Share

Lana Mules

last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-12 17:13:45

Lana dengan perut besar bolak-balik di depan pintu. Dia benar-benar menunggu pulang suami dan juga kakaknya. Pak Abdi dan Rossa tidak jauh darinya. Mereka harus tetap memantau karena usia kehamilan Lana sudah memasuki minggu-minggu akan melahirkan.

Saat melihat mobil kakaknya masuk wajahnya sedikit tegang, dia benar-benar berharap Kalau kakaknya bisa membawa istrinya pulang.

“Pa, Kak Bimo pulang!” suara gelisah menandakan kegelisahan hati Lana. Dia memang hanya berharap Santi pulang dibanding
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pesona Perawat Papa   Tidak Akan Goyah

    Langkah kaki petugas semakin menjauh.Suara borgol yang beradu perlahan menghilang bersama sosok Arka yang dibawa keluar dari gudang itu.Meski masih terselip kalimat terakhir yang mengerikan dari Arka, Santi tetap harus bangkit. Meski masa lalunya yang terbongkar membuat hatinya tidak karuan.Santi masih berdiri di tempatnya, memeluk Keenan dan Kinara erat. Tapi, tatapannya kosong. Napasnya tidak beraturan.“Sayang … kamu nggak apa-apa ?” suara Bimo pelan, mencoba menyentuh bahunya.Bimo harus menyakinkan diri kalau dia akan tetap ada bagaimanapun kondisinya. Tidak akan mundur karena dia benar-benar ingin semua kembali seperti semula. Pernikahannya tidak berantakan dan dia bisa membawa pulang Santi juga anak-anak ke keluarga besar Abdinegara.“Jangan,” bisik Santi. Bukan menolak. Tapi, dia seperti tenggelam dengan kenyataan beberapa saat lalu, “jangan ganggu aku dulu, bisakah kamu biarkan aku sendiri dulu!” Matanya perlahan terpejam.

  • Pesona Perawat Papa   Luka Lama

    Santi menatapnya dingin, dia benar-benar tidak menyangka sudah seperti ini pun Arka sepertinya tidak sadar. Padahal jika ditelaah, Arka sudah kalah. Baga berdiri tepat di depannya untuk pertama kalinya Arka benar-benar terpojok. Santi memeluk kedua anaknya erat. Bimo berdiri di sampingnya. Di tengah reruntuhan gudang tua itu semua akhirnya berubah. Tapi, satu hal jelas ini belum benar-benar selesai. Sirine semakin dekat. Merobek keheningan yang sejak tadi dipenuhi suara napas berat, tangisan bayi, dan dentuman sisa pertarungan. Arka tidak lagi melawan saat beberapa pria berseragam masuk dan langsung memborgol kedua tangannya. Anehnya, dia tetap tersenyum. Bukan senyum terpaksa ataupun putus asa, tapi senyum kepuasan. Santi yang masih memeluk Keenan dan Kinara merasakan sesuatu yang tidak beres. Hatinya yang sejak tadi kacau, kini justru terasa dingin. “Kenapa kamu senyum?” suaranya lirih. Arka

  • Pesona Perawat Papa   Game Over

    Arka terdiam sesaat. Bukan karena ragu melainkan karena dia menikmati momen itu. Tatapannya turun, menelusuri wajah Santi yang basah oleh air mata, lalu beralih pada dua bayi mungil yang tak mengerti apa-apa di dalam kereta dorong.“Selalu seperti ini …,” gumamnya pelan. “Kamu memang selalu memilih jadi martir.”Santi menggeleng cepat. “Ini bukan soal aku jad soki pahlawan atau apa pun. Ini soal menghentikan semua ini sekarang. Aku nggak mau siapapun terluka, apalagi ini karena diriku.” Arka terkekeh pelan, suara tawanya bergema di dalam gudang yang gelap. “Menghentikan?” Arka mendekat satu langkah, “kamu pikir ini bisa berhenti begitu saja?” suara Arka sedikit bergetar. Entah Santi merasa dia salah menilai atau itu juga perasaan luka yang Arka lukiskan dengan cara membabi buta seperti ini.Di layar, Bimo terpukul mundur. Tubuhnya nyaris jatuh, napasnya sudah tidak beraturan. Di sisi lain, Baga masih berdiri, tapi gerakannya mulai melambat. Jumlah lawan terlalu banyak.“Waktumu ham

