Share

Bab 72

Penulis: Dwi Cheng
Kebenaran sebenarnya tidak penting sama sekali. Apakah Tandi benar-benar melakukan pelecehan terhadap Lorraine tidak penting. Apakah Lorraine benar-benar menggoda Tandi juga tidak penting.

Yang penting adalah menghentikan seluruh opini publik sebelum masalah ini semakin membesar.

Menciptakan ilusi bahwa semuanya baik-baik saja.

....

Malam hari, sekitar pukul tujuh. Delvin turun dari mobilnya dan mengadang Lorraine yang baru pulang dengan taksi.

Sebatang rokok terselip di antara jarinya. Rokoknya
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pernikahan Demi Pernikahan, CEO Cemburu Parah Dan Mengejarku   Bab 74

    Lorraine tampak begitu menyedihkan dan rapuh, seolah akan hancur kapan saja. Derby menatap ujung mata Lorraine yang memerah, lalu berkata dengan suara rendah, "Bisa."Lorraine memeluk lengannya sendiri sambil berjalan di depan. Derby mengikuti di belakangnya.Di ujung jalan, di bawah cahaya lampu yang sedikit memabukkan, terdapat sebuah bar kecil. Lorraine melangkah masuk. Cahaya neon berwarna-warni berbaur dengan penerangan redup di dalam bar, menciptakan suasana yang ambigu sekaligus sepi.Dia memilih sofa di sudut paling terpencil, lalu menjatuhkan tubuhnya ke atas sofa yang empuk. Derby duduk di sisi luar. Di depan mereka ada meja bar kecil.Sesekali, bartender berbalik dan bertanya, "Halo, mau pesan minuman apa untuk berdua?"Lorraine menundukkan mata. Wajah kecilnya tampak pucat. "Satu gelas koktail Zombie."Dia belum pernah meminumnya. Hanya saja, tanpa sengaja pernah melihatnya di internet dan mendengar bahwa minuman itu sangat kuat.Bartender itu tertegun sejenak, lalu menging

  • Pernikahan Demi Pernikahan, CEO Cemburu Parah Dan Mengejarku   Bab 73

    Suara tamparan yang nyaring dan keras meledak di tengah keheningan kompleks perumahan itu. Lorraine mengerahkan seluruh tenaganya. Satu tamparan keras mendarat di pipi kiri Delvin.Telapak tangannya terasa mati rasa. Namun, hatinya jauh lebih mati rasa.Pada saat itu, seolah-olah seluruh dunia dikosongkan. Udara membeku. Darah Lorraine terasa berhenti mengalir. Pembuluh darahnya seperti hendak pecah dan dia berdiri kaku di tempat. Telinganya berdengung tanpa henti.Dulu, Lorraine pernah mengesampingkan harga dirinya. Menahan semua cibiran dan fitnah. Mengabaikan penolakan keras dari neneknya.Dia menikah dengan Shandy, lalu menyerahkan 10 miliar dengan tangannya sendiri kepada Delvin. Namun pada akhirnya, di mata Delvin, semua itu malah menjadi bukti bahwa dia adalah wanita yang rela melakukan apa saja demi keuntungan.Awalnya, Lorraine mengira ... pengkhianatan Delvin hanya mengkhianati cinta di antara mereka.Bagaimanapun juga, selain cinta, masih ada ikatan keluarga yang menghubungk

  • Pernikahan Demi Pernikahan, CEO Cemburu Parah Dan Mengejarku   Bab 72

    Kebenaran sebenarnya tidak penting sama sekali. Apakah Tandi benar-benar melakukan pelecehan terhadap Lorraine tidak penting. Apakah Lorraine benar-benar menggoda Tandi juga tidak penting.Yang penting adalah menghentikan seluruh opini publik sebelum masalah ini semakin membesar.Menciptakan ilusi bahwa semuanya baik-baik saja.....Malam hari, sekitar pukul tujuh. Delvin turun dari mobilnya dan mengadang Lorraine yang baru pulang dengan taksi.Sebatang rokok terselip di antara jarinya. Rokoknya masih tersisa setengah. Bara merahnya menyala dan meredup silih berganti. Dia mengangkat tangan dan mengisap rokok itu, lalu mengembuskan asap tipis dari hidung dan mulutnya."Ayo bicara. Aku nggak akan marah. Kamu juga jangan kebawa emosi. Duduklah. Sudah lama sekali kita nggak benar-benar ngomong dengan baik."Setelah berkata demikian, Delvin membuka pintu kursi belakang mobil. Lorraine melirik sekilas, lalu membungkuk dan masuk ke dalam. Suami istri itu duduk berdampingan di kursi belakang.

