LOGINSelena Mclouis terpaksa tinggal berdua dengan ayah tirinya setelah ibunya meninggal. Namun, itu bukan perkara mudah karena pria itu, Nickolas Stanley, selalu dikelilingi wanita cantik yang berbeda setiap malam hingga kemudian Selena memutuskan untuk mencari tempat tinggal lain. Akan tetapi, kenapa saat Selena hendak pergi, Nickolas menahannya? Bukankah pria itu sengaja membuatnya tidak nyaman di rumah agar Selena keluar?
View MoreCahaya putih yang menusuk mataku perlahan memudar, berganti dengan rona jingga lembut yang menari di langit-langit kamar perawatan. Indra penciumanku yang pertama kali tersadar—bau antiseptik yang tajam bercampur dengan aroma maskulin yang sangat kukenali. Aroma kayu cendana dan sabun cukur milik Nickollas. Aku mencoba menggerakkan jariku, dan seketika aku merasakan genggaman yang sangat protektif. "Nick..." suaraku terdengar seperti gesekan amplas, kering dan nyaris tidak keluar. Wajah yang selama ini menjadi sauh dalam badai kehidupanku muncul di atas pandanganku. Nickollas tampak kacau. Rambutnya berantakan, ada lingkaran hitam yang dalam di bawah matanya, dan kemejanya kusut masai. Tapi saat matanya yang biru gelap itu bertemu dengan mataku, aku melihat sesuatu yang lebih terang dari matahari mana pun. "Jangan banyak bicara dulu, Selena," bisiknya parau. Ia mencium punggung tanganku lama sekali, seolah sedang memastikan bahwa aku bukan sekadar halusinasinya. "Kau di si
Lampu neon di lorong ruang operasi berpijar pucat, memantulkan bayangan Nickollas yang tampak kaku seperti patung. Pria itu tidak duduk. Ia berdiri bersandar pada dinding dingin, kedua tangannya terkepal di saku celana hingga jemarinya terasa mati rasa. Detik demi detik berlalu seperti tetesan asam yang membakar kesabarannya. Setiap kali pintu ganda itu terbuka dan seorang perawat keluar dengan langkah terburu-buru, jantung Nickollas seolah berhenti berdetak. Ia tidak pernah merasa sekecil ini, bahkan saat ia lumpuh, bahkan saat ia kehilangan ingatannya. Di hadapan nyawa Selena yang sedang dipertaruhkan, segala kekayaan dan kekuasaan Stanley seolah menjadi abu yang tak berguna. Tiba-tiba, suara tangisan bayi yang melengking memecah keheningan koridor. Bahu Nickollas yang tegang sedikit merosot. Ada secercah harapan yang membuncah di dadanya. Namun, kelegaan itu hanya bertahan sekejap. Pintu operasi terbuka, dan seorang asisten dokter keluar dengan wajah yang tidak menunjukkan
Minggu-minggu pertama setelah pernikahan kami di Santa Barbara terasa seperti mimpi yang sangat tenang. Tidak ada lagi lampu kilat media yang membutakan, tidak ada lagi ancaman Edward yang mengintai di setiap sudut bayangan. Untuk pertama kalinya, rumah kami di Los Angeles benar-benar terasa seperti sebuah tempat perlindungan. Pagi ini, aku terbangun oleh kehangatan sinar matahari yang menerobos gorden linen putih di kamar kami. Tapi yang lebih hangat adalah tangan besar Nickollas yang melingkar posesif di pinggangku, dengan telapak tangannya menempel tepat di atas perutku yang kini semakin berat. "Dia menendang lagi, Selena," bisik Nickollas tepat di telingaku. Suaranya serak khas orang baru bangun tidur, namun penuh dengan getaran kekaguman yang tak pernah hilang. Aku berbalik perlahan, menemukan mata biru gelapnya yang menatapku dengan binar yang dulu sempat hilang. "Dia tahu ayahnya sudah bangun," balasku sambil tersenyum, mengusap rahangnya yang kini mulai ditumbuhi bulu ha
Pernikahan itu tidak digelar di sebuah katedral megah dengan ribuan undangan formal, melainkan di sebuah kebun botani pribadi di pinggiran Santa Barbara yang menghadap langsung ke arah pegunungan. Nickollas menginginkan sesuatu yang sakral dan intim, sebuah kontras dari kebisingan media yang selama ini mengepung kehidupan mereka.Matahari sore yang hangat menyaring masuk melalui sela-sela pepohonan ek kuno, menciptakan bayang-bayang puitis di atas altar yang dihiasi bunga lily of the valley putih dan mawar emerald.Meskipun hanya dihadiri oleh segelintir sahabat karib, pengacara setia mereka Sean Connor, Raymond Lutter serta Anna yang tak henti-hentinya menyeka air mata, pernikahan ini tetap menjadi magnet bagi dunia luar. Di luar gerbang properti yang dijaga ketat, puluhan helikopter media berputar-putar di udara, berusaha menangkap gambar sekecil apa pun dari "Pernikahan Abad Ini."Nickollas Stanley berdiri di depan altar tanpa bantuan tongkat. Jas hitam custom-made yang ia kenakan












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.