Beranda / Romansa / Istri Palsu Presdir / 146. Memilih Salah Satu

Share

146. Memilih Salah Satu

Penulis: Velmoria
last update Terakhir Diperbarui: 2025-09-15 23:48:52

Ivy berusaha menahan diri, menahan napas, dan tidak terlalu menghiraukan nada suara Ethan yang terdengar sendu. Ia tahu, jika ikut terbawa, rasa bersalah dan sedih akan menumpuk lagi.

Dengan hati-hati, ia mengangguk, lalu memaksa senyum tipis muncul di bibirnya. Refleks, ia menarik perlahan tangannya yang masih tergenggam oleh Ethan.

Jika menunggu Ethan, pria itu pasti tidak akan berniat untuk melepaskannya. Karena itulah ia menarik diri lebih dulu.

Tanpa sepatah kata pun, Ivy berbalik, melangkah cepat, menaiki anak tangga dengan langkah yang sedikit lebih berat dan terburu.

Ia bahkan tidak ingin melihat tatapan dan reaksi pria itu padanya atas sikapnya barusan. Itu sebabnya ia terus melangkah tanpa menoleh ke belakang sedikit pun.

Tidak mau memikirkan apa pun dulu, Ivy bergegas ke kamar mandi—tidak berendam seperti saran Ethan, karena ia ingin selesai lebih cepat.

Setelahnya, ia langsung berbaring di ranjang, memaksa dirinya untuk tidur lebih cepat agar tidak bertemu dengan Eth
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Istri Palsu Presdir   284. Aku Merasakan Sesuatu (21+)

    Masih bergairah begitu besar, Ivy membalas dengan mendaratkan bibir serta gigitannya di leher Ethan.Tidak terkejut, Ethan malah tertawa. Seakan ia sudah menduga akan mendapatkan sisi liar istrinya lagi dalam momen yang sama. “Masih ingin menghukumku, Sayang?” Sambil tangannya memainkan puting Ivy yang terus menegang.“Aaaah—mmh, aku tidak sedang menghukummu, aku sedang menandaimu,” balas Ivy sambil menggigit bibir bawahnya. “Ethan, hisap jari kakiku … lakukan semuanya. Aku ingin kau melakukan hal paling gila dan paling intim yang belum pernah kau lakukan pada siapa pun.”Permintaan Ivy yang tidak biasa itu justru membuat Ethan semakin terhibur. Ia sama sekali tidak merasa direndahkan. Justru sebaliknya, ia merasa sangat diinginkan.Ethan meraih kaki Ivy yang kecil, mengangkat, dan mulai mengecup jemari kaki istrinya satu per satu dengan penuh pengabdian, sesekali menyesapnya dengan cara yang membuat Ivy merinding kegirangan.Sambil terus memuja jari-jari kaki Ivy dengan hisapan dan j

  • Istri Palsu Presdir   283. Hanya Untukmu (21+)

    Kecemburuan masih terpancar dari mata Ivy, meski perlahan ia luluh dalam semua pengakuan Ethan. Suaminya bukan pembohong. Suaminya pria yang paling ia percaya. Dan dengan segala kecemburuannya yang anggun di mata Ethan, rupanya telah berhasil membakar habis sisa kendali diri pria itu. Ethan tidak butuh waktu lama untuk membuktikan siapa pemilik hatinya. Ia mengangkat tubuh Ivy, mendudukkan di atas meja kerja mahogani yang luas, menyingkirkan tumpukan berkas penting tanpa rasa bersalah. Julian atau petugas kebersihan bisa membereskannya nanti. “Katakan lagi, Ivy,” bisik Ethan, suaranya parau dan dalam. Tangannya menyelinap di balik gaun satin Ivy, menyentuh kulit halus yang selalu berhasil membuatnya gila. “Katakan kalau kau hanya menginginkanku. Aku tidak pernah bosan mendengarnya, Sayang.” Ivy melingkarkan kakinya di pinggang Ethan, menarik pria itu semakin rapat. “Aku membencinya, Ethan. Aku benci fakta bahwa dia merasa mengenalmu lebih baik dariku—meski itu dusta sekalip

