Share

Bab 128

Author: AliceLin
last update Last Updated: 2025-10-18 19:10:51

“Tidak mau bicara?” gumam Arnold saat tidak mendengar tanggapan apa pun dari pembunuh bayaran di hadapannya saat ini.

Alih-alih murka, Arnold justru terkekeh pelan. Senyum tipis yang melengkung di bibirnya tampak seperti ejekan halus, membuat udara di dalam ruangan itu terasa semakin berat.

Meskipun kegelapan masih menyelimuti mereka, tetapi suara deru napas memburu dari pembunuh bayaran itu terdengar jelas, menunjukkan bahwa pria itu berusaha keras menahan rasa takutnya terhadap reaksi Arnold.

Mata pembunuh bayaran itu menatap tajam ke arah Arnold, berusaha menyusun siasat terakhirnya. Setelah beberapa detik hening yang terasa menegangkan, akhirnya suara gemetar keluar dari bibir pria berkepala plontos itu, “Le-lepaskan saya dulu. Jika tidak, saya tidak akan—”

Dor!

Sebelum kalimat itu sempat selesai terucapkan, sebuah peluru menembus bahunya. Wajah pembunuh itu seketika kehilangan warna, lalu tubuhnya jatuh terduduk dengan satu tangan memegang bahu kirinya yang kini telah menjadi sar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Popy Try
ternyata masih ada orang di belakang nya si Jovan ini ternyata
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pesona Berbahaya Suami Dadakanku   Bab 295

    “Jadi … kamu melakukan operasi plastik seperti wajah sekarang dan jasad itu adalah pengacaramu?” gumam David dengan mulut menganga syok.Natalie tidak menjawab. Ia hanya menyunggingkan senyum tipis yang dingin. Tangannya meraih kerah kemeja David dan menarik pria itu hingga sejajar dengan tatapannya yang menyala penuh bara amarah.“Andai saja selama sepuluh tahun ini aku tidak amnesia, aku pasti tidak akan membiarkanmu dan Penelope menikmati satu sen pun dari warisanku,” geramnya dengan amarah yang mendidih.Bukan hanya merasa marah kepada David dan Penelope, ia juga kesal kepada dirinya sendiri yang tidak dapat mengingat lebih awal dan membiarkan semua berlalu tanpa bisa ia cegah.Rahang David mengeras. Ia masih tidak dapat mempercayai pengakuan wanita di hadapannya ini. Namun, ia dapat melihat dengan jelas sorot mata penuh kebencian yang ditujukan wanita itu padanya.“Setelah menikmati semuanya, apa itu belum cukup memuaskan kalian? Bisa-bisanya sekarang kamu dan wanita jalang ini

  • Pesona Berbahaya Suami Dadakanku   Bab 294

    “J-Jadi kamu … kamu adalah … Natalie?” gumam Penelope dengan suara bergetar yang nyaris hilang ditelan ketakutan dan rasa sakit.“Kamu masih mengingatku?” Gretta alias Natalie menyungging senyum dingin. Ia terus mendesak maju, memaksa Penelope mundur selangkah demi selangkah hingga tumit wanita itu menyentuh tepian gedung yang belum dibangun sempurna itu.“Aku benar-benar tersanjung, Penelope,” imbuh Natalie dengan nada sinis.Penelope menoleh sekilas ke belakang. Kegelapan menganga di bawah sana seperti jurang tak berdasar, membuat jantungnya berdegup sangat cepat. Ia kembali menatap wanita yang kini berdiri tepat di hadapannya seperti malaikat pencabut nyawa.“Tidak mungkin …” Penelope menggeleng lemah sambil meringis menahan sakit akibat cengkeraman itu. “Kamu bukan Natalie. Wajah … wajah kalian saja berbeda … Natalie sudah mati terbakar dalam kecelakaan itu!”Natalie menyeringai. Di bawah pencahayaan yang remang, ekspresinya terlihat sangat menyeramkan.“Tentu saja berbeda,” ucapn

