Beranda / Romansa / Please Me, Dear Bos! / Bab 288 Sebuah Penemuan..

Share

Bab 288 Sebuah Penemuan..

Penulis: Cynta
last update Tanggal publikasi: 2026-09-25 10:00:01

​Kecupan lembut itu berlangsung perlahan, menyerap seluruh ketegangan yang menguasai bibir pria itu.

Zacky terpaku ditempatnya, matanya menyempit saat merasakan kelembutan bibir Thalia yang menenangkan jiwanya yang bergejolak.

​Thalia melepaskan tautan bibir mereka perlahan, lalu menundukkan kepalanya sedikit. Bibir ranumnya menyapu permukaan dada bidang Zacky yang penuh urat kekar.

Dengan penuh keberanian dan kehangatan sensual, Thalia memberikan gigitan lembut d
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 300 Pengkhianat di Sekitarnya

    ​"Ini kopi hitam tanpa gula dan makan siang kamu, Zacky," pangkas Thalia lembut, meletakkan cangkir porselen hitam dan nampan berisi hidangan hangat di atas meja ruang kerja. ​Thalia menatap Zacky tanpa ada lagi keraguan. Ia berdiri di samping pria yang siap mempertaruhkan seluruh kekuasaannya demi dirinya dan menjadikannya wanita yang sangat berani, tenang, dan matang. ​Zacky mengangkat pandangannya dari layar laptop. Manik mata pekatnya menatap sosok Thalia yang kini mengenakan pakaian kasual rumah. ​"Terima kasih, Thalia," pangkas Zacky rendah. "Kamu sudah makan?" ​"Belum," goda Thalia dengan suara lembut di dekat telinga Zacky. "Aku kan mau makan siang bersamamu, Pak Zacky." ​Zacky meraih pergelangan tangan Thalia, menariknya perlahan hingga Thalia berputar dan jatuh di atas pangkuannya. Tangannya langsung mengunci pinggang ramping Thalia dengan cengkeraman yang sangat posesif. ​"Kamu sema

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 299 Jebakan di Lobi Pengadilan

    ​l​"Zacky, lewat pintu samping saja... Kerumunan wartawan di depan sangat padat," pangkas Thalia pelan saat mereka melangkah menyusuri koridor belakang gedung pengadilan yang sunyi. ​"Tidak perlu menghindari mereka, Thalia," pangkas Zacky dingin dan berwibawa. "Alvarez Group tidak pernah bersembunyi dari publik. Biarkan mereka melihat bahwa pengkhianat perusahaan telah menerima hukumannya." ​Thalia menyunggingkan senyum tipis, merasa kagum dengan keteguhan hati calon suaminya. "Baiklah, Pak Zacky. Saya ikut keputusan Anda." ​Namun, tepat saat mereka mendekati pintu keluar lobi utama yang dibatasi oleh pagar pembatas, sebuah gangguan mendadak terjadi di antara kerumunan wartawan. ​"Pak Zacky! Nona Thalia! Tolong tanggapi foto ini!" seru seorang wartawan berjaket coklat yang tiba-tiba menerobos barikade pengawal dengan mengangkat sebuah amplop coklat tebal

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 298 Ruang Pengadilan yang Mencekam

    ​"Zacky, dasimu sedikit miring... Biar aku rapikan dulu," ucap Thalia lembut, menyunggingkan senyuman paling manis di dalam ruang tunggu VIP Gedung Pengadilan Negeri. Thalia terlihat begitu anggun dan penuh percaya diri, tidak ada lagi jejak ketakutan di wajah cantiknya, yang terlihat hanyalah pesona seorang calon pendamping Zacky. Pria itu berdiri tegak, membiarkan jari tangan Thalia bergerak merapikan simpul dasi hitamnya. Manik matanya menatap wajah Thalia tanpa berkedip, menunjukkan rasa kepemilikan yang nyata. ​"Kamu sangat cantik pagi ini, Thalia," pangkas Zacky, suaranya rendah dan berat terdengar sensual di telinga Thalia. ​"Terima kasih, Zacky," cicit Thalia lembut, pipinya merona merah. Ia menyenggol dada bidang Zacky dengan jarinya sambil mengedipkan mata dengan tatapan serius. "Ingat, di depan media dan persidangan nanti, kita harus tetap me

