Home / Romansa / Istri Palsu Presdir / 73. Temani Aku Malam Ini

Share

73. Temani Aku Malam Ini

Author: Velmoria
last update Last Updated: 2025-07-24 22:41:12

Sepersekian detik tubuhnya masih membeku.

Ivy terlalu terkejut dan tidak tahu harus bagaimana dalam situasi ini.

Tapi kesadaran menyentaknya kemudian.

Alarm di kepalanya memberi peringatan untuk tidak terbawa suasana.

Saat akan mengangkat kepala dan tubuhnya dari dada Ethan, Ivy merasakan lengan kanan pria itu melingkari pinggangnya dan lengan kiri Ethan berada di bawah lehernya.

Ia tertahan di sana. Dalam posisi dan jarak yang telah menipis.

“Ethan ….”

Ivy tidak bisa melanjutkan ucapannya, man
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Palsu Presdir   349. Posisi Purba (21+)

    ​Ethan berdiri, matanya berkilat penuh tantangan. Ia menanggalkan celananya, menampakkan penisnya yang sudah berdenyut hebat, urat-uratnya menonjol menuntut pelepasan.Ia mengangkat Ivy, membiarkan kaki sang istri melilit pinggangnya, lalu menghujamkan dirinya masuk dengan satu dorongan yang sangat dalam dan brutal. Melupakan sejenak kelembutan yang seharusnya ia terapkan dalam situasi ini.​“AAHHH!” Ivy memekik, kepalanya sedikit terlempar ke belakang saat ia merasakan penis Ethan menghantam leher rahimnya dengan tekanan yang luar biasa.​Mereka bercinta dengan tempo yang tidak terkontrol di depan api unggun. Suara kulit yang beradu, lenguhan vulgar Ivy, dan erangan berat Ethan memenuhi ruangan yang luas itu.Ethan bergerak dengan kekuatan maskulin yang murni, seolah ia sedang menanamkan benihnya pada tanah yang paling subur.​Setiap kali Ethan menghujam, buah zakarnya yang berat menghantam klitoris Ivy, menciptakan sensasi ganda yang membuat Ivy orgasme berkali-kali. Namun, anehnya,

  • Istri Palsu Presdir   348. Sekarang!

    Pikirannya kembali pada saat-saat di mana mereka bercinta dengan penuh gairah berbeda pasca kejadian serum Davenport beberapa hari lalu.Penjaga muncul tidak lama setelah tetua itu selesai bicara. Martin yang menerima kuncinya dan Ethan segera berpamitan untuk membawa istrinya ke kastil, agar bukan hanya Ivy dan Iris yang bisa segera istirahat, tapi orang-orangnya juga.Ethan tidak membuka percakapan apa pun mengenai apa yang sudah tetua itu ungkapkan. Ia sedang tidak mau membahas penerus, anak kedua, atau semacamnya yang berhubungan dengan kehamilan kedua Ivy. Masih terlalu dini. Ia bersedia mengikuti kemauan Ivy apa pun itu, bukan untuk menyegerakan sang istri mengandung kembali.Terlalu berisiko, dan jangan sekarang! Meksi ia siap menanggung segalanya bersama Ivy, tapi sekarang bukan waktu yang tepat.Ivy sendiri—selama perjalanan mereka menuju kastil, tidak mengusik Ethan dengan ucapan tetua tadi. Ia tidak mau membuat Ethan yang sudah agak ‘longgar’ menjadi terpicu untuk mengetat

  • Istri Palsu Presdir   347. Selamat Datang Kembali

    Ethan mengecup kening Ivy, suaranya berubah menjadi sangat posesif. “Aku benar-benar ingin waktumu hanya untukku. Kau tidak boleh sengaja menyibukkan dirimu pada hal lain selain aku. Bisa dimengerti?”​Ivy mengangguk sambil tersenyum puas. Ia menyandarkan kepalanya di dada bidang Ethan, sementara pria itu berdiri kokoh menggendong putri mereka.Ia sudah sangat tidak sabar untuk segera sampai di Oakhaven. Namun tiba-tiba tersadar akan satu hal yang tidak kalah penting.​“Tapi, Ethan ... aku punya satu syarat lagi.” Jemarinya membelai lengan kekar Ethan yang masih memeluknya.​Ethan menaikkan sebelah alisnya. “Satu syarat lagi? Bukankah menyewa seluruh kastil dan memindahkan logistik mansion belum cukup?”Ivy menggeleng pelan. ​“Aku ingin kita datang ke sana tanpa pengawalan berlebihan—maksudku, jangan ada pelayan yang mengenakan seragam mereka. Tidak boleh ada pengawal dengan earpiece di depan pintu. Aku ingin semua orang yang kita bawa bersikap seolah mereka adalah ...” Ia mencengkera

