Home / Romansa / Istri Palsu Presdir / 44. Perasaan yang Tidak Akan Hilang dalam Waktu Dekat

Share

44. Perasaan yang Tidak Akan Hilang dalam Waktu Dekat

Author: Velmoria
last update Last Updated: 2025-07-07 23:07:41

Setelah Stella pergi, Ivy melirik jam di dinding. Ethan belum juga kembali.

Lorong sudah sepi. Hanya suara samar dari ruang perawat di ujung koridor.

Ivy menarik napas pendek, lalu berdiri dengan hati-hati.

Sambil menahan beban di bahu kirinya, ia mendorong pelan pintu kamar rawat menggunakan tangan kanan.

Ia memutuskan untuk masuk. Bagaimanapun, Emma tetap alasan utama ia datang hari ini.

Di dalam ruangan, cahaya lampu dibuat redup, dan suara mesin pemantau di sisi ranjang berdetak pelan.

Emma tertidur dengan posisi miring, wajahnya tenang. Selimut menutupi hingga dada, sementara satu selang infus masih terpasang di tangannya.

Di sisi ranjang, perawat yang tadi sempat menyampaikan informasi di lorong utama pada Ivy, sedang membereskan rak kecil berisi botol obat dan peralatan suntik.

Ia menoleh sebentar ketika menyadari kehadiran Ivy, lalu tersenyum sopan.

“Tadi saya lihat Nyonya menunggu, saya kira Anda akan masuk bersama suami Anda. Mohon maaf, saya kebetulan sedang membantu Emma
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Palsu Presdir   280. Percakapan Dua Arah

    Setelah kepulangan rombongan Harrington termasuk Isla dan Kairos, mansion Ethan kini terasa sunyi.Ivy tidak ingin Ethan menemaninya terus di mana pun di sudut mansion ini. Ia meminta sang suami segera membereskan urusan Winchester Corporation yang rasanya sudah cukup lama dibiarkan ditangani oleh Julian.Ia ingin Ethan tetaplah pria yang bertanggung jawab penuh pada apa yang seharusnya memang menjadi tugas pria itu.Karena rindu, ia mencoba menghubungi satu nama di ponselnya. Nada menunggu hanya sekitar beberapa detik sampai akhirnya dijawab.“Halo, Ivy,” sapa di seberang. Ringan, penuh keceriaan.Di sini, Ivy tersenyum. “Bagaimana keadaanmu?”“Baik, tapi ya kau tahulah ...”Ivy segera paham, “Kau gugup?”“Ya. Sepuluh hari tidak lama lagi.”Lesu dari nada suara itu membuat Ivy menekankan. “Kau masih bisa merubah keputusanmu kalau kau merasa tidak yakin.”“Aku yakin.” Terburu-buru ia membalas. “Aku sudah yakin pada Kairos, Ivy.”“Kau tidak perlu membohongi dirimu sendiri. Kau tahu itu

  • Istri Palsu Presdir   279. Kecurigaan Tanpa Sebab

    Kairos berbisik lembut, mengecup bahu Isla yang masih sedikit berkeringat.“Aku ... aku tidak tahu apa yang merasukiku, Kairos,” suara Isla bergetar, hampir menangis. “Apa yang kita lakukan tadi ... itu salah, bukan? Memalukan, itu salahku. Aku merasa seperti wanita yang ... yang tidak punya harga diri.”Kairos membalikkan tubuh Isla agar mereka saling berhadapan. Ia menatap mata Isla yang berkaca-kaca dengan tatapan yang sangat teduh, tanpa ada sisa-sisa keliaran tadi.“Isla, dengarkan aku,” ucap Kairos tegas namun lembut. “Tidak ada yang salah dengan mengeksplorasi keinginanmu dengan calon suamimu sendiri. Di dalam kamar ini, tidak ada aturan sosial, tidak ada label tabu. Hanya ada kau dan aku.”Ia mengusap air mata yang mulai jatuh di pipi Isla. “Kau bukan wanita rendah karena menginginkan itu. Justru itu menunjukkan betapa besarnya kepercayaanmu padaku untuk membiarkanku menyentuh sisi paling pribadimu. Itu adalah bentuk penyerahan diri yang paling jujur, dan aku menghargainya leb

  • Istri Palsu Presdir   278. Lewat Jalan Berbeda (21+)

