MasukKabur dari resepsi pernikahan, menikah dengan pria asing, lalu jatuh cinta padanya? Demi menyelamatkan galeri seni peninggalan mendiang ibunya, Sherin Scarlet nekat menikahi pria asing yang bahkan tak ia ketahui namanya. Ia tidak pernah menyangka suami dadakannya itu bukanlah pria sembarangan. Sebuah pernikahan kontrak yang semula hanyalah pelarian, berubah menjadi permainan takdir penuh rahasia dan menjerumuskannya ke dalam pelukan pria dengan sejuta pesona berbahaya yang mengguncang hidup dan hatinya. Saat masa lalu mulai terbongkar, dan cinta tumbuh di antara kebohongan .... Mampukah Sherin bertahan, atau justru terseret ke dalam permainan takdir yang tidak pernah ia bayangkan? Genre : Romansa Tag : wanita kuat, identitas tersembunyi, bos/CEO, perbedaan usia, nikah kilat, nikah kontrak, diam-diam perhatian, dewasa, drama, pernikahan dadakan, pengantin kabur, cinta setelah menikah
Lihat lebih banyak“Jadi, kecelakaan yang Anda alami juga direncanakan orang itu?”Dahi Arnold mengernyit, Raut wajahnya masih dipenuhi keterkejutan dan kebingungan. “Tapi, aku dengar dari Sherin kalau istri kedua mantan suami Anda yang sudah─”“Tidak, Arnold!” sergah Natalie dengan panik. Matanya menyorotkan kegelisahan yang mencekam.Dengan suara gemetar, ia menceritakan kejadian lengkap yang dialaminya dalam kecelakaannya sepuluh tahun lalu. Ia juga menjelaskan kecurigaannya terhadap Penelope yang mungkin hanyalah pion yang dimanfaatkan “dalang” dari pengejaran tersebut untuk membungkamnya.Terlebih lagi, kasus penculikan Sherin sebelumnya telah membuktikan bahwa Penelope dan David bertindak atas perintah Frans Langdon, di mana di belakang Frans sendiri masih ada sosok yang mengendalikan semuanya.“Bukankah bukti itu belum ditemukan sampai sekarang? Mereka pasti pikir aku yang menyimpannya waktu itu, makanya mereka ingin melenyapkanku agar tidak ada yang mengetahui kejahatan mereka,” gumam Natalie de
Kepanikan memenuhi ruang rawat Natalie. Arnold telah mengangkat tubuh ibunya keluar. Sementara, Sherin telah berjalan lebih dulu, mencari tim medis agar ibu mertuanya dapat segera mendapatkan penanganan. Derap langkah dan gema kepanikan di koridor perlahan menjauh. Natalie tidak dapat berbuat apa pun selain menatap kepergian mereka dari atas ranjangnya. Dadanya terasa sesak oleh rasa bersalah, merasa ucapannya yang telah mengguncang Beatrice hingga akhirnya kehilangan kesadaran. Keheningan yang dipenuhi kecemasan memenuhi setiap sudut ruangannya. Ia tidak dapat memejamkan matanya dengan tenang. Setelah bergulat dengan kegelisahan yang tak kunjung lemyap, akhirnya ia memutuskan untuk melihat keadaan majikannya—yang kini juga menjadi besannya.Namun, pintu ruang rawatnya tiba-tiba digeser dari luar. Arnold kembali muncul di hadapannya. Wajahnya terlihat lelah. Garis ketegangan masih jelas tercetak di rahangnya. Meski demikian, ia tetap melangkah mendekat ke sisi ranjang Natalie. "An
“Karena dia ingin melindungi kalian.”Ruangan kembali diliputi keheningan yang pekat. Jawaban Natalie menggantung di udara, menimbulkan tanda tanya besar di dalam kepala mereka.Tepat saat Beatrice hendak membuka mulut untuk bertanya lebih jauh, terdengar ketukan pelan dari balik pintu yang tidak tertutup sempurna. Semua mata spontan menoleh.Arnold muncul di hadapan mereka, lalu berjalan masuk dengan langkah tergesa dan tergopoh karena menahan sakit. Sherin langsung bergerak mendekatinya, meraih tangannya.“Arnold, kenapa kamu malah keluar dari kamar?” tanya Sherin dengan cemas.Arnold menoleh sekilas. “Aku mencemaskanmu,” gumamnya.Karena Sherin tidak kunjung kembali ke ruangan, Arnold memutuskan untuk menyusul. Ia sangat mencemaskan keselamatan istri kecilnya tersebut. Namun, ia tidak pernah menyangka akan mendengar pembicaraan yang selama ini menjadi teka-teki besar dalam hidupnya.Tanpa menunggu respon istrinya, Arnold kembali menatap Natalie dengan tajam. “Tolong jelaskan apa ma
“Kalau kalian memang tidak ada hubungan seperti itu … Lalu, apa alasanmu masuk ke kediaman Windsor, Natalie Callen?”Beatrice masih menatap Natalie dengan penuh selidik. Ia masih meyakini wanita itu memiliki motif terselubung.“Saya amnesia, Nyonya,” cetus Natalie.Dahi Beatrice mengernyit. “Amnesia?” gumamnya, disusul tawa kecil yang terdengar mengejek. Alasan itu terasa terlalu konyol baginya.Sherin yang sejak tadi menyimak dalam diam, akhirnya angkat bicara. "Benar, Ma. Ibuku memang amnesia. Dia baru mendapatkan kembali ingatannya belum lama ini."Beatrice menoleh, menatap menantunya dengan tajam. Tatapan itu begitu dingin hingga membuat Sherin merasa asing, seolah-olah dirinya adalah komplotan penjahat yang sedang bekerja sama untuk menipunya.Namun, Sherin tidak gentar. Ia berdiri tegak di samping ranjang ibunya, membantu menjelaskan kondisi yang baru ia pahami saat ini.“Saya tahu sulit bagi Anda untuk percaya,” ujar Natalie dengan suara yang terdengar lelah, “Tapi kenyataannya,






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak