Share

Bab 195

Penulis: Emily Hadid
Caroline terus mendampingi Rendra tanpa beranjak sedikit pun. Aidan pun mengira Caroline adalah istri Rendra. Bagaimanapun, status Rendra yang sudah menikah bukanlah rahasia.

Sapaan "Nyonya Adresta" dari Aidan membuat Rendra tersenyum lalu menjelaskan, "Pak Aidan, ini adalah putri kedua Keluarga Winandy, Caroline. Kami hanya berteman."

Aidan tersenyum sambil meminta maaf, "Kalau begitu aku salah paham."

Mendengar penjelasan Rendra, Caroline menoleh menatapnya. Sekilas tampak kilatan kecewa di matanya, tetapi dia kembali tenang dan anggun, lalu tersenyum sambil menimpali, "Maaf membuat Pak Aidan keliru."

Setelah membalas Caroline dengan senyum tipis yang sopan, Aidan kembali bertanya kepada Rendra, "Istrimu nggak datang hari ini?"

Rendra menjawab, "Dia punya agenda lain hari ini, sedang sibuk."

"Oh." Aidan menanggapi dengan nada yang bermakna.

Saat ketiganya masih berbincang, Horace kembali memanggil Aidan, memintanya menjelaskan beberapa isu kebijakan kepada rekan-rekan lamanya.

Di sel
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 196

    Keduanya duduk berhadapan, masing-masing memegang sisi papan catur. Clara membuka permainan dengan kuda, Aidan pun membalas dengan langkah kuda.Beberapa langkah berlalu, orang-orang di sekitar mulai berkumpul menonton. Melihat jalannya permainan mereka, beberapa kakek yang tadi bermain catur tak henti-hentinya memuji kelincahan pikiran anak muda, terlebih lagi memandang Clara dengan kagum.Gadis kecil ini terlihat pendiam dan lembut, tetapi saat bermain catur, langkah-langkahnya sangat rapi dan matang. Para orang tua itu merasa belum tentu mereka semua bisa mengalahkannya.Satu papan catur berlangsung dengan pertukaran langkah yang intens. Jalur permainan Aidan penuh variasi, sementara Clara sama sekali tidak mengalah.Saat itu, para kakek di samping berkomentar, "Permainan ini seri, nggak bisa ditentukan menang atau kalah.""Anak gadis ini dari mana? Hebat juga. Aidan, dia pasanganmu ya?""Aidan, gadis ini siapa?"Mendengar orang-orang menanyakan latar belakang Clara, Aidan tersenyum

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 195

    Caroline terus mendampingi Rendra tanpa beranjak sedikit pun. Aidan pun mengira Caroline adalah istri Rendra. Bagaimanapun, status Rendra yang sudah menikah bukanlah rahasia.Sapaan "Nyonya Adresta" dari Aidan membuat Rendra tersenyum lalu menjelaskan, "Pak Aidan, ini adalah putri kedua Keluarga Winandy, Caroline. Kami hanya berteman."Aidan tersenyum sambil meminta maaf, "Kalau begitu aku salah paham."Mendengar penjelasan Rendra, Caroline menoleh menatapnya. Sekilas tampak kilatan kecewa di matanya, tetapi dia kembali tenang dan anggun, lalu tersenyum sambil menimpali, "Maaf membuat Pak Aidan keliru."Setelah membalas Caroline dengan senyum tipis yang sopan, Aidan kembali bertanya kepada Rendra, "Istrimu nggak datang hari ini?"Rendra menjawab, "Dia punya agenda lain hari ini, sedang sibuk.""Oh." Aidan menanggapi dengan nada yang bermakna.Saat ketiganya masih berbincang, Horace kembali memanggil Aidan, memintanya menjelaskan beberapa isu kebijakan kepada rekan-rekan lamanya.Di sel