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 297 Kejutan yang Menegangkan

    ​"Aku memanjakan calon suamiku sendiri," goda Thalia halus, melepaskan tautan bibir mereka perlahan. ​Napas Thalia memburu halus, pipinya merona merah di bawah pendar lampu temaram kabin SUV, namun tatapan matanya merasakan kepemilikan yang sama besarnya. ​Thalia merendahkan kepalanya sedikit, menyapu leher tegap Zacky dengan embusan napas hangatnya. Jari tangannya perlahan bergerak membuka satu per satu kancing kemeja hitam yang di pakai Zacky, memperhatikan dada bidang dan kokoh milik pria itu. ​"Thalia..." erang Zacky rendah saat merasakan bibir ranum Thalia mendaratkan ciuman panas di sepanjang tulang selangkanya, memberikan gigitan-gigitan kecil yang sensual. ​"Fokus padaku, Zacky Farelio Alvarez," cicit Thalia berani. Tangannya menyusup ke balik kemeja Zacky, mengusap otot dada bidang pria itu yang berdebar kencang. "Biarkan aku membuatmu lupa pada semua teror murahan itu..."

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 296 Pemburu di Balik Bayangan

    ​"Zacky! Di sana! Pria berjaket kulit hitam di bawah tiang lampu itu... Dia benar-benar Arjuna!" seru Thalia tegang, jarinya menunjuk lurus ke seberang jalan raya yang ramai di depan butik. ​Dadanya bergemuruh hebat dan napasnya tertahan di tenggorokan, tapi Thalia tak lagi gemetaran atau menangis histeris. Manik mata coklat Thalia berkilat tajam, berdiri tegak di samping Zacky, tidak ingin menunjukkan kelemahan di depan musuh yang sedang mengintai mereka. ​Mendengar suara tegas Thalia, aura mengerikan dari tatapan Zacky seketika memuncak. Manik matanya memperhatikan area penyeberangan jalan di balik kerumunan pejalan kaki. ​[Ivan! Amankan seberang jalan! Lakukan pengepungan sekarang!] perintah Zacky dingin, menggelegar melalui alat komunikasi micro-earpiece di telinganya. ​[Baik, Pak Zacky! Tim dua dan tiga, laksanakan pengepungan!] sahut Ivan cepat dari seberang saluran. ​Tanpa membuang wakt

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 295 Gejolak Panas di Fitting room

    ​"AHH! Zacky... Nggghh... Pelan-pelan..." jerit Thalia tertahan, kepalanya mendongak pasrah menikmati sensasi sensual yang membakar seluruh tubuhnya.​"Aku tidak bisa pelan-pelan kalau kamu tampil menggoda seperti ini, Thalia," bisik Zacky rendah di depan tulang selangka gadis itu. Suaranya kaku dan sarat akan kepuasan saat mendengar desahan manis dari bibir calon istrinya.​Dengan gerakan cepat dan sangat terampil, tangan tegap Zacky menyusup turun ke bagian bawah gaun mewah berwarna merah anggur itu. Ia menyingkap kain sutra yang tebal dan berat itu ke atas, memamerkan paha mulus Thalia yang bersinar di bawah lampu kristal.​"Z-Zacky... Nanti ada yang mendengar dari luar..." cicit Thalia pasrah.Napasnya memburu saat merasakan jemari hangat Zacky mulai merayap naik menelusuri paha dalamnya, menyentuh bagian paling sensitif di balik pakaian dalam tipisnya.​"Ruangan ini kedap suara, Thalia," pangkas Zacky kaku dan dom

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status