  • Pernikahan Demi Pernikahan, CEO Cemburu Parah Dan Mengejarku   Bab 71

    Delvin tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari nanti kata "cerai" akan keluar dari mulut Lorraine. Karena itu, saat pertama kali mendengarnya, dia merasa begitu tidak masuk akal hingga tertawa."Kamu tahu apa yang sedang kamu katakan?"Lorraine mengangkat tangan. Jari-jarinya yang ramping dan pucat menunjuk ke arah pintu."Cerai.""Atau keluar."Lengkungan senyum di bibir Delvin benar-benar menghilang. Tatapannya menjadi suram."Lorraine, apa karena selama ini aku terlalu baik sama kamu? Apa karena aku memberimu terlalu banyak kebebasan?""Baik.""Kalau itu yang kamu inginkan, aku pergi!"Delvin berbalik dan meninggalkan kantor.Pintu didorong terbuka dengan keras hingga menghantam dinding, lalu memantul kembali dan menimbulkan suara yang menggema.Setelah meninggalkan Aurora Studio, Delvin langsung pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Tandi."Angin apa yang membawa Pak Delvin kemari?""Pak Tandi jangan bercanda. Gimana kondisi Bapak.""Berkat istrimu." Tandi mencibir. Wajahnya jela

  • Pernikahan Demi Pernikahan, CEO Cemburu Parah Dan Mengejarku   Bab 70

    Alyssa tampak sangat khawatir. "Kak Lorraine, kamu yakin bisa mengatasinya?"Lorraine mengangguk. "Kalian lanjutkan pekerjaan masing-masing. Aku nggak apa-apa."Delvin duduk di sofa hitam. Dia menarik kerah bajunya hingga terbuka. Dasi yang menggantung miring di lehernya, dipadukan dengan wajah tampannya, membuatnya terlihat seperti seorang playboy yang sedang terpuruk."Begini karyawan yang kamu pekerjakan? Kekanak-kanakan, kasar, dan nggak sopan.""Dia hanya menjalankan prosedur studio. Meskipun studio kami kecil, semua sistem yang seharusnya ada tetap lengkap."Amarah Delvin kembali meningkat."Tutup studio ini. Aku yang akan membiayaimu. Aku akan memberimu uang saku 600 juta per bulan. Setiap hari kamu sibuk sampai nggak sempat berhenti. Setelah dikurangi berbagai pengeluaran, uang yang benar-benar masuk ke kantongmu dari studio ini bahkan mungkin belum sampai 20 juta."Lorraine tanpa sadar tersenyum.Delvin mau membiayainya?Sekadar mendengar ucapan itu saja sudah membuat Lorraine

  • Pernikahan Demi Pernikahan, CEO Cemburu Parah Dan Mengejarku   Bab 69

    Ekspresi semua orang berubah-ubah. Namun, yang lebih banyak terlihat adalah keterkejutan karena mendengar gosip besar yang menggemparkan. Banyak orang mulai berbisik-bisik. Berbagai suara kecil berkumpul. Delvin seolah tenggelam di dalamnya dan tidak mampu melepaskan diri."Menurut kalian, Nyonya Hermanto benar-benar ....""Masih perlu ditanya? Pasti setelah semuanya selesai, Tandi menolak ngasih apa yang dia inginkan, jadi kepalanya dihantam. Dia merasa dirinya dimanfaatkan tanpa mendapat apa-apa.""Tapi untuk apa Nyonya Hermanto melakukan itu? Keluarga Hermanto adalah keluarga kaya raya di Kota Jeram. Demi sebuah proyek kembang api sampai menyerahkan diri kepada orang lain? Bagaimanapun juga, kedengarannya nggak seperti sesuatu yang akan dilakukan seorang nyonya keluarga kaya.""Memangnya kenapa kalau dia nyonya keluarga kaya? Coba lihat siapa yang selalu dibawa Pak Delvin setiap kali menghadiri acara.""Studio desain kembang api itu dipisahkan dari Grup Hermanto. Kedengarannya meman

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status