Beranda / Romansa / Pesona Presdir Posesif / Bukan Konyol, Melainkan Pengertian

Share

Bukan Konyol, Melainkan Pengertian

last update Terakhir Diperbarui: 2025-01-20 23:37:10

Pemandangan indah hari ini bagi Claudia adalah saat kelopak matanya terbuka, hal yang pertama kali dia temukan adalah sosok Ryuga yang tengah berbaring di sebelahnya. Meskipun pandangannya belum begitu jelas karena baru saja terbangun, tapi tetap tidak mengurangi kadar ketampanan suaminya.

Claudia mengerjapkan mata. ‘Aaaaaaaa suami?’ batinnya sambil menarik kedua sudut bibir cherry-nya untuk tersenyum. Menyadari Ryuga sudah menjadi suaminya saja membuat Claudia salah tingkah. Dan saat dia berusaha menyembunyikan wajah, tak sengaja pandangan Claudia jatuh bahkan wajahnya mengenai dada Ryuga. Sesaat, Claudia mematung usai menabraknya.

Jantung Claudia mulai berdebar tidak karuan. Tiba-tiba saja muncul keinginan untuk menyentuhnya. Rasa-rasanya semalam Claudia juga sudah menyentuhnya, hanya saja masih sedikit malu-malu. Lantas Claudia menggigit bibir bawah bagian dalamnya.

‘Ya ampun, Claudia! Mikir apa, sih, kamu ini!’ rutuknya sambil meringis pelan. Tidak ingin larut oleh pemikiran aneh
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (11)
goodnovel comment avatar
andraeni chanel
wkwkwkwkwk ngakakkkk jugaaaaa ... pengatin baruuuu
goodnovel comment avatar
Nor Harliza
Semagat iya.. .........
goodnovel comment avatar
Sumarni
thor lnjut
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pesona Presdir Posesif   Life Update Aruna

    Seperti kakaknya Garvi yang membatalkan kencan, Aruna juga membatalkan kunjungan untuk menjenguk Sandra pada saat malam kepulangannya waktu itu. Ternyata tak mudah baginya untuk menemui baik Sandra maupun Pras setelah melihat panggilan video yang mencabik hatinya.Kala itu Ryuga menyetujui keputusan pembatalan Aruna. Terang-terangan Ryuga malah mengatakan, “Kalau mau bertemu Pras, silakan. Tapi, kalau Sandra … jangan coba-coba pergi menemuinya tanpa izin dari Daddy.”Demikian, Aruna perlu mencocokkan waktu agar Ryuga bisa menemaninya pergi menemui Sandra. Pun, dia sendiri membutuhkan keberanian untuk bisa menemui mereka.Bohong kalau semenjak saat itu Aruna bersikap baik-baik saja. Dia cukup kesulitan karena harus menahan diri untuk tak menceritakan perbuatan Pras dan Karina pada siapapun dan memilih menyimpannya sendirian.Beruntungnya, Aruna cukup ahli dalam hal menyembunyikan sesuatu. Jika tengah bersama keluarganya, dia akan memasang senyum sepanjang hari. Namun, setelah di kamar,

  • Pesona Presdir Posesif   Bonus Bab Diana x Garvi x Riel

    Rapat akhir tahunan Daksa Company usai beberapa saat lalu. Lobi lantai utama menjadi titik temu singkat para eksekutif yang meninggalkan gedung dengan berbagai macam ekspresi. Diana turun dari lift selangkah di belakang Sang Presdir, memastikan sang atasan tengah bersama kolega bisnis yang lain sebelum akhirnya dia mundur satu langkah. Dia menyalakan layar ponselnya dan kembali membaca pesan yang diterimanya. [Aku menunggu di lobi.] Pesan singkat itu membuat Diana menggigit bibir bawahnya. Dalam hatinya dia menggerutu. Untuk apa menunggunya segala? Sepertinya Diana sudah memperingatkan sejak awal bahwa dia tidak menyukai hubungan romansa di kantor, akan tetapi pria yang sedang menjalankan simulasi kencan dengannya ini seperti mengabaikan peringatannya. Begitu menyelinap dan memasuki lobi, pandangannya langsung menyapu kerumunan orang-orang yang berlalu-lalang. Dia menggumam pelan, “Di mana Garvi?” Pria itu hadir sebagai perwakilan dari Adiwilaga Group. Dan mereka juga bertemu di