    Kairos bertanya sekali lagi, memastikan persetujuan Isla.Isla hanya bisa mengangguk lemah, kepalanya terkulai di bantal. “I-iya ... masukkan punyamu, Kairos. Sekarang.”Kairos memposisikan penisnya yang tegang di pintu masuk yang sangat sempit itu.Ia mendorongnya sangat lambat, inci demi inci, memberikan waktu bagi tubuh Isla untuk menerima kehadirannya.“Aaaaakh!” Isla memekik, cengkeramannya pada sprei begitu kuat hingga kuku-kukunya memutih. Rasa sakit yang tajam menghujamnya, namun dibarengi dengan rasa memiliki yang begitu menegangkan.Saat separuh batangnya terbenam, Kairos berhenti total. Tidak mau memaksa. Perjalanan ini akan sangat sulit. Harus pelan dan hati-hati.Ia membiarkan Isla beradaptasi dengan setengah ukurannya. Ia memeluk punggung Isla dari belakang, membisikkan kata-kata pemujaan yang membuat Isla merasa begitu berharga di tengah rasa sakitnya.“Kau milikku seutuhnya, Isla. Sepenuhnya. Tidak ada ruang lagi untuk orang lain. Aku selalu bisa memenuhimu, dari depan

  • Istri Palsu Presdir   277. Masih Mau Lanjut? (21+)

    Kairos masuk ke dalam diri Isla dengan satu gerakan yang mantap dan dalam, membuat Isla memekik keras, menyandarkan kepalanya di bahu Kairos.Tidak ada kemarahan dalam dorongannya, hanya gerak yang teratur, tapi kuat, dan penuh gairah yang matang.Setiap kali Isla mencoba memejamkan mata, Kairos mencium kelopak mata perempuan itu, memaksa Isla untuk terus menatapnya.“Sebut namaku, Isla. Bukan nama pria yang meninggalkanmu.”Isla tidak bisa berpikir. Otaknya hanya dipenuhi gairah yang ingin dipuaskan. “Kairos ... ahh, Kairos ...” Ia merintih, tubuhnya bergetar hebat.Seketika ia tidak bisa lagi memikirkan Adrian, tidak bisa lagi memikirkan surat itu. Seluruh sarafnya hanya terfokus pada bagaimana Kairos memujanya, bagaimana lidah Kairos kini menjelajahi dadanya sementara bagian bawah mereka saling bertaut dengan panas.Kairos memainkan titik sensitif Isla dengan ibu jarinya sambil terus menghujam, menciptakan gelombang kenikmatan yang begitu intens hingga Isla merasa dunianya seolah m

  • Istri Palsu Presdir   276. Jangan Menangisi Pria Lain

    Keheningan itu pecah saat Arthur Harrington berdeham sambil menatap kursi kosong di ujung meja.“Harusnya dia sudah menyiapkan laporan logistik untuk kepulangan kita ke Norwick besok pagi,” lanjutnya lagi.Alexander yang sedang memotong buah, menyahut tanpa mendongak. “Dia sudah berangkat sejak subuh tadi, Ayah. Dia meninggalkan pesan bahwa ada kendala mendadak di pelabuhan Norwick dan dia harus menanganinya secara pribadi.”Raut wajah Isla seketika berubah. Sendok yang ia pegang berdenting pelan saat menyentuh piring porselen. Berangkat sejak subuh? Kalimat Adrian di balkon semalam benar-benar bukan gertakan. Pria itu benar-benar melarikan diri darinya.“Cepat sekali,” gumam Arthur, alisnya bertaut. “Padahal aku ingin dia ikut dalam pertemuan di kediaman utama Winchester hari ini.”Leonard Winchester yang duduk di meja itu sebagai tamu kehormatan, menyahut dengan suara baritonnya yang bijak. “Biarkan saja dia, Arthur. Pria muda terkadang butuh kesibukan untuk mengalihkan pikiran. Dan

  • Istri Palsu Presdir   275. Rasa Pria Dewasa (21+)

    Menarik kerah kemeja pria itu dan menciumnya dengan kasar. Lebih pantas disebut sebagai serangan yang putus asa.Kairos sempat terkejut, namun ia segera menguasai keadaan. Ia meletakkan tangannya di tengkuk Isla, memperdalam ciuman itu dengan gerakan yang lebih dominan.Lidahnya menyerbu masuk tanpa ragu. Ia tahu Isla sedang melampiaskan sesuatu. Pasti rasa bersalah, kehilangan, atau kemarahan. Tapi Kairos tidak keberatan menjadi sasarannya, justru menikmati setiap detik pelepasan Isla.“Ke kamarmu, Isla. Sekarang,” bisik Kairos di sela napas mereka yang menderu, suaranya mengandung perintah yang jelas tidak ingin dibantah.Perjalanan ke kamar Isla tidak lama, sangat cepat malah. Begitu pintu kamar tertutup dengan bunyi berdebam, Kairos tidak membuang waktu.Ia mendorong Isla ke pintu, mengunci tubuh wanita itu dengan lengannya yang kekar. Bibir mereka kembali bertemu dalam ciuman yang buas, lidah Kairos menelusup ke setiap sudut mulut Isla, menghisap, mengulum, seolah ingin mencicipi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status