Share

Bab 244

Author: Elyssa
Gianna bertanya dengan suara lembut, lalu duduk di ayunan di samping Bradly.

Di bawah tirai malam, bintang-bintang bertaburan. Seorang pria dan seorang wanita duduk di ayunan kecil. Pemandangan itu tampak seperti diambil langsung dari komik remaja yang indah dan romantis.

"Aku hari ini pergi ke studio Darlene," kata Bradly.

Gianna berpura-pura terkejut, padahal di dalam hati sama sekali tidak merasa heran.

Terakhir kali bertemu Bradly, dia sengaja mengatakan bahwa Darlene adalah pesaingnya di LD
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Niniq Wahyuni
setelah adelio kini bradly pun mulai terpesona..
goodnovel comment avatar
Rina Damayanti
saingan kenward bertambah nih....bradly sosok kompetitor cinta
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 280

    Darlene sudah tahu sejak awal, dari mulut Jacob tidak mungkin keluar kata-kata yang baik."Dulu waktu ibuku butuh uang untuk berobat, kamu lari paling cepat. Sekarang dengar aku menikah dengan Kenward, kamu malah datang minta investasi. Gimana bisa ada orang setebal muka kamu di dunia ini?"Tak pernah menyangka dirinya justru dimaki oleh Darlene, Jacob sampai terbelalak. "A ... aku, aku ...."Mengulang kata "aku" berkali-kali, Jacob tetap tidak bisa menemukan alasan apa pun."Pokoknya aku ini pamanmu, kamu harus bantu aku!""Bukankah dulu kamu sudah memutuskan hubungan denganku dan ibu? Dari mana datangnya nyalimu untuk mengaku sebagai pamanku?" Darlene berdiri. Wajahnya dingin saat memperingatkan Jacob."Aku beri tahu kamu, surat pernyataan pemutusan hubungan yang kamu tulis dengan tanganmu sendiri itu masih kusimpan. Karena kamu sudah bukan pamanku lagi, tentu saja aku juga nggak punya kewajiban untuk membantumu."Sebaiknya kamu tahu diri. Kalau nggak, sebagai istri keluarga konglome

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 279

    Bradly menatap wajah samping Kenward yang tegas dan berlekuk jelas. Tampak jelas bahwa Kenward bersungguh-sungguh."Kalau begitu, kita sepakati saja. Kalau suatu hari nanti kamu nyesal cerai dengan Darlene, kamu juga nggak boleh mengejarnya lagi."Di Studio D.Begitu tiba di kantor, Darlene langsung menyadari tatapan aneh dari Niken dan Fanny. Swara sebenarnya juga cukup penasaran, tetapi dibandingkan para perempuan yang rasa ingin tahunya membara, dia masih tergolong menahan diri.Darlene paham betul apa yang ingin diketahui Niken dan Fanny. Jika dia hanya istri Kenward, sebenarnya tidak ada yang layak digosipkan.Namun, dia bukan hanya tidak pernah mengungkapkan hal itu, Kenward juga selama ini terang-terangan maupun diam-diam membantu pesaingnya, Gianna. Hubungan cinta benci antara dirinya, Kenward, dan Gianna itulah yang menjadi daya tarik terbesar bagi Niken dan Fanny.Bagaimanapun juga, dia adalah atasan mereka. Selama dia tidak membuka mulut, mereka tidak berani bertanya sembara

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 278

    Wajah Kenward tidak banyak berubah, hanya sepasang mata hitamnya yang pekat seperti tinta semakin menggelap."Bukankah orang yang kamu sukai itu Gianna?"Bradly meletakkan gelasnya, mendorong kacamata berbingkai emas. Dia tidak langsung menjawab pertanyaan itu. Dia menuangkan segelas lagi untuk dirinya sendiri, kali ini menambahkan beberapa bongkah es.Sekarang sudah masuk musim dingin. Pemanas ruangan tidak dinyalakan. Minum alkohol dengan es hanya akan merusak lambung. Setidaknya Kenward yang punya penyakit lambung tidak akan melakukan hal seperti itu.Bradly menyesap vodka es sambil berkata perlahan, "Aku dulu memang menyukai Gianna ...."Di benaknya terlintas Gianna semasa SMA, mengenakan pakaian bernuansa merah muda, tampak polos dan manis.Karena dia mengidap gangguan emosional, emosinya sering meledak-ledak dan sulit dikendalikan. Hanya saat melihat Gianna, dia bisa merasa tenang."Tapi sekarang sudah nggak lagi." Sepasang mata di balik kacamata berbingkai emas itu mendadak menj

