เข้าสู่ระบบPitong taon na kaming kasal ni Zackary at sa wakas ay nagkaroon na kami ng unang anak. Ngunit nang makita ang resulta ng pagbubuntis, naghinala siyang hindi kanya ang bata. Dahil sa galit, nagpa-paternity test ako sa kanya. Noong araw na lumabas ang resulta, si Zackary, na dapat ay nasa ospital, ay nagpakita sa aking pintuan. May hawak siyang litrato. Makikita sa litrato na nasa bahay ng kaibigan niya ang underwear ko. Sinipa niya ako ng malakas kaya nawala ang baby ko. Sumigaw siya, "You bitch, ang lakas ng loob mo na lokohin ako. Hindi ako magpapalaki ng anak ng ibang lalaki, alam mo ‘yon. Go to hell!" Nang maglaon ay nalaman niya ang katotohanan at nakiusap sa aking patay na anak na bumalik.
ดูเพิ่มเติม"Ah! Tubuhmu enak sekali, Sayang."
Kevin menghantam tubuh Viona dalam keadaan mabuk berat.
Kesadaran pria itu sudah menguap entah ke mana, menyisakan insting liar yang menuntut pelepasan.
Di bawah kungkungannya, Viona Estella sama sekali tidak berdaya. Alkohol yang mengalir deras di darahnya membuat akal sehatnya lumpuh total.
Keduanya bergelut di atas ranjang berantakan, saling membelit dalam gairah yang panas dan tidak terkendali.
Kevin mendominasi dengan gerakan yang begitu kasar dan liar.
Di bawah kungkungan tubuh kekar bosnya, Viona hanya bisa mendesah pasrah, meremas sprei dengan erat saat gelombang kenikmatan semu menguasai kepalanya.
Bagi Viona yang berusia 28 tahun, malam ini seharusnya menjadi malam pelarian. Hidupnya sedang hancur.
Kakak laki-lakinya baru saja kabur ke luar negeri, meninggalkan tumpukan utang miliaran rupiah yang kini sepenuhnya dibebankan kepada Viona.
Sepanjang hari, ponselnya tidak berhenti berdering oleh teror rentenir kejam yang mengancam akan menghabisinya jika utang itu tidak lunas dalam sebulan.
Frustrasi dan ketakutan, Viona menenggak alkohol tanpa kendali di pesta ulang tahun kantor malam itu.
Sementara Kevin, sang bos besar, juga sedang kehilangan kendali atas hidupnya sendiri.
Pria itu dipaksa oleh kedua orang tuanya untuk menikahi seorang wanita pilihan keluarga yang sama sekali tidak dia cintai.
Merasa masa depannya diatur seperti bidak catur, Kevin melarikan amarahnya pada botol-botol minuman keras di ruangan VIP kelab tempat pesta kantor itu digelar.
Dua jiwa yang frustrasi bertemu dalam kegelapan, berakhir dengan saling menghancurkan pertahanan masing-masing di atas ranjang hotel di atas aula pesta.
Pagi harinya, Viona mencoba membuka matanya dengan pelan.
Rasa pening yang luar biasa menghantam kepalanya bagai dipukul palu godam. Dia kemudian mengerang dan mencoba menggerakkan tubuhnya.
Namun, saat dia mencoba bergeser, rasa sakit yang teramat sangat menjalar dari pangkal pahanya. Perih, ngilu, dan terasa sangat tidak nyaman.
Viona membuka matanya dengan paksa. Hal pertama yang dia lihat adalah langit-langit kamar hotel mewah yang asing.
Detik berikutnya, dia menyadari lengannya bersentuhan dengan kulit telanjang seseorang. Viona menoleh lambat, dan seketika itu juga jantungnya serasa berhenti berdetak.
Kevin tidur telungkup di sampingnya, bertelanjang dada, dengan punggung kokoh yang dipenuhi bekas cakaran merah yang masih baru.
"Aaaaaakh!"
Viona menjerit hebat, suaranya melengking tinggi membelah keheningan kamar.
Dia langsung menarik selimut tebal untuk menutupi seluruh tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang pun, meringkuk di sudut ranjang dengan wajah pucat pasi dan tubuh gemetar hebat.
Kepalanya berputar cepat, mencoba mengingat apa yang terjadi, namun rasa sakit di area sensitifnya mengonfirmasi satu kenyataan pahit: dia sudah tidak suci lagi, dan pelakunya adalah bosnya sendiri.
Jeritan melengking itu membuat Kevin tersentak bangun.
Dengan mata yang masih sangat berat dan kepala yang berdenyut pusing, Kevin mengucek matanya dengan kasar.
Dia bangkit duduk, memijat pelipisnya sejenak sebelum menyadari ada sosok wanita yang sedang menangis ketakutan di sudut ranjangnya.
Mata Kevin membelalak sempurna saat mengenali wajah itu.
"Viona? Ngapain kamu di ranjangku?!" tanya Kevin dengan suara serak khas bangun tidur, terdengar sangat terkejut sekaligus kesal.