  • Pesona Perawat Papa   Kisah Menakutkan

    Kali ini Santi tidak banyak berkomentar. Dia seperti pasrah saat mendengar ucapan dari Bimo. Semua yang dikatakannya memang benar, Baga belum pernah menikah ataupun memiliki anak.Santi merasakan dadanya sesak lagi memikirkan dua nyawa yang sedang terancam. Arka benar-benar kejam. Dia bahkan melakukan segala cara hanya untuk membawa Santi kembali ke sisinya. “Tolong jangan ribut lagi …,” suara Santi bergetar, tangannya juga gemetaran, “aku mohon … aku hanya ingin bertemu dengan anak-anakku,” Santi menatap keduanya.Kejadian ini sudah direncanakan dan Santi benar-benar tidak mengira pikirannya beberapa detik lalu sekarang malah menjadi bumerang yang menyerangnya balik. “Aku akan pergi menemuinya!” Santi sudah ingin meninggalkan mereka.“Tidak,” kata Baga tegas. Dia melarangnya karena merasa ini adalah jebakan yang disiapkan oleh Arka.“Nggak, aku harus segera menemuinya. Dia mau bertemu denganku dan anak-anakku, aku nggak mungkin tega membiarkan anak-anakku terancam,” hatinya semakin

  • Pesona Perawat Papa   Serangan Kata

    “Apa kalian akan terus ribut seperti ini?” Santi menatap mereka satu persatu. Tatapan yang juga penuh dengan kegelisahan.Dia juga tidak bisa mengingkari kalau masih ada perasaan takut dan campur aduk yang tidak bisa dijelaskan.“Apa aku benar-benar bisa mengakhiri semua?” batin Santi sedikit ragu apalagi dia habis merasakan serangan dadakan Arka yang mungkin saja akan menghilangkan nyawanya.“Kami bukan ribut sayang, ini hanya masukan kecil dari kami,” Bimo bukan sedang mencari pembelaan, dia hanya tidak ingin suasana kembali tegang setelah serangan baku senjata barusan. Dia yakin istrinya masih sangat syok.Tekad Bimo mengejar kembali cinta Santi sudah semakin bulat. Dia akan melakukan segala cara untuk memenangkan hati istrinya kembali. Bimo bertekad berkumpul kembali membina hubungannya yang sudah retak.Santi menghela napasnya sejenak, dia memang tidak pernah menyangka Arka akan melakukan penyerangan seperti tadi. Dunia Santi terasa seperti berada dalam sebuah acara realita tele

  • Pesona Perawat Papa   Hantu Gentayangan

    Mobil berhenti di sebuah rumah yang lebih tertutup dari sebelumnya. Rumah aman milik Baga. Begitu masuk, suasana langsung terasa berbeda. Lebih ketat. Lebih dijaga. Santi mengamati sekitar, dia benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan perlakuan seprotektif itu. Baga memang benar-benar memperlakukan seperti barang yang sangat berharga. Bimo hanya bisa mendengus, “Apa-apaan ini? Dia sedang pamer?” hatinya tidak bisa mengumpat hal seperti itu. “Mulai malam ini, kamu nggak akan sendirian ke mana pun,” kata Baga. Santi mengangguk. Dia yakin Baga bisa melindunginya dengan sangat baik. Namun, belum sempat mereka melangkah lebih jauh ponsel Santi bergetar. Nomor tak dikenal masuk lagi. Meski ada sedikit terkejut, tapi Santi menatap layar beberapa detik kemudian mengangkat. “Halo?” tidak ada jawaban dari ujung telepon. Kemudian suara itu muncul, “Aku suka pilihanmu tadi.” Tubuh Santi langsung menegang. Dia tahu suara itu. Dia sudah menghapal nya. Arka, dia benar-benar seperti hantu ge

  • Pesona Perawat Papa   Memberikanmu

    Bimo baru saja mengarahkan tangannya ingin mengetuk pintu. Tangannya pegal karena Santi bukan hanya mengabaikan telpon, bel rumah bahkan ketukan pintu darinya juga Santi ga peduli. Riki membukanya. Saat pintu terbuka terasa sekali suasana begitu tegang. Seperti tegangan arus volt listrik. Mata Bim

  • Pesona Perawat Papa   Kelinci Penggoda 2

    "Aku dua rius sayang. Aku mau jujur sama kamu karena aku emang beneran nyaman dan sayang banget sama kamu, San. Aku mau kamu tau dari aku bukan orang lain. Aku mau kita sama sama nerima kekurangan kita." Riki menghentikan ucapan, ada ragu, tapi dia benar-benar ingin Santi tahu segala sesuatu yang b

  • Pesona Perawat Papa   Kelinci Penggoda 1

    “Ahh uummpp sshh ahh ummpp iyaa San teruss yeess San uummpp lebih dalam enakk bangeett ahh sshhh!” rancu Riki makin menjadi saat Santi menjilati ujung pangkal lele jumbo milik Riki dengan lidahnya. Gerakan memutar dari lidah Santi membuat Riki makin menggila.“Ahh yeess ummpp ahhh shhh tekan yang d

  • Pesona Perawat Papa   Masukin aja 2

    Lalu Doni menyingkap dua daging dalam selangkangan milik Lana. Mencari lebih dalam untuk daging yang lebih kecil. Doni yakin Lana masih perawan. Betapa beruntunglah Doni akan mendapatkan keperawanan majikannya. Doni sambil membuka celana yang dia pakai. Dan Lana terkejut karena Doni ga pake sempak

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status