Share

Bab 295

Penulis: Vannisa
Tirai kamar tertutup rapat. Sebuah lengan putih bergerak gelisah di depan dadanya. Easton sedikit mengernyit, menangkap pergelangan tangannya. Dengusan hidungnya terdengar berat, suaranya serak.

"Jangan bergerak."

Maggie membuka mulut sedikit. Alkohol membakar sekujur tubuhnya, dari dalam hingga ke luar. Pinggangnya yang terasa pegal dan panas dikunci erat oleh sepasang tangan yang besar, membuatnya tak bisa bergerak bebas. Kedua kakinya malah melingkar dengan inisiatif sendiri di pinggang pria itu yang ramping dan kuat.

Kepalanya terasa berat. Secara refleks, Maggie mengulurkan tangan mendorong bahu pria itu sekali ... dua kali .... Tiba-tiba, sebuah berat tubuh menekan dari atas.

Sudut mata Easton terangkat. Di dalam mata hitamnya tampak berkaca-kaca. Dengan satu tangan menopang di sisi tubuh Maggie, suara pria itu terdengar rendah dan serak di dalam kegelapan kamar. "Kamu yakin masih mau memancingku?"

Maggie merasa tidak nyaman. Dia menarik-narik kemeja pria yang kebesaran di tubuh
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 386

    "Pak Easton, sungguh suatu kehormatan besar Bapak bisa datang melihatku di lokasi syuting! Aku benar-benar berterima kasih pada perusahaan karena sudah memberiku kesempatan berharga seperti ini! Aku pasti akan mengasah kemampuan aktingku ... tampil sebaik mungkin ...."Easton mengangkat tangan dengan wajah dingin, memotong ucapannya, "Akhir-akhir ini kamu ada kontak dengan Maggie?""Siapa?" Jilly hampir mengira telinganya bermasalah. Dia melotot dan sikapnya langsung berbalik 180 derajat. "Apa? Aku dengan Maggie? Pak Easton dekat dengan dia ya? Eh, aneh .... Kenapa tiba-tiba tanya soal itu?""Kamu cuma perlu jawab, dia menghubungimu atau nggak." Easton sama sekali tidak menyebut hubungan mereka berdua. Dia dibuat semakin kesal oleh perempuan cerewet ini."Nggak. Aku akhir-akhir ini terus syuting adegan malam. Kami kadang makan bareng di Kota Jostam, tapi beberapa waktu lalu dia sepertinya ke barat laut untuk dinas. Memangnya dia kenapa?"Jilly yang ceroboh baru tersadar belakangan soal

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 385

    Maggie telah menyerahkan surat pengunduran diri ke bank, dan tidak seorang pun bisa menghubunginya.Dengan wajah muram, Easton keluar dari lift dan berpapasan langsung dengan Owen. "Ke mana dia?" tanya Easton.Owen mengernyit, sorot matanya tampak dingin. "Aku nggak tahu.""Jangan bercanda. Bukannya kamu senior yang paling dia percaya? Katanya kalian berdua paling dekat. Bukankah kamu selama ini masih memikirkannya? Kamu berani bilang kamu nggak menaruh perasaan sama dia?"Tatapan Owen meredup. Dia melirik lorong yang kosong lalu menghela napas lega. "Pak Easton sadar nggak apa yang Bapak ucapkan? Hubunganku dengan Maggie bersih. Aku memang nggak tahu ke mana dia pergi. HR menerima email pengunduran dirinya, bahkan prosedurnya saja belum diselesaikan. Aku juga sedang mencarinya."Sudut bibir Easton terangkat dingin. Urat di pelipisnya berdenyut samar saat dia berusaha menahan amarahnya. "Baiklah. Meski harus membalik seluruh Kota Jostam, aku akan menemukannya.""Pak Easton, aku nggak t

