LOGINAwalnya Mu Zehuai adalah murid paling berbakat di sebuah Sekte Bulan Misterius. Hingga suatu ketika, terjadi sebuah tragedi yang melenyapkan Sekte Bulan Misterius dalam semalam. Dalam tragedi itu, Mu Zehuai berhasil selamat. Akan tetapi, muncul sebuah fitnah yang menuduh dirinya adalah dalang yang memusnahkan sektenya sendiri. Karena tuduhan itu, Mu Zehuai pun diburu oleh serikat sekte dunia persilatan. Dalam pelariannya, Mu Zehuai tanpa sengaja menemukan sebuah kitab kuno yang menuliskan ajaran sesat dan dapat meningkatkan basis kultivasi dalam sekejap. Bagaimana kisah selanjutnya? Akankah Mu Zehuai mampu membersihkan namanya, ataukah dia lebih memilih untuk menjadi yang terkuat di dunia persilatan?
View More"2 hari lagi bulan purnama. Aku harus mulai mengekstrak mawar-mawar china ini untuk dijadikan minyak wangi," ucap Yue Ji sembari memandangi bunga mawar yang tumbuh subur di halaman kediamannya di sekte iblis Kerajaan Darah.Sebagai seorang master kultivator tingkat tinggi, Yue Ji mendapat perlakuan istimewa atas prestasi yang dia capai untuk sekte iblis Kerajaan Darah. Oleh sebab itu, ia memiliki rumah atau kediaman pribadi yang cukup luas dan dihiasi dengan halaman untuknya menanam mawar china yang dijadikan sebagai senjata mautnya ketika dia bertarung.Yue Ji menanami halaman rumahnya dengan berbagai macam tanaman mawar yang beragam. Namun, yang paling dia rawat dengan sepenuh hati adalah mawar china, karena hanya mawar china yang memiliki efek paling tinggi untuk dijadikan senjata kultivasinya."Yue Ji." Seseorang menyerukan namanya hingga membuat Yue Ji reflek menoleh ke arah sumber suara.Tatkala Yue Ji mendapati sosok yang menyerukan namanya, ia pun mengernyitkan kedua alisnya s
"Dasar pengecut!" hardik Li Jing, sang kakak seperguruan pertama.Mulutnya yang terbungkam rapat sejak tadi, kini langsung menyemburkan kata-kata menohok. Matanya menghunus ke arah Yi Xuan, pembawaannya tenang, tetapi cukup mengintimidasi lawan. Giliran Yi Xuan terbungkam seribu bahasa. Kakak seperguruan pertama telah bicara, dia tidak berani membantah lebih jauh. Wajahnya tertunduk takut, sekaligus merasa bersalah. "Saudara sekalian, ayo kita pergi," himbau Li Jing, membubarkan para murid yang masih berkumpul di aula. Beberapa murid mengikuti Li Jing, sisanya tetap mematung di tempat. Di halaman sekte, para pengikut Li Jing mulai penasaran. Sebenarnya, apa yang ingin dilakukan Li Jing? Apakah benar dia akan menagih nyawa terhadap Yue Ji? Salah seorang murid akhirnya angkat bicara. "Kakak pertama, haruskah kita berdiam seperti ini? Sekte Angin Phoenix tidak bisa ditindas semena-mena!" geramnya. Wajahnya tampak kusut karena dikendalikan emosi. Li Jing tenggelam dalam keheni
Sekte Angin Phoenix, Kota Emas Cahaya. Di dalam sebuah aula diskusi, tampak para murid yang sedang berkumpul membicarakan masalah yang menimpa sekte. Kegaduhan menguasai ruangan, menambah kesan gelap ruangan yang hanya bertemankan cahaya lilin meremang. Wajah mereka ditekuk masam, memancarkan kebencian yang tak pernah padam bagaikan api abadi berkobar tatkala menatap 5 jenazah terbaring dibungkus kain putih sekujur tubuhnya. Mereka tak lain adalah murid Sekte Angin Phoenix yang baru saja dipulangkan ke sekte. "Tidak bisa dibiarkan! semakin hari, wanita iblis itu semakin kurang ajar. Berani sekali mereka membunuh murid-murid sekte kita!" cetus salah seorang pemuda yang tak lain berasal dari sekte Xu Feng. "Benar, kita harus membalaskan dendam saudara-saudara kami!" sambung yang lain. "Jadi, bagaimana dengan keputusan sekte? apa mereka mengizinkan kita pergi melawan Yue Ji?" tanyanya. Kreeek ... Terdengar suara pintu yang didorong dari luar ruangan. Kemudian, muncullah seorang
"Malam ini, aku menerima laporan bahwa Kediaman Hakim Chu sedang dikepung oleh orang asing. Kupikir tikus dari mana, ternyata ...." Ucapannya menggantung disengaja. Tatapan bengisnya langsung melirik Mu Zehuai, menatap remeh seolah menganggap segala yang ada di hadapannya terlalu mudah diinjak di bawah kakinya. "Sudahlah. Jangan bahas itu lagi. Aku tanya, di mana Tuan Hakim Chu? Kalian sudah membunuhnya? Benar, bukan?" Zhang Ruling mengalihkan topik, menuding langsung dengan asumsi sepihak darinya. Senyum semirik menambah keculasan yang terpapar di wajahnya. Dituduh sedemikian rupa, Mu Zehuai tetap memasang sikap tenang bagaikan air mengalir. Mu Zehuai membalas tuduhan itu dengan senyuman tipis. Wajah dan tatapannya tetap datar dan dingin. Badai pun takkan mudah menghoyahkan keteguhan sikapnya. "Aku tidak mengerti apa maksud Jendral Muda. Zhang Ruling, sepertinya kau salah paham. Malam ini, Chu Ling Long secara pribadi mengundang kami untuk bertamu ke rumahnya. Apa ada yang






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews