หน้าหลัก / Romansa / Please Me, Dear Bos! / Bab 128 Kebaikan Nyonya Tamara 

แชร์

Bab 128 Kebaikan Nyonya Tamara 

ผู้เขียน: Cynta
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-21 15:00:17

Thalia tersenyum pada Tamara, kagum dengan kebaikan dan kecantikan wanita itu.

​"Terima kasih, Tante," ujar Thalia sambil duduk dengan posisi tubuh yang sangat tegak dan sopan.

​Tamara melambaikan tangan pelan pada pelayan yang berdiri di sudut ruangan. "Tolong keluarkan hidangan pembuka dan minumannya sekarang ya."

​"Baik, Nyonya Tamara," jawab pelayan itu membungkuk hormat lalu melangkah keluar ruangan untuk menyiapkan hidangan.

S
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 404 Rasa Penasaran

    Thalia melangkah maju mendekati Zacky tanpa ragu sedikitpun. "Sejak semalam, sejak ketukan Pak Ivan di pintu, kamu berubah, Zacky. Kamu tidak sedang mengkhawatirkan kesehatanku. Kamu sedang mewaspadai sebuah ancaman." ​Ivan yang menyadari perdebatan itu segera menunduk hormat dan mundur, meninggalkan pasangan itu di ruang tamu utama. ​Zacky menatap Thalia dengan napas yang menderu kasar. Ia membenci kenyataan bahwa istrinya kini terlalu pintar dan berani untuk dibodohi dengan alasan kesehatan. ​"Aku bilang duduk, Thalia," desis Zacky melangkah maju, memangkas jarak mereka. ​"Aku bukan lagi wanita penakut yang bisa kamu kurung di dalam sangkar emas tanpa penjelasan, Zacky," bantah Thalia tegas, Ia mendongak membalas tatapan tajam pria itu. "Aku istrimu. Aku ibu dari anakmu. Kalau ada sesuatu di luar sana yang mengancam kita, aku berhak tahu." ​Melihat keberanian yang berkobar di manik mata Thalia, dada Zacky bergemuruh liar. Rasa bangga, cinta, dan gairah seketika bercampur

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 403 Rencana Mendadak

    ​"Zacky, kenapa kita harus berkemas secepat ini? Langit bahkan belum sepenuhnya terang," pangkas Thalia. Tangannya menahan lengan kokoh suaminya yang sedang mengancingkan kemeja hitam dengan gerakan kaku dan terburu-buru. ​Thalia duduk di tepi ranjang dengan kening berkerut dalam. Baru beberapa jam yang lalu mereka tertidur dalam kehangatan, dan kini suasana kamar utama resort di Danau Comoro itu dipenuhi ketegangan yang sangat pekat. Beberapa pengawal wanita dengan cekatan membereskan seluruh barang bawaan Thalia, sementara Ivan berdiri bersiaga di ambang pintu dengan wajah sepucat kertas. ​"Udara danau di pagi hari terlalu dingin, Thalia. Kelembabannya tidak baik untuk trimester pertama mu," balas Zacky datar. Pria itu tidak menatap mata istrinya, tangannya justru sibuk meraih mantel tebal berbahan wol dan langsung menyampirkannya ke bahu Thalia. ​"Tapi Mama baru saja tiba semalam. Kita bahkan belum sarapan bersamanya, Zacky. Lagipula, suhu pemanas di kamar ini sangat

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 402 Sentuhan di Atas Godaan

    Suara serak dan napas Thalia berhembus hangat menerpa bibir suaminya. "Hukum aku sesukamu. Aku ini milikmu." ​Urat-urat di rahang Zacky menonjol keras menahan ledakan hasrat. Pria itu menggeram rendah seperti predator yang kelaparan, lalu menyambar bibir merah Thalia dengan ciuman yang sangat dalam, posesif, dan memabukkan. ​Lumatan Zacky terasa begitu menuntut, namun sangat berhati-hati. Lidah hangatnya mengabsen setiap sudut rongga mulut Thalia, menyerap seluruh rasa manis dan tantangan istri. Thalia membalas ciuman itu dengan gairah yang sama, dadanya naik turun cepat saat tangan kekar Zacky mulai bergerilya. ​Zacky mengusap punggung mulus Thalia, turun perlahan menyusuri garis pinggang rampingnya, lalu memberikan remasan lembut yang sangat sensual di sana. Sentuhannya penuh dengan persetujuan tak kasat mata, menghargai setiap respons tubuh istrinya. ​"Mmph... Zacky..." desah Thalia panjang, tubuhnya melengkung ke atas mencari kehangatan yang lebih saat bibir pria itu turun m

