Share

Petaka Rumah Bekas Pesugihan
Petaka Rumah Bekas Pesugihan
Author: Adriana fii

Pindah Rumah

Author: Adriana fii
last update Petsa ng paglalathala: 2023-07-27 20:13:03

"Mah kita beneran mau pindah sekarang?" tanyaku sambil memasukkan baju satu per satu ke dalam koper.

Sebenarnya, bukan aku tak ingin pindah rumah. Tapi, aku tipe orang yang cukup kesulitan untuk beradaptasi di lingkungan yang baru.

"Iya. Kita harus pindah untuk sementara waktu. Rumah kita akan bongkar total," ucap Mamah sembari membantu melipat baju yang tergantung di dalam lemari.

Tak butuh waktu lama, semua sudah masuk ke dalam koper. Tapi, entah kenapa hatiku gelisah.

Aku melihat sudut demi sudut kamar yang selalu membuatku nyaman. Dengan langkah pelan, aku meninggalkan tempat ternyamanku itu.

"Semoga ini hanya sebatas kekhawatiranku saja."

Cekrek!

"Kakak lama banget sih siap-siapnya? Aku udah nggak sabar nih buat pindah rumah!" Qinar---adikku yang paling bungsu-- berteriak tak sabar.

Sebagai anak yang cukup aktif, ia memang sangat bersemangat karena teman sekolahnya ternyata tinggal berdekatan dengan rumah yang akan kami tinggali. 

Aku hanya bisa mengangguk sembari memperhatikan Mamah, Papah, dan Qinar. Namun, baru kusadari bahwa aku tak menemukan adik yang lain--Syakila.

Tunggu, di mana dia?

"Syakila nggak ikut, Pah?" tanyaku.

"Nanti dia bakal nyusul. Dia masih ada kegiatan nyanyi di luar. Syakila juga tahu tempat kita akan tinggal," ujar Papah lembah lembut.

Aku mengangguk.

Tak lama, kami berempat menaiki mobil menuju tempat di mana kami akan tinggal.

Hanya menempuh waktu tiga puluh menit dan rumah dengan nuansa cat berwarna biru muda menyambut kami.

Rumah itu cukup megah. Halaman rumah cukup luas tapi di tumbuh banyak ilalang dan semak belukar yang mulai tinggi. Bahkan, ada pohon yang sangat besar di samping rumah.

"Baru satu minggu dibersihin udah tumbuh aja ilalangnya," ujar Papa pelan.

Aku terdiam.

"Papah yakin ini rumahnya? Kok perasaanku nggak enak ya lihat rumah ini," ucapku memberanikan diri.

Namun, papaku justru tersenyum. "Yakin banget. Papah yang bersihin rumah ini beberapa waktu lalu dibantu sama keluarga yang punya rumah ini."

"Udah yuk kita masuk ke rumah buat beresin barang-barang. Mamah juga capek dan mau istirahat," timpal mamaku kemudian.

Kami pun keluar dari mobil dan masuk ke dalam pekarangan yang luas itu.

Hanya saja, aku tiba-tiba merasakan embusan angin di tengkukku. Firasat buruk yang berusaha kutepis sejak tadi, semakin menjadi-jadi....

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Petaka Rumah Bekas Pesugihan   part 14

    keesokan harinya, Angre satang bersama Ustad Yusuf. Sama dengan apa yang dulu Ustad Somad datang pertama kali di rumah itu.Ia berdiri di depan rumah sangat lama. "Silahkan masuk Ustad Yusuf." pinta Angre ramah.Ustad Yusuf menghembuskan nafas besar. "Apa kalian serius tinggal dirumah ini?" tany Ustad Yusuf.Angre mengerutkan kenning. "Maksudnya gimaba ya Ustad? Sebaiknya Ustad masuk dulu. Pak Lukman ada didalam sama istrinya." ucap Angre.Ia merasa jika Ustad Yusuf tahu rahasia dirumah ini.Angre mengantar Ustad Yusuf untuk bertemu dengan Jihan.Yusuf mengerutkan kening melihat Jihan. 'Apa yang ada dirambutnya itu? bukankah itu seperti gumpalan rambut?' gumam Yusuf pada dirinya sendiri.Lukman yang melihat Yusuf datang langsung menjabat tangannya. "Assalamu'alaikum Pak. Apa kabar?" tanya Lukman berbasa basi."Waalaikum salam. Aku baik." jawab Yusuf.Setelah berjabat tangan, Yusuf melihat kondisi Jihan

