Home / Romansa / Pesona Perawat Papa / Pura-pura Bodoh

Share

Pura-pura Bodoh

last update Last Updated: 2026-01-14 23:23:45

“Aga!” desis Santi. Dia merasa seluruh tubuhnya ikut meremang.

Akibat lama tidak disentuh, bukan karena Bimo tidak ingin menyentuhnya. Semua karena masa kehamilan dan kemarin Santi merasakan baby blues yang mengakibatkan hubungannya sedikit renggang.

Santi tidak menyangka akan menjalani seperti ini. Baik suaminya yang sudah berkhianat lebih dulu juga dirinya sekarang yang sedang dijebak oleh Baga.

“Anak-anakku harus lancar dengan asi ibunya,” bisik Baga sambil perlahan-lahan memijat.

“Kamu ini, kenapa bisa paham hal seperti ini? Jangan-jangan kamu sedang menipuku. Kamu pasti punya banyak simpanan wanita,” cetus Santi tanpa sadar dengan wajah merengut.

“Jangan asal bicara, aku menyentuh wanita ini hanya baru kamu. Karena kamu sudah menjadi penyelamat bagiku. Aku tidak pernah tertarik pada wanita manapun,” ujar Baga, tidak tahu apakah ucapan benar-benar atau hanya sekedar modus saat menginginkan sesuatu.

“Ah pelan sedikit!” ringis Santi tanpa sadar. Mungkin karena gemas sambil berbicara
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pesona Perawat Papa    Grogi

    “Aku harus membuktikannya. Kamu harus tahu, kalau kamu adalah satu-satunya wanitaku. Ini pertama kalinya aku berhubungan denganmu,” ujar Baga.Napasnya menderu lebih cepat dan ada rasa tegang saat ingin melakukannya. Dia agak grogi saat akan memasukkan miliknya pada milik “A–Aga!” Napas Santi ikut tertahan, namun tidak se grogi Baga. Dia Hanya penasaran dan menantikan apakah perasaan itu akan sama seperti yang dia rasakan saat bersama suaminya ataukah ada sensasi lainnya. Dia tidak lagi memikirkan suaminya yang sudah menjadi penghianat. Dia sekarang sudah melepaskan diri sepenuhnya dan menyerah terhadap cinta Bimo.“Aku akan melakukannya sedikit pelan, katakan jika memang kamu merasa tidak nyaman saat milikku berada di sana,“ Baga sedang mencoba melakukan gerakan pertama saat dia memasuki milik Santi. “Eum hah!” Santi membekap mulutnya secara perlahan dan dia sedang merasakan sensasi milik Baga yang benar-benar berbeda. Lebih besar dan panjang hingga benar-benar sesak di dalam mil

  • Pesona Perawat Papa    Yang Pertama

    Padahal kalau saat ini adalah Bimo, Santi tidak mungkin memintanya berhenti.“Katakan padaku, kalau memang aku membuatmu tidak nyaman!” Baga masih mengulangi ucapannya. Itu benar-benar membuat Santi serba salah.Dia tidak mungkin bilang kalau dia merasakan hal lain dan ingin melakukan lebih dari itu. Laki-laki di hadapannya bukanlah Bimo.Kalaupun dia memaksa, Santi yakin atau mungkin saja Baga akan menyetujuinya.“Jangan bertanya lagi. Kamu ini benar-benar bodoh ya!” Santi menjawab dengan sewot. Dia bingung bagaimana harus bersikap dengan laki-laki super gila. Ditolak atau diberikan kesempatan laki-laki itu akan tetap mendekatinya.“Tapi, kalau memang tidak ada apa-apa kenapa harus berhenti? Aku masih ingin sayang. Bisakah aku isap lagi?” benar-benar sekarang Baga terus terang meminta.“Aku tidak akan menyakitimu. Sungguh sayang. Kalau aku melukai, kau bisa langsung menjambak rambutku!” Sekali lagi Santi mendapatkan tawaran gila. Dia benar-benar akan ikut gila jika dihadapkan denga