"Harusnya saya yang tanya! Kenapa Tuan bisa ada di sini dan melakukan... melakukan ini padaku?!" pekik Viona histeris.
Kevin menatap sprei yang berantakan, lalu melihat bercak merah samar di sana. Keningnya berkerut dalam.
"Melakukan apa? Aku tidak ingat apa-apa!"
"Tuan jangan pura-pura bodoh! Pangkal pahaku sakit sekali dan perih akibat ulah kasar Tuan semalam! Tuan memperkosa saya!" tuduh Viona dengan emosi yang meluap-luap.
Dia merasa dilecehkan, terhina, dan sangat kotor.
"Hati-hati kalau bicara, Viona! Memperkosa?" Kevin mendengus sinis, meski di dalam hati dia juga mulai panik karena memori semalam benar-benar kosong di kepalanya.
"Aku ini bosmu. Untuk apa aku memperkosamu? Aku mabuk semalam! Bisa saja kamu yang menggoda dan menjebakku agar aku mau bertanggung jawab atas kejadian semalam, kan?"
Mata Viona melebar mendengar tuduhan kejam itu.
"Apa Tuan bilang? Menjebak? Saya masih punya harga diri, Tuan Kevin! Saya tidak semurah itu untuk menjual tubuh saya apalagi pada Tuan! Tuan yang menyeret saya ke sini dan memperlakukan saya seperti binatang semalam, kan?!"
"Aku tidak tahu kejadian semalam! Aku tidak ingat!" bentak Kevin frustrasi.
Kemudian mengacak rambutnya yang berantakan. Otaknya berputar cepat mencari jalan keluar.
Bagaimana jika ada orang kantor yang melihat mereka masuk ke kamar ini? Bagaimana jika orang tuanya tahu?
Ini bisa menjadi skandal terbesar yang akan menghancurkan posisinya sebagai CEO, sekaligus memberikan alasan kuat bagi ibunya untuk mempercepat perjodohan sialan itu.
"Tuan harus bertanggung jawab! Ini pelecehan!" tangis Viona pecah.
Dia merasa sangat tidak berdaya.
"Diam!" bentak Kevin dengan nada dingin dan menusuk, yang langsung berhasil membungkam tangisan Viona.
Kevin turun dari ranjang tanpa memedulikan tubuhnya yang hanya mengenakan celana dalam, lalu berjalan cepat membelakangi Viona untuk mengambil celananya yang berserakan di lantai.
Sambil memakai pakaiannya dengan terburu-buru, dia menoleh ke arah Viona dengan tatapan yang sangat tajam dan mengancam.
"Dengar baik-baik, Viona Estella," ucap Kevin dengan nada suara yang rendah namun sangat menekan.
"Jaga rahasia ini, jangan sampai ada yang tahu tentang malam ini. Terutama orang kantor, atau orang tuaku!"
Viona menatap bosnya dengan bibir bergetar. "Tapi, Tuan—"
Kevin melangkah mendekat ke tepi ranjang, mencengkeram dagu Viona dengan cukup kuat, memaksanya menatap langsung ke dalam manik mata hitamnya yang dingin.
"Tidak ada tapi-tapi. Jika sampai ada satu kata pun yang bocor dari mulutmu tentang kejadian semalam, kamu akan langsung aku pecat hari ini juga tanpa pesangon sepeser pun. Paham?"
Si Beatrice Hudson, ang hostess, ay propesyonal.Sa kasong ito, mas nakakaakit ang iskandalo ni Mallory.Nagmamadali siyang tanungin ako tungkol sa mga detalye.Kinailangan kong sabihin sa kanya ang buong kwento.Minsan nakahanap ng lalaki si Mallory, pero hayaan mo na ako ang sisihin. Binugbog ako ng anak niyang si Zackary at nawala ang baby ko.Agad naging hit ang live room."Binugbog ang asawa hanggang sa malaglag ito? Ito ba ay kayang gawin ng lalaki?""Hindi mabuting tao ang kanyang ina, may nakakatakot na mukha.""Nakakatawa ito. Nagloko siya gamit ang underwear ng kanyang manugang."Galit na galit si Mallory at ginamit ang kamay niya para takpan ang camera.Ngunit nabigo siya.Inilipat niya ang target niya sa akin."Lillianna, sumusobra ka na. Ginamit ng tatay mo ang kapangyarihan niya para sa pansariling kapakanan para makulong ang anak ko. Nandito ka para siraan ako."Pinagkrus ko ang aking mga braso sa harap ng aking dibdib at sinabing, "Mayroon ka bang katibayan