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 194

    Penampilannya rapi, anggun, dan tenang. Busana kerja berwarna hitam-putih yang dikenakannya hari ini juga sangat cocok.Setelah Alain selesai menyapa dan berbincang dengan beberapa senior, Clara melihat Alain dan Hans sama-sama cukup sibuk. Dia pun pergi ke ruang tamu kecil dan mencari sofa untuk duduk.Di atas meja teh kebetulan ada sebuah buku profesional. Dia bertanya kepada pelayan apakah boleh membacanya. Setelah pelayan mengatakan boleh, dia pun mengambil buku itu dan mulai membaca.Lewat pukul tujuh malam.Tamu-tamu lain kembali berdatangan. Seketika, area pintu masuk menjadi sangat ramai.Clara memegang buku di tangannya, lalu mengangkat kepala untuk melihat ke arah sana. Rendra datang. Dan dia membawa Caroline bersamanya.Dari kejauhan, keduanya tampak serasi, bagai pasangan yang sepadan. Rendra mengenakan setelan jas kasual, sementara Caroline mengenakan gaun bersulam benang emas. Penampilannya cantik dan memesona, sulit membuat orang mengalihkan pandangan.Kemunculan mereka

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 193

    Rendra mengatakan bahwa dia melihat Clara di berita. Clara membalas dengan senyum sopan ke arahnya, lalu tidak berkata apa-apa lagi.Dia mengulurkan tangan mengambil susu, lalu meneguk setengah gelasnya sekaligus. Melihat Rendra masih belum pergi, Clara berkata, "Aku nggak ada urusan apa-apa lagi. Kamu sebaiknya istirahat lebih awal."Begitu Clara selesai bicara, Rendra mengangkat tangan kanannya dan mengusap sudut bibir Clara dengan lembut, membantu membersihkan sisa susu. Melihat sikapnya yang terlalu dekat, Clara segera mengusap bibirnya sendiri dan refleks menepis tangannya.Tangan Rendra yang ditepis itu sempat terhenti di udara sesaat. Dia menatap Clara beberapa detik, barulah menarik kembali tangannya, lalu bangkit berdiri. "Istirahatlah lebih awal."Menatap Rendra tanpa emosi, Clara mengangguk singkat. "Mm."Setelah melihat kepergian Rendra hingga pintu kamar tertutup, Clara menarik kembali pandangannya. Dia kembali meneguk susu diam-diam, lalu melanjutkan mengobrol dengan Rena

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 192

    Ekspresinya tetap tenang dan datar.Setelah rapat selesai, rombongan kembali ke pusat kota. Tepat saat itu juga sudah memasuki jam makan malam. Alain mengatur jamuan makan malam untuk semua orang.Aidan mengatakan bahwa semua pihak telah bekerja keras seharian penuh, terutama beberapa teknisi StarTech, sehingga dia menanggung biaya untuk jamuan makan malam tersebut secara pribadi.....Pada saat yang sama, Rendra sudah tiba di rumah. Begitu menyalakan televisi, berita yang sedang ditayangkan kebetulan adalah liputan kunjungan Aidan ke StarTech.Di dalam berita itu, Clara tampil rapi dan cekatan, dengan sikap yang sangat profesional saat menjelaskan fungsi produk kepada semua orang. Riasannya tipis, pembawaannya anggun, lembut, dan berkelas.Sambil memegang gelas air, Rendra tak kuasa tersenyum tipis saat melihat Clara yang begitu percaya diri dan tenang menghadapi segalanya.Sejak dulu, Clara memang bukan orang yang banyak bicara. Terutama saat masih kuliah. Meskipun menghabiskan sehar

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 191

    Hidungnya mancung, di sudut bibirnya terukir senyum hangat yang lembut, membuat orang mudah merasa dekat dengannya. Pantas saja Renata berkata bahwa di seluruh Kota Ardivo, sosok yang paling menarik perhatiannya adalah Aidan."Pak Aidan.""Profesor Alain, kita bertemu lagi."Setelah saling berjabat tangan dan bertegur sapa, Aidan kembali menyalami Hans dan beberapa pegawai senior lain yang berdiri di depan. Beberapa wartawan yang ikut serta terus mengangkat kamera dan merekam sepanjang waktu.Aidan adalah pejabat nomor dua di Kota Ardivo. Sekali dia turun langsung seperti ini, para wartawan bukan hanya harus menulis artikel sepulangnya nanti, tetapi juga menayangkannya di televisi.Setelah salam singkat, Alain mempersilakan rombongan menuju gedung administrasi. Dia terlebih dahulu memperkenalkan capaian perkembangan StarTech dalam beberapa tahun terakhir, lalu membawa mereka menuju laboratorium.Tempat yang dikunjungi adalah area yang biasa digunakan untuk pengujian. Untuk lokasi yang

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status