LOGINJihan Ayunda Wiryawan (22thn) tidak pernah menyangka bahwa kedekatannya dengan sang senior, Airin Saraswati Adiningrat, akan membawanya masuk terlalu dalam ke kehidupan keluarga Adiwangsa. Sejak dibantu Airin di masa kuliah dulu, Jihan sudah menganggap Airin sebagai kakaknya sendiri. Namun, Jihan menyimpan satu rahasia besar: ia diam-diam mengagumi suami Airin, Julian Pratama Adiwangsa, seorang CEO muda yang selalu terlihat sempurna. Segalanya berubah ketika Airin meninggal dunia akibat kanker dua tahun lalu. Kepergian Airin meninggalkan duka mendalam bagi Julian yang menjadi dingin, serta putri kecil mereka, Aruna, yang kehilangan sosok ibu. Sebagai sahabat, Jihan merasa bertanggung jawab untuk tetap hadir. Di sela kesibukannya menyelesaikan skripsinya, Jihan selalu menyempatkan diri mengurus Aruna. Kehadiran Jihan yang telaten dan penuh kasih sayang perlahan menjadi satu-satunya alasan Aruna bisa kembali tersenyum. Melihat ketulusan Jihan, tembok pertahanan Julian perlahan runtuh. Pria yang tadinya menutup diri dari cinta itu mulai menyadari bahwa Jihan adalah sosok yang ia butuhkan untuk menyembuhkan luka masa lalunya. Kini, Jihan harus berhadapan dengan perasaannya sendiri: tetap menjadi sahabat yang setia pada kenangan Airin, atau berani mengambil kesempatan untuk menjadi bagian dari masa depan Julian dan Aruna.
View MoreLima tahun telah berlalu sejak tangisan bayi kembar memenuhi kediaman Adiwangsa. Waktu seolah berjalan dengan langkah yang anggun, membawa perubahan besar bagi setiap penghuni rumah megah itu. Namun, satu hal yang tidak pernah berubah: atmosfer cinta yang kental dan hangat. Julian dan Jihan telah membuktikan bahwa pernikahan bukan sekadar tentang tinggal bersama, melainkan tentang komitmen untuk terus belajar. Masalah tentu tetap ada, namun ego bukan lagi kapten di kapal mereka. Setiap kerikil kecil diselesaikan saat itu juga, sebelum sempat menjadi batu sandungan yang besar.Si sulung, Aruna—atau yang kini lebih akrab disapa KakRun oleh kedua adiknya—telah tumbuh menjadi gadis berusia sepuluh tahun yang cantik dan dewasa. Ia bukan lagi anak kecil yang kesulitan mengucapkan huruf "R". Sebaliknya, ia adalah sosok kakak yang sangat bijaksana, mampu menempatkan dirinya sebagai pelindung sekaligus teman bermain yang paling dinanti oleh kedua adik kembarnya, Arvin Shaka Adiwangsa dan Arvan
Sembilan bulan penantian yang penuh dengan persiapan mental dan fisik akhirnya membuahkan hasil yang luar biasa. Suasana ruang persalinan yang tadinya tegang seketika pecah oleh suara tangisan melengking yang bersahutan. Tidak hanya satu, tapi dua nyawa baru sekaligus hadir melengkapi silsilah keluarga Adiwangsa. Jihan melahirkan bayi kembar laki-laki yang sehat melalui perjuangan yang luar biasa, membuat Julian tak henti-hentinya membisikkan kata terima kasih di telinga istrinya sembari mengecup keningnya berkali-kali.Kini, kediaman Adiwangsa yang biasanya tenang telah berubah menjadi markas besar yang penuh kesibukan. Suara tangisan bayi, aroma minyak telon yang khas, dan derap langkah kaki yang terburu-buru menjadi irama harian yang baru. Namun, di tengah hiruk-pikuk itu, Julian dan Jihan memiliki misi utama: memastikan putri sulung mereka, Aruna, tidak merasa terpinggirkan oleh kehadiran kedua anggota baru tersebut.****Satu bulan setelah persalinan, suasana di kamar utama tamp
Beberapa bulan berlalu setelah badai kecil dalam rumah tangga mereka mereda. Musim berganti, dan kebahagiaan di kediaman Adiwangsa seolah meledak saat sebuah kabar gembira datang. Jihan dinyatakan hamil. Julian, yang biasanya selalu terlihat tenang dan berwibawa sebagai CEO, mendadak berubah menjadi pria paling protektif sekaligus paling ceria sedunia. Senyumnya tidak pernah luntur sejak melihat dua garis biru di alat tes kehamilan istrinya.Namun, ada satu tugas penting yang harus mereka lakukan: memberi tahu Aruna. Aruna, yang sekarang sudah jauh lebih hebat dan sudah lancar mengucapkan huruf "R"—berkat latihan sabar dari Jihan—tampak bingung saat dipanggil ke ruang tengah untuk sebuah pengumuman penting."Aruna sayang, Bunda punya sesuatu untuk Aruna," ucap Jihan sambil membimbing tangan mungil Aruna ke perutnya yang masih tampak rata."Ada apa Bunda? Apa ada cokelat di dalam situ?" tanya Aruna dengan mata bulatnya yang polos.Julian tertawa kecil, ia merangkul bahu istri dan anakn
Malam pertama di rumah besar Adiwangsa tanpa Jihan dan Aruna terasa seperti neraka dunia bagi Julian. Setiap sudut ruangan yang biasanya diisi dengan aroma masakan Jihan atau teriakan ceria Aruna, kini terasa hampa dan menusuk tulang. Julian mencoba memejamkan mata, namun yang terbayang hanya sorot mata Jihan yang terluka saat ia membentaknya di ruang kerja. Ia tidak bisa menunggu seminggu. Bahkan menunggu sampai besok pagi pun ia merasa tidak sanggup. Pukul tujuh malam, Julian menyambar kunci mobilnya. Persetan dengan ego, persetan dengan harga diri seorang CEO. Saat ini, ia hanyalah seorang suami yang merindukan istrinya. Julian melajukan mobilnya menuju daerah pinggiran kota, tempat rumah lama Jihan berada. Rumah itu sederhana, dengan halaman yang dipenuhi tanaman hias yang kini mulai rimbun kembali karena Jihan sering merawatnya di akhir pekan. Saat sampai, ia melihat lampu teras menyala kuning hangat. Melalui jendela, ia bisa melihat bayangan dua orang di da












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.