Home / Romansa / Please Me, Dear Bos! / Bab 289 Pesen Tersembunyi

Share

Bab 289 Pesen Tersembunyi

Author: Cynta
last update Petsa ng paglalathala: 2026-09-25 10:01:32

​Thalia melangkah mendekat ke meja kerja, matanya membelalak lebar melihat kertas bertinta merah tersebut.

​"Ini... Ini tinta merah yang sama dengan pesan di sel isolasi Arjuna kemarin, kan?!" pekik Thalia tertahan, suaranya gemetar halus.

​"Benar, Nona Thalia," jawab Ivan tegas.

"Kamera CCTV basement dua merekam kejadian pada pukul 02.10 WIB tadi malam, tepat lima menit sebelum telepon interkom di penthouse berdering."

​"Katakan de
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 295 Gejolak Panas di Fitting room

    ​"AHH! Zacky... Nggghh... Pelan-pelan..." jerit Thalia tertahan, kepalanya mendongak pasrah menikmati sensasi sensual yang membakar seluruh tubuhnya.​"Aku tidak bisa pelan-pelan kalau kamu tampil menggoda seperti ini, Thalia," bisik Zacky rendah di depan tulang selangka gadis itu. Suaranya kaku dan sarat akan kepuasan saat mendengar desahan manis dari bibir calon istrinya.​Dengan gerakan cepat dan sangat terampil, tangan tegap Zacky menyusup turun ke bagian bawah gaun mewah berwarna merah anggur itu. Ia menyingkap kain sutra yang tebal dan berat itu ke atas, memamerkan paha mulus Thalia yang bersinar di bawah lampu kristal.​"Z-Zacky... Nanti ada yang mendengar dari luar..." cicit Thalia pasrah.Napasnya memburu saat merasakan jemari hangat Zacky mulai merayap naik menelusuri paha dalamnya, menyentuh bagian paling sensitif di balik pakaian dalam tipisnya.​"Ruangan ini kedap suara, Thalia," pangkas Zacky kaku dan dom

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 294  Gaun Seksi yang Berbahaya

    ​Thalia melangkah mendekat, mengusap lembut kain sutra yang sangat halus itu dengan ujung jarinya. Namun, kepalanya menoleh sedikit ke arah Zacky dengan raut ragu.​"Mama... Apa gaun ini tidak terlalu mencolok dan terbuka untuk pesta kita?" bisik Thalia pelan, dadanya berdesir tegang. "Bukannya acara kita dirancang terbatas dan tertutup? Bagian punggungnya juga benar-benar terlalu terbuka sampai ke pinggang..."​Nyonya Tamara terkekeh renyah mendengarnya. "Justru itu letak keindahannya, Thalia! Kamu memiliki kulit yang sangat mulus dan indah, gaun ini dirancang khusus untuk memancarkan pesonamu sebagai calon pendamping Alvarez Group."​"Cobalah dulu, Thalia," pangkas Zacky kaku, melangkah mendekat di samping Thalia. Manik mata pekat pria itu menatap gaun merah anggur tersebut dengan kilatan gairah yang tersembunyi rapat. "Aku ingin melihatmu memakainya."​"B-baiklah kalau begitu," sahut Thalia pasrah namun memendam rasa penasar

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 293 Gaun Merah Anggur

    ​"Mama...?" cicit Thalia kaget, menoleh menatap Zacky. "Mama yang menelepon, Zacky."​Zacky menyipitkan matanya, mengangguk pelan memberi izin. "Angkat, Thalia."​Thalia menggeser tombol hijau pada layar ponselnya, lalu menekan tombol speaker agar Zacky juga bisa mendengarnya.​[Halo, selamat siang, Mama…] sapa Thalia ramah dan lembut.​[Thalia, Sayang!] suara gembira dan penuh antusiasme dari Nyonya Tamara seketika bergema jernih dari seberang telepon. Rasa duka dan kekecewaan atas pengkhianatan Sabrina kemarin tampaknya sudah sepenuhnya tergantikan dengan kebahagiaan baru.​[Mama tidak mengganggu jam kerja mu dan Zacky di kantor kan?] tanya Nyonya Tamara terkekeh renyah.​[Sama sekali tidak, Ma,] jawab Thalia tulus, menyunggingkan senyuman manis sambil mengusap lengan tegap Zacky yang masih melingkari pinggangnya.[Ada apa, Ma..?]​[Mama punya kejutan untukmu hari ini, Thalia!] seru Nyonya Tamara den

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 292 Sentuhan Nakal! 

