa paksaan.Shireen tersenyum. "Kalau begitu masuk aja dulu."Shireen memundurkan tu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status