Hanggang sa nailayo na si Zackary, mahal niya pa rin daw ako.Iniisip ang pitong taon na nakasama ko siya at ang mga sipa na ibinato niya sa tiyan ko, hindi ko masabi kung gaano katotoo ang pagmamahal na ito.Nang malaman na makukulong si Zackary, si Mallory, na matagal ko nang hindi nakikita, ay nagpakita sa bahay ko.Nang makita niya ako, nagsimula siyang magmakaawa sa akin."Lillianna, hindi mo lang naunawaan si Zackary. At dahil ito sa akin. Humihingi ako ng tawad sa iyo. Hindi ko dapat sinuot ang underwear mo."Sabi niya habang sinasampal ang sarili sa mukha.Kakaiba ang itsura ng pagmamaka-awa niya."Matagal na kayong magkasama ni Zackary. Huwag ninyong tapusin ang inyong pagsasama dahil sa mga walang kabuluhang bagay."Nang marinig ko ito, nagalit ako. "Walang kabuluhan? Nabalian ng likod ang mama ko at nawalan ako ng anak dahil kay Zackary. Sabi mo walang kabuluhan, paano kung gamitan kita ng latigo para mabali rin ang likod mo?"Napaatras si Mallory.Sinimulan niyang
Matapos mailabas ang galit, muling tumingala si Zackary."Kahit hindi si Manueal ang lalaki niya, may iba pa siyang kinakasama, o kung saan man nanggaling ang bata sa tiyan niya?"Sabi ko sa malamig na boses, "Maniwala ka man o hindi, sayo ang bata.""Imposible," direktang tanggi ni Zackary. "Sabi ng doctor, low sperm activity daw ako. Imposible lang na magkaanak ako.""Hindi ibig sabihin na walang sperm. Hindi lang madaling mabuntis siya. May posibilidad pa rin," Sabi ng isang pulis matapos marinig ito. "Napaka-unprofessional ng doktor."Hindi naniwala si Zackary sa sinabi niya. "Nagpatingin ako sa doktor sa Men's Memorial Hospital. Professional ‘yon.""Men's Memorial Hospital?" Tumawa ang pulis. "Maling ospital ang napili mo. Hindi magandang ospital ‘yon. May at least ten cases related sa hospital na 'yan. Sinadya ng doktor na mag-exaggerate. Gusto lang nila ng pera."Nagulat si Zackary.Ayaw niyang maniwala dito.Hanggang sa may nagpakita sa kanya ng mga kaukulang kaso ay n
Sa pagkilos ng doktor, inilabas ng nurse na iyon ang sanggol.Ang sanggol ay dalawang buwang gulang at mayroon nang malabong hugis ng tao.Tahimik siyang nakapulupt.Baby ko...Ito ang sanggol na hinihintay ko ng pitong taon.Napaluha ako.Tiniyak ng doktor na babalik siya mamaya.Gusto kong iuwi ang baby, ngunit tumanggi ang doktor.Paglabas ko ng operating room, nakita ko si papa.Sinabi ko sa kanya ang tungkol dito.Sinabi niya sa doktor na ang sanggol ay ebidensya, kaya ibinigay ng doktor ang sanggol sa amin.Tanong ko, "Asan si mama? Kamusta siya?""Maayos na siya. Nakakuha siya ng ilang mababaw na sugat at nahimatay dahil sa high blood." Si papa ay mukhang napagod. Ngumiti siya sa akin at inalo ako, "Pag gumaling ka na, ihahatid na kita sa mama mo."Tanong ko, "Nasaan si Zackary?"Sabi ng tatay ko, "Naka-detain siya. Kapag gumaling ka, haharapin natin. Huwag kang mag-alala. Makukulong siya."Tumango ako.Iniisip ko ang nangyari noong araw na iyon, hindi ko maiwasa
Naka-speaker ang phone ni Zackary, at narinig ko lahat ng sinabi ng kabilang linya.Nakita kong nakatayo doon si Zackary bitbit ang phone niya na parang tulala.Hindi siya makapaniwala."Paano nangyari ito?"Lalong dumami ang dugo sa ilalim ko.Naramdaman kong unti-unti na akong iniiwan ng bata
Dumapo ang latigo sa nanay ko. Parang hindi niya naramdaman ang sakit.Tumingin siya ng diretso kay Zackary."Zackary, hindi mo naiintindihan si Lillianna. Huwag mo siyang saktan. Maupo kayong dalawa at mag-usap ng mahinahon. Kapag nagpatuloy kayo ng ganito, magsisisi kayo.""Magsisisi? Dapat kan
Kinuha ko ang phone ni Zackary at tinignan.Sa telepono, ito ay isang chat record nila ni Joyce Underwood.Si Zackary ay may kaibigan sa kolehiyo na nagngangalang Manuel Houston.Ilang beses na kaming nagkita ni Joyce, ang asawa ni Manuel, at naging kaibigan namin.Sinabi ni Joyce na nagde-date
Si Zackary Dixon, ang aking asawa, at ako ay kasal sa loob ng pitong taon. Sa wakas ay magkaroon kami ng anak.Nang ibahagi ko sa kanya ang resulta ng pagbubuntis na puno ng saya, nakasimangot siya at tinanong ako."Kaninong anak ito?"Nanlamig ako. "Syempre, sayo.""Kasal tayo sa loob ng pitong






Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.
ความคิดเห็น