Home / Romansa / Please Me, Dear Bos! / Bab 287 Sentuhan Penenang

Share

Bab 287 Sentuhan Penenang

Author: Cynta
last update publish date: 2026-09-24 15:02:34

​"Zacky, jangan angkat dulu... Tolong, hati-hati," bisik Thalia, jari tangannya meremas erat lengan tegap Zacky dari balik selimut.

​Thalia menatap layar digital telepon interkom yang terus menyala biru di kamar yang remang-remang.

Meskipun keberaniannya sudah jauh berkembang, namun suara dering telpon di jam dua pagi seperti ini tetap saja memberikan insting waspada.

Rasa cemas akan sosok Arjuna yang begitu manipulatif dan masih berkeliaran beba
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 287 Sentuhan Penenang

    ​"Zacky, jangan angkat dulu... Tolong, hati-hati," bisik Thalia, jari tangannya meremas erat lengan tegap Zacky dari balik selimut. ​Thalia menatap layar digital telepon interkom yang terus menyala biru di kamar yang remang-remang. Meskipun keberaniannya sudah jauh berkembang, namun suara dering telpon di jam dua pagi seperti ini tetap saja memberikan insting waspada. Rasa cemas akan sosok Arjuna yang begitu manipulatif dan masih berkeliaran bebas mendadak membayangi pikirann Thalia. ​Zacky tidak menjawab kata-kata Thalia, manik matanya berkilat tajam . Dengan gerakan tenang, Zacky meraih gagang telepon lalu menekan tombol jawab. ​[Siapa?!] pangkas Zacky dingin dan datar. Suasana hening menyambut suara tegas Zacky selama beberapa detik. Tidak ada suara helaan napas, tidak ada sapaan petugas keamanan, maupun laporan panik dari tim Ivan. Dari pengeras suara interkom, tiba-tiba te

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 286 Sampai Klimaks

    ​Thalia mengangguk pelan, pipinya merona merah. Gadis itu menegakkan tubuhnya, menatap dalam manik mata Zacky. Keberanian baru memenuhi hatinya, Thalia mulai mengangkat dan menurunkan pinggulnya di atas pangkuan Zacky. ​"Ahhh... Zacky..." desah Thalia halus saat merasakan pusaka tegak itu masuk semakin dalam di setiap hentakannya. ​Zacky menahan nafasnya, matanya terpejam sejenak menikmati hentakan teratur yang dilakukan Thalia. Tangannya merayap naik, meremas paha dan squishy Thalia dengan sentuhan posesif yang membara. ​"Kamu luar biasa malam ini, Thalia," pangkas Zacky kaku disaat dadanya naik turun memburu. ​"Aku belajar dari calon suamiku..." goda Thalia berani, mempercepat tempo pergerakan pinggulnya naik turun dengan nafsu terengah-engah. ​Rasa nikmat yang semakin memuncak membawa mereka berdua ke batas klimaks.

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 285 Menyatu di Pantulan Cermin

    ​Thalia melengos pasrah, dadanya naik turun memburu. Pipinya merona merah penuhi hasrat dan gairah tertahan saat mata Zacky menatap lekukan tubuhnya dari pantulan cermin di hadapan mereka. ​"Zacky... Kenapa di sini...?" cicit Thalia terbata-bata dengan suara serak yang sangat menggoda. ​"Aku menginginkanmu di sini, sekarang juga, Thalia," pangkas Zacky kaku dan datar, suaranya dipenuhi keinginan sensual yang dominan. "Lihat dirimu di cermin... Kamu sangat indah, sayang.." ​Thalia mengikuti arah pandang Zacky ke arah cermin besar. Ia bisa melihat betapa kontrasnya tubuh rampingnya yang polos bersanding dengan sosok pria berotot di belakangnya yang masih terbalut kemeja putih ketat. ​Zacky merendahkan tubuhnya, mendaratkan ciuman-ciuman panas di sepanjang rahang Thalia, menelusuri leher jenjang gadis itu, memberikan gigitan kecil membuat tanda kepemilikan yang terukir dengan jelas. ​"AAHH! Zack

