Share

Di Tolak

Bab107

Karin melangkah pelan, dia menuju pintu utama.

"Kak Karin," seru Aisya, yang baru keluar dari dapur.

Karin berbalik badan, dan menoleh ke arah Aisya dengan terheran.

"Kamu ada disini?" tanya Karin, sambil mengucek matanya berkali-kali.

"Aish ...."

"Hhmm, ada apa?" Aisya tahu, bahwa Karin penasaran, dengan rumah yang kini dia tempati untuk tidur.

"Ini rumah teman Aish, kita kemalaman dijalan, kasihan Bang Hanung, sepertinya sangat lelah. Sedangkan perjalanan menuju kampung Abah, masih sangat jauh. Jadi, Aisya meminta izin teman umtuk menginap."

Karin mengangguk. "Ayo tidur lagi," pinta Aish pada Karin.

Karin pun percaya begitu saja, dan mau menuruti ucapan Aisya.

Untung saja Aisya cepat tanggap, jika tidak, mungkin malam ini, mereka tidak jadi tidur lagi.

Sebab jika Karin tahu, bahwa dia ada di kampungnya. Maka, dia akan terus mengomel hingga pagi, dan membuat kegaduhan.

______

Usai salat subu
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status