Chapter: Bab 60 — Pengkhianat?Seorang perempuan masuk ke dalam ruangan. Langkahnya terburu-buru, matanya langsung tertuju pada Xue Lun."Xue Lun!" panggilnya sekali lagi, dengan suara penuh kelegaan.Xue Lun mengerutkan alis, terlihat risih. Ia mendorong tangan perempuan itu yang hendak meraihnya. "Kenapa kamu kemari, Yao Ning?""Aku hanya ingin memeriksa kondisimu. Syukurlah kamu selamat," ucap gadis bernama Yao Ning itu, masih dengan napas terengah. Tatapan Yao Ning kemudian beralih ke sekitar ruangan, baru menyadari ada orang lain di sana. "Mereka... siapa?""Aku Zhang Liu," jawab pemuda itu dengan ramah. "Apa warga kota yang lain selamat?"yao ning mengangguk cepat. "Iya, terima kasih. Semua berkat Tuan itu." Ia menunjuk ke arah Zhu Pei.Zhu Pei tersenyum bangga, dadanya membusung.Namun kegembiraan itu tak berlangsung lama. yao ning menatap ke luar pintu, melihat sosok yang terbaring tak bergerak, Temannya. Sudah tidak bernyawa."xue lun, itu..." Yao Ning tak kuasa meneruskan kalimatnya.xue lun hanya bisa
Last Updated: 2026-03-22
Chapter: Bab 59 — Balas BudiZhu Pei menepuk jidatnya sendiri, lalu menghela napas panjang. Wajahnya tampak lelah, seolah sudah menduga apa yang akan terjadi."Sudah kuduga," gumamnya pasrah. "Pasti sulit. Orang ini keras kepala sekali."Zhang Liu justru tersenyum tipis, masih optimis. Dia kemudian bertanya."Kenapa tidak?"Xue Lun menggeleng tegas. Matanya tajam. "Aku tidak mau membuat sesuatu untuk orang lain."Zhang Liu mengangkat alis. Ia hendak berkata sesuatu, tapi Xue Lun memotongnya."Tapi..." Xue Lun berhenti, ada sedikit keraguan di matanya."Tapi?" Zhang Liu menunggu.Xue Lun menatap Zhang Liu lekat-lekat. "Biarkan aku meneliti makhluk penyimpanan milikmu itu."Zhang Liu mengerjap. "Xiao Diyu?"Begitu namanya disebut, kelinci gendut di balik pakaian Zhang Liu tiba-tiba bangun. Ia menyembulkan kepalanya dengan mata yang terkantuk."Apa? Ada yang membicarakanku?" tanya Xiao Diyu.Zhang Liu mengabaikan kelinci itu. Matanya tetap tertuju pada Xue Lun. "Kamu lihat sendiri, aku menggunakan artefak iblis. Kam
Last Updated: 2026-03-21
Chapter: Bab 58 — TawaranShin Ji merasa kakinya semakin gemetar. Rasa takut yang selama ini ia coba tahan kini meledak begitu saja, membuat seluruh tubuhnya bergetar hebat. Matanya membelalak tak percaya pada apa yang baru saja terjadi.‘Tidak mungkin... Tetua Yan Duo, seorang ahli yang disegani, bisa dikalahkan?’ batinnya bergemuruh, masih tak percaya dengan apa yang ia lihat. Orang itu benar-benar berbahaya. Aku harus pergi dari sini.Shin Ji hendak melarikan diri. Dengan gerakan cepat, dia menepis belati Zhu Pei yang sedari tadi terhunus di dekat lehernya.Namun Zhu Pei bukan lawan yang mudah. Dengan gerakan yang sudah terlatih, ia segera melemparkan dua jarum akupunktur. Jarum itu melesat tepat mengenai syaraf di kaki Shin Ji."Ugh!" Shin Ji meringis. Tubuhnya seketika tak bisa bergerak. Kedua kakinya terpaku di tempat, seolah mati rasa."Jangan berani-berani melarikan diri, sialan!" umpat Zhu Pei mendesis dengan suara pelan. "Aku juga takut dengan orang itu.""Tidak perlu takut, Zhu Pei." Suara itu tiba-
Last Updated: 2026-03-20