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 284 ‘Menyalurkan Emosi’

    ​"Zacky, jangan biarkan kemarahanmu membutakan pikiranmu sendiri," ucap Thalia pelan, suaranya memecah suasana hening di dalam mobil yang meluncur kencang di kegelapan malam menuju penthouse.​Gadis itu menoleh, menatap wajah tegang Zacky yang diterangi pendar cahaya lampu jalanan. Tangannya yang mengenakan cincin berlian terulur, menggenggam jari tangan pria itu di atas pangkuan.​Zacky tidak langsung menjawab. Matanya berkilat tajam menatap ke depan, rahangnya mengeras seperti pahatan batu karang.​"Pria itu sengaja memancing emosimu dengan topeng dan pelacak itu, Zacky," lanjut Thalia dengan suara yang begitu tenang penuh dengan penekanan. "Dia ingin kamu melakukan kesalahan karena emosi."​Zacky menghela napas panjang, memutar tangannya lalu membalas genggaman Thalia dengan sangat erat. Pria itu menoleh sejenak, menatap mata cokelat gadisnya yang kini menunjukkan rasa percaya penuh padanya.​"Aku tidak marah karena permainan

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 283 Wajah Tersembunyi

    ​Suara perekat kimia yang larut terdengar halus. Dengan perlahan dan sangat hati-hati, dokter menjepit ujung lapisan tipis bercorak pori-pori kulit di leher pasien, lalu menariknya perlahan ke atas.​Plak... Srrkk!​Lapisan kulit sintetis tersebut terkelupas. ​Sebuah topeng prototipe silikon fleksibel berteknologi tinggi yang dirancang begitu halus hingga mampu menirukan lekuk wajah, pori-pori, hingga warna kulit asli Arjuna terlepas sepenuhnya dari wajah pria di atas ranjang. ​Di balik topeng buatan yang sempurna itu, terkuak raut wajah pria asing berusia tiga puluhan dengan struktur tulang pipi dan rahang yang sangat berbeda dari Arjuna!​DEG!​"Apa-apaan ini?!" pekik Zacky terperanjat, matanya membelalak lebar. "Wajah di balik topeng ini... Ternyata dia bukan Arjuna?!"​Thalia menahan nafasnya sejenak. Manik matanya menatap topeng silikon di tangan dokter, lalu beralih menatap wajah asing pria tersebut. Kepalanya berputar cepat merangkai fakta-fakta yang ada.​"Zacky..." panggil

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 282 Rahasia Baru

    l​"Pak Ivan, apa hasil analisis awal tim medis mengenai kondisi pria yang koma itu?" tanya Thalia dengan nada suara yang tenang dan penuh percaya diri.​Gadis itu berdiri tegak di samping meja kerja Zacky, tidak ada lagi raut ketakutan atau tubuh gemetar di wajah cantiknya. Keberanian yang tumbuh dalam dirinya, serta rasa percaya pada perlindungan Zacky, membuat Thalia tampil begitu dewasa dan berani menghadapi setiap teka-teki yang muncul.​Ivan yang baru saja melangkah masuk ke dalam ruang kerja utama langsung membungkuk hormat dan sedikit terkejut dengan pertanyaan Thalia. "Nona Thalia, Pak Zacky... Tim medis di fasilitas pribadi Alvarez Group menemukan ketidakwajaran fisik pada tubuh pasien saat hendak memasang alat bantu napas tambahan."​Zacky mengangkat kepalanya pelan dari dokumen di mejanya. Manik mata menyala tajam, menunjukkan ekspresi dingin yang nyata. "Ketidakwajaran apa, Ivan?"​"Ada anomali pada tekstur kulit di sekitar leher dan belakang telinga pasien, Pak," lapor

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status