  • Petaka Rumah Bekas Pesugihan   part 14

    keesokan harinya, Angre satang bersama Ustad Yusuf. Sama dengan apa yang dulu Ustad Somad datang pertama kali di rumah itu.Ia berdiri di depan rumah sangat lama. "Silahkan masuk Ustad Yusuf." pinta Angre ramah.Ustad Yusuf menghembuskan nafas besar. "Apa kalian serius tinggal dirumah ini?" tany Ustad Yusuf.Angre mengerutkan kenning. "Maksudnya gimaba ya Ustad? Sebaiknya Ustad masuk dulu. Pak Lukman ada didalam sama istrinya." ucap Angre.Ia merasa jika Ustad Yusuf tahu rahasia dirumah ini.Angre mengantar Ustad Yusuf untuk bertemu dengan Jihan.Yusuf mengerutkan kening melihat Jihan. 'Apa yang ada dirambutnya itu? bukankah itu seperti gumpalan rambut?' gumam Yusuf pada dirinya sendiri.Lukman yang melihat Yusuf datang langsung menjabat tangannya. "Assalamu'alaikum Pak. Apa kabar?" tanya Lukman berbasa basi."Waalaikum salam. Aku baik." jawab Yusuf.Setelah berjabat tangan, Yusuf melihat kondisi Jihan yang cukup miris. Tubuhnya tanpak kurus. Bahkan, tulang piipinya tampak sangat jela

  • Petaka Rumah Bekas Pesugihan   part 14

    keesokan harinya, Angre satang bersama Ustad Yusuf. Sama dengan apa yang dulu Ustad Somad datang pertama kali di rumah itu.Ia berdiri di depan rumah sangat lama. "Silahkan masuk Ustad Yusuf." pinta Angre ramah.Ustad Yusuf menghembuskan nafas besar. "Apa kalian serius tinggal dirumah ini?" tany Ustad Yusuf.Angre mengerutkan kenning. "Maksudnya gimaba ya Ustad? Sebaiknya Ustad masuk dulu. Pak Lukman ada didalam sama istrinya." ucap Angre.Ia merasa jika Ustad Yusuf tahu rahasia dirumah ini.Angre mengantar Ustad Yusuf untuk bertemu dengan Jihan.Yusuf mengerutkan kening melihat Jihan. 'Apa yang ada dirambutnya itu? bukankah itu seperti gumpalan rambut?' gumam Yusuf pada dirinya sendiri.Lukman yang melihat Yusuf datang langsung menjabat tangannya. "Assalamu'alaikum Pak. Apa kabar?" tanya Lukman berbasa basi."Waalaikum salam. Aku baik." jawab Yusuf.Setelah berjabat tangan, Yusuf melihat kondisi Jihan yang cukup miris. Tubuhnya tanpak kurus. Bahkan, tulang piipinya tampak sangat jela

  • Petaka Rumah Bekas Pesugihan   part 13

    Lukman sudah membawa Qinar untuk pulang kerumah kontrakan. Hari ini tubuhnya sangat lelah. Semalaman ia tak tidur hanya karena menjaga sang istri. Dan paginya sudah harus disibukkan dengan masalah yang sebenarnya ia tak mengerti.Angre yang melihat kedatangan sang kakak itupun menghampirinya. "Bagaimana Mas? Apa udah ketemu jawabannya?" tanya Angre antusias. Lukman membulatkan mata dan melirik ketiga anaknya yang berjalan bersama. Mengetahui kode itu, Angre tak meneruskan pertanyaannya. Ia tahu jika Lukman tak ingin ketiga anaknya menjadi takut. Syakila mengerutkan kening melihat kode mata yang dilakukan sang ayah kepada Angre. "Om Angre kok ada disini? Om Angre sama Papah bicara apa? Apa ada yang kalian sembunyikan?" tanya Syakila penasaran. "Enggak. Papah cuma mau ngobrol aja. Kamu temenin Qinar kekamar. papah mau ngobrol soal pekerjaan saya Om Angre. Syakila tak curiga sama sekali. Ia pergi bersam