Chapter: Bab 57 — Pertarungan Lautan BatinZhang Liu menjerit kesakitan. Tubuhnya gemetar hebat di dinding, tertahan oleh ratusan jarum yang masih menusuk kulitnya. Matanya terpejam rapat, keringat bercucuran deras di wajahnya.Yan Duo tersenyum puas melihat penderitaan itu. Ia semakin menguatkan tekniknya, mengalirkan lebih banyak energi qi ke dalam cincin di jarinya."Ya, begitu," desisnya dengan nada penuh kepuasan. "Menderitalah dalam mimpi burukmu. Rasakan trauma yang paling dalam, ketakutan yang paling gelap. Biarkan mereka melahapmu dari dalam."Di sudut ruangan, Xue Lun memejamkan mata pasrah. 'Ha, matilah aku,' batinnya. 'Sudah kuduga akan berakhir seperti ini.'Zhu Pei dari balik pintu melihat semua itu dengan cemas. Ia bingung, tak mengerti apa yang terjadi. Zhang Liu yang selama ini ia kenal sebagai pria tangguh, yang berhasil menaklukkan ular sisik naga raksasa, kini terlihat tak berdaya.'Hanya seperti ini saja? Apa dia akan kalah?' pikirnya panik.Yan Duo tertawa puas. Ia yakin kemenangan sudah di tangannya."Ma
Last Updated: 2026-03-19
Chapter: Bab 56 — Pertarungan di Bawah TanahZhang Liu menoleh ke belakang, menatap pemuda yang memeluk sebuah kotak dengan erat."Pergilah," ucapnya singkat tanpa menoleh lagi. "Tempat ini sudah tidak aman."Xue Lun berdiri kaku, masih belum melepaskan cetak biru di pelukannya. Ia menggeleng keras."Tidak bisa."Zhang Liu akhirnya menoleh, alisnya berkerut. "Apa?""Aku masih punya harta berharga di sini," jawab Xue Lun jujur tanpa rasa malu sedikit pun. "Jika harus mati, lebih baik mati di sini daripada pergi meninggalkan semua hasil karyaku."Zhang Liu kembali menatapnya beberapa detik, lalu mendengus kesal.'Kenapa orang-orang yang kutemui selalu penggila uang seperti Zhu Pei?' pikirnya jengkel.Belum sempat Zhang Liu berkata lagi, terdengar teriakan pria di depannya penuh amarah."Zhang Liu!"Yan Duo melangkah maju, wajahnya merah padam."Kau pasti Zhang Liu, si buronan itu, kan? Beraninya kau menentang Sekte Tiansheng!" bentaknya. "Dasar penyembah iblis!"Yan Duo kemudian mengangkat tangannya, memberi instruksi. "Cepat tang
Last Updated: 2026-03-18
Chapter: Bab 55 — Pengrajin JeniusZhu Pei berlari mencari Zhang Liu di tengah kepungan asap dan debu. Pertarungan masih berlangsung sengit. Ketika akhirnya menemukan Zhang Liu, ia terkejut melihat kekuatan pemuda itu.Apa yang terjadi padanya? pikir Zhu Pei. Kultivasinya baru tingkat dua, tapi kekuatan ini... mungkinkah karena segel kedua jantung duality-nya terbuka?Zhang Liu tampak seimbang dengan Shin Ji dan semakin ganas. Pedang Tanduk Hitamnya menari-nari di udara, meninggalkan jejak hitam di setiap tebasan.Srett!Sebuah tebasan keras melukai bahu Shin Ji. Darah menyembur. Guru senior itu terpental mundur beberapa langkah, wajahnya pucat karena luka yang cukup besar."Zhang Liu!" Zhu Pei berteriak sambil berlari mendekat.Zhang Liu menoleh sekilas, matanya masih merah menyala. "Ada apa?""Aku lihat bala bantuan Sekte Tiansheng datang!" Zhu Pei melaporkan dengan napas tersengal. "Salah satu tetua mereka ikut. Dia lebih kuat dari Shin Ji. Kita harus pergi!"Zhang Liu terdiam sejenak. Namun ekspresinya tidak beruba
Last Updated: 2026-03-17
Kehidupan Kedua: Istri Pangeran Cacat Menuntut Balas
Diselingkuhi, dikhianati, dan dijadikan elixir oleh suaminya Putra Mahkota Qiang Yuze, karena darahnya yang dapat mengobati segala jenis luka dan penyakit. Ming Yue mati dengan penuh kebencian. Namun takdir memberinya kesempatan lagi. Di kehidupan kedua ini, dendam adalah tujuan hidupnya. Ia memilih menikah dengan Qiang Jun, pangeran yang cacat, hanya sebagai langkah awal untuk menghancurkan Putra Mahkota, namun berubah menjadi ikatan hati yang sulit dijelaskan. Kini Ming Yue harus memilih antara kebencian dan dendamnya, atau membuka ruang bagi cinta yang baru.