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 277

    Kemarin, Darlene mengenakan pakaian ini saat datang ke kantornya untuk mempertanyakannya,juga saat makan bersama dengannya sekaligus menyiram wajahnya dengan anggur. Dia bahkan masih mengenakan pakaian ini saat merawatnya ketika dia terkena obat perangsang.Melihat Kenward menatapnya tanpa berkedip, Darlene menurunkan pandangannya dan melihat dirinya sendiri."Aku kemarin ketiduran karena terlalu lelah, bukan sengaja berjaga menunggumu." Darlene membela diri dengan sungguh-sungguh, tetapi Kenward justru tertawa pelan.Apa yang dikatakan Darlene adalah kebenaran. Dia memang sedikit mengkhawatirkan Kenward, tetapi tidak sampai berniat berjaga menemaninya semalaman. Dia benar-benar kelelahan, tanpa sadar tertidur di sisi tempat tidur Kenward.Tatapan Kenward padanya mengandung godaan yang bermakna. Darlene tahu penjelasannya tidak dipercaya oleh Kenward.Orang pertama yang meninggalkan rumah Bradly adalah Darlene, karena dia harus pergi ke perusahaan. Akhir-akhir ini pekerjaannya menumpu

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 276

    "Aku saja yang urus!"Bradly mengangkat Kenward ke bahunya. Kenward juga tidak menolak.Dengan tinggi badan Kenward, Bradly menopangnya jelas jauh lebih mudah dibandingkan Darlene.Darlene diam-diam mengikuti di samping mereka, berjalan bersama Bradly menuju Maybach hitam yang terparkir di pinggir jalan."Nggak disangka, kamu orangnya cukup baik juga." Pujian itu keluar dari hati Darlene, tetapi Bradly sama sekali tidak menanggapinya."Kalau aku nggak mengurus dia, kamu juga nggak akan memujiku."Darlene hanya bisa tertawa getir.Bradly memasukkan Kenward ke kursi belakang mobil."Kamu harus bersyukur hari ini aku ganti mobil."Karena harus membicarakan bisnis, Lamborghini putih jelas tidak sepantas Maybach hitam. Begitu melihat kondisi Kenward, Bradly langsung tahu dia terkena obat perangsang.Namun, setelah terkena obat seperti itu masih bisa menyetir mobil dan menahan diri saat seorang perempuan berada di sampingnya .... Menurut Bradly, Kenward ... 80% impoten, 20% gay."Kamu juga n

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 275

    Darlene meronta, tetapi semakin dia meronta, gerakan Kenward justru semakin kasar.Bau amis darah menyebar di mulutnya. Darlene baru sadar bahwa Kenward telah menggigit bibirnya sampai pecah."Kenward, apa kamu sudah gila?" Begitu Darlene mendorong Kenward, dia kembali ditangkap kuat oleh Kenward. Bahunya dicengkeram keras.Rasa sakit di bahu membuat raut wajah Darlene terdistorsi. Saat itu, Kenward justru melepaskannya lebih dulu.Darlene melihat Kenward menggenggam erat tangan yang terluka dan berdarah, membiarkan darah menetes tanpa dihentikan.Seketika, Darlene menyadari bahwa Kenward seolah-olah menggunakan rasa sakit untuk memaksa dirinya tetap sadar. Jangan-jangan ... Kenward diberi obat?Darlene sendiri pernah terkena obat pemicu birahi seperti itu. Rasanya benar-benar lebih buruk daripada mati. Saat itu, dia sama sekali tidak punya tenaga, juga tidak punya cukup kesadaran untuk melawan. Untungnya, kejadian itu berakhir tanpa bahaya.Darlene menatap Kenward dalam diam, menatap

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status