    ​Thalia tidak berhenti di situ. Dengan keberanian yang sangat tinggi, tangan kiri Thalia menyelusup turun ke bawah permukaan meja rapat oval yang tebal.​Di bawah kegelapan meja rapat, tepat di mana tidak ada satu pun mata direksi yang bisa melihat, jari tangan Thalia mendarat di atas paha tegap Zacky yang terbalut celana bahan.​DEG!​Tubuh tegak Zacky seketika tersentak kaku. Garis otot di lengannya menegang saat merasakan sentuhan hangat dan berani dari calon istrinya di tengah rapat resmi yang dihadiri puluhan direksi senior.​Zacky perlahan menolehkan kepalanya sedikit ke arah Thalia. Manik mata menyala gelap, menatap Thalia dengan penuh gairah dan rasa terkejut yang luar biasa.​Thalia tetap mempertahankan raut wajahnya yang sangat formal dan polos. Matanya menatap lurus ke arah layar proyektor seolah-olah ia sedang fokus mendengarkan presentasi audit.Namun di bawah meja rapat, jemari lentiknya mulai membelai lembut paha d

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 291 Godaan di Ruang Rapat

    ​Dada Thalia berdesir hebat. Sebuah tekanan mental yang tak kasatmata mendadak menghantam mereka berdua. Musuh misterius itu tidak hanya tahu mengenai keberadaan topeng silikon di fasilitas medis rahasia kemarin, tetapi juga memantau setiap jengkal detail rencana pertunangan mereka yang seharusnya dirahasiakan. ​"Dia... Dia tahu soal rencana cincin pertunangan kita, Zacky..." cicit Thalia. Suaranya sempat bergetar halus untuk sepersekian detik, bayangan ancaman Arjuna yang manipulatif sempat melintas.​Namun, Thalia menarik napas dalam-dalam. Ia memejamkan matanya sejenak, mengusir sisa-sisa cemas yang mencoba merayap, lalu kembali membuka matanya dengan binar keberanian yang jauh lebih besar.​Thalia meraih ponsel dari tangan Zacky, meletakkannya kembali di atas meja, lalu menggenggam kedua tangan tegap pria itu dengan jemari lentiknya.​"Zacky, lihat aku," pangkas Thalia mantap, suaranya terdengar begitu jernih dan

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 290 Pagi yang Menggoda

    Thalia berdiri tegak di depan meja Ivan dengan map berkas tebal di pelukan dadanya. ​"Pak Ivan, gimana perkembangan jadwal rapat direksi untuk siang ini?" suara Thalia terdengar lembut di ruang sekretariat eksekutif.Tidak ada lagi tatapan mata ketakutan, gemetar di ujung jemari, atau keraguan yang dulu selalu menghantuinya setiap kali isu Arjuna muncul di sekitarnya. Di bawah naungan penuh cinta dan perlindungan mutlak dari Zacky, Thalia telah bertransformasi menjadi sosok wanita tangguh, percaya diri, dan sangat profesional.​Ivan menghentikan jari tangannya di atas keyboard, mendongak menatap Thalia dengan rasa kagum yang tak bisa disembunyikan.​"Semua jadwal sudah ditata rapi, Nona Thalia. Rapat divisi keuangan dan audit gabungan dipindahkan ke ruang rapat utama lantai empat puluh tepat pukul sepuluh nanti," lapor Ivan penuh rasa hormat. "Pak Zacky sudah menyetujui seluruh draf materi presentasi yang Nona susun," lanjutny

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status