  • Pesona Presdir Posesif   Bonus Bab Diana Garvi Part 2

    “Putar balik, aku bilang!” Diana mengulang perintahnya. Kali ini nada suaranya agak sedikit naik. Kakinya bergerak gelisah, menghentak-hentak lantai mobil. “Argarvi, please …,” panggilnya lirih. Suaranya terdengar nyaris putus asa. Garvi mencondongkan tubuh. Tangannya terjulur ke arah sabuk pengaman Diana, hendak melepasnya. Tapi, refleks, Diana menahan pergelangan tangan pria itu. Lantas pandangan mereka terkunci. “Hanya sarapan,” ucap Garvi pelan. “Apa yang salah?” tanyanya seraya mengerutkan dahi. Perlahan, Garvi menarik tangannya untuk digenggam. Seolah tengah meyakinkan, dia mengangkat tangan Diana ke arah bibirnya untuk dikecup singkat. Diana membuka mulut, tapi tidak tahu harus mengatakan apa. Yang berhasil dia lakukan adalah menarik tangannya dari Garvi. Kenapa pria itu sekarang jauh lebih berani bertindak setelah Diana menyetujui untuk berkencan? “Bukankah kamu tahu sedikit banyak tentang orang tuaku?” Ditodong pertanyaan seperti itu, Diana menggigit bibir bawahnya. Lag

  • Pesona Presdir Posesif   Bonus Bab Diana Garvi Part 1

    Kencan pertama Diana dan Garvi dimulai.Pria yang dua tahun lebih muda darinya itu mengabari sejak semalam kalau dia akan menjemput Diana pagi-pagi sekali. Padahal ini masih hari kerja dan jam belum menunjukkan pukul enam pagi, tapi Garvi sudah berhasil menyeretnya masuk ke dalam mobil.“Sarapan apa dan di mana?” tanya Diana sambil memasukkan anting terakhir ke daun telinganya. Suaranya masih terdengar mengantuk saat sudah duduk di mobil pria itu. Jam masuk kerjanya pukul delapan pagi. Biasanya, Diana baru akan bangun pukul enam dan bersiap. Tapi, sekarang sepagi ini dia punya agenda kencan.“Kamu tetap tidak mau memberitahu tempat tujuannya?”Diana menatap Garvi penuh selidik. Batinnya menaruh rasa curiga, ‘Dia tidak berniat menculikku ‘kan?’“Kalau aku beritahu sekarang, kamu pasti tidak setuju dan menolak pergi.” Pria itu melirik Diana sekilas dan tersenyum penuh arti.Jelas hal itu mengundang kecurigaan. Diana langsung menembak saja, “Hotel, ya?”Mendengarnya, Garvi setengah tert

  • Pesona Presdir Posesif   Bonus Bab Aland Anjani

    Satu minggu setelah kepindahannya ke apartemen studio, Anjani lebih banyak menghabiskan waktu di sana. Dia sedang mempersiapkan langkah awal untuk membangun bisnisnya yang sudah diimpikan sejak lama. Ya, alih-alih bergabung di perusahaan, Anjani Ruby ingin membuka usaha studio kreatif. Setelah perceraian orang tuanya dan kini memilih hidup sendiri, Anjani tentu harus mempertanggung jawabkan itu. Dia hanya boleh merepotkan dirinya sendiri, tidak dengan orang lain. “Lebih baik dicoba daripada aku menyesal tidak pernah mencobanya sama sekali,” pikir Anjani. Dia pun sempat terpikirkan, “Selagi aku masih sendiri.” Jadi … kenapa tidak? Maksudnya, Anjani belum menikah. Dia masih sangat muda untuk melakukan banyak hal. Dan berbisnis adalah salah satu yang ingin dia lakukan dengan hobi dan minatnya. Untungnya, dia memiliki seseorang yang mendukungnya. Tiba-tiba gadis itu melirikkan mata ke arah jam dinding. Sudah jam sebelas lewat, itu artinya– KLIK Dari arah pintu, seseorang masuk ke da

  • Pesona Presdir Posesif   T___T

    Sesaat Aruna terdiam. Dia mengerutkan bibirnya dan menganggukkan kepala. “Keberatan!”Protesannya mengundang kedua alis Ryuga menukik tajam, “Kalau keberatan, kenapa meminta izin segala, Aruna?”Karena sudah dipastikan dia tidak akan mengizinkan. Baginya, cukup perasaannya yang terluka akibat ucapan kurang ajar Sandra.Gadis itu lalu meringis pelan dan meraih tangan Ryuga dalam waktu bersamaan. Mata besarnya menatap lurus ke arah Daddy-nya itu.“Sekarang, giliran Daddy yang mendengarkan Aruna, ya,” pintanya dengan nada suaranya yang lembut.Sudut bibir Ryuga terangkat, membentuk senyuman kecil melihat tingkah Aruna saat ini. Dia mengedikkan dagu. “Apa yang harus Daddy dengarkan darimu?”“Begini, Aruna juga tahu secara tidak langsung kalau Tante Sandra tidak menyukai Pras memiliki hubungan dengan Aruna.” Dia meneguk ludahnya dalam lantas mencoba tersenyum walau hatinya menangis.Siapa yang tidak bersedih berada dalam posisi tersebut?Lebih sedihnya, Aruna seolah tak diberikan kesempata

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status