Pregnant Baby Boys Mr. Billionaire

Pregnant Baby Boys Mr. Billionaire

last updateZuletzt aktualisiert : 17.02.2025
Von:  Jinggamatahari26Laufend
Sprache: English
goodnovel16goodnovel
Nicht genügend Bewertungen
76Kapitel
3.7KAufrufe
Lesen
Zur Bibliothek hinzufügen

Teilen:  

Melden
Übersicht
Katalog
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN

Zusammenfassung

Rebel

Dark Romance

Twist

Contract Marriage

Secret Love

Heir/Heirness

Fast-Paced Plot

Girl Power

Independent

RETURNING THE FAVOR! That's what happened, which Ruby didn't expect. Victor Anthony asked for something back that his parents had given him as a child. Not in the form of money, not in the form of property! Victor asks Ruby to give him a son. Ruby had to agree to a letter stating that she agreed to carry Victor's baby. "It's only a moment, Ruby! You only need to be pregnant for 9 months, after that, you are free to go anywhere."

Mehr anzeigen

Kapitel 1

CHAPTER 1

Baru saja aku selesai mandi dan keluar dari kamar mandi, terdengar suara bel pintu dari luar.

Setengah jam sebelumnya, aku menerima kabar dari adik sepupuku, Rosie Cox bahwa dia akan datang menemuiku. Tanpa pikir panjang, aku segera mengenakan handuk dan buru-buru membuka pintu.

Tidak disangka, begitu pintu terbuka, yang kulihat adalah seorang pria tinggi dan tampan berusia sekitar 27 atau 28 tahun.

Dia mengenakan pakaian santai dan di tangannya membawa sebuah koper kecil.

"Apa Anda Nona Sarah? Saya hipnoterapis yang diperkenalkan oleh Nona Rosie, sepupu Anda. Nama saya Henry Mason."

Dia menyapaku sambil tersenyum, suaranya lembut dan penuh daya tarik.

Tubuhnya tegap dan gagah, parasnya tampan dengan garis wajah tegas. Lengan kemeja yang digulung memperlihatkan otot yang proporsional dan indah.

Melihat tatapannya yang sedikit menghindar, aku refleks menunduk dan menatap diriku sendiri.

Saat itu, aku baru menyadari handuk yang kupakai sedikit melorot beberapa sentimeter. Bagian yang sebelumnya tertutup rapat kini samar-samar memperlihatkan lekuk tubuh.

Pipiku terasa menghangat, rona merah perlahan muncul di wajahku.

Tubuhku... juga mulai diliputi sensasi panas yang tidak terkendali.

Bukankah janji pertemuannya jam tiga sore? Kenapa baru pukul satu dia sudah datang?

Untuk memastikan tidak ada kekeliruan, aku memintanya menunggu sebentar di depan pintu, lalu diam-diam memotret dirinya dan menghubungi Rosie.

"Rosie, sudah lihat foto yang kukirim? Hipnoterapis yang kamu kenalkan padaku itu benar dia?"

"Iya, Kak, memang dia. Malam nanti dia masih punya klien lain, makanya aku minta dia datang lebih awal."

"Henry ini hipnoterapis yang hebat banget. Aku sudah menunggu lama untuk bisa menjadwalkannya untukmu."

Setelah menutup telepon, aku menarik napas panjang.

"Maaf membuatmu menunggu. Silakan masuk."

"Duduklah sebentar, aku ganti baju tidur dulu..."

Baru saja hendak masuk ke kamar, Henry tiba-tiba menarikku.

Tingginya yang mencapai 185 sentimeter berdiri di hadapanku, memberi tekanan yang begitu kuat.

"Sebenarnya... tidur tanpa baju sangat bermanfaat untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik. Nona Sarah, mengapa Anda nggak mencobanya?"

Setelah mengatakannya, tangannya yang besar menyusuri pinggangku, lalu jemarinya menekannya dengan pas.

Aku terpaku di tempat.

Pikiran yang sejak tadi menggelayut di benakku menjadi makin kuat.

"Anda hanya perlu menyelimuti tubuh Anda, lalu berbaring dengan posisi yang Anda suka."

Mengingat kondisiku yang makin buruk dan mendengar penjelasannya yang terdengar masuk akal, aku ragu sejenak, lalu memutuskan untuk mengikuti sarannya.

Setelah mempersiapkan semuanya, aku memanggil Henry masuk ke kamar.

Dia duduk di tepi ranjangku, lalu mulai melakukan hipnotis padaku.

Sepuluh menit kemudian, meskipun ada rasa kantuk, aku tetap tidak bisa tertidur.

Namun, karena di balik selimut tipis ini aku hampir sepenuhnya telanjang, perasaan malu sekaligus berdebar membuatku sama sekali tidak bisa tidur.

Melihat bulu mataku masih bergetar saat menutup mata, Henry menghela napas pelan. "Masih nggak bisa tidur? Sepertinya insomnia Anda memang cukup parah."

Aku tersenyum getir. "Ya, agak parah. Nggak apa-apa, hanya saja nggak kusangka akan sampai seperti ini."

Baru saja aku ingin mengatakan untuk mengakhirinya saja, Henry sudah memotong ucapanku, "Kalau menidurkan Anda dengan cara ini nggak berhasil, kita harus ganti cara lain."

"Cara apa?" tanyaku dengan nada heran.

"Pijatan adalah salah satu cara paling efektif untuk membuat seseorang benar-benar rileks. Dengan meredakan tekanan dan kecemasan, tubuh dan pikiran menjadi lebih santai, sehingga dapat memperbaiki kualitas tidur."

Aku menatapnya dengan kaget. "Kamu juga bisa memijat?"

Henry menaikkan alisnya. "Apa Rosie nggak memberitahu Anda?"

Tiba-tiba aku teringat, Rosie memang pernah menyebutkan bahwa Henry punya satu kemampuan lain yang sangat hebat.

Jangan-jangan, yang dimaksud adalah ini?

Erweitern
Nächstes Kapitel
Herunterladen

Aktuellstes Kapitel

Weitere Kapitel

An die Leser

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Keine Kommentare
76 Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status