ホーム / Pendekar / Pewaris Pusaka Dewa Iblis / Bab 45 — Tujuan Sekte Tiansheng?

共有

Bab 45 — Tujuan Sekte Tiansheng?

作者: Gekko
last update 公開日: 2026-03-12 08:04:14

Zhang Liu terjatuh, tubuhnya membentur tanah dengan keras. Pedang Tanduk Iblis di tangannya bergetar hebat. Aura hitam pekat mulai merambat naik ke lengannya, mengubah kulitnya menjadi hitam legam.

Pedang itu hendak menusuknya sendiri, seolah memiliki kesadaran siapa pun yang memegangnya. Tapi Zhang Liu bertahan. Matanya terpejam rapat. Keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya.

Di dalam lautan batinnya, suara Hui Shen bergema dengan nada peringatan

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Pewaris Pusaka Dewa Iblis   Bab 75 — Penyamaran

    Setelah beberapa hari di perjalanan yang cukup panjang, mereka akhirnya hampir tiba di gerbang masuk menuju wilayah klan Tiansheng.Sinar matahari di sore hari mulai redup, menyisakan cahaya jingga di ufuk barat.Zhu Pei tiba-tiba menahan langkah Zhang Liu saat mereka hanya beberapa kilometer lagi sampai."Kenapa?" tanya Zhang Liu."Wajahmu terlalu mencolok. Kau harus dibuat sejelek mungkin. Semua orang di sekte Tiansheng tahu siapa kau," jelas Zhu Pei dengan raut serius.Zhu Pei kemudian mengeluarkan sebuah krim, mengoleskannya di wajah Zhang Liu. Krim itu secara ajaib mengeras di kulit Zhang Liu dan membentuk wajah baru.Zhu Pei dengan lihai mendandani Zhang Liu sedemikian rupa. Dia bahkan mengacak-acak rambut Zhang Liu dan mengoleskan sesuatu.Xiao Diyu yang berubah menjadi seekor kuda mendekat memperhatikan, penasaran. Dia hampir tertawa tapi berusaha ditahan.Zhu Pei akhirnya menghela napas puas."Selesai," katanya sambil memukul pelan punggung Zhang Liu. "Tubuhmu jangan terlalu

  • Pewaris Pusaka Dewa Iblis   Bab 74 — Alasan Jing Ling

    "Tolong lepaskan, Tuan Zhang." Xiao Hua meringis karena tanpa sadar Zhang Liu mencengkeramnya terlalu keras.Zhang Liu menatap datar, lalu melepaskannya."Pergi," katanya dengan suara berat, menahan emosi.Xiao Hua menghela napas lega, lalu segera keluar dari lorong itu. Terisalah mereka berdua.Zhu Pei merasa sesak dalam situasi canggung itu. Ia hendak mengikuti Xiao Hua keluar, tapi suara Zhang Liu menahannya."Kau sudah tahu tentang ini, kan, Zhu Pei."Zhu Pei menghentikan langkahnya. Ia pura-pura tak tahu. "Tahu apa?""Jangan pura-pura bodoh!" Zhang Liu agak membentak, matanya mendelik tajam.Zhu Pei menunduk, sedikit ciut. "Aku tak memberitahumu karena takut kau akan bereaksi begini."Zhang Liu beralih mencengkeram kerah pakaian Zhu Pei. Melotot. "Kau harusnya lebih tahu konsekuensi membohongiku, kan? Tapi kau malah membawaku pada cucu tetua sekte Tiansheng?"Zhu Pei menelan ludah, tak bisa berkata-kata. 'Habislah, aku akan mati.'Tapi ternyata tidak. Zhang Liu malah melepaskan ce

  • Pewaris Pusaka Dewa Iblis   Bab 73 — Siapa Jing Ling?

    Lin Xiu menatap ke arah gua. Puas rasanya melihat musuh-musuh yang selama ini mengganggu ketenangan sekte mereka telah musnah. Ia mengangguk pada murid-muridnya."Lepaskan formasi array. Kita kembali ke—"Srek!Tiba-tiba, suara berdesir terdengar dari arah pohon besar. Lin Xiu menoleh, matanya menyipit curiga. Ia memperhatikan dengan saksama, dan tak lama kemudian, seekor kelinci gendut muncul dari balik semak.Wajah Lin Xiu sedikit melunak. "Hanya kelinci ternyata."Murid-muridnya ikut menghela napas lega."Ayo kembali," perintah Lin Xiu. Mereka melayang pergi dengan pedang terbang masing-masing, meninggalkan lokasi yang sunyi.Kelinci gendut itu tetap diam di tempatnya, menatap ke arah rombongan Sekte Tiansheng yang semakin menjauh. Setelah mereka benar-benar tak terlihat, kelinci itu mendongak ke atas."Mereka sudah pergi!" seru Xiao Diyu.Dua orang melompat turun dari atas pohon dengan hati-hati. Zhu Pei menghela napas lega, tangannya mengusap dada."Ada untungnya juga kemampuanmu,