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 384

    "Kucing belang?" Easton menyipitkan mata, mengingat-ingat dengan saksama. Dalam ingatannya, Maggie memang pernah memungut seekor kucing belang yang bahkan giginya belum tumbuh sempurna. Kucing itu juga sempat mencakar kulit Maggie yang halus.Hanya saja, kemudian Rora pulang kampung untuk tahun baru, sementara mereka juga harus kembali ke rumah lama menemani orang tua. Lantaran tidak ada yang mengurus kucing itu, Rora membawanya pulang ke kampung.Setelah itu entah kenapa, Maggie tiba-tiba meminta agar kucing tersebut tetap dipelihara di kampung. Dia sama sekali tidak pernah lagi menyinggung soal memelihara kucing atau anjing.Membawa kucing kecil itu kembali ke Kota Jostam? Wajah Easton menggelap. Seketika dia paham, itu hanyalah alasan canggung Maggie untuk menyingkirkan Rora."Bagaimana dengan rekaman CCTV vila?" tanya Easton dengan putus asa.Kaeso menggeleng dengan nada menyesal. "Rekaman terakhir menunjukkan Nyonya pulang ke rumah. Setelah itu, semua jalur CCTV diputus olehnya. N

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 383

    Sebelum pesawat mendarat di Kota Jostam, Maggie sudah mengirimkan surat pengunduran diri ke alamat surel internal Divisi SDM kantor pusat.Easton mengantar Jossie kembali ke hotel. Dia menyerahkan obat yang diresepkan dokter kepada asisten Jossie, sambil berpesan agar mulai sekarang dia harus selalu mendampingi Jossie tanpa beranjak sedikit pun. Bahkan ke kamar mandi pun tidak boleh lepas dari pengawasan.Asisten muda itu menatap pria bermata merah dengan raut dingin tersebut. Dia tidak berani bertanya apa pun, hanya bisa mengangguk serius.Easton menyetir semalaman. Setibanya di hotel, dia mengeluarkan semua uang di dompetnya dan menyerahkannya ke resepsionis. "Tolong carikan staf yang bisa menyetir. Untuk sementara jadi sopir saya."Resepsionis memanggil seorang pria kurus. Easton duduk kelelahan di kursi belakang. Meski tubuhnya remuk karena lelah, pikirannya malah terasa sangat terjaga. Dia tidak bisa tidur. Easton memaksakan diri bertahan sepanjang perjalanan, hingga mobil perlaha

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 382

    Letak hotel berjarak 40 kilometer dari sana. Kondisi Maggie sedang tidak stabil, Yogi tidak tenang membiarkannya pergi sendirian."Kamu siapa? Kenapa kamu yang mengantarnya ke rumah sakit, dan bahkan mendaftarkan ke kebidanan? Apa sebenarnya yang terjadi?" Easton menarik napas dalam-dalam. Kekalutan dalam dadanya tidak bisa dilampiaskan. Setelah ditampar Maggie, barulah dia sedikit tersadar."Kenapa dia bisa datang ke Kota Jostam ... kamu rekan kerjanya?"Yogi mengangguk dengan wajah muram. "Kami dari kantor pusat ditugaskan perjalanan dinas. Total 15 orang, Bu Maggie memimpin tim. Tiba-tiba dia merasa nggak enak badan, jadi saya yang mengemudikan mobil mengantarnya ke sini."Easton mengangguk. Pandangannya jatuh pada pipi Yogi yang bengkak. Dia merogoh dompet, lalu langsung menarik setumpuk uang kertas baru dan menyodorkannya tanpa menghitung jumlahnya.Alis Yogi berkerut makin dalam. "Apa maksudmu?!"Easton menunjuk pipinya sendiri. "Tadi aku belum paham situasinya dan langsung memuk

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 381

    Maggie terdiam mematung di tempat saat melihat Easton menepis tangan Jossie dengan panik. Dia refleks mundur selangkah dan ingin berbalik pergi. Dia ingin menghindari pria itu, tidak ingin mendengar penjelasan apa pun."Maggie!" Wajah Easton menjadi muram. Begitu melihat Maggie berbalik hendak mundur, dia memanggil Maggie dengan keras.Yogi yang berjongkok di sudut dinding mendongak tajam. Yang terlihat olehnya hanyalah seorang pria bertubuh tinggi, mencengkeram kuat pergelangan tangan Maggie. Keduanya terdiam dengan suasana tegang."Siapa kamu? Lepaskan dia!" Yogi tidak tahu apa yang terjadi. Dia langsung berdiri dan mengadang di depan Maggie."Minggir." Easton mengerutkan kening, melirik pria muda yang tadi dia lihat di lobi lantai satu. Suasana hatinya seketika mencelos. "Urusanku dengannya nggak ada hubungannya dengan kamu. Tahu diri sedikit, minggir.""Siapa kamu!" Yogi tidak terima. Dia melirik wajah Maggie yang pucat. "Lepaskan dia! Kalau nggak, aku nggak akan tinggal diam!""Si

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status