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 401 Sisi Protektif

    Thalia menoleh ke arah sumber suara yang berasal dari suaminya, ​Zacky melangkah maju, memotong jarak antara istrinya dan para dokter yang mengelilinginya. Kilat mata tajam Zacky menatap satu per satu dokter itu dengan aura mengerikan yang terpancar jelas. ​"Tidak ada satupun jarum atau alat medis dingin yang boleh menyentuh kulit istriku tanpa izinku. Dokter Stefano sudah memeriksanya tadi malam dan istriku butuh ketenangan, bukan atraksi medis seperti ini," geram Zacky. ​"Zacky Farelio, jangan keras kepala! Ini untuk kebaikan—" “Cukup Ma, jangan berlebihan seperti ini!” pangkas Zacky menyela kata-kata Tamara. ​"Tidak apa-apa, Zacky," ucap Thalia, nada sangat menenangkan. ​Wanita itu melangkah ke samping, menyusupkan jari mungilnya ke sela-sela jari besar suaminya, lalu menggenggam erat. Thalia mendongak, menatap Zacky dengan senyuman percaya diri yang membuat semua orang di ruangan itu menahan napas kagum melihat bagaimana dia mampu meluluhkan hati suaminya. ​"Biarkan m

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 400 Kejutan

    ​"Hanya jika suamiku bersikap tidak masuk akal," pangkas Thalia menantang, menyunggingkan senyum manis yang tampak manja. ​Zacky menggeram tertahan. Pria itu tidak bisa lagi menahan hasratnya. Ia menunduk langsung menyambar bibir merah Thalia dengan ciuman yang sangat dalam dan menuntut. ​"Mmph... Zacky..." desah Thalia, memejamkan matanya saat lidah hangat Zacky menerobos masuk, menyapu setiap sudut rongga mulutnya dengan gerakan yang memanjakan sekaligus mendominasi. ​Tangan kekar Zacky menyusup ke punggung Thalia, memberikan usapan-usapan lembut yang perlahan menghancurkan sisa-sisa protes dari bibir istrinya. Ciuman itu terasa begitu penuh cinta, membuktikan bahwa seluruh aturan ketat yang dibuat pria itu semata-mata karena rasa cintanya yang terlalu besar. ​Thalia membalas lumatan itu, mengalungkan lengannya di leher tegap Zacky. Pertengkaran kecil mereka seketika menguap, tergantikan ol

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 399 Protes Thalia

    ​"Berikan padaku, Zacky. Jangan sembunyikan apapun lagi dariku," pangkas Thalia tegas,l.Melangkah maju tanpa ragu diatas lantai yang dingin. Matanya menatap lurus ke arah Zacky, penuh keberanian nyata.​Zacky menegang di tempatnya. Tangan masih mencengkram erat amplop hitam bersimbol gagak emas di balik punggungnya. Pria dominan itu membeku, otaknya berputar cepat mencari cara agar istrinya yang sedang hamil muda ini tidak melihat teror mengerikan.​Tepat di detik yang sangat menegangkan itu, suara dering nyaring dari ponsel satelit milik Zacky yang tergeletak di atas nakas memecah keheningan kamar.​Zacky tidak membuang waktu sedetik pun. Menggunakan kesempatan dari suara dering tersebut yang membuat fokus Thalia sedikit teralih.Zacky menggerakkan tangannya ke belakang dan langsung mendorong amplop hitam itu tepat ke dada Ivan yang masih berdiri mematung di ambang pintu.​Manik mata Zacky menatap asisten pribadinya i

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status