“Mendesahlah, Ming Yue. Buat mereka dengar suaramu,” ucap Qiang Jun berbisik, membuat Ming Yue terdiam.
Read
Chapter: Bab 346 ENDQiang Rui dan Qiang Shen, adik-adik Qiang Jun, mendekat dan berdiri di sampingnya."Kakak ipar pasti bisa melewatinya," ujar Qiang Rui meyakinkan, menepuk pundak kakaknya memberi semangat.Qiang Shen ikut menambahkan, "Iya, Kak. Tenang saja. Semua akan baik-baik."Qiang Jun hanya mengangguk lemah, matanya masih tertuju pada pintu kamar.Tak lama kemudian, Qiang Suli kembali dengan membawa ramuan. Tanpa banyak bicara, ia langsung masuk kembali ke kamar. Wajahnya serius, penuh konsentrasi.Waktu berputar terasa berabad-abad bagi Qiang Jun. Ia mondar-mandir, sesekali menarik rambutnya frustrasi. Keluarganya hanya bisa diam, ikut mencemaskan keadaan di balik pintu.Akhirnya, suara tangis bayi terdengar memecah keheningan."Oeek! Oeek!"Semua yang menunggu langsung berdiri tegak, wajah tegang berubah menjadi harap-harap cemas. Beberapa waktu setelah suara bayi itu terdengar, pintu kamar terbuka. Salah satu tabib keluar dengan wajah berseri."Selamat, Yang Mulia! Seorang pangeran lahir denga
Last Updated: 2026-03-03
Chapter: Bab 345Hailan buru-buru menjelaskan, takut terjadi kesalahpahaman. "Yang Mulia, aku sudah berkali-kali melarangnya ikut denganku. Aku tidak ingin—""Ini keinginanku sendiri, Ayah, Ibu." Qiang Wangyi memotong tegas. "Tolong izinkan kami, ya."Mereka masih diam, seolah mempertimbangkan dengan matang. Helaan napas panjang keluar dari bibir Qiang Jun.Qiang Wangyi dan Hailan tegang. Jantung mereka berdebar menanti keputusan."Ternyata kau memang anakku, ya," ucap Qiang Jun akhirnya, nada bicaranya sedikit bergetar. Matanya tampak sendu mengenang masa lalu. "Dulu setelah menyelesaikan balas dendam, niatku juga ingin pergi dari kekaisaran ini."Keduanya terkejut. Qiang Wangyi membelalak. "Sungguh, Ayah?"Qiang Jun mengangguk pelan."Ya. Tapi karena Kaisar sebelumnya mendesakku untuk naik tahta, aku tidak punya pilihan." Ia melipat kedua lengannya dengan ekspresi kesal. "Si kembar tidak bisa diandalkan. Ck!"Ming Yue hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat suaminya masih kesal pada mendiang ayahn
Last Updated: 2026-03-03
Chapter: Bab 344"Apakah itu benar, Yang Mulia?" tanya Qiang Rui dengan nada tidak percaya bercampur antusias.Ming Yue mengangguk pelan, wajahnya berseri. Tangan kanannya mengusap perutnya dengan lembut, senyum kecil terukir di bibirnya."Ternyata dia sudah ada di sini sejak bulan lalu.""Wah, selamat!" seru beberapa pejabat langsung bersorak riang.Suasana ruang rapat yang tadinya tegang berubah menjadi hangat. Yong Guan yang sebelumnya paling keras bersikeras, kini hanya bisa terdiam dengan ekspresi campur aduk.Ming Yue kemudian menoleh pada suaminya yang masih terdiam membeku di sampingnya. Qiang Jun belum bergerak sejak mendengar pengumuman itu. Matanya masih terpaku pada istrinya."Kau tidak senang?" tanya Ming Yue lembut, sedikit menggoda.Qiang Jun langsung bergerak. Tanpa peduli para pejabat yang masih ada di ruangan, ia memeluk istrinya dengan erat. Wajahnya ia benamkan di leher Ming Yue."Mustahil aku tidak senang," gumamnya dengan suara bergetar. "Terima kasih, Yue."Ming Yue membalas pel