  • Pesona Perawat Papa    Pura-pura Bodoh

    “Aga!” desis Santi. Dia merasa seluruh tubuhnya ikut meremang.Akibat lama tidak disentuh, bukan karena Bimo tidak ingin menyentuhnya. Semua karena masa kehamilan dan kemarin Santi merasakan baby blues yang mengakibatkan hubungannya sedikit renggang.Santi tidak menyangka akan menjalani seperti ini. Baik suaminya yang sudah berkhianat lebih dulu juga dirinya sekarang yang sedang dijebak oleh Baga.“Anak-anakku harus lancar dengan asi ibunya,” bisik Baga sambil perlahan-lahan memijat.“Kamu ini, kenapa bisa paham hal seperti ini? Jangan-jangan kamu sedang menipuku. Kamu pasti punya banyak simpanan wanita,” cetus Santi tanpa sadar dengan wajah merengut.“Jangan asal bicara, aku menyentuh wanita ini hanya baru kamu. Karena kamu sudah menjadi penyelamat bagiku. Aku tidak pernah tertarik pada wanita manapun,” ujar Baga, tidak tahu apakah ucapan benar-benar atau hanya sekedar modus saat menginginkan sesuatu.“Ah pelan sedikit!” ringis Santi tanpa sadar. Mungkin karena gemas sambil berbicara

  • Pesona Perawat Papa    Laki-laki Selain Suaminya

    “Rupanya aku terlalu ceroboh. Aku seharusnya tidak membiarkan dia tahu dulu, tapi kalau terus seperti itu, dia berarti akan lebih terluka. Bagaimanapun dia sudah menolongku. Kalau bukan dia yang menolongku saat itu, lukaku pasti lebih parah.”Pemikiran Baga sedang melayang. Ingin bersimpati, namun dibandingkan itu dia lebih terluka melihat Santi menangis. “Tuan!” suara seorang pelayan membuat Baga menoleh, dia melihat membawa permintaan yang Santi inginkan.“Berikan dan pergilah!” ujar Baga menerima gelas berisi jus buah dengan tambahan es batu.“Cobalah jusnya apa ini sudah sesuai selera?” Tangisan Santi berhenti dan dia menoleh pada minuman yang dipegang Baga.Menerima dengan patuh apa yang diberikan Baga.“Apa cukup sesuai dengan yang kamu mau?” saat sudah diteguk dan Santi mengangguk pelan, “aku lapar!” tambah Santi.“Kamu ingin makan apa?” “Apa saja yang penting cepat. Mie rebus dan telur aku juga nggak apa-apa. Aku nggak memilih makanan,” jawab Santi jelas namun terdengar berg

  • Pesona Perawat Papa    Keluarkan Semua

    “Tapi, Pak!”“Cepatlah! Aku masih ingin yang lainnya. Kau ikut denganku sekarang!” Bimo yang menjadi gila setelah mencicipi Danira.Danira menghela napas saat tangannya tiba-tiba dibawa pergi oleh Bimo menuju parkiran mobilnya.Saat pintu mobilnya ditutup dan Danira duduk Bimo langsung berhadapan dengannya, “Cepat buka lagi dan naiklah kesini!” Bimo benar-benar tidak tahu malu dan dia sudah benar-benar melakukan pengkhianatan pada Santi.“Kamu gila? Bukannya kita baru saja melakukannya?” Danira protes, tapi tangan Bimo malah menarik tengkuknya hingga Nira tak kuasa oleh ciuman panas yang dilakukan Bimo.“Ini benar-benar gila, tapi aku harus akui, aku juga menyukainya ini. Apa hanya dengannya saja aku merasa begini,” kini batin Danira semakin bergejolak. Melawan, tentu saja Nira tidak melawan. Dia menikmati setiap sentuhannya.Bahkan saat kedua asetnya disentuh, Danira hanya mengeluarkan suara-suara ambigu saja. Dia sungguh-sungguh menikmati setiap apa yang dilakukan Bimo.“Ayo cepatla

  • Pesona Perawat Papa    Sudah Pulang Belum

    Bimo sudah mempersiapkan diri, dia berdiri perlahan dan menunjukan sesuatu yang dibukanya. Biasanya itu hanya bereaksi dengan istrinya Santi, sekarang si lele itu menjadi penghianat. Dia malah menunjukan kebesarannya dihadapan Danira.“Apa kamu yakin ingin melakukannya?” ujar Bimo, sebenarnya dia juga menginginkan, namun sikap egoisnya seakan menekan agar Danira yang mengakuinya lebih dulu.Sudah pasti tidak akan mundur lagi, Nira sudah sangat kepanasan. Darahnya hampir mendidih. Dia hanya bisa mengangguk pelan sambil menahannya hasratnya yang semakin menggila, “Ah!” napasnya kembali tertahan.Saat dia mengangguk pelan, Bimo tidak ada kata—kata langsung menerobos tanpa ampun. Nira menjerit dan tangisnya sedikit keluar. Dia membekap mulutnya sendiri.Sakit. Pertama kali dia menyerahkan hanya karena wawancara kerja apakah itu sepadan? Itulah hal tergila yang dilakukan Nira. Dia seolah kehilangan jati dirinya saat dihadapkan dengan Bimo.Laki—laki yang memang dulu yang menggila juga men

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status