  • Istri Palsu Presdir   282. Yang Paling Kucintai

    Wanita itu berbalik.Dia ... Helena Davenport.Mata mereka bertemu. Tidak ada gerakan melangkah terburu-buru palsu dan senyum dibuat-buat seperti saat Stella melihatnya atau menyambut kedatangannya.Helena justru tersenyum. Senyuman yang bisa dipastikan sangat terkontrol dan sopan, seolah memang sudah memperkirakan pertemuan mereka ini.“Nyonya Winchester,” sapa Helena. Suaranya ramah dan santun, namun ada nada ‘kepemilikan’ yang halus saat ia menyebut nama belakang itu. “Luar biasa bisa bertemu denganmu di sini. Aku baru saja menyelesaikan pertemuan singkat dengan tim hukum Ethan.”Ivy merasakan jantungnya berdebar. Bukan. Jelas bukan debar karena takut, ini adalah debar kewaspadaan.Ia menyadari Helena tidak memanggil Ethan dengan sebutan Tuan Winchester atau Presdir, melainkan hanya Ethan saja.“Nona Davenport,” balas Ivy dengan dagu terangkat, mempertahankan martabatnya bahkan menyebut nama belakang keluarga wanita itu. “Aku tidak tahu kau punya urusan bisnis di sini sore ini.”He

  • Istri Palsu Presdir   281. Seseorang yang Mirip Denganku?

    ​“Aku akan menantikan pesta gila itu, Isla. Setidaknya aku punya alasan untuk keluar dari Alden sejenak.” Ivy terkekeh, namun tawanya perlahan memudar, digantikan oleh gurat pemikiran yang lebih serius.“Isla ...” panggil Ivy kembali, suaranya merendah. “Berbicara soal ketenangan ... aku baru ingat kalau selama kau berada di Alden, dalam jangkauan ibunya Ethan, apa kau sempat diperlakukan dengan tidak baik saat aku tidak berada di dekatmu? Mantan mertuamu itu tampak tenang di permukaan, jadi ...”​Isla di seberang sana langsung menangkap arah pembicaraan, walau sengaja digantungkan oleh Ivy. “Jujur kukatakan, tidak ada. Dia bahkan tidak memperhatikanku sama sekali. Cuma menatap sedetik, tanpa ekspresi, lalu berpaling.”Ivy menghela napas lega, memejamkan mata sambil tetap melanjutkan pembicaraan. “Aku pikir ... mungkin saja ada yang luput dari perhatianku. Aku cemas kalau kau punya trauma karena semua yang telah terjadi.”Tawa pelan menenangkan kemudian yang Isla perdengarkan. “Tidak,

  • Istri Palsu Presdir   280. Percakapan Dua Arah

    Setelah kepulangan rombongan Harrington termasuk Isla dan Kairos, mansion Ethan kini terasa sunyi.Ivy tidak ingin Ethan menemaninya terus di mana pun di sudut mansion ini. Ia meminta sang suami segera membereskan urusan Winchester Corporation yang rasanya sudah cukup lama dibiarkan ditangani oleh Julian.Ia ingin Ethan tetaplah pria yang bertanggung jawab penuh pada apa yang seharusnya memang menjadi tugas pria itu.Karena rindu, ia mencoba menghubungi satu nama di ponselnya. Nada menunggu hanya sekitar beberapa detik sampai akhirnya dijawab.“Halo, Ivy,” sapa di seberang. Ringan, penuh keceriaan.Di sini, Ivy tersenyum. “Bagaimana keadaanmu?”“Baik, tapi ya kau tahulah ...”Ivy segera paham, “Kau gugup?”“Ya. Sepuluh hari tidak lama lagi.”Lesu dari nada suara itu membuat Ivy menekankan. “Kau masih bisa merubah keputusanmu kalau kau merasa tidak yakin.”“Aku yakin.” Terburu-buru ia membalas. “Aku sudah yakin pada Kairos, Ivy.”“Kau tidak perlu membohongi dirimu sendiri. Kau tahu itu

  • Istri Palsu Presdir   279. Kecurigaan Tanpa Sebab

    Kairos berbisik lembut, mengecup bahu Isla yang masih sedikit berkeringat.“Aku ... aku tidak tahu apa yang merasukiku, Kairos,” suara Isla bergetar, hampir menangis. “Apa yang kita lakukan tadi ... itu salah, bukan? Memalukan, itu salahku. Aku merasa seperti wanita yang ... yang tidak punya harga diri.”Kairos membalikkan tubuh Isla agar mereka saling berhadapan. Ia menatap mata Isla yang berkaca-kaca dengan tatapan yang sangat teduh, tanpa ada sisa-sisa keliaran tadi.“Isla, dengarkan aku,” ucap Kairos tegas namun lembut. “Tidak ada yang salah dengan mengeksplorasi keinginanmu dengan calon suamimu sendiri. Di dalam kamar ini, tidak ada aturan sosial, tidak ada label tabu. Hanya ada kau dan aku.”Ia mengusap air mata yang mulai jatuh di pipi Isla. “Kau bukan wanita rendah karena menginginkan itu. Justru itu menunjukkan betapa besarnya kepercayaanmu padaku untuk membiarkanku menyentuh sisi paling pribadimu. Itu adalah bentuk penyerahan diri yang paling jujur, dan aku menghargainya leb

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status