Share

Bab 4262

Penulis: Anggur
Saat Yohanna tiba-tiba bersuara, Nenek Sarah menegakkan tubuh dan duduk menghadap lurus ke depan seperti seorang murid yang sedang duduk di meja sekolah.

“Yohanna, silakan kalau kamu mau tanya. Nenek menyimak.”

Nenek Sarah tersenyum tipis. Ketika dihadapkan dengan senyuman yang sangat bersahabat dari Nenek Sarah, tanpa sadar Yohanna melemaskan raut wajahnya. Nada bicaranya juga jadi terdengar lebih lembut.

“Nek, terima kasih atas apresiasi yang Nenek kasih untukku. Berhubung Nenek memilih aku
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4263

    “Yohanna, Ronny pasti punya alasan kenapa dia nggak pernah kasih tahu kamu. Pulang nanti, tolong jangan ribut sama dia, ya. Bicarakan saja baik-baik.” Yohanna tersenyum tipis. “Aku nggak mungkin ribut sama dia. Sebenarnya aku sudah menduga hasilnya pasti jadi begini. Aku cuma mau memastikan saja.” Karena Yohanna sendiri pun sudah menduga, dia tentunya sudah melakukan persiapan secara mental dan bisa menerima fakta dengan mudah. “Apa Ronny sengaja menyembunyikan identitas dia yang sebenarnya ke kamu?” tanya Nenek Sarah. Becermin dari contoh Stefan, adik-adiknya seharusnya tidak akan melakukan kesalahan yang sama. Yohanna terdiam sejenak dan menjawab, “Nggak, tapi dia juga nggak bermaksud kasih tahu aku. Kalau aku nggak tanya, dia nggak bakal ngomong.” Yohanna sempat menyelidiki latar belakang Ronny, bahkan hingga dua kali, tetapi dia tidak menemukan biodata yang jelas tentangnya. Yohanna tidak bisa mengatakan itu karena dia merasa malu. “Kalau kamu nggak tanya, dia pasti nggak ak

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4262

    Saat Yohanna tiba-tiba bersuara, Nenek Sarah menegakkan tubuh dan duduk menghadap lurus ke depan seperti seorang murid yang sedang duduk di meja sekolah. “Yohanna, silakan kalau kamu mau tanya. Nenek menyimak.” Nenek Sarah tersenyum tipis. Ketika dihadapkan dengan senyuman yang sangat bersahabat dari Nenek Sarah, tanpa sadar Yohanna melemaskan raut wajahnya. Nada bicaranya juga jadi terdengar lebih lembut. “Nek, terima kasih atas apresiasi yang Nenek kasih untukku. Berhubung Nenek memilih aku, berarti Nenek pasti sudah tahu tentang kondisi keluargaku.” Nenek Sarha mengangguk. Dia tahu. Tahu persis. Dia pasti mencari tahu sejelas-jelasnya bagaimana kondisi keluarga calon cucu menantunya. “Aku nggak mungkin bisa jauh dari keluargaku. Kalau aku menikah sama Ronny, dia yang harus ikut aku. Aku juga pemilih banget soal makanan. Dia nggak bisa jauh-jauh dariku karena harus memenuhi kebutuhanku sehari tiga kali. Jadi, waktu yang dia punya untuk pulang ke rumahnya pasti pendek banget. Ron

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4261

    Yohanna sudah menanyakan Ronny siapa calon istrinya, tetapi Ronny tidak menjawab. Jika yang bertanya bukan Yohanna, tetapi orang lain, Ronny pasti akan mengatakannya. Penjelasan dari Ronny memang sangat masuk akal, tetapi Yohanna merasa ada sesuatu yang Ronny sembunyikan darinya. Jika benar calon istri Ronny adalah Yohanna, sangat masuk akal Ronny menutupi itu dari Yohanna. Nenek Sarah menyambut balik tatapan tajam Yohanna. Dia sungguh tidak salah pilih. Dia suka cucu menantu yang tegas dan terus terang. Nenek Sarah tidak langsung menjawab pertayaan Yohanna dan malah bertanya balik, “Yohanna, kamu kenapa menganggap kalau calon istrinya Ronny itu kamu?” Yohanna lantas menjabarkan analisisnya. Siapa pun yang mendengarkan penjelasannya pasti akan sepakat kalau Yohanna adalah calon istri yang dipilih untuk Ronny. Di akhir, Yohanna menambahkan, “Nenek Sarah sudah pernah ketemu aku dulu, tapi aku nggak ingat. Aku punya alasan yang kuat menganggap bahwa Nenek yang membantu Ronny dengan car