  • Petaka Rumah Bekas Pesugihan   mulai terbuka

    Lukman sudah berada dikediaman keluarga pemiilik rumah yang ia kontrak saat ini.Ada rasa ragu yang Lukman rasakan. Ia takut akan menyinggung perasaan keluarga. Tapi, ia juga tak punya pilihan lain karena keluarganya juga mengalami masalah semenjak menempati rumah itu."Maaf Pak kalau saya berkunjung kesini pagi-pagi sekali. Saya mau menanyakan soal rumah yang say sewa." ucap Lukman to the point.Pria paruh baya yang bernama Mahmud itu mengerutkan kening. "Rumah? ada apa dengan rumah itu pak?" tanya Mahmud karena belum tahu apapun tentang teror rumah yang Lukman alami."Maaf kalau saya menyinggung tentang pemilik rumah yang kami tinggali itu. Sejak kelurga saya pindah kerumah itu, banyak hal yang nggak bisa dicerna pakai logika. Kami mengalami gangguan Pak. Bahkan, semalam istri saya juga hampir hilang. Apa ada yang bapak sembunyikan mengenai rumah itu?" tanya Lukman sopan.Mahmud menghembuskan nafas pelan. Ketakutannya seketika

  • Petaka Rumah Bekas Pesugihan   part 11

    Pov AuthorKarena kondisi sang kakak yang belum sadarkan diri, Angre memutuskan untuk menginap dirumah itu.Kejadian tentang kotak usang yang ia temui diatas plafon selalu menghantuinya. Dan tak jarang mimpi tentang kotak usang itu juga menghantuinnya.Ia menarik nafas dalam dan menghembuskannya secara perlahan. Karena saat ini tak ada cukup ruang untuk Angre tidur, ia memutuskan untuk merebahkan diri sebentar diatas sofa ruang tamu.Waktu baru menunjukkan pukul setengah empat dini hari. Sambil menunggu adzan subuh, ia memutuskan untuk memejamkan matanya krena cukuo lelah mencari kakak kandungnya yang sempat menghilang.Saat ingin memejamkan mata, Angre mendengar seseorang berbicara tepat ditelingannya. 'Kembalikan rumahku!' Tubuhnya meremang. Ia berdigik ngeri karena suara yang ia dengar itu cukuo mengerikan.Ia kembali terperanjat saat mendengar sura ketukan pintu yang ada di pintu belakang. Katena tak mempunyai keber

  • Petaka Rumah Bekas Pesugihan   Teriakan

    Aku terbangun pukul setengah dua belas. Semenjak Pindah ke sini, hampir setiap malam aku tak bisa tidur. Aku sering berjaga dan mendatkan mimpi buruk.Dari mimpi yang baru saja aku alami, ada banyak pertanyaan yang terlintas di benak ku. Siapa orang yang ada di mimpi ku? Aku tak mengenal mereka dan

  • Petaka Rumah Bekas Pesugihan   Pecah

    Bagaimana guci itu pecah padahal tidak ada yang menyentuh guci itu. "Apa yang terjadi Mah?" tanya Ningrum yang baru keluar dari kamar. Ia tampak terkejut melihat guci pecah.Berbeda dengan Tante Nurmila. Ia justru tampak datar memandangi guci yang sudah pecah tanpa sebab. Entah apa yang tante Nirm

  • Petaka Rumah Bekas Pesugihan   Kotak Usang

    "Kakak." Ternyata orang yang menepuk bahu ku adalah Syakila. "Kamu ngagetin kakak aja sih Sya." ucap ku pelan agar tak membangunkan penghuni rumah lainnya."Ayo kita tidur aja kak. Lagi pula kan nggak ada siapapun di sini! barang kali itu Papah yang naroh karung di tengah lorong." Syakila berbicara

  • Petaka Rumah Bekas Pesugihan   Suara Aneh

    Papah membuka pintu dan mulai menapaki lantai dalam rumah. Hawa pengap seketika mendominasi suasana di ruangan ini. Mungkin, karena pintu tertutup rapat dan tak ada angin yang masuk ke dalam ruangan.Terdapat lorong yang menjadi jalan masuk ke dalam ruang kamar yang saling berhadapan. Tiga di ant

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status