Share

Janda Setengah

last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-02 17:41:45

“Aagghh!!” Santi terkejut, dia baru saja memasukkan bagian intinya pada Baga saat tiba-tiba pintu VVIP dibuka oleh seseorang. Tepatnya itu didobrak dengan sengaja.

Sepertinya orang itu memang sedang mencari gara-gara.

Tubuh Santi sedang benar-benar merasakan getaran karena Baga yang tidak tahan dia membalikan posisi, membiarkan dia yang berada di atas mengeksekusi Santi dengan cara yang benar-benar membuat Santi hanya bisa mengeluarkan lenguhannya.

Suara tepukan terdengar dan itu terlihat seper
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pesona Perawat Papa   Serangan Kata

    “Apa kalian akan terus ribut seperti ini?” Santi menatap mereka satu persatu. Tatapan yang juga penuh dengan kegelisahan.Dia juga tidak bisa mengingkari kalau masih ada perasaan takut dan campur aduk yang tidak bisa dijelaskan.“Apa aku benar-benar bisa mengakhiri semua?” batin Santi sedikit ragu apalagi dia habis merasakan serangan dadakan Arka yang mungkin saja akan menghilangkan nyawanya.“Kami bukan ribut sayang, ini hanya masukan kecil dari kami,” Bimo bukan sedang mencari pembelaan, dia hanya tidak ingin suasana kembali tegang setelah serangan baku senjata barusan. Dia yakin istrinya masih sangat syok.Tekad Bimo mengejar kembali cinta Santi sudah semakin bulat. Dia akan melakukan segala cara untuk memenangkan hati istrinya kembali. Bimo bertekad berkumpul kembali membina hubungannya yang sudah retak.Santi menghela napasnya sejenak, dia memang tidak pernah menyangka Arka akan melakukan penyerangan seperti tadi. Dunia Santi terasa seperti berada dalam sebuah acara realita tele

  • Pesona Perawat Papa   Hantu Gentayangan

    Mobil berhenti di sebuah rumah yang lebih tertutup dari sebelumnya. Rumah aman milik Baga. Begitu masuk, suasana langsung terasa berbeda. Lebih ketat. Lebih dijaga. Santi mengamati sekitar, dia benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan perlakuan seprotektif itu. Baga memang benar-benar memperlakukan seperti barang yang sangat berharga. Bimo hanya bisa mendengus, “Apa-apaan ini? Dia sedang pamer?” hatinya tidak bisa mengumpat hal seperti itu. “Mulai malam ini, kamu nggak akan sendirian ke mana pun,” kata Baga. Santi mengangguk. Dia yakin Baga bisa melindunginya dengan sangat baik. Namun, belum sempat mereka melangkah lebih jauh ponsel Santi bergetar. Nomor tak dikenal masuk lagi. Meski ada sedikit terkejut, tapi Santi menatap layar beberapa detik kemudian mengangkat. “Halo?” tidak ada jawaban dari ujung telepon. Kemudian suara itu muncul, “Aku suka pilihanmu tadi.” Tubuh Santi langsung menegang. Dia tahu suara itu. Dia sudah menghapal nya. Arka, dia benar-benar seperti hantu ge

  • Pesona Perawat Papa   Kata Manis

    Seperti suasana berubah menjadi tegang. Arka seolah tidak bisa menerima keputusan Santi. Tiba-tiba saja anak buah Arka muncul dari bayangan. Perubahan yang terbilang drastis. Tatapannya kembali menggelap dan dingin.Tentu saja Baga langsung sigap. Bimo juga bersiap. Namun, Arka mengangkat tangan.“Tidak sekarang,” katanya dingin. Semua menuruti ucapan Arka. Berhenti. Dia menatap Santi sekali lagi. Lebih lama.Lebih dalam. Tatapan yang tidak bisa dijelaskan. Siapapun yang menatap pasti tahu kalau itu seperti ancaman yang tidak bisa diungkapkan.“Kalau kamu bukan milikku,” suaranya pelan, tapi benar-benar mengerikan, “maka tidak akan ada yang bisa memiliki kamu.” Santi tidak mundur. Tidak takut.Dia sudah bulat dengan keputusannya. Meski kali ini mungkin saja dia tidak akan selamat Santi sudah bersiap dan pasrah.“Aku bukan milik siapapun,” ketegangan semakin kuat. Suasana kembali hening. Beberapa detik terasa sangat panjang. Kemudian Arka tersenyum lagi, tapi kali ini bukan hangat.

