Share

Bab 86

Penulis: Emily Hadid
"Terima kasih, semuanya. Ke depannya, mohon bimbingan para senior."

Setelah perkenalan sederhana, mereka semua mulai akrab. Yang dibicarakan pun adalah hal-hal terkait profesi.

Clara juga cukup merasa tersentuh. Baru tiga tahun meninggalkan bidangnya, tetapi perkembangan industri peralatan manufaktur sudah maju sejauh ini. Dia juga tidak menyangka kalau StarTech jauh lebih hebat daripada bayangannya, dengan cakupan bisnis yang membuat orang terkejut.

Setelah makan malam selesai dan semua bubar, Alain mengantar Clara pulang. Di perjalanan, Alain menceritakan banyak hal profesional padanya, seolah-olah ingin menebus seluruh kekosongan tiga tahun Clara hanya dalam satu hari.

Clara mendengarkannya dengan sangat serius. Ketika mobil berhenti di depan vila Awana Bay, Clara melepas sabuk pengaman, lalu berkata dengan sopan, "Terima kasih, Pak Alain. Kalau begitu, aku masuk dulu."

"Silakan. Semakin cepat kamu menyesuaikan diri, semakin cepat kamu bisa kembali ke ritme."

"Baik." Clara menganggu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 220

    Hari ini, Grandis sedang mengadakan pameran teknologi dan sudah beberapa kali masuk daftar trending topic. Caroline juga sangat mencuri perhatian sehingga namanya ikut bertengger di sana.Saat ini, para netizen ramai-ramai memujinya, mengatakan bahwa dia benar-benar dewi idaman.Mereka bilang latar belakang keluarganya begitu baik, parasnya begitu cantik, tetapi masih sangat bekerja keras. Mereka semua merasa kalah jauh, bahkan mengatakan bahwa dia memang pantas menjadi seunggul itu.Caroline pun sangat kooperatif dengan antusiasme publik, sengaja mengunggah satu set foto sembilan kotak tentang dirinya yang menghadiri pameran teknologi dan menjelaskan teknologi kepada orang lain.Hari ini, dia mengenakan gaun ketat tradisional, memperlihatkan lekuk tubuhnya dengan jelas.Perpaduan teknologi tinggi dengan gaya klasik tradisional membuat para pria yang mengaguminya hampir menggila. Semuanya berteriak memanggilnya sebagai istri di kolom komentar.Clara melihat sekilas riwayat obrolan di g

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 219

    Ucapan Aidan masuk akal. Clara memang belum selesai menjelaskan serta belum menanyakan pendapat Aidan.Karena itu, dia pun berkata dengan sopan, "Kalau begitu, maaf merepotkan."Setelah itu, dia mengikuti Aidan menuju ruang makan. Aidan menarik kursi untuknya, lalu berkata dengan lembut, "Bu Clara, silakan duduk.""Terima kasih." Setelah Clara duduk, Aidan pergi ke dapur untuk membawa hidangan.Melihat itu, Clara segera berdiri lagi. "Pak Aidan, biar aku bantu."Aidan meletakkan iga asam manis dan tumis sayuran di atas meja, lalu tersenyum sambil berkata, "Bu Clara, jangan terlalu sungkan. Nggak ada yang perlu dibantu. Kamu duduk saja."Sambil berkata demikian, dia kembali ke dapur dan membawa keluar ikan kakap kukus serta satu hidangan dingin. Terakhir, dia mengangkat sup ayam yang dimasak hingga sangat harum.Beberapa hidangan rumahan sederhana, tetapi warna, aroma, dan rasanya luar biasa.Clara belum sarapan. Saat ini, mencium aroma masakan, dia benar-benar merasa lapar dan selera m

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 218

    Clara menjelaskan cara pengoperasiannya dengan teliti. Aidan bertanya, "Bisa masak?"Clara menjawab, "Bisa. Setelah dia merekam dan mengenali dapur, robot ini bisa secara otomatis mencari resep berdasarkan bahan yang tersedia, lalu memasak. Menu yang dibuat pada dasarnya nggak akan berulang.""Kalau ada makanan tertentu yang ingin dimakan, kamu bisa memasukkan dan mencatatnya, lalu dia akan beroperasi sesuai permintaan.""Untuk memudahkan penggunaan, kamu bisa memberinya nama. Nama itu juga bisa diubah sendiri nanti.""Selain itu, tingginya bisa disesuaikan secara otomatis untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah."Sambil berbicara, Clara mengoperasikan robot tersebut. Robot itu segera mulai menyesuaikan tinggi dan bentuk tubuhnya, berubah dari robot mungil yang bulat dan menggemaskan menjadi robot dewasa.Aidan sampai tertegun melihatnya. Ini seperti sedang menonton film fiksi ilmiah. Dia sudah lama melihat berbagai teknologi canggih, menghadiri pameran militer dan persenjataan te

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 217

    Aidan mendekat, lalu berkata, "Kalau begitu, aku cari dulu. Tapi sebenarnya nggak perlu ganti sepatu, langsung masuk saja."Sambil berkata begitu, Aidan mencari-cari di rak sepatu di area pintu masuk, lalu menambahkan, "Maaf, biasanya barang-barang ini dibereskan oleh pembantu. Kalau nggak, kamu langsung masuk saja."Melihat itu, Clara bertanya dengan sopan, "Kalau begitu, aku langsung masuk pakai kaus kaki saja. Apa kamu keberatan?"Aidan tertawa. "Nggak perlu sungkan begitu."Mengetahui kepribadian Clara, setelah berkata begitu, Aidan tetap mengambil sepasang sandal kain pria yang ujungnya terbuka dan belum pernah dipakai dari rak sepatu. Dia lantas berkata, "Bu Clara, gimana dengan yang ini? Sepertinya belum pernah kupakai.""Boleh. Terima kasih, Pak Aidan."Saat datang ke rumah pengguna, Clara dan Hans selalu bersikap sangat sopan, sebisa mungkin tidak merepotkan pihak lain.Clara menerima sandal yang diberikan Aidan. Setelah memakainya, dia pun mengikuti Aidan masuk ke ruang tamu.

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 216

    Aidan!Begitu mendengar bahwa yang menelepon adalah Aidan, Clara langsung memaksa dirinya untuk sadar. Dia seketika duduk tegak di atas ranjang dan langsung masuk ke mode kerja."Selamat pagi, Pak Aidan. Aku bisa langsung bekerja sekarang. Silakan langsung menyampaikan masalah produk. Atau kalau ada pertanyaan apa pun, silakan ditanyakan."Di seberang sana, mendengar perubahan nada bicara Clara yang begitu cepat, Aidan langsung tertawa kecil, lalu berkata dengan suara hangat, "Bu Clara, aku baru saja mempelajari robot StarTech, tapi masih belum terlalu familier dengan fungsi dan cara penggunaannya.""Kalau Bu Clara ada waktu, bisa tolong jelaskan padaku? Atau kalau Bu Clara berkenan, akan lebih baik kalau datang langsung ke lokasi untuk memberi panduan pengoperasian."Sebagai pimpinan, Aidan biasanya hanya mengambil keputusan besar. Urusan kehidupan sehari-hari selalu ada orang yang menguruskan, bahkan banyak fungsi aplikasi di ponselnya pun dia tidak terlalu paham.Pekerjaannya sangat

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 215

    Setelah Alain mengatakan itu, semua orang pun segera duduk.Saat itu, Manuel juga sudah selesai memesan makanan dan kembali.Tak lama kemudian, pelayan mulai menghidangkan hidangan. Alain terlebih dahulu menyampaikan terima kasih kepada para investor, berterima kasih atas dukungan mereka terhadap proyek ini.Biasanya dia berbicara lugas dan langsung ke inti, tetapi kali ini terlihat agak sopan. Namun, hanya sebatas itu. Dia memang tidak pandai berbasa-basi.Setelah pembukaan selesai, semua orang kembali membicarakan pekerjaan, membahas rencana agar produk bisa diluncurkan sebelum akhir tahun. Dengan begitu, mereka bisa mengejar momentum tahun baru.Beberapa investor yang mendengarnya langsung menyatakan akan mengikuti keputusan Alain dan tim proyek.Adapun Rendra, dia tidak mengemukakan pendapat apa pun. Dia berinvestasi di proyek ini semata-mata karena Clara, karena dia membawa modal sendiri saat bergabung ke dalam tim.Selama mengobrol, Rendra juga cukup memperhatikan Clara. Sesekali

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status