  • Pesona Berbahaya Suami Dadakanku   Bab 293

    “Pene, apa yang kamu lakukan?!” sergah David.Pria itu baru saja menyelesaikan panggilan telepon di sudut ruangan yang cukup jauh. Saat berbalik, ia membeku, melihat kegilaan yang tengah istrinya lakukan pada Sherin.“Hentikan! Dia tidak boleh mati sekarang!” seru David dengan panik.Namun, Penelope tidak menggubrisnya. Kebencian telah meracuni akal sehatnya dan mendesaknya untuk segera menghabisi nyawa putri dari wanita yang paling ia benci.David hendak berlari mendekat untuk menghentikan kegilaan istrinya. Namun, sebelum ia sempat bergerak, tiba-tiba saja seseorang telah mendahuluinya dan─BUGH!Hantaman keras itu mendarat telak di punggung Penelope. Cengkeramannya terlepas seketika dan ia langsung tersungkur ke lantai dengan jeritan tertahan.Sherin terbatuk-batuk hebat, menghirup oksigen sebanyak mungkin sambil berusaha menyeimbangkan tubuhnya yang masih terikat.Sementara, David mematung di tempatnya. Dahinya mengernyit saat melihat sosok asing yang kini berdiri di antara mereka

  • Pesona Berbahaya Suami Dadakanku   Bab 292

    “Jadi … sejak awal kalian sudah merancang untuk membunuh ibuku demi menguasai hartanya?” desis Sherin dengan suara dingin, memendam kebencian yang tak tertahankan. Ia sangat yakin Penelope memiliki andil besar dalam kecelakaan yang menimpa ibunya.Penelope terdiam sesaat. Senyumnya membeku di bibir, tetapi hanya sepersekian detik sebelum berubah menjadi seringai miring yang terlihat lebih berbahaya.“Oh, Sayang ...," ucap Penelope dengan nada lembut penuh kepalsuan. Tangannya terangkat, mengelus pipi Sherin dengan sentuhan yang membuat bulu kuduk gadis itu meremang."Jangan berburuk sangka sampai sejauh itu. Ini hanyalah akibat yang harus ibumu tanggung karena sudah merampas apa yang seharusnya aku dan Paula dapatkan,” lanjut Penelope dengan angkuh, tidak menunjukkan sedikit pun penyesalan atas semua perbuatan yang telah ia lakukan di masa lalu.Dahi Sherin mengernyit. Kebingungan bercampur amarah memenuhi wajahnya. "Merampas? Apa maksudmu? Ibuku adalah istri sahnya. Jangan seenaknya

  • Pesona Berbahaya Suami Dadakanku   Bab 291

    David Scarlet masih bungkam hingga cibiran sinis meluncur dari bibir Penelope. “Sudahlah … ceritakan saja, David. Tidak ada lagi yang perlu dirahasiakan. Kasihan kan kalau dia sampai tidak tahu anak siapa dia sebenarnya kalau ditanya malaikat pencabut nyawa nanti.”Tatapan David langsung berpindah pada Penelope. Ia pun menghardik wanita itu dengan kesal, “Diam, Penelope. Apa kamu belum cukup menambah masalahku, hah?”Penelope berdecak malas. “Berhenti menjadi pahlawan kesiangan, David. Semua sudah terlambat. Kamu pikir, dengan kamu menutupinya, semua perbuatanmu ini akan termaafkan,” ejeknya.David mengepalkan kedua tangan di kedua sisi tubuhnya. Meskipun kesal, tetapi ia tidak dapat menyangkal ucapan istrinya tersebut.“Baiklah. Kalau kamu tidak mau bicara, biar aku saja,” ujar Penelope sembari menahan sakit di pipi kanannya. Ia berjalan tertatih-tatih, menghadap Sherin yang masih terpaku dalam keterkejutan yang amat dalam.“Dengar baik-baik, Gadis Bodoh,” desis Penelope seraya menge

  • Pesona Berbahaya Suami Dadakanku   Bab 290

    Rasa dingin yang menusuk tulang dan aroma beton lembap menjadi hal pertama yang dirasakan Sherin saat kesadarannya perlahan merayap naik. Kepalanya terasa sangat berat, berdenyut hebat seolah baru saja dihantam benda tumpul.Sherin mencoba menggerakkan tangannya, tetapi rasa perih segera menjalar di pergelangan tangannya. Samar-samar ia mendengar suara rintik hujan yang menggema entah dari mana.“Enghh ....”Lenguhan kecil lolos dari bibirnya yang kering. Pandangannya masih buram, tetapi ia dapat merasakan tubuhnya terasa kaku, seolah sedang terikat pada sesuatu yang dingin dan kokoh.Beberapa kali Sherin mengerjap, memaksa matanya menyesuaikan diri. Perlahan, bayangan di sekelilingnya menjadi jelas. Ia berada di sebuah ruangan luas yang suram, dipenuhi pilar-pilar beton kasar yang menjulang seperti penjara tanpa jeruji.‘Ini … di mana?’Manik zamrudnya perlahan menyapu sekeliling, hingga akhirnya tertuju pada dua sosok yang berdiri cukup jauh dari tempatnya bersandar. Keduanya terlih

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status