  • Pesona Perawat Papa   Cinta dan Tanggung Jawab

    Ingin rasanya detik itu juga Santi melarikan diri, namun lagi-lagi dia harus dibuka dengan keadaan yang membuatmu tidak berdaya. Tidak berdaya bukan karena dia tidak bisa melakukan apapun, semua yang terjadi seperti sesuatu yang sudah terencana tapi dia sendiri tidak bisa menebak Apa yang akan terjadi di depannya. Ada bagian yang hilang dari ingatan Santi, dan saat ini ingatan itu sedang menuntut apa yang seharusnya.“Aku ingat,” ucap Santi lirih. Senyum Arka melebar sedikit.“Aku tahu.” Santi menatapnya dalam.“Semua ini, kamu yang atur?” Arka berjalan mendekat. Perlahan. Tanpa rasa takut.“Sebagian,” jawabnya santai. Ada rasa dalam diri Santi yang tidak bisa digambarkan. Jawaban ringan itu membuat hatinya bergetar. Bukan getaran cinta, itu adalah bentuk dari suatu pertanggungjawaban yang terlupakan.“Kenapa?” suara Santi mulai bergetar, “kenapa harus sejauh ini?” Arka berhenti tepat beberapa langkah di depannya.Tatapan itu seolah menusuk ke jantung Santi. Tidak dapat menghindar

  • Pesona Perawat Papa   Halo rumahku

    Arka duduk dalam ruangan gelap. Di tangannya, dia memegangi foto yang sama. Foto lama. Santi dan dirinya. Jarinya menyentuh wajah Santi di foto itu dengan lembut.“Santi …” gumamnya pelan. Terdengar masih memiliki perasaan namun, matanya tidak lagi hanya dingin. Ada luka di sana.Luka yang dalam.“Kamu bahkan lupa kalau kamu pernah mencintaiku.” Senyumnya muncul. Tapi, kali ini penuh kepahitan.“Aku sudah mati untuk dunia, tapi tidak untukmu.” Matanya perlahan berubah tajam, “apapun caranya aku akan buat kamu mengingat semuanya.” Dia berdiri perlahan. Aura membunuh kembali terasa.“Tapi, sebelum itu,” suaranya merendah, “Aku akan hancurkan semua yang mengambil tempatku.” tangannya terkepal dengan erat. Seolah ingin meremukkan semua hingga menjadi debu.Santi terduduk lemas. Air matanya terus jatuh. Semua mulai masuk akal. Obsesi.Cara Arka berbicara. Kenapa targetnya selalu dia.“Aku, alasan semua ini.” Bimo ter

  • Pesona Perawat Papa   Cinta Berubah Benci

    Tidak ada yang tahu semuanya terjadi begitu saja. Santi dan hidupnya, dia juga tidak bisa memilih. Dalam kondisi saat ini dia benar-benar hanya ingin bebas dari rasa tertekan dan ketakutan.Langit malam terasa lebih sunyi dari biasanya. Santi masih berdiri di balkon. Angin yang berhembus tidak lagi terasa dingin justru membuat dadanya sesak. Perasaan itu datang tiba-tiba. Aneh. Menekan. Seolah benar-benar ada sesuatu yang mencoba keluar dari dalam ingatannya.Di belakangnya, Baga berdiri memperhatikan. Tatapannya tajam, tapi juga penuh kehati-hatian.“Ada yang mengganggu pikiranmu?” tanyanya pelan. Santi tidak langsung menjawab.“Aku merasa pernah mendengar nama itu sebelumnya,” bisiknya akhirnya.Baga langsung menegang, “Arka?” Santi mengangguk pelan, “Bukan cuma sekadar dengar, tapi sepertinya aku pernah mengenalnya.” ujar Santi.“Tapi, aku benar-benar nggak mengingat apapun. Aku nggak tahu dia dan tidak ada bayangan samar sebagai petunjuk,” kembali Santi menambahkan.Kalimat itu m

  • Pesona Perawat Papa   Negosiasi Harus Sukses

    “Kamu pasti haus juga kan?” Santi mengangguk pelan.Baga menarik kereta dorong makan dan mengambil minuman, “Ini coklat hangat dan ada jus jeruk hangat. Kamu mau dua-duanya?” Bukan pilihan yang dikatakan Baga, tapi keduanya.Lagi-lagi Santi menurut, Baga menarik kursi agar mereka bisa saling berhad

  • Pesona Perawat Papa   Bukan Laki-laki Mesum

    “Kenapa terus melihatku? Kamu sudah mulai tertarik padaku?” Santi menelan ludahnya saat mendengar Baga berbicara.Lelaki itu benar-benar seperti kehilangan pikiran. Santi bahkan benar-benar tidak habis pikir kenapa dia bisa bertemu dengan laki-laki itu.“Kamu yakin bisa menggendongnya?” nada bicara

  • Pesona Perawat Papa   Ungkap Isi Hati

    “Dasar cecunguk bodoh dan nggak tahu diri. Itu namanya dia sedang memberikan kamu kesempatan. Eh, malah kamu tolak!” sergap pak Abdi sedikit emosi saat mendengar ucapan anak yang selalu dianggap mencari masalah.“Udahlah Pa, Santi juga nggak masalah. Dia nggak keberatan. Papa masih mau protes?!” Bi

  • Pesona Perawat Papa   Masih Butuh Perhatian

    Tidak peduli dimanapun, Lana selalu menjadi teman, adik yang paling baik untuk Santi. Dia akan selalu membelanya. Namun, ada sedikit rasa ragu dalam hati Santi.“Mana kak Bimo, mana orangnya, ma. Kalau aku ada disitu aku yang jambak rambutnya!” Lana masih bersemangat dari ujung pengeras suara telep

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status