เข้าสู่ระบบ“Pak Samuel.” Saat Samuel baru memasuki area lobi, seorang petugas di meja resepsionis memanggilnya. Di malam hari hanya ada satu orang yang bertugas di sana. Dia sudah mendapatkan instruksi dari Katarina. Ketika melihat Samuel masuk, dia dengan santun menyapa dan menuntunnya ke ruang tunggu khusus untuk tamu istimewa. “Pak Samuel, Bu Katarina mengizinkan Bapak untuk menunggu di ruang VIP karena udara di luar dingin. Pak Samuel bisa menghangatkan badan dulu sebelum pulang.” “Aku mau tunggu sampai dia pulang kerja,” kata Samuel dengan ramah. Namun, si petugas resepsionis hanya menanggapi ucapannya dengan senyum dan tidak berkata banyak. Yang penting dia sudah menyampaikan apa yang diminta oleh bosnya. Apakah Samuel menangkap maksudnya atau tidak, itu urusan dia sendiri. Dia juga sudah terbiasa melihat Samuel datang dengan bunga dan berbagai macam hadiah. Setiap kali datang ke gedung ini, Samuel tidak pernah datang dengan tangan kosong. Dia pasti membawa barang-barang yang dia belika
Selama saingan cintanya belum keluar, Samuel bertekad tidak akan pergi. Dia dengan tenang menunggu di dalam mobil sambil terus menatap ke gedung tinggi yang ada di hadapannya. Sesekali dia menarik jaketnya untuk menghangatkan diri. Suhu di dalam mobil sudah cukup hangat, tetapi dia masih kedinginan dan sering mengusap kedua tangannya. Dalam dua hari terakhir ini, suhu udara di Mambera juga sedang turun. Sekarang sudah memasuki akhir musim semi. Setiap tahunnya akan ada periode waktu di mana terjadi penurunan suhu yang cukup drastis. Akan tetapi perubahan suhu di Mambera terlalu ekstrim. Tiga hari yang lalu, warga sana masih bisa mengenakan pakaian lengan pendek. Lalu tiba-tiba turun hujan deras selama dua hari ini, dan suhu udara juga tentu saja menurun tajam. Semua orang bergegas mengeluarkan mantel paling tebal yang mereka miliki. Di Harsa sendiri selalu dingin, terutama dalam beberapa hari ke belakang ini. Begitu pergi dari tempat yang memiliki penghangat ruangan, Samuel langsung
Katarina menatap Joshua seraya tersenyum dan berkata, “Aku nggak nyangka Kak Joshua bakal mendukung Samuel. “Aku dan dia bukan musuh,” sahut Joshua tersenyum. “Kita kan selama ini cuma kakak beradik. Yang kamu cintai juga bukan aku. Yang mau kita berdua menikah itu orang tua kita. Aku cuma bantu kamu bersandiwara saja untuk memancing Samuel. Aku akui, Samuel cocok banget sama kamu. Keluarga kalian berdua juga cukup setara.” Kondisi ekonomi keluarganya Joshua saat ini sudah tidak lagi sama dengan keluarga Doha, terlebih lagi keluarganya Bella. Cara pandang orang tua Joshua terhadap Bella berubah hanya karena keluarganya Bella sedang menghadapi masa sulit. Kedua orang tua Joshua tidak lagi mendukung Joshua untuk berpacaran dengan Bella karena itu, dan hubungan mereka berdua selama ini juga tidak mengalami kemajuan yang berarti. Dikatakan kakak beradik, Joshua dan Bella sebenarnya saling menyukai satu sama lain. Namun jika dikatakan pasangan, mereka berdua belum secara resmi berpacaran
Di dalam gedung ada penghangat ruangan sehingga Samuel tidak akan kedinginan. “Nggak bisa. Aku masih ada klien. Sudah, ya. Pulang sana,” kata Katarina dengan tegas. Setelah itu dia pun langsung menyudahi pembicaraan. Dia tahu Samuel sangat merepotkan, tetapi Katarina tak menyangka ternyata separah ini. Sudah berapa hari berlalu? Katarina memeriksa kalender. Belum ada satu bulan sejak kantor kembali beroperasi setelah tahun baru hingga detik ini. Mengapa waktu terasa sangat lambat berlalu? Clarissa berkata setidaknya bertahanlah selama setengah tahun. Jangan beri Samuel kesempatan agar dia merasakan seperti apa sulitnya mengejar wanita idamannya. Setelah setengah tahun berlalu, Katarina diperbolehkan menunjukkan sedikit perhatian kepada Samuel agar Samuel tidak menyerah.Begitu Katarina berhasil memikat Samuel seutuhnya, barulah dia bisa menerima Samuel dan menikmati dunia mereka berdua. Kemudian menikah dan mengadakan resepsi pernikahan. Namun itu pun setidaknya butuh waktu minimal
Andaikan Nenek Sarah mau meluangkan sedikit waktu dan tenaganya untuk datang ke Harsa dan menemui keluarga Doha, keluarga Doha pasti akan menyambut dengan baik dan meringankan hukuman mereka kepada Samuel. Namun, Nenek Sarah tidak melakukan itu. Alih-alih keluarga Doha, yang memberi hukuman paling berat kepada Samuel justru adalah neneknya sendiri. Bahkan ketika sedang berbicara di telepon, sudah ratusan kali Samuel mencibir neneknya dalam hati. Nenek Sarah yang sedang berada jauh di Vila Ferda sampai bersin-bersin beberapa kali gara-gara Samuel. Dia pun segera menjauh dari Audrey takut penyakitnya akan menular ke Audrey. Nenek Sarah sampai meminta Kellin untuk memeriksa apakah dia sedang sakit dan minta diobati. Setelah Kellin memeriksa nadinya, dia berkata, “Nenek sehat-sehat saja, kok. Bahkan banyak anak muda yang badannya nggak sekuat Nenek.” Mendengar itu, Nenek Sarah pun menggerutu, “Berarti ada salah satu dari cucuku yang ngomongin aku di belakang, nih. Pasti Samuel!” Di an
Untungnya Samuel sudah membeli rumah di kota ini. Prosedur serah terima unit sudah selesai. Walaupun rumah itu tidak terletak persis di samping rumah Yohanna, jaraknya masih tidak terlalu jauh. Paling hanya sekitar satu dua kilometer saja. Hanya butuh beberapa menit jika Samuel mengendarai mobil. Di saat itu, Samuel sedang duduk di dalam mobilnya. Di kursi penumpang depan sudah ada seikat bunga dan satu kotak brokat besar berwarna merah. Kota itu berisi perhiasan yang Samuel belikan untuk Yohanna. Selain itu, di kursi belakang masih ada barang-barang lain seperti produk perawatan kulit, tas, serta pakaian branded. Namun Samuel tidak bisa masuk. Dia hanya bisa menunggu di depan pintu masuk kantor. Baru saja sepuluh menit yang lalu, Samuel melihat Joshua mengendarai mobilnya masuk ke area parkiran Doha Group. Walaupun Joshua datang dengan pakaian kerja dan membawa seorang sekretaris bersamanya untuk membahas kontrak kerja sama, Samuel tetap merasa jengkel. Dia berhasil membujuk kakakn