  • Istri Palsu Presdir   346. Oakhaven

    Namun, ia tidak menemukan jawaban yang tepat, karena ekspresi Martin yang begitu tenang dan tidak terbaca.​“Kau benar-benar bekerja dengan baik, Martin,” gumam Helena pelan. “Bahkan saat tuanmu sudah tidak ada di sini, kau tetap melakukan tugasmu ... menjaga semuanya tetap tertata.” Tanpa sadar ia memuji.​“Itu sudah menjadi bagian dari hidup saya, Nona,” balas Martin. “Termasuk memastikan Anda pulang dengan selamat tanpa harus berpapasan dengan siapa pun yang tidak ingin Anda temui malam ini.”​Helena terdiam. Ia baru menyadari bahwa Martin sebenarnya telah melindunginya sejak awal acara dimulai. Martin adalah alasan kenapa ia tidak perlu mengalami momen memalukan bertemu muka dengan Ethan di depan publik.Sebenarnya tidak masalah bila harus bertemu Ethan dan Ivy di sini, tapi ada rasa malu dan bersalah yang entah sejak kapan menempati sudut hatinya. Membuatnya menjadi begitu gelisah.​“Terima kasih, Martin. Untuk semuanya,” ucap Helena tulus, sebelum ia berbalik dan berjalan menuju

  • Istri Palsu Presdir   345. Aku dan Dia

    Martin berdiri tegak dengan posisi siaga.Hal yang Helena spontan hindari, justru terjadi—mata mereka bertemu.Helena mematung. Jantungnya berdegup tidak beraturan. Reaksi yang sangat ia benci karena rasanya aneh dan tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Ia terbiasa tenang dan tetap pada posisi stabil.Mendadak ia merasa seolah semua lapisan pelindungnya seketika luntur hanya dengan melihat wajah pria yang menjadi saksi kehancurannya di malam itu.​Helena hampir saja berbalik untuk mencari jalan lain, namun terlambat. Martin melangkah pelan ke arahnya.​Martin tidak menunjukkan keterkejutan. Sebaliknya, ia memberikan anggukan kecil yang sangat sopan. Ia bisa melihat bagaimana pupil mata Helena melebar dan bagaimana wanita itu mencengkeram tas tangannya dengan sangat erat.​Martin salah mengartikan ketegangan itu. Di matanya, Helena Davenport sedang merasa terpojok karena takut bertemu dengan Ethan atau Ivy di gedung ini.​“Anda bisa lewat sini, Nona,” ucap Martin dengan suara rendah yan

  • Istri Palsu Presdir   344. Pertemuan Dengannya

    “Ya,” angguk Ethan. “Kekaguman yang tiada hentinya ...” Lalu ia kembali membisikkan kalimat yang membuat Ivy meremang, “terutama bagaimana kau selalu bisa mengimbangiku di ranjang. Kau sangat mengagumkan, Sayang.” Setelahnya, Ivy dibuat tersenyum malu dan membiarkan dirinya dituntun oleh Ethan ke tempat acara berlangsung. Kalau dulu orang-orang di galerie Monet menatapnya karena penasaran, senja menjelang malam ini mereka sengaja hadir karena menunggu. Tanpa Ivy pernah sadari selama ini, namanya ternyata tidak lagi sekadar tambahan dalam undangan. Ia disebut dalam percakapan pelan para kolektor, dikutip dalam artikel kurator, dan yang paling terasa diantisipasi. Terutama sejak berita resmi yang disebarkan bahwa Ivy adalah istrinya Ethan Winchester. Sehingga dengan sendirinya, semua orang sudah menduga bahwa yang berbicara di galerie Monet waktu itu adalah Ivy, bukannya Isla. Tapi tetap saja, pembahasan seperti itu—membandingkan keduanya, tidak muncul ke permukaan. Terjadi diam-di

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status