Last Updated: 2026-03-03
Chapter: Bab 343Yong Guan menegakkan punggungnya, dan mengangguk yakin."Anda tahu sendiri, Yang Mulia. Pangeran sering menunjukkan kedekatannya. Dan gadis itu bahkan tinggal di istana. Sudah banyak rumor tidak sedap beredar tentang Pangeran dan gadis itu."Beberapa bangsawan lain mulai berbisik setuju. Seorang pejabat paruh baya menambahkan dengan nada khawatir."Benar. Kami khawatir dengan masa depan kekaisaran, Yang Mulia. Jika Pangeran menikahi gadis biasa tanpa nama keluarga, apa kata kerajaan tetangga?"Qiang Jun menanggapi dengan santai, namun matanya mulai menyipit tajam. Ia menggeser posisi duduknya, bersandar di kursi singgasana dengan satu tangan menopang dagu."Jika putraku menyukainya, memang apa salahnya?" katanya dengan santai.Mereka sedikit terkejut, dan hanya menghela napas pelan. Kaisar memang orang yang seperti itu.Yong Guan tidak menyerah. Ini bukan pertama kalinya ia berdebat dengan Kaisar, dan ia tahu bagaimana cara menyampaikan pendapat tanpa terlihat membangkang. Ia menunduk
Last Updated: 2026-02-28
Chapter: Bab 342Beberapa hari telah berlalu sejak pengumuman mengejutkan di final sayembara. Namun seluruh kekaisaran masih digemparkan oleh kabar bahwa Putri Qiang Suli dimenangkan oleh Jenderal An Beiye yang menyamar. Dan yang lebih mengejutkan, ternyata mereka saling mencintai selama ini.Ada yang bersimpati pada Jing Ai, wanita yang ditinggalkan di depan umum. Mereka menyebutnya korban cinta segitiga yang tak berdosa.Namun tak sedikit pula yang membela An Beiye dan Qiang Suli. Mereka menganggap Jing Ai-lah yang justru mencoba merebut Jenderal An dari Putri. Jing Ai sendiri telah meninggalkan kediaman keluarga Jenderal An malam itu juga.Di kediaman putri, suasana pagi terasa hangat. Sinar matahari masuk melalui celah-celah tirai, menerangi ruangan dengan cahaya keemasan. Hailan berjalan menyusuri lorong menuju kamar Qiang Suli. Ia mengetuk pintu pelan.Tok! Tok!"Masuk," sahut Qiang Suli terdengar dari dalam, memberi izin.Hailan membuka pintu, melangkah masuk. Di kursi kerja, Qiang Suli terliha
Last Updated: 2026-02-28
Chapter: Bab 341Ciuman pertama yang terasa lembut, ragu, seperti menanyakan izin. Tapi Qiang Suli membalas ciuman itu dengan lebih berani. Merespons dengan intensitas yang sama.“Hmph!” Gadis itu sedikit melenguh.An Beiye melumat lebih dalam, tangannya semakin erat memeluk tubuh ramping gadis itu. Keduanya larut dalam sensasi yang selama ini hanya bisa mereka impikan.Dunia di luar kamar itu seolah lenyap, hanya ada mereka berdua yang saling menemukan setelah sekian lama memendam rasa.Setelah beberapa saat yang terasa seperti keabadian, mereka terpaksa melepas diri. Nafas mereka terengah-engah, wajah saling berhadapan hanya dengan jarak beberapa sentimeter.An Beiye merasa bersalah. Ia menunduk, mencoba mengatur napas yang memburu. Matanya menatap lantai dengan penyesalan. "Maaf, aku seharusnya—"Qiang Suli kembali mengecup bibir pria itu. Hanya kecupan kecil, tapi cukup untuk membungkam penyesalannya. Seulas senyum merekah di wajahnya yang masih merona."Tidak apa-apa. Ayah tidak akan tahu," bisik
Last Updated: 2026-02-27