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4260

    Yohanna tidak percaya dengan ucapan Nenek Sarah, tetapi dia juga tidak serta merta membantahnya. Dia terus mengikuti Nenek Sarah memasuki sebuah taman bunga yang ditanami berbagai macam bunga. Di musim semi ini banyak sekali bunga yang mulai bermekaran sehingga taman dihiasi oleh beraneka ragam warna. Di tengah-tengah taman juga terdapat sebuah paviliun kecil untuk bersantai. “Yohanna, kita duduk-duduk di sana, yuk,” kata Nenek Sarah sambil menunjuk ke paviliun tersebut. “Kita sekalian menikmati pemandangan.” Yohanna pun menemanu Nenek Sarah berjalan menuju ke sana. Saat Nenek Sarah hendak duduk, Yohanna dengan sigap membantunya. Yohanna sering kali terlihat dingin dan cuek, tetapi dia sangat perhatian kepada yang lebih tua. Di samping itu, Nenek Sarah juga adalah sosok yang sudah lama membuat Yohanna penasaran. Dari cerita Ronny yang selalu membanggakan neneknya, Yohanna jadi ikut kagum padanya. Setelah Nenek Sarah duduk, barulah Yohanna duduk di depannya. Setelah memandangi wajah

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4259

    “Tentu saja boleh. Kalau begitu sekalian aku bawa kamu keliling vila ini saja,” kata Nenek Sarah mengangguk. Lalu dia beralih ke Yolanda, “Aku ajak Yohanna jalan-jalan dulu, ya.” “Boleh, sekalian kamu yang jamu dia, ya.” Yohanna pun berdiri dan ingin membantu Nenek Sarah berdiri. “Yohanna, nggak perlu. Aku sudah tua, tapi nggak setua itu sampai berdiri harus dibantu.” Namun demikian, Yohanna tetap membantu Nenek Sarah berdiri. Nenek Sarah sangat puas dengan sikap Yohanna. Tidak peduli siapa pun calon cucu menantu yang dia pilih, semuanya memiliki karakter yang baik, atau Nenek Sarah pasti tidak akan melirik mereka sejak awal bertemu. Dengan begitu mereka pun beranjak keluar rumah. Yohanna juga berpesan kepada para pengawalnya, “Kalian nggak perlu ikut, tunggu di sini saja.” Keempat pengawal itu dengan patuh menuruti perintah. Mereka tidak bergerak sedikit pun dan melihat majikan mereka berjalan bersama dengan Nenek Sarah. “Sekarang sudah masuk musim semi. Bunga-bunga mulai berme

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4258

    “Kita sudah pernah ketemu beberapa kali, tapi setiap kali ketemu, aku pakai identitas yang berbeda. Penampilanku juga kuubah. Kamu setiap hari sibuk, jadi mungkin nggak ingat siapa aku,” kata Nenek Sarah. Ini memang menjadi pertama kalinya Yohanna bertemu secara langsung dengan Nenek Sarah. Namun di balik itu, entah sudah berapa kali Nenek Sarah menemui Yohanna tanpa Yohanna sadari. Demi mencarikan calon pasangan untuk cucu tersayang, Nenek Sarah tentu harus mengerti pasangan mereka luar dalam. Nenek Sarah sampai menyamar agar bisa memastikan apakah cucunya memiliki kesanggupan untuk membuat calon pasangan mereka tergerak hatinya. Yohanna, “....” Tak heran Yohanna tidak ingat pernah bertemu dengan Nenek Sarah. Yolanda menyerahkan Audrey kepada pengasuh agar Audrey bisa bermain dengan kakak-kakaknya di luar. Anak-anak terlalu berisik dan tidak bisa diam di rumah. Begitu selesai makan, mereka harus dibawa keluar. Bahkan ketika hari mulai gelap pun mereka masih tidak mau pulang. Jika m

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status