  • Pewaris Pusaka Dewa Iblis   Bab 72 — Hasil Buah Yang Ditanam

    "Kau akan tahu nanti. Lebih baik kita pastikan dulu sebelum kembali ke rumah bordil Jing Ling," jawab Zhang Liu, agak ambigu.Zhu Pei mendengus kesal. "Jelaskan dalam bahasa bayi! Aku tak suka kalau kau bicara berputar-putar.""Kau saja yang bodoh," ejek Xiao Diyu dari samping.Zhang Liu hanya tertawa kecil, tak membantah. Mereka terus berjalan hingga mendengar suara aliran sungai di depan sana."Bukankah kau mau buang air besar, Zhu Pei?" Zhang Liu memastikan."Diamlah! Jangan mengikutiku!" Zhu Pei pergi dengan pedang terbangnya ke seberang sungai, cukup jauh hingga tak terlihat oleh Zhang Liu dan Xiao Diyu.Zhang Liu menghela napas. "Xiao Diyu, carilah ikan di sungai untuk kita makan."Xiao Diyu mengangguk, berubah ke wujud serigalanya lalu menyelam ke dalam air.Hari sudah mulai sore dan mereka tak sempat makan siang. Tak lama, Zhu Pei pun kembali dan ikut bergabung dengan mereka.Usai menyantap ikan bakar yang dimasak Zhang Liu, suasana mulai tenang. Zhu Pei bersandar di batang po

  • Pewaris Pusaka Dewa Iblis   Bab 71 — Licik

    "Sebelum itu, aku ingin bertanya di mana markas kalian," ucap Zhang Liu.Hong Min terdiam, ragu menjawab. Markas adalah tempat yang sangat sensitif. Ia menelan ludah, matanya bergerak gelisah.Zhang Liu melihat keraguannya. Tanpa banyak bicara, ia memberi isyarat pada Xiao Diyu. Kuda itu berjalan mendekat."Pedangku," pinta Zhang Liu.Xiao Diyu mengangguk. Dari mulutnya, pedang tanduk hitam keluar perlahan, berkilat dengan aura gelap.Zhang Liu mengambil pedang itu. Seketika, aura hitam mencekik dari artefak tanduk hitam itu menyebar ke seluruh area.Hong Min dan anak buahnya merinding, bulu kuduk mereka berdiri. Tekanan yang keluar dari pedang itu begitu pekat dan mencekam.'Dia punya pedang tanduk hitam?' pikir Hong Min syok. Wajahnya pucat, tangannya gemetar. Ia tak bisa berkutik."B-baiklah, akan kukatakan," ucap Hong Min menyerah. Ia menelan ludah, menunjuk ke arah utara. "Markas kami hanya cabang dan ada di gua balik pohon besar di sana."Zhang Liu mengangguk. "Lalu siapa pemimp

  • Pewaris Pusaka Dewa Iblis   Bab 70 — Penyembah Iblis

    "Ada energi iblis di sekitar," gumam Xiao Diyu, suaranya rendah.Zhang Liu terdiam, memperhatikan dan merasakan energi sekitar. Dia mengangguk setuju. "Aku merasakannya."Zhu Pei yang di atas ikut berhenti. Ia menoleh ke kiri dan kanan, merasakan udara di sekeliling. Angin yang tadinya bertiup pelan tiba-tiba berhenti. Dedaunan di pepohonan tak bergerak.Zhu Pei segera mengaktifkan mata kebenarannya. Iris matanya berubah hijau terang, memindai sekeliling. Ia mendongak, dan dalam sekejap, wajahnya berubah pucat sambil menelan ludah."Apa yang kau lihat, Zhu Pei?" tanya Zhang Liu. "Tiba-tiba aku merasakan energi iblis yang pekat di sekitar."Zhu Pei masih dengan mata kebenarannya yang bersinar hijau. "Ya. Karena itu sejenis denganmu.""Apa?""Sepertinya tanpa sengaja kita masuk ke wilayah penyembah iblis sungguhan," jawab Zhu Pei.Zhang Liu membelalak, terkejut. "Jadi mereka memang ada ya.""Tentu saja," balas Zhu Pei. "Karena tak mungkin banyak orang yang membenci mereka, apalagi Sekte

  • Pewaris Pusaka Dewa Iblis   Bab 18 — Manfaat Kebaikan

    "Sepertinya mereka bermalam di sini setelah memusnahkan sekte musuh," lanjut Zhu Pei dengan suara pelan. Lalu menunjuk dengan tangan. "Perjalanan ke sekte mereka pasti memakan waktu. Lihat, ada yang terluka juga."Zhang Liu mengangguk paham. "Masuk akal. Tapi berbahaya jika kita menginap di tempat

    last update最終更新日 : 2026-03-20
  • Pewaris Pusaka Dewa Iblis   Bab 20 — Dibalik Kebaikan

    Zhu Pei menempelkan telinganya lebih erat ke dinding. Suara bisikan itu terdengar jelas dua orang, satu laki-laki dan satu perempuan."Tapi dia yang menyelamatkanku dari pembunuhan. Lagi pula, ini memang salahku." Suara Luo Yan terdengar ragu, penuh penyesalan. Ada getar bersalah yang tak bisa dise

    last update最終更新日 : 2026-03-20
  • Pewaris Pusaka Dewa Iblis   Bab 36 — Menikmati Pembantaian

    Zhang Liu mengangkat pedangnya. Perlahan, aura hitam mulai mengalir di sepanjang bilah pedang. Pekat dan gelap.Energi iblis Hun Mo mulai menguasai Zhang Liu. Matanya berubah merah, dan bayangan hitam di belakangnya semakin nyata.Zhu Pei menelan ludah. Ia merasakan bahaya yang lebih besar dari seb

    last update最終更新日 : 2026-03-27
  • Pewaris Pusaka Dewa Iblis   Bab 24 — Kecurigaan

    "Kau. Sepertinya aku pernah melihatmu."Shu Meili mendekat pada mereka. Dan ternyata, tangannya menunjuk pada Zhu Pei. Matanya menyipit tajam, seperti sedang mencoba mengingat sesuatu.Zhu Pei menunduk dalam, jantungnya berdetak kencang. Ia tahu wajahnya mungkin dikenal. Itu karena dulu lukisan waj

    last update最終更新日 : 2026-03-22
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status